Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 154. Pilihan


__ADS_3

Happy Reading..


10 tahun bukanlah waktu yang singkat bahkan bisa dikatakan waktu yang sangat lama. Tapi Aulia bisa melaluinya itu semua dengan kesabaran dan kesetiaannya menunggu sang pangeran hatinya. Tapi hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun. Tapi Sosok pria yang telah menyematkan cincin dijari manisnya bahkan sampai sekarang pria itu belum datang juga.


Sebenarnya Aulia sadar jika cinta di masa putih abu-abu adalah masa emas anak remaja dalam mencicipi dan menikmati indahnya romantika asmara. Masa dimana seorang anak remaja baru mengenal arti dan kata cinta. Tetapi Aulia tetap berharap kepada pujaan hatinya hingga detik ini. Aulia sudah bertekad untuk tetap bertahan dalam penantiannya walaupun tidak ada akhir dari penantiannya itu. Tapi hari ini, Aulia tidak menyangka jika Dirinya akan bertemu kembali dengan sosok pria yang telah menyita seluruh isi hatinya dan pikirannya berdiri di depan nya dan tersenyum manis ke arahnya. Seolah-olah Pria itu tidak punya janji yang dia ingkari selama ini.


Dokter Aulia kaget bahkan tidak percaya dengan penglihatannya. Bahkan Aulia mematung dan tidak tahu harus berbuat apa-apa. Aulia langsung berlari ke arah luar sambil meneteskan air matanya. Aulia tidak tahu apa yang harus dia perbuat. Aulia terus berlari dan tak tahu arah jalan yang harus dia pilih. Tetesan air matanya sudah membasahi Make up natural Aulia.


Sekarang Aulia berada di salah satu taman yang ada di sekitar rumah sakit DA. Tangisnya belum reda. Hatinya dan pikirannya tidak sejalan. Hatinya menginginkan dirinya datang kehadapan Rangga dan memeluk tubuh Rangga tetapi pikirannya menolak untuk melakukan hal itu.


Aulia tidak henti-hentinya menangis bahkan ujung hijabnya sudah basah oleh tetesan air mata. Antara Rindu dan Benci bercampur aduk menjadi satu.


"Ya Allah kenapa di saat aku sudah memutuskan untuk belajar melupakannya dan mencoba membuka hati ini untuk yang lain, kenapa meski Dia datang kembali" ucap Aulia disela isak tangisnya.


Setelah kepergian Aulia, Rangga pun berlari ke luar untuk berusaha mengejar Aulia. Sedangkan Dokter Renata heran dengan apa yang mereka lakukan. Dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Rangga berlari kecil menyusuri lorong Rumah Sakit bahkan Rangga sudah mendatangi semua sudut Rumah Sakit. Rangga memutuskan untuk berjalan saja karena sudah tidak mampu untuk berlari. Tetapi langkahnya baru beberapa saja yang tiba-tiba terhenti karena mendengar Isak tangis dari seseorang. Rangga membalikkan badannya dan mengarahkan pandangannya ke arah Taman.


Rangga tersenyum manis ketika melihat sosok Wanita yang dia cari. Rangga perlahan mendekati kursi yang diduduki oleh Aulia. Dan berjalan mengendap-endap karena Dia tidak ingin Aulia menyadari kehadiran nya. Sedangkan Aulia masih menikmati tangisannya.


"kenapa kita harus bertemu lagi, seharusnya hari ini tidak boleh terjadi." ucap Aulia yang mampu di dengar oleh Rangga.


Rangga Ingin melangkahkan kakinya tetapi Rangga ragu untuk maju dan berdiri di depan Aulia. Sehingga Rangga memutuskan untuk tidak muncul di hadapan Aulia badan memberikan waktu kepada Aulia untuk menenangkan pikirannya sehingga Rangga terpaksa harus bersembunyi di balik pohon Pinang.


Rangga meminta kepada Dimas dan Dessy untuk tidak mengantarnya lagi ke rumah sakit untuk terapi. Setiap kali ke Rumah sakit, Rangga selalu melihat Aulia yang sedang bekerja menangani pasiennya. Tetapi Rangga tidak punya keberanian untuk mendekati Aulia. Rangga sangat meminta maaf kepada Aulia atas sikapnya yang selama ini sudah sangat melukai perasaan dan hati Aulia.


