
Happy Reading..
Dimas dan Aditya dibuat kalang kabut mencari keberadaan Dessy dan Hyuna.
"Ini semua salahku yang tidak bisa mengontrol perasaanku" ucap Aditya yang memukul setir mobilnya.
Sudah berjam-jam Aditya mencari keberadaan Hyuna tetapi belum juga ada Titik terang dari pencariannya. Begitu pun juga yang dialami oleh Dimas yang sudah mengelilingi kota tapi tidak berhasil menemukan Dessy. Mereka susah untuk menemukan posisi Dessy dan Hyuna karena mereka mematikan hpnya.
Dimas sudah ingin menyerah saja Andai saja Dimas tidak memikirkan keadaan dari ke dua cewek itu. Dimas khawatir karena mereka bukan di negara tercinta tetapi berada di luar negeri. Dimas semakin khawatir dengan keadaan Hyuna dan Dessy. Setahu Dimas mereka belum ada yang makan siang.
Aditya mencari ke dua cewek itu ke semua Mall
dan tempat hiburan seperti ke tempat hiburan Disney dan taman bermain tetapi hasilnya tetap nihil. Aditya Akhirnya memutuskan untuk menghubungi anak buahnya untuk membantu mereka mencari keberadaan ke dua cewek tersebut. Aditya lalu mengirimkan foto ke dua cewek tersebut ke semua anak buahnya.
Hingga Matahari condong ke barat tetapi pencarian mereka belum membuahkan hasil yang maksimal. Bahkan mereka belum menemukan tanda-tanda keberadaan Dessy dan Hyuna.
Aditya dan Dimas sepakat untuk mencari mereka bersama. Dan ke Dua pria tersebut sudah berada di pinggir pantai. Ini lah tempat terakhir yang mereka pikirkan untuk mencari keberadaan ke dua wanita pujaan hatinya.
"Apa kamu yakin mereka akan berada di sini??" ucap Aditya.
"Menurut aku sih besar kemungkinannya mereka ada di Sini, Karena banyak cewek yang sering patah hati dan punya masalah akan ke Pantai untuk melampiaskan rasa galaunya.
"Untuk mengetahui lebih jelasnya mereka ada di sini atau tidak kita cari mereka saja" ucap Aditya.
"Tapi kita berpencar saja supaya lebih cepat menemukan mereka" ucap Dimas.
Dua-duanya sama-sama buaya darat yang satu suka celap celup seperti teh saja sedangkan yang satunya suka mengoleksi pacar seperti mengoleksi kaca mata saja.
Indahnya sunset tidak menyurutkan semangat mereka untuk mencari keberadaan ke dua wanitanya. Walaupun mereka belum ada kata resmi mereka jadian tetapi mereka sudah mengklaim bahwa ke Duanya adalah wanita mereka.
Aditya melepaskan jas dan sepatunya dan berjalan menyusuri pantai. Aditya sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan. Aditya tidak percaya dengan kelakuannya sendiri. Aditya berteriak kencang di pinggir pantai. Aditya Ingin melepaskan penatnya dan ingin membuang jauh semua rasa jengkel yang ada dihatinya.
__ADS_1
Sedangkan Dimas menyusuri dan memeriksa seluruh kafe maupun Resto yang ada di sekitar pantai. Tapi sampai detik ini Dimas belum melihat batang hidung ke dua cewek itu.
Dimas masuk ke Restoran terakhir yang ada di sana. Dimas sudah memeriksa seluruh sisi ruangan Resto tapi hasilnya sama. Dimas sudah berbalik dan ingin membuka handel pintu tetapi tiba-tiba telinganya menangkap suara seseorang yang mirip dengan orang yang seharian ini dia cari.
Dimas tersenyum karena pencariannya membuahkan hasil. Dimas segera memvideo mereka dan langsung mengirimkan ke nomor hp Aditya.
Aditya tersenyum melihat isi video itu. Aditya Segera berlari ke arah Resto tersebut. Ternyata Hyuna dan Dessy sedang menikmati indahnya sunset sambil menikmati makanan mereka. Sedangkan Dimas dan Aditya dibuat khawatir setengah mati. Dimas memberikan kode ke arah Aditya agar Aditya tidak ribut. Aditya pun duduk di samping kiri Dimas. Mereka memperhatikan Dessy dan Hyuna dari jauh.
"Mereka ternyata tertawa manis di sini sedangkan kita sudah dibuat pusing" ucap Aditya sambil mengusap wajahnya.
"Ini semua gara-gara kamu juga, coba kamu tidak melakukan apapun terhadap Hyuna pasti aku sudah di Kamarku menikmati empuknya kasur" ucap Dimas.
"Aku pun heran dengan sikapku sendiri, entah kenapa setiap Aku ada di dekat Adikmu pasti ada sesuatu yang aneh dalam diriku, aku sudah berusaha untuk menahan rasa itu tapi aku tidak mampu" ucap Aditya sambil menikmati minuman dingin yang ada di depannya.
"Sang Casanova Akhirnya bertekuk lutut juga di depan cewek yang masih muda hahahaha" ucap Dimas tertawa terbahak-bahak Setelah mendengar perkataan Aditya.
