Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 58. Keadaan Genting Jilid 2


__ADS_3

Happy Reading...


Mobil yang membawa Oma Estella,Mama Elisabeth beserta cucu-cucunya menuju hutan belantara yang berada di dekat dengan pantai.


Adrian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena setelah mendapatkan kabar dari asistennya bahwa Terjadi masalah besar di Perusahaan Sinopec Group.


Adrian sama sekali tidak menyadari kalau sebenarnya hal itu hanyalah rekayasa dan kebohongan yang sengaja diciptakan oleh Penjahat itu.


Beberapa saat kemudian, Mobil Adrian memasuki parkiran Perusahaan Sinopec Group khusus untuk Mobil petinggi perusahaan. Adrian saking buru-brunya tidak sempat mengambil handphonenya di jok Mobilnya.


Adrian berlari menuju ruangannya dan membuat Semua orang-orang yang melihatnya bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan pak Adrian, Karena hal ini adalah hal langka yang tidak pernah Adrian lakukan selama menjabat sebagai asisten Pribadinya Arya atau pak Wiguna.


Sesampainya di Ruangannya, Adrian tidak mendapati keberadaan Sekretarisnya yang memberikan informasi tersebut. Adrian mencari keberadaan Sekretarisnya dan bertanya kepada karyawan lain tapi tidak ada yang mengetahui keberadaan Dari Sekretaris Adrian.


Adrian ingin menanyakan perihal keberadaan Sekretarisnya tapi Tidak menemukan keberadaan gawainya. Adrian sudah memeriksa saku celana dan bajunya, Tetapi gawainya tidak ditemukan. Tiba-tiba dia teringat kalau lupa mengambil gawainya di Jok depan mobilnya.


Adrian kembali berlari ke arah parkiran Mobilnya tapi hasilnya sama, Gawai yang dicarinya tidak ada. Adrian kembali berlari ke dalam perusahaan dan bergegas ke arah Ruangan pak Wiguna.


Tapi karena pak Wiguna setelah mengetahui informasi kondisi ibu, istri dan cucu-cucunya Beliau segera mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Anggota keluarga Wiguna. Jadi Adrian lagi-lagi tidak berhasil bertemu dengan pak Wiguna.


Adrian Sudah prustasi dan pusing memikirkan keadaan ini. Adrian bahkan sudah menghancurkan dan membuang barang-barang yang ada di depannya. Adrian berlari ke arah ruang kendali cctv Karena Adrian merasakan keanehan Dari yang dia alami.


"Cepat periksa CCTV Yang berada di lokasi parkir dan ruanganku" perintah Adrian.


Beberapa saat kemudian, Adrian Akhirnya mengetahui apa motif dari kejadian ini. Adrian segera menghubungi Arya, untung Saja nomor handphone Arya ada di handphone Salah satu anak buahnya yang berada di Ruangan CCTV.


"Arya angkat teleponnya please" ucap Adrian yang mendapati kalau Arya Wiguna tidak mengangkat HPnya.


Adrian lagi dan lagi tetap mencoba menghubungi handphone Arya Wiguna tapi hasilnya nihil. Adrian beralih menghubungi Omnya yaitu Pak Wiguna.


Tapi tetap saja hasilnya pun sama, pak Wiguna tidak mengangkat telponnya dikarenakan sedang baku tembak dengan anak buah Penjahat yang menghalangi jalan Anak buahnya.

__ADS_1


Adrian kembali mencoba untuk menghubungi nomor handphone Arya. Kali ini Arya sudah mengangkat telponnya.


"Ar, kamu di mana??" tanya Adrian.


"Aku lagi di jalan Adrian,ada apa??".


"Sepertinya Penjahat itu sudah beraksi Arya, nyawa Anak-anak dan Keluarga dalam bahaya" ucap Adrian.


"Kamu benar sekali, Aku mendapatkan sinyal Tanda bahaya dari alat yang dipakai Zack"


"Kamu sekarang di mana Ar?" tanya Adrian.


"Kami sudah berada di jalan untuk mengikuti Mobil yang membawa Oma Estella,Mama Elisabeth dan Anak-anaknya, tampaknya mereka mengarah ke arah hutan" ucap Arya.


"Ok Aku akan segera mengikuti kamu, aku bodoh sekali tidak mengetahui kalau ternyata aku masuk ke dalam perangkat mereka, ternyata selama ini sekretarisku bersekongkol dengan Penjahat itu" ucap Arya.


"Maksudnya Ar??" tanya Arya


Di dalam mobil, Supir yang membawa mereka tidak melepaskan pistolnya dari kepala Oma Estella. Penjahat itu bahkan sudah melukai sudut bibir Mama Elisabeth yang tadi sempat melawan dan meludahi Supirnya.


