Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 159. Kerinduan Seorang Ibu


__ADS_3

Happy Reading..


Hari ini Arya untuk pertama kalinya mengunjunginya panti Jompo yang ada di bawah naungan yayasan Oma Estella yang ada di luar daerah. Arya yang awalnya hanya ingin berangkat bersama Dimas asisten pribadinya tetapi Dimas harus menggantikan Arya untuk menemui klien yang dari Jepang. Sehingga terpaksa Arya ke Panti Jompo sendiri saja.


Arya tidak lupa pamit kepada putra bungsunya karena akan ke Luar daerah. Tapi baby zi tidak ingin ditinggal pergi oleh papinya. Entah kenapa Zi memanggil Arya dengan sebutan papi bukan Ayah seperti kakaknya yang lain. Baby zi sudah diajari oleh arya dan yang lainnya tapi tetap memanggil Arya dengan sebutan papi. Arya akhirnya membiarkan Zidane memanggilnya dengan sebutan papi.


"Pi anteng, Zi ikut yah" rengek Zi yang terus menarik kaki celana Arya.


Arya kemudian memangku putranya dan mendudukkan Baby Zi di atas Meja makan.


"Zidane gak bisa ikut sama papi, papi mau pergi ke luar daerah, perjalanannya jauh banget" ucap Arya sambil menirukan jalan yang panjang dengan tangannya.


"Si mau ituk yah Pi, kacian Zi cendiri di lumah" ucap Zi dengan gaya bicaranya yang masih cadel.


"Zi gak sendirian loh di rumah kan ada Nenek ainun juga banyak Mbak yang temani Zi bermain" ucap Arya.


"Zi gak mau, Zi maunya sama mom, Zi mau ketemu sama mom kan Zi udah lama gak ketemu cama Mom" ucap Zi.


Arya memanggil Bibi Ainun untuk menggendong Baby zi. Tapi ternyata Baby Zi gak Mau di gendong oleh bibi Ainun.


"Zi Gak mau cama nenek, zi maunya ketemu sama Mom, Zi malah-malah sama Papi kalau Zi gak diajak pergi nemui Mom" ucap Zi yang sudah mulai neteskan air matanya.


"Tapi Zi jangan nakal yah nanti mom Zi gak mau ketemu sama Zidane, Di harus nurut kata Papi sama nenek yah" ucap Arya.


"Oke" ucap Zi sambil mengacungkan jempolnya tanda setuju ke arah papinya.


Arya, Zi dan Bibi ainun sudah dalam perjalanan ke Panti Jompo. Dan beberapa jam kemudian, Mobil yang dipakai Arya sudah terparkir di bawah pohon Ketapang yang rindang. Arya mengunci pintu mobilnya dan tiba-tiba Arya melihat sosok perempuan yang mirip dengan Delia.


Arya Ingin mengejar perempuan itu dan memastikan apa dirinya tidak salah lihat, tetapi baru selangkah kakinya melangkah, ibu ketua Kepala panti Jompo memanggil mereka untuk segera masuk ke dalam ruangan karena acara segera dimulai.


Arya membuka Acara dengan sepatah kata dan memberikan beberapa sumbangan dan hadiah kepada penjaga panti atas dedikasi dan sumbangsihnya selama kepada Panti Jompo.


"Maaf Pak Arya, sebenarnya masih ada pegawai kami satu orang lagi Tapi karena ada sesuatu hal yang membuat dirinya tidak bisa hadir di tempat ini" ucap ibu kepala panti.


"Ohh tidak apa-apa ibu kalau memang beliau tidak bisa hadir, ibu bisa mewakili beliau" ucap Arya.


Bibi Ainun permisi kepada Baby sitter yang menjaga baby Zi untuk ke toilet. Tapi tanpa sengaja Baby sitter nya tidak melihat baby Zidane berjalan ke arah dapur panti Jompo. Baby Zi mengejar bolanya yang terlempar ke arah dalam dapur. Karena Bolanya masuk ke dalam bawah kolong meja, sehingga baby Zi pun masuk ke bawah kolong meja tersebut. Karena tidak hati-hati, kepala Baby Zi terbentur di ujung Meja saat dirinya mengambil bola.


Baby Zi pun menangis histeris dan terus memegang kepalanya yang sudah berdarah.

