
Happy Reading...
Adrian Akhirnya Mengetahui Siapa yang telah memanipulasi Telpon yang mengatakan kalau Terjadi sesuatu yang sangat genting di perusahaan Sinopec Group Setelah memeriksa CCTV Perusahaan. Adrian menendang Kursi yang ada di depannya saking Marahnya.
Adrian segera menghubungi seluruh anak buah terbaiknya untuk menyusul Pak Wiguna dan Mencari keberadaan Si Kembar.
Di Tengah Jalan, Adrian Melihat Mobil Pamannya pak Wiguna, Adrian bergegas turun dari mobilnya dan tidak lupa mengambil beberapa senjatanya.
Setelah sampai di Lokasi, Adrian melihat kalau Pak Wiguna dan anak Buahnya Telah berhasil melumpuhkan lawan-lawannya.
"Paman baik-baik saja kan?" Tanya Adrian.
"Alhamdulillah Paman baik-baik saja, Tapi Paman kehilangan jejak dari Mobil Oma Estella dan lainnya". ucap Pak Wiguna.
"Apa Paman melihat plat mobil yang mereka pakai atau melihat wajah salah satu dari pelakunya??". ucap Adrian.
Pak Wiguna segera memberikan kode kepada anak buahnya yang sempat melihat dan mengambil Nomor plat mobil penjahat itu.
Adrian segera menghubungi anak buahnya untuk mencari tahu siapa pemilik dari mobil itu.
Berselang beberapa saat, Adrian Sudah mendapatkan informasi semua yang berkaitan dengan pemilik mobil itu. Adrian tercengang dari hasil informasi itu. Adrian tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari anak buahnya tentang Pemilik mobil itu.
"Ada apa Adrian, apa kamu sudah mengetahui pelakunya?" Tanya Pak Wiguna.
Tapi sebelum Adrian menjawab pertanyaan dari Pamannya. Tiba-tiba dari arah belakang tubuh pak Wiguna telah berdiri seseorang yang telah berhasil melesakkan tembakannya ke arah punggung pak Wiguna. Adrian terlambat untuk membantu Pak Wiguna menghindari tembakan itu.
"Paman Awas!!" teriak Adrian.
"aaaaahhhh!!"
Pak Wiguna langsung jatuh terkapar di aspal.
Adrian dan ank buahnya yang masih bertahan segera menyelamatkan dan menolong Pak Wiguna.
"Paman bangun Paman, ini Adrian paman" ucap Adrian.
Adrian segera mengikat luka tembakan pak Wiguna dengan kain bajunya. Dan bergegas mengangkat Tubuh Pamannya ke dalam mobilnya.
__ADS_1
Adrian memangku tubuh Pamannya yang sudah tidak sadarkan diri.
"Ayo lebih cepat, aku mohon!" perintah Adrian terhadap anak buahnya yang mengemudikan mobilnya.
Mereka segera membawa Pak Wiguna ke Rumah Sakit terdekat. Untung Saja rumah sakit yang mereka datangi adalah Salah satu rumah sakit milik Perusahaan Sinopec Group. Adrian segera menghubungi pihak pengelola Rumah Sakit untuk bersiap menanti kedatangannya.
"Paman bertahanlah, aku mohon kuatlah Paman" ucap Adrian yang tak segan meneteskan air matanya Setelah melihat keadaan pamannya yang sudah tidak sadarkan diri.
Pak Wiguna adalah orang yang paling berjasa dalam hidupnya, Pak Wiguna adalah salah satu sahabat terbaik dari Ayah dan ibu Adrian. Sejak Kecil Adrian sudah diangkat menjadi Anaknya Pak Wiguna, Karena pada saat Adrian berumur 12 Tahun Ayah dan ibunya telah meninggal dunia.
Pak Wiguna beserta keluarganya membesarkan dan merawat Adrian seperti anak kandungnya sendiri. Bahkan sudah menganggap Adrian anak laki-laki pertama di keluarganya.
Karena pada saat itu, Mama Elisabeth Belum juga bisa hamil bahkan Dokter sudah memvonis mereka kalau kecil kemungkinannya untuk memiliki keturunan, padahal usia pernikahan mereka sudah menginjak 5 tahun. Akan tetapi Hanya dalam hitungan Bulan, Akhirnya Mama Elisabeth dinyatakan Positif Hamil.
Kabar gembira itu disambut antusias oleh seluruh anggota keluarga bahkan Pak Wiguna mengadakan acara syukuran dari kehamilan istrinya. Bahkan selama sebulan Pak Wiguna memberikan Sumbangan ke berbagai panti asuhan Maupun Panti Jompo dan Mesjid.
