Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 142 Kelahiran Princess Emre


__ADS_3

Happy Reading..


Emre perlahan menyentuh hidung mancung Rina dan perlahan-lahan beralih ke bi** Rina. Aroma sampo dari rambut Rina sangat jelas tercium oleh hidung mancung Emre. Hal itu membuat jiwa Emre meronta-ronta dan menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar sent***.


Tapi Emre baru mulai start, perut Rina tiba-tiba sakit dan langsung mengelus perutnya yang mulai sakit. Awalnya hanya sakit biasa saja yang dirasakan oleh Rina. Sehingga Rina hanya terdiam menikmati sentuhan suaminya untuk pertama kalinya selama Mereka menikah.


Karena perutnya Rina semakin sakit akhirnya Rina memutuskan kontak fisik dengan Emre dan langsung mengeluh sakit.


"Aaauhh Sakit bang" ucap Rina sambil mengelus perutnya yang terasa sakit.


"Mana yang Sakit Adek??" tanya Emre padahal Rina sudah memegang perutnya yang semakin sakit saja.


"Bang sakit banget bang" ucap Rina yang wajahnya sudah pucat dan keringat sudah membasahi tubuhnya.


"Sepertinya kamu akan melahirkan Dek, tahan yah Abang akan bawa kamu ke Rumah Sakit" ucap Emre.


Emre membaringkan tubuh Rina di atas ranjangnya karena ingin memberitahukan kepada Ibu mertuanya kalau Rina akan melahirkan tidak lupa Emre menyuruh ARTnya untuk mengemas dan mempersiapkan segala perlengkapan dan kebutuhan Rina selama di Rumah Sakit.


Emre segera menggendong Istrinya ke dalam mobilnya dan langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Untung jalanan saat ini tidak terjadi kemacetan sehingga perjalanan Emre ke rumah sakit terbilang Cepat dan lancar.


Rina segera dibantu oleh suster dan segera dilarikan ke Ruang pemeriksaan. Rina diperiksa oleh Dokter apa kah sudah ada pembukaan atau belum. Ternyata sudah pembukaan 8 sehingga tidak lama lagi Rina akan melahirkan.


Emre disuruh masuk ke ruangan untuk menemani istrinya sambil menunggu proses persalinannya.


Emre tidak lupa mengabarkan kepada ke dua sahabat Rina Jika Rina akan melahirkan dan sudah di Rumah Sakit Bersalin DA. Dessy dan Delia segera ke Rumah sakit tanpa ditemani oleh Arya Karena Arya sedang melakukan perjalanan bisnisnya ke luar negeri. Sedangkan Dessy juga tidak bisa datang karena Dessy ikut dalam perjalanan bisnisnya Dimas ke Australia.


Beberapa saat kemudian, Delia sudah datang dan segera ke ruangan tempat Rina akan melahirkan.


"Bibi, gimana sekarang keadaannya Rina bi??" Tanya Delia.


"Rina terpaksa menjalani operasi Cesar karena panggulnya sempit sehingga dokter mengambil jalan operasi" ucap Ibunya Rina.


"Yang sabar yah Bi, kita sama-sama berdo'a untuk kelancaran dan keselamatan bayi dan Rina Bi" ucap Delia sambil memeluk tubuh Ibunya Delia.


Delia tiba-tiba teringat dengan almarhumah Mamanya. Walaupun Delia waktu itu masih sangat kecil, tetapi Delia masih ingat dengan jelas bagaimana sosok mamanya yang selalu memberinya limpahan kasih sayang. Delia meneteskan air matanya.


Beberapa jam kemudian, Semua orang mendengar tangisan bayi. Tangisan bayi itu sangat besar dan keras. Semua orang mengucap syukur Alhamdulillah karena telah lahir putri pertama Emre dan Rina.


"Alhamdulillah, selamat kamu sudah menjadi seorang Dady" ucap Delia.


"Alhamdulillah" ucap Emre sambil meneteskan air mata bahagianya.


Sedangkan Delia dan ibunya Rina saling berpelukan dan terharu dengan kabar gembira ini. Dokter segera keluar setelah pintu itu terbuka dan Emre segera bertanya tentang keadaan istri dan anaknya.


"Dokter gimana dengan istri dan anak Saya, Apa mereka baik-baik saja??" tanya Emre yang sudah tidak sabar ingin melihat anak dan istrinya.

__ADS_1


"Selamat pak, anda telah menjadi seorang bapak dari Putri cantik dan Alhamdulillah istri bapak sehat dan baik-baik saja" ucap Dokter Auliani.


"Alhamdulillah" ucap mereka bersamaan.


"Ayo nak masuk dan cepat adzani putrimu" ucap ibunya Rina. kepada menantu satu-satunya.


Emre segera ke ruang bayi sedangkan Rina dipindahkan ke kamar perawatan VVIP room.


"Makasih banyak Kak" ucap Delia kepada Dokter Aulia yang tidak lain adalah kakak sepupu Suaminya Arya dia juga dokter yang selalu menangani proses kehamilannya Delia selama ini.


"Aku pamit dulu mau ganti baju soalnya" ucap Aulia.


"Makasih" ucap Delia.


Dokter Aulia hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan meninggalkan Delia. Dokter Aulia diusianya yang sudah terbilang cukup Dewasa tapi belum menemukan sosok jodoh terbaik untuk nya. Aulia masih betah dengan kesendiriannya.


