
Happy Reading...
Arya Menepikan mobilnya ke Pinggir jalan raya. Arya ingin terlebih dahulu menuntaskan hasratnya saat ini juga sebelum sampai ke rumahnya.
Arya merasakan Gairah yang tidak seperti biasanya setelah melihat wajah dan tubuh Delia yang menurutnya semakin cantik dan seksi Saja.
Arya sudah melancarkan Aksinya di atas tubuh sang istri, Tapi tiba-tiba Handphonenya berDering. Arya tidak ingin menghiraukan telpon itu bahkan tetap melanjutkan destinasinya di atas tubuh Delia.
"Kak, angkat dulu Telponnya, siapa tahu telpon itu penting" Ucap Delia yang sudah tidak memakai sehelai benang pun.
Arya sudah menindih tubuh Delia. Entah apa yang terjadi di dalam tubuh Arya, Karena hal ini baru pertama kali dia rasakan. Arya merasakan kabut gairah yang luar biasa.
"Nanti sajalah angkatnya, kita selesaikan saja dulu Sayang" Arya berucap seperti sambil tetap meraba bagian sensitif Delia.
Handphone Arya terus berdering seakan-akan handphone itu tidak ada lelahnya untuk mengeluarkan Suara merdunya.
Mau tidak mau Arya Akhirnya mengangkat juga teleponnya dan melihat id si pemanggil. Ternyata Adrian lah orang yang telah menggagalkan rencana besarnya.
"Halo Adrian ada apa??" Tanya Arya sambil menahan dengan sekuat tenaga Hasratnya.
Delia memperhatikan gerak gerik Suaminya yang tidak biasa.
"apa ada yang salah terhadap Tubuh Suamiku, Karena hal ini tidak pernah terjadi"Monolog Delia.
"Itu tidak mungkin, apa yang kalian lakukan sampai hal ini terjadi Haah!!" Ucap Arya yang sudah memerah wajahnya.
"Apa Kakak Arya meminum atau Makan sesuatu yang tidak seharusnya dia sentuh??" Fikir Delia.
Tiba-tiba Delia teringat sesuatu. Delia mengingat kalau Arya sempat terkena bubuk di saat perkelahiannya dengan Arman, waktu Arman mengambil Sesuatu di dalam saku celananya, tapi Delia tidak tahu bubuk apa itu.
"Apa kah gara-gara bubuk itu?" Monolog Delia.
Delia segera memakai pakaian dan hijabnya dan mencari sesuatu di dalam tas ranselnya. Delia mengeluarkan segala isi dari dalam tasnya. Tak berselang lama, Akhirnya Delia menemukan botol yang berisi obat untuk mengobati Arya.
Dan segera menyerahkan botol itu kepada Arya untuk segera diminumnya.
__ADS_1
"Kak minum ramuan ini, sepertinya Kakak mengalami sesuatu yang membuat Kakak tidak bisa menahan hasrat Kakak" terang Delia.
Arya langsung mengambil botol itu dari tangan Delia dan segera meminumnya. Mobil Arya masih berada di badan jalan. Delia tidak mengijinkan Arya kembali melajukan mobilnya sebelum kondisi Arya stabil.
"Gimana perasaan Kakak sekarang, apa sudah baikan atau apa kak?" Tanya Delia.
Kabut gairah yang nampak di mata Arya dan fikirannya sempat traveling ke mana-mana sudah berangsur berkurang setelah meminum ramuan tradisional yang diracik sendiri oleh Delia.
"Alhamdulillah, Perasaanku sekarang agak tenang tidak seperti tadi, apa yang sebenarnya terjadi kepadaku sayang??" tanya Arya yang meminta penjelasan kepada Delia tentang kondisinya.
"Kakak sepertinya terkena Obat perangsang, apa kakak Lupa waktu bertarung dengan Arman, waktu itu Delia lihat Arman mengambil sesuatu dari dalam saku celananya dan mengoleskan ke tangannya" Terang Delia.
Arya berfikir sejenak untuk mengingat kejadian itu.
"Iya aku baru ingat Setelah kejadian itu,ada sesuatu yang aneh yang aku rasakan tapi aku tetap terus berusaha untuk menepisnya, Betul yang kamu bilang Sayang, aku yakin pasti itu penyebabnya" ucap Arya.
Arya langsung berteriak histeris dan memukul setir mobilnya saking kesalnya dengan keadaannya sekarang.
Berselang beberapa saat, Kondisi Arya sudah stabil. Arya memutar mobilnya dan menuju arah jalan ke Markasnya.