Mama Elisabeth tidak menyangka bahkan sempat syok dan ragu dengan penglihatannya. Karena selama ini Supir pribadi Oma Estella tidak pernah menunjukkan perilaku atau pun sikap yang menyimpan. Sehingga Mama Elisabeth berusaha untuk melawan.


"Tega kamu Yah Doni, Aku tidak menyangka kalau kamu adalah anak buah dari orang yang telah membunuh anak dan menantuku, apa salah kami padamu sehingga kamu tega melakukan ini?" Tanya Mama Elisabeth sebelum mulutnya ditutup oleh kain.


"Hahahaha, Anda ingin tahu apa alasannya, Baiklah aku akan menjelaskan semuanya" ucap Dini Supir pribadi Oma Estella.


Tawa Doni membuat Takut Oma Estella. Karena hal ini menjadi pertama kalinya dalam hidup mereka.


"Cuma Satu alasannya yaitu Bosku memberikan uang yang Lebih banyak dari yang kalian selama ini berikan kepadaku" ucap Doni tanpa menurunkan pistolnya dari kepala Mama Elisabeth.


"Karena gara-gara uang kamu tega melakukan semua ini kepada Kami, apa kami kurang baik, apa kamu lupa siapa yang telah menolong

__ADS_1


anakmu Dulu??" ucap Mama Elisabeth dengan menggebu-gebu seakan-akan ingin menelan mentah-mentah Doni.


"Persetan dengan semua itu, Saya tidak pernah mengemis bantuan kalian, kalian Saja yang sok baik sok dermawan" ucap Doni.


Tiba-tiba Mama Elisabeth melepaskan ikatan ditangannya dan langsung ingin menampar Doni tapi Tangan Mama Elisabeth Belum menyentuh pipi Doni, Doni sudah menangkap dan memutar tangan Mama Elisabeth ke arah belakang.


"aauh Sakit" ucap Mama Elisabeth yang tampak kesakitan karena tangannya di pelintir oleh Doni.


"Lepaskan nenekku, jangan sakiti nenekku" ucap Zoe yang berusaha melawan Doni.


Hal itu tidak membuat Doni melepaskan tangannya dari tangan Mama Elisabeth bahkan Doni sudah kesetanan Karena selain memelintir tangan Mama Elisabeth juga sudah melayangkan tamparan yang cukup keras ke arah wajah mama Elisabeth Agar diam dan tidak mencoba untuk melawan Doni.


Mama Elisabeth tersungkur ke arah pintu mobil. Bahkan Wajah Mama Elisabeth sudah bengkak dan memar, dan sudut bibirnya meneteskan Darah. Oma Estella Sudah menangis histeris melihat kondisi menantunya, Sedangkan Zack dan Zoe ingin melawan tapi tak mampu berbuat apa-apa karena tangan dan kaki serta mulutnya terikat.


Arya Sudah seperti orang yang kesetanan saat melajukan mobilnya, Arya bahkan tidak lagi peduli dengan keadaan jalan saking takut dan khawatirnya Terjadi sesuatu kepada keluarganya.


Adrian sudah menyusul Arya beserta beberapa mobil dari anak buahnya. Sedangkan pak Wiguna masih meladeni anak buah Penjahat itu. Mereka saling bertempur dan sekarang tidak lagi baku tembak karena masing-masing dari mereka sudah kehabisan amunisi dan senjata. Sehingga mereka bertempur dengan Ke dua tangannya.


Pertempuran mereka semakin sengit dan seimbang. Pak Wiguna mengeluarkan segala kemampuannya untuk meladeni anak buah Penjahat itu. Akhirnya anak buahnya berhasil melumpuhkan semua anggota penjahat itu. Pihak kepolisian pun ikut membantu mereka.


Tiba-tiba dari arah samping berdiri seseorang sambil mengarahkan pistol ke arah pak Wiguna, Karena posisi pak Wiguna yang tidak mengetahui kalau ada yang ingin menembaknya, bahkan yang lain pun tidak ada yang menyadarinya karena mereka sudah bersiap masuk ke dalam mobil mereka. Tembakan itu langsung melesat ke arah punggung Pak Wiguna.


TBC..


Fania ucapkan kepada Readers yang telah Meluangkan waktunya untuk membaca Novel BDP, dan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang tak henti-hentinya memberikan Dukungannya kepada BDP 🙏🙏🙏.


Ayo dong kakak Readers biasakan setelah membaca untuk mengisi Kolom Komentarnya, silahkan kalau mau spam Komentar 🙏🙏.


Dan untuk Readers yang ingin bergabung dengan Grub Chat Fania silahkan klik nama akun Fania yah kakak.


Makasih 😍😘🥰

__ADS_1


__ADS_2