
Happy Reading..
Arya dibuat kelimpungan dan tidak tahu harus berbuat apa ketika Arya melihat istrinya akan melahirkan. Arya akhirnya memutuskan untuk menelpon Emre dan Dimas.
Setelah mereka datang, Delia segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Tidak berselang lama, Ketuban Delia akhirnya pecah dan Dia dibawah ke dalam kamar bersalin.
Suara tangis bayi memecah ketegangan Arya. Arya sangat bersyukur dan gembira karena Delia melahirkan dengan selamat dan sehat. Baginya pun sehat dan selamat. Bayi Arya lahir dengan berat 3,9 kg, sedangkan panjangnya 59 cm dan berjenis kelamin laki-laki.
Semua orang bahagia atas kelahiran Baby Zi. Yah nama bayi Arya dan Delia adalah Zidane Al Fatih arya Wiguna. Baby Zi sangat tenang dalam gendongan siapa saja yang menggendongnya.
Satu Minggu kemudian, Arya dan Delia mengadakan Aqiqahan putera ke duanya yang sekaligus menjadi anak ke tiganya. Suasana sangat ramai karena seluruh keluarga besar Wiguna dan Sahabatnya Arya hadir di acara tersebut dan juga mengundang dua yayasan panti asuhan yang berada dibawah naungan yayasan sosial milik Omanya. Dan tidak lupa mengundang beberapa Ibu-ibu pengajian.
Acara itu berlangsung penuh hikmah dan penuh rasa kekeluargaan. Arya bahagia dengan kelahiran puteranya. Arya tidak ingin memberikan sesuatu yang setengah-setengah saja kepada anak ketiganya. Cukup anak kembarnya saja yang tidak mendapatkan kasih sayang dan limpahan harta dari nya. Karena itu lah Arya memberikan yang terbaik untuk putranya. Adrian dan Emilia tidak bisa hadir di acara tersebut karena kesibukan mereka yang tidak bisa ditunda.
Kehadiran Baby Zi menjadikan kediaman Arya menjadi Ramai dan penuh canda tawa. Semua penghuni rumah Arya sangat menyayanginya baby Zi. Baby Si tumbuh menjadi Baby yang sungguh menggemaskan.
Sedangkan Rina menikmati masa kehamilannya dengan penuh kebahagiaan.
Kandungan Rina sudah memasuki usia 7 bulan. Kehamilan Rina yang setiap hari semakin membesar membuatnya susah untuk bergerak untung saja Emre Suami yang siaga. Siap antar jaga jika Rina membutuhkan sesuatu.
Seperti halnya sekarang ini, Rina ingin makan rujak buah yang dijual oleh mas yang dipinggir jalan. Rina segera menelpon suaminya dan berharap agar Emre bersedia membelikan Rina Rujak.
Handphone Emre bergetar di atas meja kerjanya. Emre melihat siapa yang telah mengganggu pekerjannya. Emre langsung tersenyum ketika dirinya melihat id si pemanggil, Emre langsung mengangkat HPnya.
Ini dia foto wallpaper HPnya Emre.
"Maaf Pak, Saya angkat telpon Istri Saya dulu" ucap Emre sambil meminta ijin kepada semua klien bisnisnya untuk mengangkat telponnya.
"Silahkan pak diangkat" jawab salah satu dari mereka.
Tetapi ada seseorang yang nampak kecewa disaat Emre menyebutkan kata Istri.
"Assalamu alaikum" ucap Emre.
"Waalaikum salam" ucap Rina.
"Ada apa yang??" Tanya Emre.
"Bang bisa tidak adek dibeliin Rujak??" ucap Rina dengan suara yang malu-malu.
"Tunggu yah Abang akan pesankan, tapi tidak apa-apa kan kalau Abang pesankan Rujaknya sama si G soalnya Abang sibuk?." Tanya Emre.
"Tidak apa-apa kok Bang yang penting Adek bisa makan Rujak, tapi Adek bisa ke rumah sakit jenguk Rangga kan Bang" ucap Rina.
__ADS_1
"Boleh, silahkan tapi Adek tidak boleh pergi sendiri harus ada yang temani kamu ke rumah Sakit" ucap Emre.
Emre dengan santainya mengangkat telponnya di depan kliennya. Dan tidak peduli dengan tatapan dari orang-orang. Emre mematikan sambungan teleponnya dan segera menelpon aplikasi pemesanan makanan online.
Rina senyum-senyum sendiri setelah mendengar suaranya Emre. Setiap hari Rina sudah bisa menerima hubungannya dengan Emre dan perlahan nama Rangga sudah mulai hilang dari fikiran dan hatinya. Tapi Rina masih tetap tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Rina kadang ingin bertanya tentang hal itu kepada Emre tetapi selalu Dia Urungkan niatnya untuk bertanya. Rina menunggu waktu yang tepat untuk bertanya kepada Emre.
Beberapa saat kemudian, Makanan yang dipesan oleh Emre telah sampai di rumahnya. Rujak buah yang sudah lama Rina inginkan akhirnya bisa Rina cicipi. Rina yang makan rujak Othor yang merem merasakan asemnya buah Jambu dan Mangga.
Setelah menghabiskan rujaknya, Rina ke dalam kamarnya dan segera mengganti pakaiannya. Rina ingin menjenguk Rangga di Rumah Sakit Jiwa. Rina ke Rumah Sakit karena merasa kasihan dengan keadaan Rangga. Rina berharap Kedatangannya bisa membantu proses penyembuhan dari Rangga.
Rina menelpon Dessy untuk menemaninya ke Rumah Sakit Jiwa.