Mereka sangat bahagia mendengar kabar itu, Karena mereka sudah putus asa dengan hasil medis yang menyatakan Bahwa Mama Elisabeth tidak bisa hamil. Tapi berkat kehadiran dari Adrian yang telah mewarnai rumah Utama Akhirnya penantian panjang pak Wiguna dan Istrinya berhasil Juga. Kehadiran anak kembar mereka tak mengurangi kadar kasih sayang Pak Wiguna kepada Adrian, Bahkan Mereka Tetap menjadikan Adrian adalah anak sulung dari keluarga besar Wiguna Albert Kim Said.
Semua Yang Bekerja di Rumah sakit dibuat Sibuk dan Menampilkan wajah yang harap-harap cemas karena Orang Nomor satu di Perusahaan Sinopec Group dan Sekaligus adalah pemilik Rumah Sakit yang menjadi pasien Mereka. Para Dokter tidak melakukan Kesalahan sekecil apapun.
Semua Dokter yang berjaga pada saat itu, segera menyiapkan seluruh peralatan dan perlengkapan Medis yang akan mereka pakai.
Dokter dan perawat segera membawa tubuh pak Wiguna ke dalam ruang operasi Setelah Dokter memeriksa keadaan dari Pak Wiguna.
Adrian tidak ingin memberitahukan kepada Arya tentang keadaan Ayahnya. Adrian tidak ingin Arya khawatir dan tidak konsentrasi mencari anak-anaknya dan keluarganya.
Di Lain tempat, Arya mendapatkan sinyal dari alat yang dipakai oleh si kembar. Arya semakin melajukan mobilnya menuju lokasi keberadaan anak-anaknya, Mama dan Oma nya.
Mobil yang dipakai penjahat itu, sudah memasuki sebuah rumah tua yang nampak masih berdiri kokoh dan kuat. Rumah itu berada di pinggir hutan yang langsung berhadapan dengan Pantai.
Oma Estella dan yang lainnya dibawa ke sebuah ruangan bawah tanah. Mereka ditempatkan di ruangan yang kedap suara.
Mata, Mulut dan tangan mereka diikat untuk menghindari perlawanan.
Salah satu dari mereka kemudian menelepon Bosnya.
"Halo, Iya bos kami sudah berada di ruangan bawah tanah".
__ADS_1
"Ingat jaga baik-baik mereka jangan sampai mereka lolos dan Satu hal lagi jangan berikan minuman dan makanan kepada mereka, Aku Ingin melihat mereka mengemis untuk dilepaskan" ucap Big bosnya.
"Baik bos, kami akan laksanakan semuanya sesuai dengan instruksi dari Bos" ucap si C.
Arya terus mengikuti arah Dari sinyal dari alat yang dipakai si Kembar tapi tiba-tiba Sinyalnya semakin melemah. Hal itu membuat Arya frustasi dan Semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi seperti orang kesetanan Saja.
Karena lokasi dari Si kembar yang sudah semakin mengjauh Akhirnya sinyalnya semakin lemah dan lama-lama menghilang.
Arya tidak tahu lagi harus mengemudikan mobilnya ke arah mana. Arya kemudian turun dari mobilnya dan hendak menghubungi Adrian tapi tidak ada sinyal di daerah itu.
Ini lah mobil yang dipakai Arya untuk mencari keberadaan anak-anak dan keluarganya. Arya tidak tahu arah jalan mana yang dia Pilih.
Arya semakin dibuat Frustasi memikirkan keadaan keluarganya. Delia berusaha untuk menguatkan Suaminya.
"Kakak kota lanjutkan saja perjalanan untuk mencari keberadaan mereka" ucap Delia. Walaupun di dalam lubuk hatinya dan pikirannya Delia sebenarnya sangat takut dan khawatir tapi Delia menutupi hal itu dari suaminya karena tidak ingin menambah beban kepada Arya. Jika Delia memperlihatkan kegundahan hatinya pasti Arya juga akan semakin dibuat pusing dan cemas.
Di Rumah Sakit Medical center,
Adrian dibuat Cemas dan khawatir menunggu hasil operasi Pamannya.
Adrian segera menghubungi Eliana dan Emilia tentang keadaan yang sedang mereka hadapi.
Emilia dan Eliana yaang sedang berada di London segera bersiap untuk kembali ke Tanah air. Mereka tidak lupa menghubungi seluruh anggota keluarganya.
Operasi yang dilakukan dokter untuk menyelamatkan Nyawa Pak Wiguna Akhirnya berhasil Setelah 7 jam lamanya di dalam ruang operasi.
TBC...
Fania Ucapkan "Selamat Tahun Baru 2022 untuk Semua Readers Setia BDP.
SeMoga di Tahun 2022 Lebih Baik dari Tahun Lalu. Amin yra 🙏 🙏.
Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN dan VOTENYA yah Kakak Readers 🙏 🙏🙏.
__ADS_1
Makasih 💖💞💓