"Kamu yah, puaskan hatimu meledek aku suatu saat nanti aku Akan membalasmu" ucap Aditya.
"Setiap aku berdekatan dengan Hyuna, Aku selalu ingin melakukan hal itu tetapi dengan wanita lain walaupun wanita itu tidak memakai sehelai benang pun aku sama sekali tidak akan tertarik bahkan aku malah jengkel dengan sikap seperti itu, tetapi dengan Hyuna Aku heran sekali hanya mendengar Hyuna berbicara saja sudah buat kepalaku cenat cenut" ucap Aditya tersenyum dengan sikapnya sendiri yang menurutnya aneh bin ajaib.
"Serius loh??" Tanya Aditya yang heran dengan sikap Aditya yang tidak biasa.
"Karena itu lah Aku memilih untuk ke Australia dan menangani Perusahaan Dady karena aku tidak ingin menyakiti Hyuna" ucap Aditya.
"Kalau kamu takut kenapa gak kamu Nikahin saja Hyuna Brotha?? itu jalan yang terbaik untuk Masalah kalian loh" ucap Dimas.
"Tapi itu tidak mungkin Dimas" jawab Aditya.
"Maksudnya, apa yang tidak mungkin kamu lakukan padahal itu hal yang paling mudah untuk kamu lakukan". tanya Dimas.
"Itu sangat sulit Dimas, Dady sudah merencanakan pernikahan aku dengan salah satu putri dari salah satu rekan bisnisnya" ucap Aditya yang sudah lesu dan tidak semangat lagi.
__ADS_1
"What!! hari gini sang Casanova dijodohkan, yang benar saja loh Aditya, hancur Dong gelar yang kamu sandang selama ini" ucap Dimas.
Aditya tersenyum tapi pikiran dan hatinya sedih karena tidak bisa memperjuangkan hubungan dan Cinta nya.
Dessy dan Hyuna meninggalkan Meja Makan dan segera berjalan ke arah pinggir pantai. Mereka seperti anak kecil yang berlarian dan saling berkejaran. Bahkan mereka bermain-main dengan pasir.
Dimas dan Aditya tersenyum melihat tingkah laku Hyuna dan Dessy.
"Gimana kalau kita mendekati mereka saja dan ikut bermain" ucap Dimas yang sudah membuka sepatu dan jasnya. Serta melipat kedua lengan kemeja biru Dongker miliknya.
Aditya tersenyum melihat Dimas. Aditya pun sudah bergabung dengan ke dua perempuan itu. Dessy dan Hyuna kaget melihat kedatangan Dimas. Tapi mereka tidak Mau Ambil pusing mereka kembali melanjutkan permainan mereka yaitu saling melempar air ke tubuh mereka.
Aditya malu-malu untuk bergabung bersama mereka tetapi Aditya juga ingin bergabung. Karena Aditya hanya berdiri saja seperti Batu karang saja. Sehingga Dimas mengambil sikap dan langsung berlari ke arah Aditya dan menarik tangan Aditya sehingga mau tidak mau Aditya ikut bergabung dengan mereka.
Mereka menikmati sore hari itu dengan tawa bahagia mereka. Mereka seakan-akan sudah lupa dengan kejadian beberapa waktu lalu. Mereka benar-benar seperti ana kecil saja. Tidak ada perasaan khawatir,sedih dan kecewa yang terpancar dari wajah mereka semua. Mereka sama-sama Bahagia walaupun hanya bermain air dan Pasir saja.
Sedangkan di sudut meja cafe ada seseorang yang memegang gelas hingga gelas kaca itu pecah dan membuat tangan orang itu terluka.
Karena malam sudah larut dan udara Pantai sudah terasa dingin menembus sampai ke tulang. Mereka memutuskan untuk pulang. Dessy dan Dimas satu mobil sedangkan Aditya bersama Hyuna. Aditya sengaja ingin satu mobil dengan Hyuna karena Dia ingin meminta maaf atas kejadian tadi siang.
Sedangkan Dessy sama sekali tidak berbicara bahkan mendiamkan Dimas dan Dessy menatap ke arah luar jendela. Dessy tidak ingin menatap wajah Dimas yang akan membuat dirinya dan jantungnya berdetak lebih kencang. Dessy juga heran dengan apa yang dua rasakan. Karena perasaan seperti ini baru pertama kali Dessy rasakan jika berdua saja dengan Dimas. Padahal sebelumnya Dessy malah dibuat ilfeel dan jengkel dengan sikap Dimas. Apa ini pertanda ada Rasa. Tapi rasa apa kah itu Yah Readers???
TBC..
Update nya lanjut besok saja soalnya Belum lulus review Dua bab yang sudah Saya kirim ๐ข๐๐คฃ๐คงโ๏ธ.
Sambil nunggu Update BDP kakak juga bisa Baca Novel lainnya Fania bagi yang belum baca yah โ๏ธ๐๐ฅฐ.
Makasih banyak..
by Fania Mikaila AzZahrah.
__ADS_1
Makassar, 06 Maret 2022.