Tut.. Tut... berulang kali Rina menghubungi nomor hp Dessy tapi belum diangkat juga. Rina terus mencoba untuk menghubungi nomor handphone Dessy lagi. Dan akhirnya nyambung juga setelah banyak kali ditelpon.
"Assalamu alaikum Dessy" ucap salam Rina.
"Waalaikum salam Rina, ada apa Rin, kamu baik-baik saja kan??." Tanya Dessy.
"Alhamdulillah Aku baik-baik saja kok, Aku hanya ingin minta tolong sama kamu" ucap Rina.
"Bisa gak kamu temani Aku ke Rumah Sakit Jiwa" ucap Rina.
"Rumah sakit Jiwa, apa aku gak salah dengar tuh Rina??." tanya Dessy yang kaget dengan perkataan Rina
"Iya RSJ, Aku ingin menjenguk Rangga, Aku kasihan sama Rangga dan Aku berharap Moga Rangga bisa bersemangat untuk sembuh" ucap Rina sambil memakai make-up nya.
Rina suka berselfi dan memposting langsung fotonya. Walaupun dengan perut buncitnya.
Rina diantar oleh supir kepercayaan Emre. Emre tidak mengijinkan Rina untuk mengemudikan sendiri mobilnya, selama Rina masih hamil, Sehingga Emre mencari supir pribadi untuk istrinya yang tentunya supir pilihan dan terbaik.
"Nyonya mau ke mana??" ucap Supir Rina.
"Antar Saya ke rumah teman Saya yang ada di jalan M dulu, baru kita ke rumah sakit jiwa jalan S" ucap Rina.
"Baik Nya" ucap Supir itu.
Mobil pun meninggalkan halaman rumah mewah Emre. Dan menuju ke rumah Dessy. Dessy sudah bercerai dengan Erlangga Suaminya. Tetapi belum resmi masih sebatas cerai agama karena Dessy dan Erlangga belum melakukan persidangan. Sehingga Dessy sekarang telah tinggal bersama orang tuanya.
pit.. pit.. suara klakson mobil pribadi Rina sudah terparkir cantik di depan rumah Dessy. Dessy pun pamit kepada ke dua orang tuanya dan segera masuk ke dalam mobilnya Rina.
"Maaf agak lama soalnya aku cari berkas perceraian aku dulu" ucap Dessy.
"Apa kamu sudah pikirkan baik-baik Dessy??" Tanya Rina yang ingin memastikan apa Dessy benar-benar mantap untuk berpisah atau masih ada keraguan lagi.
__ADS_1
"Tidak ada lagi yang perlu aku pertimbangan atau pikirkan dan Aku sudah sangat ingin berpisah dari Erlangga, Aku juga ingin bebas dan bahagia dengan kehidupan aku sendiri" ucap Dessy yang sangat percaya diri untuk melangkah menjadi seorang Janda muda.
"Yang sabar yah Say" ucap Rina sambil memegang tangan Dessy.
"Makasih banyak, tanpa kalian aku mungkin tidak akan bisa melaluinya dengan baik, Sudah cukup air mata ini menetes gara-gara perbuatannya, bahkan sikapnya yang sering memukulku sudah aku anggap itu cobaan dalam rumah tanggaku" ucap Dessy yang tidak ada keraguan dikit pun di mata dan perkataannya.
"Tidak usah kali ucapin makasih, kayak dengan orang lain saja, jadi rencana kamu apa selanjutnya??." tanya Rina.
"Rencananya besok aku ingin coba mendaftar di Perusahaan Baru Arya, Moga Aku diterima" ucap Dessy.
"Tidak mungkin kamu ditolak, pasti kamu diterima oleh Arya apa lagi aku dengar Perusahaanya lagi cari Karyawan yang sesuai ijasahmu loh" ucap Rina.
"Amin" ucap Dessy.
Mobil yang dipakai oleh mereka berhenti secara tiba-tiba karena menghindari rombongan anak TK yang sedang lewat. Rina dan Dessy kaget karena tidak melihat jika ada beberapa anak TK yang Lewat depan mobilnya saking asyiknya berbincang-bincang dengan Dessy.
"Maafkan Saya Nyonya yang tiba-tiba menghentikan laju mobil" ucap Supir nya Rina.
"Tidak apa-apa kok" ucap Rina.
Dessy tiba-tiba tertarik dengan seorang anak kecil yang berjalan di antara anak TK lainnya yang memeluk boneka Beruangnya yang berwarna Cokelat. Dessy sepertinya mengenali Boneka itu dan Anak TK tersebut. Dessy pun segera turun dari mobilnya dan berlari kecil ke arah anak TK tersebut.
"Tunggu dulu sayang" ucap Dessy kepada Anak TK itu.
Anak tersebut berhenti dan segera menoleh ke arah belakang. Wajahnya langsung berseri-seri setelah mengetahui siapa sosok yang memanggilnya. Anak Kecil itu pun berlari ke arah Dessy dan langsung memeluk tubuh Dessy.
"Aunty Dessy, Manda kangen sama Aunty." ucap Amanda.
Ini visualnya Dessy janda kembang yang tidak punya ekor 🤭✌️ yang akan buat si Dimas klepek-klepek.
Dia adalah gadis kecil yang pernah ditemui oleh Dessy di salah satu Mall terdekat yang kebetulan waktu itu sedang menangis karena terpisah dari neneknya.
TBC...
📢 Typo bertebaran n Mohon dimaklumi Typonya 🙏🙏📢
Siapa Yah Gadis kecil itu dan ada hubungan apa dengan Dessy 🤔🤔🤔..
Jawabannya ada di Part selanjutnya yah..
Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada BDP 🙏 Karena dukungan kalian sangatlah berarti untuk BDP 🙏💞.
Makasih banyak 🥰🙏.
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah..
Makassar, 28 Februari 2022.