Rombongan anak buahnya mendapatkan hadangan dari beberapa mobil. Sehingga Arman berhasil meloloskan diri.
"Apa sih kerjaan Mereka sampai-sampai tidak becus menjaga Satu Orang Saja" umpat Arya.
Arya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Untung saja jalan masih nampak sepi karena sekarang baru jam 5 Subuh.
Arya sampai ke Markas besarnya bersama Delia. Arya segera menemui Adrian di dalam ruangan pribadinya.
Arya langsung membuka pintu ruangan itu tanpa permisi. Saking kesalnya Arya tidak memperdulikan ocehan Adrian.
"Kamu kalau masuk setidaknya mengetuk pintu kek jangan main nyelonong saja" ucap Adrian yang kaget dengan kedatangan Arya.
Adrian sedang melihat Foto seseorng yang ada di dalam Figura. Adrian tidak ingin Orang lain tahu apa yang telah dia lakukan saat itu.
"Aku tidak peduli dengan itu semua, aku hanya ingin tahu apa yang kalian lakukan sampai Arman bisa lolos dari pantauan dan penjagaan kalian??" Ucap Arya yang sudah menahan amarahnya.
__ADS_1
Arya langsung duduk di kursi yang ada di depan Adrian.
"Aku sudah mengarahkan anak buah terbaikku untuk menjaga dan memperketat pengawasan saat Arman akan dibawah ke Sini, tapi tiba-tiba ada beberapa mobil yang datang dari arah belakang" ungkap Adrian yang tidak tahu harus berbuat apa lagi menghadapi kemarahan Arya.
Arya dan Delia ke luar dari ruangan Adrian menuju tempat anak buahnya berada.
Arya membuka pintu dengan keras bahkan menimbulkan suara yang bising membuat semua anak buahnya nampak ketakutan.
"Kalian Emang tidak becus dan tidak bisa diandalkan, percuma kalian digaji tinggi tapi menjaga 1 orang Saja tidak berguna, Aku sangat kecewa dengan kinerja kalian" Ucap Arya yang wajahnya yang sudah memerah disebabkan oleh kemarahannya.
Arya memarahi seluruh anak buahnya bahkan Arya sudah membanting kursi yang ada di depannya ke arah dinding. Saking kesalnya dengan kejadian ini.
"Apa kalian tidak memikirkan akibat dari kejadian ini, aku yakin Arman akan datang untuk membalas dendam lagi" ucap Arya.
Delia memegang lengan suaminya agar Arya menghentikan kemarahannya. Arya sudah ingin maju dan memberikan pelajaran kepada anak buahnya tapi hal itu langsung dicegah oleh Delia. Delia memeluk tubuh suaminya dari samping.
"Kak, sudah tahan emosi Kakak, Kakak marah-marah disini itu sama saja buang-buang waktu dan tenaga" ucap Delia yang masih memeluk tubuh suaminya.
"Iya Arya, hal ini terjadi di luar kendali dan batas kemampuan kami, dan Saya Meminta maaf atas kelalaian Mereka dan Saya berjanji untuk mencari keberadaan Arman sampai ke lubang semut pun aku ana mencarinya" ucap Adrian.
"Iya bos kami minta maaf yang sebesar-besarnya atas kegagalan kami menjaga Arman, Waktu itu Saya dan teman lain tidak menyangka kalau kami akan dihadang oleh beberapa mobil, bahkan kami kalah jumlah dan senjata mereka sangat lengkap bos".
"Iya Arya mereka dilengkapi dengan berbagai senjata yang lebih canggih dan mereka kalah jumlah sehingga banyak anak buah kita yang gugur" ucap Adrian.
"Berikan santunan kepada keluarga Anak Buah kita yang gugur dan berikan Sejumlah Uang untuk anak dan istrinya, Sekolahkan anak-anak mereka sampai ke perguruan tinggi" ucap Arya.
"Baik Bos perintah bos akan Saya laksanakan segera"
"Kita harus selalu waspada terhadap segala macam yang bisa mengancam hidup kita, aku yakin setelah Ini Arman akan datang untuk menuntut balas jadi selalu waspada dan bersiaplah untuk menghadapinya, Aku akan segera ke Desa T untuk memanggil seluruh Anak muridku"
TBC..
Typo bertebaran di mana-mana, mohon untuk Bijak dalam berkomentar 🙏🙏
FANIA tidak akan pernah bosan untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏.
__ADS_1
Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏🙏