Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 63. Perasaan Emilia


__ADS_3

Happy Reading..


Arya Wiguna Albert Kim Said sudah berhasil menemukan letak dan posisi Anak-anak, Nenek dan Mamanya disekap. Berkat kegigihannya bersama Delia menyusuri hutan belantara Akhirnya penantiannya selama 1 Minggu ini berhasil. Andai Saja masih menggunakan roda 4 untuk mencari keluarganya mungkin hasilnya akan tetap nihil dan Gagal terus.


Arya Setelah mendapatkan sinyal dari Handphonenya, Arya langsung menghubungi nomor hp Adrian dan mengabarkan kalau Dia telah mengetahui letak rumah yang dipakai Penjahat itu untuk menyekap Anggota Keluarganya.


Arya terus berjaga dan siaga jika ada pergerakan yang berarti dari salah satu anak buah Penjahat itu. Arya bersyukur berkat pengalamannya yang pernah hidup dan menetap di Desa T, Akhirnya Arya bisa menaklukkan Hutan itu. Bahkan Delia mencari beberapa tumbuhan yang bisa mereka konsumsi dan beberapa jenis daun obat-obatan.


Arya dan Delia mendirikan sebuah pondok yang cukup menampung mereka berdua. Dan pondok itu cukup aman dan tersembunyi dari penglihatan orang lain.


Entah kenapa Perasaan Arya cukup tidak tenang dan tidak nyaman, Arya Selalu memikirkan keadaan dan kondisi Omanya. Tapi Arya selalu berusaha untuk membawa pikirannya ke arah yang positif.


AmDi tempat lain, Adrian sudah bersiap dan mengerahkan seluruh anak Buah kepercayaannya untuk membantunya menemukan keberadaan keluarganya sesuai petunjuk Arya. Perlengkapan dan peralatan yang nantinya akan mereka butuhkan pun sudah siap.


Bantuan dari Suami Eliana sudah datang. Mereka akan berangkat setelah mendapatkan aba-aba langsung dari Adrian.


Di Rumah Sakit Swasta termahal di Kota M, yaitu Rumah Sakit Medical center. Emilia tidak tahu harus berbuat apa menanggapi perkataan Adrian. Emilia bingung dan bimbang harus mengambil langkah dan keputusan apa.


Emilia masih berada di Kantin rumah sakit. Emilia seakan-akan enggan untuk meninggalkan tempat duduknya. Emilia masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.


Tiba-tiba Datanglah seseorang yang menepuk pundaknya dan membuyarkan lamunannya. Emilia bahkan tersedak dengan minumannya. Dan tidak sengaja menyemprotkan minuman yang ada di dalam mulutnya.


"Ihh Emilia kamu yah, dari Dulu sampe sekarang masih saja sama, tak tahu tempat kalau kaget pasti ujung-ujungnya gini" orang itu marah-marah sambil membersihkan wajah dan pakaiannya dari semburan minuman Emilia.


"Maaf, kan Kamu sendiri yang mulai, sudah tahu aku nggak bisa dikagetkan tapi Masih Saja dilakuin, sengaja yah, mo lihat aku mati Muda!!" ucap Emilia.


"Maafkan aku yang tidak bisa diam kalau lihat ada cewek cantik yang melamun, emang kamu mikirin apa sih sampe-sampe melamun gitu??" tanya Andita teman terbaik Emilia selama ini.


Bahkan Andita lah orang yang membantunya menjalani hidupnya di Amerika saat kuliah Dulu. Andita adalah teman Emilia sejak Duduk di bangku SMA. Dia lah saksi hidup Emilia saat berjuang sendiri di Amerika.


"Maaf aku terlambat, maklum karena macet, kamu tahu sendiri gimana kemacetan yang terjadi di ibu Kota" Tutur Emilia.


"gak apa-apa kok lagian aku juga belum lama di sini" terang Emilia.


Andita kemudian duduk di depan Emilia dan memesan beberapa makanan dan minuman. Andita memperhatikan Tingkah dan ekspresi Wajah Emilia yang tidak seperti biasanya.


"Kamu pasti ketemu dengan orang itu iya kan??" Tanya Andita.

__ADS_1


"Iya An, aku bingung harus bagaimana lagi" ucap Emilia.


"Kenapa harus bingung, slow Saja n tidak usah kamu risaukan tentang Dia" ucap Andita.


"Tapi aku takut And, gimana kalau,,," ucap Emilia yang terpotong karena kehadiran seseorang yang membuatnya menghentikan ucapannya.