Rangga melihat cincin emas yang melingkar di jari manisnya, yang kebetulan tadi pagi dia temukan di dalam laci lemarinya. Rangga memutuskan untuk memakai cincin itu.


Setiap kali Rangga berkunjung ke Rumah Sakit hanya hal itu yang bisa dia lakukan. 2 Bulan kemudian, Rangga datang lagi ke rumah sakit, sebenarnya Rangga sudah dinyatakan sembuh total dari penyakitnya tetapi dirinya menyempatkan untuk datang sebelum Rangga ke Perusahaan DA untuk memenuhi panggilan dari Dimas.


Rangga tidak lupa membeli sebuket bunga mawar merah yang sangat cantik khusus untuk Aulia. Rangga tidak bisa lupa menulis sesuatu dia atas buket bunga itu tulisan


" Aku selalu mencintaimu dan hati ini masih tertulis namamu seorang Aulia".


Rangga sudah berhasil mendapatkan nomor handphone Aulia dari Dessy. Rangga mengeluarkan segala jurus pamungkasnya untuk menaklukkan hati Dessy agar Dessy memberikan nomor handphone Aulia kepadanya.

__ADS_1


Tapi Rangga tetap tidak berhasil dan dan tidak berani untuk menelpon nomor handphone Aulia. Rangga hanya mampu memandang nomor hp Aulia di hpnya. Rangga memutuskan untuk bersabar dan menanti waktu yang tepat untuk bertemu langsung dengan Aulia.


Sedangkan Dimas berharap keputusan yang diambil nya adalah keputusan yang paling tepat dan paling terbaik di dalam hidupnya. Dimas sedih tentu saja, Dimas harus mengubur dalam-dalam perasaan cintanya kepada Dessy. Walaupun Dimas meratapi keputusannya tapi Dimas tidak ingin ada orang lain yang tahu keadaannya.


Dessy tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada hati dan perasaannya. Semenjak Dessy mendengar langsung perkataan Dimas kalau dirinya siap menerima perjodohannya, dari situlah Dessy selalu merasa sedih dan kecewa bahkan terluka. Dessy meratapi nasibnya yang kembali gagal untuk menjalin suatu hubungan.


Sebenarnya sah saja Dimas menerima perjodohannya karena tidak status atau pun hubungan istimewa antara dirinya dengan Dimas. Hubungan mereka hanya sekedar bawahan dan atasan.


"Sakit, kenapa hati ini lebih sakit, lebih kecewa lebih dari segalanya dibandingkan waktu aku bercerai dengan Erlangga" ucap Dessy yang menutup wajahnya dengan bantal karena tidak ingin ada orang lain yang mendengar tangisannya.


"Mami tidak tahu harus berbuat apa-apa Nak, Andai Mami bisa pasti Mami akan menghapus air mata dan mengobati luka hatimu" ucap Mami Dessy ibu Margaretha.


Satu bulan telah berlalu semenjak Dessy mendengar langsung perkataan dan keputusan langsung Dimas, Dessy pun mulai menjaga jarak bahkan selalu menghindar jika Dimas berada di sampingnya. Dessy tidak ingin menjadi penghalang bagi hubungan Dimas dan calon tunangannya.


Hari ini adalah hari pertunangan Dimas. Dessy sebenarnya mendapatkan undangan tetapi dirinya tidak sanggup untuk datang menyaksikan langsung pria yang dia sayangi bertunangan dengan wanita lain.


"Dessy nanti malam kamu jadi datang gak diacara pertunangannya Pak Dimas??." Tanya Merry.


"Maaf Sepertinya aku tidak bisa hadir ke acaranya Pak Dimas, aku ada Acara Keluarga soalnya" ucap Dessy.


"Kalau Kamu gak jadi datang, Aku juga gak jadi deh, gak ada yang antar soalnya" ucap Merry tersenyum malu-malu.


Dessy baru saja mengaktifkan kembali komputernya, Hpnya berdering. Dessy mengambil hpnya yang ada di dekat tasnya. Dessy tersenyum melihat nama orang yang menelponnya. Dessy langsung mengangkat telponnya tanpa pikir panjang.


"Assalamu alaikum princesnya Aunty Dessy" ucap Salam Dessy.


Dessy seakan-akan Mendapatkan mood booster untuk melupakan sejenak kemelut percintaannya, setelah melihat siapa yang menelponnya.


"Waalaikum salam Aunty Cantik, Aunty Cantik Amanda bisa minta tolong gak??." tanya Amanda.


"Princes mau minta tolong apa sama Aunty?? insya Allah kalau bisa Aunty pasti kabulkan permintaan Amanda" ucap Dessy yang tetap melanjutkan pekerjaannya.


"Aunty temani Amanda yah untuk memilih baju di Butik Andreas" ucap Amanda.


"Bisa, tapi jam berapa?? Aunty masih kerja soalnya" ucap Dessy.

__ADS_1


"aunty please yah temani Amanda untuk kali ini saja Aunty bolos dari kantor Aunty" ucap Amanda yang menangkupkan tangannya di depan dadanya seakan-akan Dessy berada di depannya.


"Baiklah Aunty akan temani Princess Amanda" ucap Dessy.


"Kalau gitu Amanda jemput Aunty di Perusahaan DA Yah" ucap Amanda.


"Ok Sayang" Jawab Deasy.


Dessy menutup telponnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Dessy segera menyelesaikan sisa pekerjannya sebelum Amanda datang menjemputnya.


Mobil yang dipakai oleh Amanda sudah terparkir di depan Perusahaan DA. Dessy segera berjalan masuk ke dalam mobil itu. Amanda langsung memukul kursi yang ada di sampingnya. Agar Dessy segera duduk di sampingnya. Mobil pun melaju meninggalkan Perusahaan DA. Dan menuju Butik Andreas.


Sesampainya di Butik, Amanda Sibuk mencoba beberapa stel gaun pesta yang telah dibuatkan khusus untuknya. Bahkan Amanda juga membuatkan pakaian khusus untuk Dessy. Gaun tersebut pun dicoba oleh Dessy dan ternyata gaun itu sangat pas dan cocok digunakan di badan Dessy.


"Aunty Cantik temani Amanda yah ke rumah Nenek Amanda" mohon Amanda kepada Dessy.


Dessy hanya menganggukkan kepalanya karena Dessy tidak ingin membuat Amanda kecewa.


Dessy dan Amanda kembali melanjutkan perjalanannya ke rumah nenek Amanda. Sesampainya di sana, Dessy kaget melihat rumah Nenek Amanda yang begitu megah dan mewah serta banyak mobil mewah yang terparkir di garasi.


Suasana di dalam rumah Nenek Amanda sangat ramai karena banyak orang yang berlaku lalang dengan kesibukan masing-masing. Dessy heran karena Amanda tidak menjelaskan kepada Dessy Apa yang sedang terjadi di dalam rumah neneknya.


Dessy baru beberapa langkah melangkahkan kakinya, Dessy dibuat mematung melihat tulisan besar yang terpampang di depannya. Tanpa terasa air mata Dessy mengalir membasahi pipinya. Dessy mencoba dan berusaha sekuat tenaga untuk menahan tangisnya tapi tangisannya masih pecah dikala Dessy melihat tulisan yang ada di tembok rumah megah itu.


"Aunty kok Nangis sih apa Aunty sakit??." tanya Amanda yang tidak mengerti dengan sikap Dessy sambil menggoyang tangan Dessy.


Dessy segera melepaskan tangannya dari genggaman tangan Amanda dan berlari ke arah pintu. Tapi Dessy belum sempat meraih handle pintu namanya dipanggil oleh seseorang. Dessy tidak sanggup untuk menoleh kebelakang.


TBC...


Sibuk tapi Demi Readers tercinta Fania sempatkan untuk Update 1 bab lagi hari ini.


Yang ingin Dessy bertemu dengan pria lain angkat jempolnya dong..🤭🤭✌️


yang ingin Dessy dan Dimas berjodoh senggol dong..🤣🤣

__ADS_1


Fania gak tau mau ngetik apa 🤭✌️..


jangan Lupa untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN Yah 🙏💪🥰.


__ADS_2