
Happy Reading...
Kehilangan seseorang yang kita sayangi baik itu berpisah karena maut atau pun karena adanya ketidak cocokan lagi pasti sama-sama menimbulkan berbagai rasa sedih, kecewa, sakit dan kerinduan.
Kepergian pak Wiguna menyisahkan luka yang mendalam. Semua orang yang mengenal beliau pasti akan mencari kebiasaan mereka bersama dikala masih hidup.
Sudah 6 bulan kepergian pak Wiguna tetapi Mama Elisabeth masih sering merasakan kehadiran sosok suaminya yang hadir di setiap sudut rumahnya. Seperti beberapa hari yang lalu, Mama Elisabeth melihat pak Wiguna di dalam ruangan pribadinya sedang menatap lukisan yang diberikan oleh anak panti asuhan yang bernama Alexander agung. Mama Elisabeth langsung berlari ke arah pak Wiguna. Ternyata tetapi sesampainya di depan lukisan tersebut. Sosok pak Wiguna sudah menghilang. Mungkin karena kerinduan yang terlalu mendalam dan besar yang dirasakan oleh Mama Elisabeth sehingga dirinya berhalusinasi melihat sosok pak Wiguna. Air mata Mama Elisabeth pun menetes.
"Ayah, Mama sangat merindukanmu, Aku serasa ingin segera menyuslumu saja Ayah" ucap Mama Elisabeth dalam tangisnya.
Semua anak dan menantunya sudah kembali ke negara tempat mereka tinggal dan sudah beraktifitas seperti biasa. Mereka tidak ingin terus meratapi kepergian Ayahnya. Karena jika hal itu terjadi itu sama saja dengan tidak rela dan tidak mengikhlaskan kepergian pak Wiguna dan akan membuat pak Wiguna pun tidak tenang di alam sana.
Kabar gembira datang juga dari pasangan pengantin baru, Aulia pun hamil dan kandungannya baru berusia 2 bulan. Sehingga Rangga super extra protektif menjaga kehamilan Aulia. Karena kehamilan pertama Aulia 3 bulan lalu mengalami keguguran karena disebabkan oleh aktifitas sehari-hari Aulia yang sangat padat dan tidak beristirahat.
Sehingga Rangga meminta kepada Aulia untuk sementara resign dari pekerjaannya sebagai dokter kandungan. Awalnya mereka tidak percaya dengan kehamilan Aulia yang terbilang cukup cepat karena baru jalan Tiga bulan dari masa kegugurannya dan sekarang dinyatakan hamil lagi. Aulia sangat bahagia karena masih dipercaya oleh Allah untuk menjadi calon ibu lagi untuk ke dua kalinya.
Rangga yang awalnya tidak mengetahui berita gembira tersebut Heran dengan foto yang dikirim oleh Aulia ke HPnya lewat aplikasi yang berlogo hijau itu.
"Assalamu alaikum Mas, Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan ke dua oleh Allah mas" Chat dari Aulia untuk Rangga sambil melampirkan sebuah foto.
Rangga saking gembiranya dan terkejut setelah membuka dan membaca pesan dari istrinya hp yang ada ditangannya terjatuh karena jingkrak-jingkrak. Rangga lupa kalau dirinya sedang berada di dalam ruangan khusus untuk pertemuan dengan beberapa klien penting.
"Alhamdulillah, istriku hamil" ucap Rangga di depan orang banyak.
Semua yang melihatnya mengerti dengan keadaan tersebut. Dan hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum menanggapi hal tersebut.
"Selamat Rangga, sudah menjadi calon Ayah" ucap Presdir PT Tobaco yang mereka temani untuk berdiskusi tentang proyek kerjasama mereka.
Barulah Rangga tersadar dengan tingkah absurnya. Rangga tersenyum malu-malu dan meminta maaf atas kelakuannya yang membuat rapat mereka terganggu dan tertunda.