Andita dan Emilia kaget dengan kehadiran Adrian yang tiba-tiba. Wajah Emilia langsung pucat pasi setelah kedatangan Adrian begitu pun dengan Andita yang kaget setengah mati.


"Ya Allah moga kak Adrian tidak mendengar perkataanku" ucap Emilia.


"Maaf ganggu Acara bincang-bincanngya" Ucap Adrian.


"Tidak apa-apa kok kakak, silahkan gabung dengan Kami" Tutur Andita.


Emilia tidak bisa berbuat apa-apa dan berucap sepatah kata pun dikarenakan masih shock dan takut Jika apa yang dia bahas dengan Andita Didengar oleh Kakak Adrian.


Adrian yang langsung menyentuh Dahi Emilia Karena melihat wajah Emilia yang nampak pucat.


"Kamu sakit Emi,badan kamu agak hangat Loh" tanya Adrian.


Emilia langsung menepis tangan Adrian dari wajahnya. Emilia tidak ingin kembali jatuh ke dalam pesona Seorang Adrian Martadinata.


"Kalau Kamu sakit pulanglah Dulu ke rumah atau kamu mau Kakak antar ke UGD untuk diperiksa??" tanya Adrian yang sudah nampak cemas melihat kondisi Emilia.


"Kakak aku sudah bilang tidak apa-apa kok, berarti aku baik-baik saja!!" Ucap Emilia sambil menaikkan sedikit nada suaranya.


Hal itu dilakukan Oleh Emilia untuk menutupi rasa gugup dan Debaran jantungnya yang berdetak kencang disaat Adrian menyentuh wajahnya.


"Tapi wajahmu merah loh EMI" ucap Adrian.


"Emilia emang gitu kok Kakak kalau habis kesedak minuman" terang Andita yang sengaja mengalihkan perhatian Adrian dari wajah Emilia.


"Dengar kan kata Andita kalau EMI itu baik-baik saja Kakak" ucap Emilia.


"MAAFkan Kakak yang sudah lancang menyentuhmu, Kakak hanya khawatir dengan keadaanmu".


"Oy kakak aku dengar dari Emilia katanya Paman Tertembak waktu ingin menyelamatkan Oma Estella dan mama Elisabeth yah?" tanya Andita.

__ADS_1


"Iya"


"Terus keadaan Paman Wiguna gimana kak, apa sudah sadarkan diri atau gimana??" tanya Andita.


"Paman masih belum sadarkan diri dan Dokter mengatakan kalau Paman Koma Andita".


"yang sabar yah Emi, aku Akan membantu kamu untuk menjaga paman" ucap Andita.


"Alhamdulillah kalau kamu ingin membantu Emo menjaga Paman, karena beberapa hari kedepan Saya tidak bisa berada di rumah sakit untuk menjaga paman". ucap Adrian.


"Tidak apa-apa kok Kakak,aku selalu siap dan ikhlas melakukannya tanpa Kakak suruh pun aku bersedia" ucap Andita.


"Makasih banyak Andita, tolong jaga Paman dan Emilia, karena aku sudah mendapat kabar keberadaan Anak-anaknya Arya, Oma Estella dan mama Elisabeth"


"Alhamdulillah kalau gitu kakak, Moga mereka segera ditemukan dan diselamatkan dan bisa kembali berkumpul dengan kita"


"Amin ya rabbal alamin, makasih Adek" ucap.


"Kalau gitu aku pamit dulu, Tolong sampaikan kepada Eliana Kalau kami telah berhasil menemukan posisi mereka, Karena aku sudah menghubungi handphone Eliana tapi belum juga diangkat"


"Siap dilaksanakan Kakak"


"Makasih, assalamu alaikum" Salam Adrian.


"Waalaikum salam" jawab mereka berdua.


Adrian bergegas Berangkat ke lokasi yang dikirimkan oleh Arya. Persiapan Adrian kali ini tidak lah main-main, Adrian menerjunkan seluruh anak Buah terbaiknya dan bantuan dari Suami Eliana beserta seluruh keluarga besar Wiguna Albert Kim Said.


Emilia baru bisa bernafas lega setelah kepergian Adrian dari Kantin Rumah Sakit.


TBC...


Yang Belum BOOM Like Yuk Buruan Kakak sebelum Boomnya Meledak 🤭🙏.


Ayo Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏🙏


Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN 🙏🙏🙏.

__ADS_1


Makasih 🙏🥰.


__ADS_2