
Happy Reading..
Kekompakan dan kebersamaan dalam suatu Keluarga bisa meringankan beban dari anggota keluarga yang menghadapi masalah dan cobaan hidup. Karena semakin tinggi pohon akan semakin kencang pula tiupan anginnya.
Sebagai Manusia yang berfikir sepatutnya kita harus berserah diri kepada Allah SWT dan bergantung kepadanya untuk menyerahkan segala urusan hidup kita di dunia. Manusia hanya bisa berusaha dan beriktiar serta tawakkal dan perbanyak berdo'a untuk kelancaran dan keselamatan dalam hidup ini.
Seperti halnya ujian dan cobaan yang dihadapi oleh Hyuna. Mereka bersatu padu untuk membantu dalam meringankan beban dan mengobati Hyuna. Semua keluarga sangat sedih dengan keadaan Hyuna Tetapi mereka tidak ingin menyerah dengan keadaan dan terus berusaha mengupayakan kesembuhan Hyuna.
Enam bulan kemudian, Baby Arjuna sudah bisa duduk bahkan sudah merangkak kesana kemari membuat baby sitternya kerepotan. Karena Baby Arjuna yang lincah dan aktif tanpa ada yang menyadari yang dilakukan oleh Baby Arjuna yang merangkak menuju kamar tempat perawatan Hyuna. Kebetulan pintu kamarnya Hyuna terbuka lebar karena perawat yang memberikan obat untuk Hyuna lupa menutup rapat pintunya, sehingga memudahkan baby Arjuna masuk ke dalam kamar tersebut.
Baby Arjuna perlahan merangkak mendekati tempat tidur Mamanya. Sedangkan Hyuna yang sedang duduk menatap ke arah taman yang kadang membuatnya tersenyum melihat kupu-kupu yang terbang yang sedang mencari nestar madu di kuncup bunga itu. Baby Arjuna semakin merangkak untuk mendekati mamanya sambil mengoceh.
"Ma.. ma.. ma" ucap celotehan Baby Arjuna.
Tapi Hyuna yang hidup dengan dunianya sendiri tidak menyadari jika putranya sudah berada di dalam kamarnya. Baby Arjuna sudah berada di kakinya Hyuna. Bahkan baby Arjuna berulang kali memegang kaki Hyuna dengan tangan mungilnya.
"Ma.. ma.. ma.. Una.. una" celoteh Arjuna.
Sedangkan di luar sana, sudah mencari keberadaan Baby Arjuna dan belum memberitahukan Mama Elisabeth tentang Baby Arjuna yang hilang entah kemana.
"Arjuna cakep yuk keluar nak jangan ngumpet dong, Mbak sudah capek loh cariin Arjuna" ucap Mbak Erna baby sitter dari Baby Arjuna yang memeriksa semua kolong lemari, meja maupun tempat tidur.
"Iya nih jangan main petak umpet sama Mbak Zie dan Mbak Erna yah apa Baby Arjuna gak kasihan sama kami" ucap Mbak Zie yang ikut mencari keberadaan dari baby Arjuna.
Karena mereka yang sama-sama merangkak mencari keberadaan Baby Arjuna membuat tubuh mereka saling tabrakan sendiri. Mereka sama-sama terduduk dan menertawai diri mereka sendiri.
"Sakit loh bokong aye" ucap Mbak Zie.
"Pantat ane juga sakit" ucap Mbak Erna yang tertawa terbahak-bahak dengan ulahnya sendiri.
"Pantat kamu sih gede banget jadi gini nih jadinya" ucap Mbak zie yang memeriksa pantatnya.
"Iya yah, kok semakin besar yah" ucap Mbak Erna yang heran sendiri.
"gimana gak besar itu pantat kalau kamu makan gak kira-kira dengan porsi makanmu" ucap Mbak Zie yang sudah tertawa terpingkal-pingkal.
__ADS_1
Mereka tidak menyadari kalau mereka diperhatikan oleh Mama Elisabeth dan Mama Ratu sedari tadi. Mereka pun ikut tersenyum melihat tingkah dari baby sitter cucunya. Canda tawa dari semua yang kerja di kediaman Utama Keluarga Wiguna merasakan bebas dan tidak terkekang maupun terbebani dengan aturan dari majikan mereka. Karena Mama Elisabeth memang disiplin tetapi tidak membatasi atau pun melarang jika mereka bersantai sambil bercanda bareng. Hal itu dilakukan agar mereka bisa bekerja lebih rajin dan giat serta dan ikhlas dalam bekerja. Sehingga suasana dalam keluarga sangat kental dengan suasana yang nyaman, aman, dan penuh kekeluargaan.
"Heeemmm" Mama Elisabeth pun berdehem agar mereka berhenti untuk tertawa terbahak-bahak.
Mbak Erna dan Mbak Zie terdiam dan menunduk karena mereka tidak menyangka jika apa yang mereka perbuat disaksikan secara live oleh Nyonya besar mereka.
"Maafkan kami Bu" ucap keduanya.
"Ada yang bisa jelaskan kepadaku tentang apa yang kalian lakukan??." tanya Mama Elisabeth yang sudah mulai serius.
Sedangkan Mbak Erna dan Mbak zie saling berdorongan karena tidak ada yang berani jujur atas menghilangnya baby Arjuna.
