Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 252. Insiden Antara Hyuna dan Rian


__ADS_3

Happy Reading..


Arya tidak ingin menunda lama dan langsung menjalankan rencananya. Yaitu datang ke pemakaman untuk menggali dan mengambil jazad Almarhum Alan.


"Perhatikan dan awasi semua yang ada di sekitar Pemakaman jangan sampai ada terlewatkan dari mata kalian dan ingat jika ada yang mencurigakan segera laporkan, jangan menunda lama" titah Arya kepada anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga sekaligus menggali makam Alan.


"Baik Bos, Kami akan laksanakan sesuai dengan perintah dan petunjuk dari Bos Arya". ucap Rudi.


Mereka pun segera menggali kuburan Alan dan mereka cukup mengalami hambatan karena kuburan Alan sudah dipasangi keramik sebagai penguat bangunan kuburan agar tidak longsor.


"Hyuna sangat yakin jika yang ada di dalam kubur itu bukanlah Mas Alan, keyakinan itu semakin kuat dan tidak seperti sebelumnya yang Aku masih ragukan, tapi kalau Mas Alan masih hidup di mana keberadaan Mas Alan ya Allah?".


Hyuna pun melihat dengan seksama proses penggalian dan pengangkatan jenazah dari Alan berjalan lancar.


"*Maafkan kami Nona, Kami kehilangan jejak Hyuna dan keluarganya Non".


"Kalian sangat bodoh, bisa-bisanya kalian kehilangan jejak mereka haa!!! ingat cari keberadaan perempuan itu dalam keadaan apa pun dan ingat tabrak Dia hingga mampus".


"Baik Non perintah akan kami laksanakan".


"Sampai kapan Aku tidak akan membiarkan kamu kembali ke dalam keluargamu, dan jalan satu-satunya adalah melenyapkan anak dan istri kamu dan hal pasti akan Saya lakukan apa pun yang terjadi dan halangannya akan saya hadapi hahahhaaha*".


"Bagaimana apa sudah selesai?" tanya Arya.


"Alhamdulillah sudah selesai dan jenazahnya sudah dimasukkan ke dalam kantong Mayat dan sudah berada dy atas mobil Ambulans" Jawab Dimas.


"Kalau gitu kita langsung ke Rumah Sakit untuk langsung mengetes tes DNA dan Tim dokter ahli forensik terbaik yang kita miliki sudah bersiap dan menunggu kedatangan kita" tutur Arya.


"Kita langsung ke rumah Sakit DA dan ingat tetap lah waspada karena sedari tadi Aku melihat ada Dua mobil yang mengikuti kita untung saja ada belokan dan mobil yang menyalip tadi sehingga kita terbebas" ucap Dimas.


"Hubungi anak buahmu untuk waspada dan berhati-hati lah selalu dan jika ada mobil Jeep Wrangler Hitam segera telpon saya" ucap Dimas yang memberikan pengarahan kepada anak buahnya.


"Oke Bos" ucap singkat Rudi.


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai ke dalam lokasi rumah sakit DA. Tim dokter yang sudah menunggu sedari tadi langsung bergerak cepat dan tidak membuang waktu lagi.


"Saya tunggu paling lambat jam 5 sore, ingat itu baik-baik, jika kalian ingin mendapat bonus" ucap Arya Wiguna Albert Kim Said.


"Sesuai perintah Tuan Arya, dan kami tidak akan mengecewakan Tuan Muda" ucap Dokter Kepala bagian forensik.


"Tapi jangan biarkan siapa pun yang masuk ke area Laboratorium dan lakukan pemeriksaan kepada siapa pun yang berniat ingin mendekati area Lab dan segera laporkan kepada Saya atau Dimas jika ada yang mengacau" terang Arya.


"Walaupun mereka memakai tanda pengenal jika tidak ada di dalam Lab sekarang apa pun alasannya jangan ijinkan masuk dan cegah Dia Kalau perlu amankan jika ada yang seperti yang saya katakan" ucap Dimas.

__ADS_1


"Makasih banyak atas kerjasamanya dan kami menunggu dan menanti hasil kalian dan bonus kalian akan saya tambah jika berhasil dan sesuai dengan hasil yang kami inginkan" timpal Dimas.


Arya dan Dimas berjalan ke arah Parkiran mobil dan bersiap pulang ke rumah masing-masing.


"Hyuna kamu mau ikut kami atau mau pulang sendiri?" tanya Arya.


"Aku menunggu supirku datang kakak, kebetulan Aku sudah menelponnya dan katanya sudah di jalan" jawab Hyuna.


Mereka berpisah di tempat Parkiran sedangkan Hyuna masih menunggu supir yang akan mengantarkan mobilnya. Hyuna berdiri di pinggir jalan karena merasa aneh dan tidak nyaman berdiri di Area Parkiran sehingga memutuskan untuk berjalan ke arah pinggir jalan saja. Tapi tiba-tiba netranya menangkap bayangan hitam di balik pohon beringin. Hyuna penasaran dan merasa sedari tadi ada seseorang penguntit yang mengikutinya. Karena penasaran dengan orang tersebut Hyuna pun menyebrang jalan raya, tetapi lupa kalau jalan yang dia lewati adalah jalan raya yang pastinya banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Hyuna menyebrang jalan tanpa memperhatikan dan menoleh ke kiri dan ke kanan jalan yang dilaluinya. Hingga dari arah barat ada sebuah mobil Jeep Wrangler yang datang tiba-tiba dengan kecepatan yang sangat tinggi dan ingin menabrak tubuh Hyuna. Langkah Hyuna terhenti ketika sudah menyadari kalau ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah dirinya.