__ADS_1


Delia yang berada di dalam dapur pun mendengar suara tangisan anak kecil. Awalnya Dessy tidak mempercayai pendengarannya Karena selama ini tidak pernah ada bayi atau pun anak kecil yang datang ke Panti. Tapi suara anak itu semakin besar sehingga Delia pun mencari keberadaan dan sumber suara tangisan itu.


Delia Akhirnya menemukan seorang Anak kecil yang kira-kira seumuran dengan puteranya Baby Zi. Karena di atas meja tersebut banyak barang sehingga Delia ikut masuk ke dalam kolom meja dan berusaha membantu Baby Zi keluar dari kolom meja tersebut.


"Ya Allah apa yang terjadi padamu Nak, sampai kepalamu berdarah??" ucap Delia yang sudah mulai khawatir dengan keadaan baby Zi.


Delia menggendong Baby Zi dan mendudukkan Baby zi di atas ranjangnya. Dan Delia mencari kotak p3k yang ada di kamarnya. Delia pun mengobati luka yang ada di kepala baby Zi. Tiba-tiba Zi memanggil Delia dengan sebutan Mom sambil menyentuh wajahnya Delia. Delia pun meneteskan air matanya dan langsung memeluk erat tubuh putra bungsunya.


"Maafkan Mommy nak, Mom tidak berniat untuk meninggalkanmu, tapi hati Mom sangat sakit dan terluka atas kebohongan Kakek kamu" ucap Delia yang tidak berhenti menciumi seluruh wajah putranya.


Baby Zi pun ikut tertawa karena merasa geli dengan ciuman Mommy nya. Baby Zi bahkan tertidur pulas di dalam pangkuan Delia. Setelah Baby Zi tertidur, Delia ke arah luar untuk meminta tolong agar menghubungi salah satu keluarga Baby Zi dan menginformasikan kalau baby Zi tertidur di kamarnya.


Baby sitter Zi segera mendatangi kamar Delia. Untung saja Baby Sitter Zi tidak pernah melihat Delia sebelumnya jadi Mbak Yuli sebagai baby sitter Baby Zi tidak mengenali Delia.


"Maaf Mbak Saya sudah merepotkan Mbak, sedari tadi saya mencari keberadaan baby Zi tapi Saya tidak berhasil menemukan baby Zi, tapi untung ada Mbak yang menolong Baby Zi" ucap Mbak Yuli.


"Ooh itu tidak masalah Mbak, Saya senang melihat Baby Zi" ucap Delia yang mencium Baby Zi dalam gendongan Baby sitter nya.


"Semoga Tuan tidak melihat luka yang ada di kepala Baby Zi bisa-bisa aku krna Marah" ucap Mbak Yuli yang sudah ketakutan.


"Kalau boleh tahu nama Mbak siapa??" Tanya Yuli.


"Makasih banyak Mbak Mitha, atas bantuan Mbak Alhamdulillah Baby zi bisa ditemukan" ucap Mbak Yuli.


"Lain kali harus hati-hati dan terus waspada kemana pun arah langkah kakinya Zi" ucap Delia yang mengelus rambut putranya.


Delia hanya tersenyum menanggapi perkataan Mbak Yuli. Delia mencium kening putranya sebelum Baby Di dan susternya meninggalkan kamarnya. Delia meneteskan air matanya sepeninggal Baby Zi dan perawatnya. Delia Akhirnya menangis tersedu-sedu.


"Maafkan Mommy Sayang, mommy belum siap untuk pulang menemui kalian, gimana kabarmu Zack n Zoe?? Mama kangen banget sama kamu Nak" ucap Delia yang memandang Foto anaknya yang ada di atas Meja Nakas ranjangnya.


Keputusan Delia untuk meninggalkan sementara waktu keluarganya adalah untuk menenangkan pikirannya dan mencari ketenangan. Delia tanpa sengaja waktu itu naik ke dalam bis yang kebetulan lewat di depannya sewaktu dirinya turun dari mobil Ojol. Delia asal naik saja ke atas Bis tanpa membaca atau pun bertanya ke arah mana Bis itu, yang penting Delia mengjauh dari kediaman Wiguna.


"Dulu kalian tidak menerima pernikahan Papa dan mamaku, dan kalian pun tidak merestui pernikahanku dengan Arya sekarang kau mengakui kalau gara-gara kamu lah Ke dua orang tuaku meninggal dunia, apa salahku Kepada mu Pak Wiguna??" ucap Delia sewaktu dirinya turun dari Bis yang berhasil membawanya ke Luar daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kota.