"Maafkan kami Bu, kami tidak sengaja kehilangan jejaknya baby Arjuna" jelas Mbak Zie yang sudah gemetaran ketakutan.
Mbak Erna pun kondisinya sama sudah berkeringat dingin saking takutnya kena marah dan mereka takut dipecat.
"Apaaaaa?" ucap Mama Elisabeth yang langsung kaget mendengar perkataan dari baby sitter Baby Arjuna.
"Maksudnya Arjuna hilang di dalam rumah ini?." tanya ibu Ratu yang ingin mengetahui lebih lanjut lagi.
"Saya sedang mengambil botol susunya tapi pas saya balik Baby Arjuna sudah tidak ada di tempatnya lagi" jawab Mbak Zie.
"Apa kalian sudah memeriksa semua kamar dan sudut ruangan di rumah ini??." tanya Mama Ratu Mahdalena yang sudah khawatir dengan keadaan cucunya.
"Pak Amir" teriak Mama Elisabeth yang memanggil kepala keamanan di rumahnya.
Pak Amir langsung berlari ke dalam rumah dan berhenti berlari saat dirinya sudah berada dekat dengan ibu Elisabeth.
"Maaf apa ibu memanggil saya??." tanya pak Amir yang sedang mengatur nafasnya yang memburu karena berlari dari Pagar depan hingga ke dalam rumah yang jaraknya cukup jauh.
"Tolong kerahkan senjata anak buahmu untuk mencari baby Arjuna dan tolong juga periksa cctv." perintah Mama Elisabeth.
"Baik Ibu akan saya laksanakan" ucap pak Amir yang kemudian berlari lagi ke arah Ruangan peristirahatan senua ya
petugas keamanan kediaman Utama Keluarga Wiguna.
__ADS_1
"Ayok kita ikut mencari Baby Arjuna" ucap Mama Ratu.
Beberapa menit kemudian, tidak ada yang berhasil menemukan baby Arjuna. Bahkan Semua kamar pun sudah dicek dengan sangat detail setiap sudut rumah Kediaman Utama Wiguna.
"Gimana hasilnya apa kalian sudah menemukan baby Arjuna?." tanya Mama Elisabeth disaat Semua Security maupun ARTnya berdatangan satu persatu kehadapannya untuk melaporkan hasil yang mereka dapatkan. Tetapi mereka semua menggelengkan kepalanya tanda tidak ada yang berhasil.
"Kalian tidak becus masa anak bayi yang baru berusia 7 bulan kamu tidak bisa temukan?. ini semua gara-gara kamu yang teledor menjaga cucuku" ucap Mama Ratu yang sudah mulai terpancing emosinya.
"Ratu yang sabar, jangan sepenuhnya menyalahkan mereka kita harus segera mencari Baby Arjuna dan emosi kamu itu tidak akan menyelesaikan masalah" ucap Mama Elisabeth sambil mengelus punggung tangan Mama Ratu yang sudah duduk di kursi ruang keluarga.
Mereka terdiam sesaat, Art dan yang lainnya tidak ada yang berani berkomentar karena mereka takut kena marah dan lebih parah lagi kalau mereka dipecat. Karena sekarang untuk mencari pekerjaan yang bagus dan dengan gaji tinggi dan bonusnya majikan yang baik sangat lah susah bahkan terbilang langka.
"Masih ada satu Kamar yang belum kami periksa" ucap Pak Dirwan tukang kebun sambil kembali menunduk karena takut salah bicara.
Semua mata tertuju pada Pak Dirwan si tukang kebun. Mereka takut jika oak Dirwan salah berbicara dan akan dipecat.
"Maksud kamu apa?. jangan bicara yang tidak jelas begitu langsung saja berbicara" ucap mama Ratu yang sudah sangat khawatir dan sedih dengan Baby Arjuna jika terjadi sesuatu terhadap cucunya.
"Kamar Nona muda Hyuna yang belum kami periksa karena kami ingin meminta persetujuan dari Ibu terlebih dahulu" ucap Pak Nawir.
"Karena satu-satunya kamar yang belum kami periksa" timpal pak Dirwan lagi yang ikut berbicara.
"Kalau gitu apa yang kalian tunggu" ucap Mama Elisabeth.
Mereka segera berjalan dan ada juga yang berlari ke arah kamar Hyuna. Mereka tidak sabar ingin menemukan baby Arjuna yang comel dan menggemaskan. Mama Elisabeth langsung membuka pintu kamar Hyuna. Dan mereka terperangah dan bahkan banyak yang tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya. Mama Elisabeth dan Mama Ratu menangis setelah melihat apa yang terjadi. Dipikiran mereka bayangan tentang Hyuna berbanding terbalik dengan Kenyataan yang mereka lihat dengan ke dua pasang mata mereka. Bahkan Mama Elisabeth dan Mama Ratu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
To be continued..
Maafkan Fania yang sudah menggariskan takdir Hyuna dengan Alan yang penuh dengan ujian dan cobaannya.. Readers yang Sabar yah dan terus Do'akan kebaikan Hyuna dan Alan.🤣🤣
Makasih banyak atas dukungannya all Readers yang telah sudi memberikan dukungannya kepada BDP 🙏
Mohon maaf jika setiap Updatenya tidak terlepas dari typo 🙏🙏.
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, 06 April 2022