Hyuna langsung berusaha untuk menghindari tabrakan dari mobil tersebut dengan menjatuhkan dirinya ke belakang, tapi kecepatan dari Hyuna dikalahkan oleh cepatnya laju mobil tersebut.


"Aaaaahhhhh" teriak Hyuna.


Mobil tersebut tidak berhenti barang sedikit pun hanya penumpangnya saja yang menoleh ke arah Hyuna.


Hyuna terguling-guling ke arah badan jalan raya. Hyuna pun pingsan dan ada beberapa luka di tubuhnya. Orang-orang segera berlarian ke arah Hyuna setelah mereka melihat langsung kejadian tersebut.


"Apa bapak baik-baik saja?" tanya salah seorang dari warga masyarakat yang sudah membantu Rian untuk berdiri.


"Makasih banyak Pak, Saya baik-baik saja, hanya saja istri saya pingsan karena mengalami luka dibeberapa tubuhnya" tutur Rian.


"Makasih banyak Pak" jawab Rian yang sudah menggendong tubuh Hyuna dan berlari ke dalam Rumah Sakit.


"Mas Alan, Hyuna merindukan Mas, tolong pulanglah Mas" Hyuna mengigau saking rindunya kepada Alan.


Rian terus membawa Hyuna ke dalam UGD RS DeliArya.


"Suster cepat ke sini ada pasien baru yang mengalami kecelakaan" teriak Dokter yang kebetulan berjaga di UGD.


Beberapa suster langsung berlari ke arah Dokter dan segera menangani Hyuna.


"Bapak sabar yah, Kondisi istri bapak hanya pingsan dan tidak ada yang perlu bapak khawatirkan" ucap Dokter sambil terus mengobati beberapa luka memar dan lecet yang ada di bagian kaki dan tangan Hyuna.


"Alhamdulillah kalau tidak yang parah" ucap Rian.


Dokter yang melihat kondisi Rian yang cukup mengkhawatirkan karena ternyata luka Rian lebih parah dari pada Hyuna. Punggung Rian mengeluarkan banyak darah dan karena tidak mampu lagi untuk bertahan Rian pun pingsan di hadapan Dokter. Dokter Aulia yang kebetulan berada di sekitar UGD langsung berjalan ke dalam UGD setelah mendengar sepintas orang menyebut nama Hyuna.


"Apa yang terjadi Dokter Anwar?" tanya Aulia.


"Dokter Aulia ini ada pasien yang katanya korban tabrak lari di depan parkiran belakang Rumah Sakit" jelas Dokter Anwar.

__ADS_1


Aulia pun mendekati bangkar rumah sakit tersebut dan melihat ternyata Hyuna yang terbaring di atas bankar tersebut.


"Hyuna apa yang terjadi kepada kamu dek?". tanya Aulia yang sudah panik melihat kondisi Hyuna yang terbaring lemah.


"Apa Dokter Aulia mengenal pasien ini?" tanya Dokter Anwar.


"Dia adik sepupuku Dok, Kalau boleh tahu dia ke sini bersama siapa?" tanya balik Aulia.


"Tadi ada pria yang gendong sepupu Dokter dan mengaku kalau dia adalah suaminya dan keadaannya cukup parah karena ada pecahan beling yang tertancap di punggungnya dan cukup dalam lukanya" jelas dokter Anwar.


"Suaminya?" cicit Aulia yang kebingungan dengan perkataan dari Dokter Anwar.


"Itu tidak mungkin sekali dokter, Suaminya sudah lama meninggal dunia akibat kecelakaan jadi pasti Dokter keliru dan mungkin dokter salah dengar" ucap Aulia yang tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi.


"Itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Bapak tersebut dan masalah benar tidaknya Saya kurang paham" tutur Dokter Anwar lagi.


"Terus orang itu berada di mana Dokter?" tanya Aulia.


"Sedang di dalam kamar operasi karena sedang lukanya sangat parah" ucap Dokter Anwar.


"Makasih banyak infonya Dok" ucap Aulia lalu berjalan ke arah administrasi dan meminta untuk memindahkan Hyuna ke dalam kamar perawatan VVIP dan segera berjalan lagi ke arah ruangan operasi sambil menelpon Arya.


Sedangkan di dalam kediaman Arya dan Delia. Arya yang sudah bersiap menagih janji Delia sejak kemarin yang terpaksa melakukan semua itu lewat virtual saja dan setelah berdebat kecil dengan baby Zi yang tidak ingin berpisah dari Mamanya akhirnya berhasil juga disingkirkan.


"Pengganggu sudah diamankan saatnya kita bercocok tanam yuk Dek" ucap Arya yang sudah berjalan ke arah ranjang yang menggendong Delia ala bridal style.


"Tapi sayang gimana kalau Zidane nangis dan cari Delia?" tanya Delia yang menahan sentuhan dari tangan Arya.


"Mas masih sore loh, sebaiknya kita lakukan nanti malam saja" ucap Delia yang tertawa geli karena tangan Arya semakin bergerilya ke arah seluruh tubuh Delia.


Arya sudah berada di atas tubuh Delia tiba-tiba hpnya berdering membuat Arya mengerang kesal karena kegiatannya untuk sekian kalinya terganggu lagi.


...--------To Be Continued--------...


Maaf jika selalu ada Typo dalam pengetikan ceritanya ✌️🙏.


Dukung terus BDP Dengan Cara LIKE RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN ✌️👌.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian.


Sambil menunggu Updatenya BDP Kakak juga bisa mampir ke Novelku yang judulnya Cinta Yang Tulus ✌️.


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar, Minggu 08 Mei 2022


__ADS_2