Satu Minggu kemudian, Berita pernikahan Dimas dan Dessy pun sudah tersebar seantero kota bahkan sampai ke Panti Jompo. Semua kerabat terdekat, Klien Bisnisnya Sudah mendapatkan undangan pernikahan Double D.


Keluarga yang ada di Luar Negeri pun akan hadir di acara sakral Dessy dan Dimas. Dessy pun sudah mengetahui kebenarannya tentang siapa Amanda di dalam hidup Dimas.


Dimas dan Dessy sekarang berada di salah satu restoran ternama dan salah satu resto pavorit mereka. Dessy Meminta penjelasan kepada Dimas tentang Amanda.

__ADS_1


"Amanda sebenarnya adalah putri dari mantan pacarku, Aku memang gonta ganti cewek tapi aku tidak pernah mencicipi dari mereka hal yang sangat berharga dari hidup mantanku, dan aku kaget dan shock Setelah seorang perempuan datang ke rumah dan membawa seorang bayi kecil yang mungil dan Cantik, dan perempuan itu mengaku kalau bayi itu adalah anakku, tapi itu hal yang mustahil terjadi karena aku tidak pernah tidur dengan cewek manapun, dan akhirnya mami segera melakukan tes DNA dan hasilnya mengatakan kalau aku bukanlah Ayah bialogis dari Amanda". ucap panjang lebar Dimas.


"Jadi Amanda anaknya siapa dong kalau gitu??." Tanya Dessy.


Dimas hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu apa pun sampai detik ini.


"kenapa gak tanya ibunya Manda langsung??." Tanya Dessy.


Dimas kembali mengingat kejadian beberapa tahun lalu di saat dirinya mengejar Ibu dari Amanda Tapi hasilnya nihil karena Ibunya Amanda meninggal dalam kecelakaan maut.


"Saya tidak berhasil mengetahui hal itu karena ibunya Amanda meninggal dunia dalam kecelakaan maut, mobil yang dipakai oleh Ibunya Amanda menabrak dinding pembatas jalan" ucap Dimas.


"Ooh gitu, kasihan yah Nasib Amanda yang masih bayi sudah jadi anak yatim-piatu" ucap Dessy yang ikut bersedih atas nasibnya Amanda.


"Maaf Aku belum siap untuk mengatakannya dihadapan kamu" ucap Dimas dalam hatinya.


Hari yang telah lama ditunggu, Akhirnya datang juga, Pesta Pernikahan sekaligus Akad nikah antara Dessy dan Dimas pun berlangsung cukup megah dan mewah. Acara tersebut dilaksanakan di Hotel terbesar milik Arya. Semua undangan telah hadir dalam acara tersebut. Dessy dan Dimas sudah resmi menjadi suami istri. Adrian dan Emilia, Eliana dan Frans Mike Juga sudah hadir, Aditya pun turut hadir dalam acara tersebut. Hanya minus Delia saja yang tidak ada diantara mereka.


"Arya apa undangan pernikahan Dimas kamu sudah kirim ke semua panti Jompo dan panti asuhan Oma Estella??" tanya pak Wiguna.


"Iya, Aku sudah mengirimkan undangan


itu semoga mereka bisa hadir" ucap Arya.


Baby Zi hari ini memakai baju couple dengan ke dua Kakak kembarnya dan Ayahnya Arya Wiguna. Mereka memesan pakaian tersebut di Butik Andreas. Tiba-tiba Baby Zi memanggil seseorang dengan sebutan Mom sambil berlari ke arah Orang tersebut.


"Mommy" ucap Zi.


Semua Mata tertuju ke arah sosok orang yang Zi panggil dengan sebutan Mommy. Mereka heran karena mereka tidak menemukan sosok Delia. Yang ada hanya Tamu laki-laki yang berdiri di sana yang sesuai arah yang ditunjuk oleh Baby Zi.


"Papi, Mommy ada di cana Pi" ucap Baby Zi yang menunjuk ke arah Pintu.


TBC..


Gara2 anak-anak main layangan yang suaranya ribut Fania gak bisa tidur tapi sekarang sudah Ngantuk 🥱😴.. tapi sudah jam 4 sore lewat dikit.


Makasih banyak atas dukungannya 🙏🙏.


By FANIA Mikaila AzZahrah.

__ADS_1


Makassar, 09 Maret 2022.


__ADS_2