"Maaf atas khilaf aku, Aku terlalu gembira dan bersemangat karena istriku sudah hamil lagi" ucap Rangga.
"Tidak apa-apa kok, itu hal wajar Dan lumrah, siapa pun yang ada diposisi kamu pasti akan bahagia dan antusias" ucap pak Agung Wijaya.
Rapat pun kembali dilanjutkan hingga Sore hari dan akhirnya kerja sama mereka pun dapatkan. Rekan-rekan kerja Rangga satu persatu mengucapkan selamat kepada dirinya.
__ADS_1
"Selamat yah Rangga, istri kamu kembali hamil lagi" ucap Dewie.
"Iya Moga kali ini akan selamat lahiran dan ibu dan bayinya selamat dan sehat" ucap Dini ikut menimpali.
"Amin ya rabbal alamin, Makasih banyak ya atas do'a kalian" Jawab Rangga senyum kebahagiaan tidak pernah pudar dari wajah Rangga.
Rangga pun pulang ke rumahnya dan tidak sabar ingin bertemu dengan Aulia.
"Sayang kamu di mana?" ucap Rangga yang mencari keberadaan Istrinya karena tidak melihat keberadaan Aulia di ruang tamu maupun di kamarnya.
"Sayang kamu baik-baik saja kan, Aulia sayang kamu di mana?." tanya Rangga.
Karena Rangga tidak menemukan keberadaan Aulia di kamar, ruangan pribadi dan ruang tamu akhirnya Rangga memutuskan untuk ke dapur karena haus sudah berteriak dan berlari keliling rumahnya. Aroma masakan yang tercium dari arah dapur membuat perut Rangga tiba-tiba berbunyi.
"Lapar, Lupa aku kan belum makan" ucap Rangga yang tersenyum mendengar bunyi perutnya sambil melirik ke arah jam tangannya.
Beberapa hari kemudian setelah mereka menikah, Rangga dan Aulia memutuskan untuk membeli rumah dari hasil tabungan mereka sendiri dan meminta ijin kepada ke dua orang tuanya untuk pindah dan tinggal di rumah itu. Ibu Anna pun ikut bersama mereka yang awalnya menolak karena tidak mau mengganggu kebersamaan mereka. Tetapi Aulia bersikeras untuk mengajak ibu mertuanya tinggal bersama mereka. Ibu Anna yang hanya sebatang kara sehingga Aulia tidak tega melihat ibunya Rangga hidup seorang diri diusianya yang sudah lansia.
Rangga yang melihat istrinya sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk suami dan mertuanya. Kaget dengan perlakuan Rangga yang tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung memeluknya. Untung saja masakannya sudah matang dan siap untuk dihidangkan, kompor pun sudah dimatikan jadi aman.
"Mas Rangga iihh jangan tiba-tiba datang peluk gitu, aku kan kaget Untung aku gak pegang pisau karena aku pikir mas Rangga perampok" ucap Aulia yang sudah membalik badannya ke arah depan Rangga.
"Makasih banyak sayang" ucap Aulia yang kemudian mencium wangi mawar tersebut.
"Gimana suka gak dengan bunganya?." tanya Rangga.
"Suka Pake banget mas, kok tahu aku suka bunga mawar?." tanya Aulia.
"Gak mungkin aku bisa melupakan semua yang disukai oleh Istriku hingga rambutku memutih semua yang kamu sukai dan tidak insya Allah Mas akan ingat" ucap Rangga yang semakin menempelkan tubuhnya ke arah istrinya.
"So sweetnya suamiku, makasih" ucap Aulia.
"Boleh tutup matamu sebentar sayang?." pinta Rangga.
"Untuk apa Sayang?." tanya Aulia.
"Tutup saja nanti kamu juga tahu." ucap Rangga yang tersenyum manis ke arah Aulia.
__ADS_1
Aulia pun menuruti permintaan dari Rangga. Dan tidak banyak tanya lagi. Rangga langsung mengambil sebuah kotak dari dalam kantong bajunya dan langsung membuka lalu memasangkan langsung ke leher jenjang Aulia yang putih mulus. Aulia jika tidak ada laki-laki lain di rumahnya pasti tidak memakai hijabnya. Rangga sengaja memperlambat gerakan tangannya dibagian leher jenjang Aulia. Aulia merasa geli.
"Sudah, buka matamu sayang" perintah Rangga.
Aulia langsung tersenyum melihat kalung yang sangat cantik sudah menghiasi lehernya.
"Indahnya, makasih banyak mas" ucap Aulia yang gembira dengan pemberian Suaminya.
Aulia sebenarnya biasa membeli kalung yang lebih mahal harganya dari pemberian Suaminya. Tetapi bagi Aulia pemberian Suaminya sangat lah spesial dan istimewa.
"Kamu suka?." tanya Rangga.
"Alhamdulillah aku suka Mas" ucap Aulia dan langsung mencium bibir Rangga sekilas.
Rangga yang diperlakukan manis oleh Aulia membuat sesuatu dibawah sana bergerak. Rangga langsung memegang tengkuk Aulia. Jarak ke-dua wajah mereka sudah tidak ada lagi. Aulia yang tahu suaminya menginginkan apa langsung menutup matanya. Rangga melum** bibir Aulia dengan rakus. Aulia pun membalas perlakuan dari Rangga. Hingga pasokan nafas mereka berkurang. Apa yang mereka lakukan tidak sengaja ibu Anna melihatnya. Ibu Anna tersenyum malu-malu dengan kelakuan anak dan menantunya yang tidak kenal tempat saja. Ibu Anna hanya geleng-gelengng kepala saja dan langsung keluar dari arah dapur.
Rangga tanpa makan malam langsung menggendong tubuh istrinya ke dalam kamarnya.
"Mas ingat aku ini lagi hamil loh" ucap Aulia yang malu-malu.
"Cukup malam ini saja karena sebentar malam kan kita mau makan sahur dan puasa selama sebulan penuh jadi untuk yang ini pun aku akan puasa" ucap Rangga yang sudah diliputi kabut gairah.
Suasana malam itu begitu indah bagi Aulia dan Rangga. Mereka menghabiskan malam mereka dengan penuh gairah untuk bercocok tanam walaupun sudah ada bibit unggul dari hasil bercocok tanam mereka tetapi dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan makanya Rangga mengambil jatah untuk satu bulan.
Sedangkan di belahan dunia lainnya. Hal tersebut dilakukan oleh beberapa pasangan Halal lainnya. Mereka menyatukan hasrat mereka yang seharian terpendam karena harus berjuang keras untuk mencari nafkah untuk keluarga mereka.
Sedangkan Alan dibuat kelimpungan oleh permintaan dari Hyuna yang ingin makan songkolo begadang. Makanan khas Makassar. Hyuna tidak ingin berdekatan dengan Alan jika makanan tersebut belum ada.
"Pokonya songkolok begadang yang dibeli di warung bukan buatan Chef atau koki kita" ucap Hyuna yang sudah berkaca-kaca matanya.
"Tapi sayang ini kan sudah jam 2 malam, Aku harus cari di mana??." ucap Alan yang sudah frustasi.
Alan mencari informasi warung mana yang jual songkolok begadang yang ada di Ibu kota. Sudah 1 jam belum juga ketemu yang jual. Karena Hyuna sudah tertidur akhirnya Alan memutuskan untuk memasak makanan tersebut dengan kemampuan bakat masaknya yang selama ini dia peroleh selama dirinya menjadi Kapten kapal. Yang sudah berlayar ke seluruh pelosok negeri maupun luar negeri.
To Be Continued..
Typo Mohon dimaklumi 🙏
__ADS_1
Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