Sewaktu SMA dulu, Aulia sempat mencintai seorang pria hingga saat ini, Aulia bahkan masih berharap dan menunggu pria itu datang tetapi hingga sekarang pria itu tidak muncul. Tetapi Aulia tidak berputus asa dan memutuskan untuk tidak akan menikah dengan pria lain selain Pria itu. Karena Mereka sudah berjanji untuk menikah. Aulia lupa kalau masa SMA adalah masa-masa indahnya anak remaja yang dimasukkan asmara dan cinta sesaat. Tetapi Aulia tidak memikirkan hal itu dan masih berharap untuk bertemu dengan pria itu lagi. Bahkan Aulia masih memakai cincin pemberian dari pria itu walaupun cincin itu hanya cincin emas yang harganya murah.


Sedangkan di dalam Ruangan perawatan Rina. Emre tidak henti-hentinya meneteskan air mata bahagia sambil menggendong princessnya. Sedangkan Rina masih tertidur karena efek obat bius sewaktu dirinya dioperasi.


"Cantiknya Ponakan Aunty, anak siapa sih??" ucap Delia sambil menoel pipi tembem dan merah putrinya Rina sambil menirukan suara bayi.



Rina pun tersadar dan langsung tersenyum ke arah Putrinya dan suaminya berada. Ibunya Rina melihat Rina sudah sadar dan bangun.


"Iya Ibu, Tolong ambilkan Rina Air putih" ucap Rina.


Ibunya segera membantu Rina untuk minum.


"Makasih Ibu" ucap Rina.


"Adek sudah bangun" ucap Emre.


"Iya Bang, sini Bang Dede, aku mau lihat Putri kecilku" ucap Rina.


Emre menggendong princessnya ke dekat Rina. Putri kecilnya langsung menggerakkan bibirnya pertanda Dia haus.


"Lihat putrimu Rina, kayaknya dia haus Rina" ucap Delia.


"Putri mami haus yah nak, katanya aunty Delia kamu haus" ucap Rina yang sudah siap menyusui putrinya.


Rina menutupi daerah intimnya dari pandangan emre. Hal itu tanpa sengaja Delia lihat dan Heran kok sama suami sendiri ditutupi.


"Rina, apa kamu sudah menyiapkan nama yang cantik untuk putrimu??." tanya Delia.

__ADS_1


"Belum Del, nunggu Readers saja Aku, Mereka pasti punya nama yang cantik dan indah untuk princesnya Emre.


"Iya, anakku yang ke tiga Readers juga yang kasih nama loh" ucap Delia.


Dua Minggu kemudian, Rina sudah diijinkan untuk pulang ke rumahnya karena setelah diperiksa Rina dan anaknya dinyatakan sehat dan pertumbuhan dan perkembangannya bagus. Rina butuh istirahat yang ekstra untuk memulihkan kondisinya setelah melahirkan.


Sambil menunggu Nama yang indah dari Readers, Rina belum mau melaksanakan aqiqah putrinya. Hari ini Rina ingin bertanya sesuatu kepada Emre dan meminta waktu untuk mereka berdua. Emre pun menyetujui permintaan Rina tetapi Emre heran dengan permintaan Rina.


Setelah putri mereka tertidur Rina kembali ke dalam kamarnya. Untuk mengganti pakaiannya yang sempat kena cipratan air pipis putrinya. Setelah itu, Rina menemui Emre di dalam kamarnya tapi ternyata Emre tidak ada di sana. Rina segera ke ruang kerja Emre.


Rina mengetuk pintu ruangan itu tetapi Emre tidak menjawab sehingga Rina langsung saja masuk dan ternyata pintunya tidak terkunci.


Rina melihat Emre tertidur di depan leptop nya yang masih menyala dan kacamata kerjanya masih tersampir di hidung mancung Emre.


Rina memperhatikan wajah ganteng Emre yang menurut Rina semakin hari semakin tampan saja. Rina menyentuh bibir seksi Emre. Kemudian menyelimuti seluruh tubuh suaminya.


"Andai saja malam itu tidak terjadi sesuatu diantara kita z aku tidak mungkin sebahagia seperti sekarang Bang, Aku memang marah dan mengutuk perbuatan Abang tetapi aku tidak sanggup untuk membencimu secuil pun aku tak akan bisa Bang" ucap Rina yang sudah menangis dan menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar oleh orang lain.


"Tapi apa Abang tulus menikahi Rina Bang atau jangan-jangan Abang hanya memenuhi tanggung jawab Abang saja tapi kalau itu yang menjadi alasan Abang, adek siap pergi dari hidup Abang untuk selamanya" ucap Rina yang tangisnya semakin menjadi.


Rina tidak ingin menganggu istirahat Emre sehingga Rina ingin pergi dari ruangan itu. Tapi tangan Rina tiba-tiba dipegang oleh Emre. Ternyata Emre terbangun disaat Rina membuka pintu ruangan kerjanya tapi Emre Ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Rina.


Rina menoleh ke arah Emre Karena tangannya dipegang kuat oleh Emre. Rina Segera menghapus jejak air matanya. Dan berharap Emre tidak mendengar semua yang dia katakan.


Emre menarik tubuh Rina sehingga Rina duduk di pangkuan Emre. Emre langsung meluk** Bibir Rina tanpa permisi. Emre seakan-akan menyalurkan semua perasaan yang terpendam di dalam hatinya. Emre sedih mendengar curahan hati Rina.


Bonus Visual Amanda n baby Zi.




TBC...


📢Jika Readers banyak nemukan kesalahan dalam pengetikan mohon dimaklumi 🙏🙏📢


Dokter Aulia.. siapa sih pangeran berkuda yang selalu Dia tunggu kehadirannya???


Dessy dan Dimas ke luar negeri wooow ada kisah apa yang terjadi di antara mereka selama di luar negeri...???


Abang Emre lihat dong Bang Kasihan Readers loh bang kalau main nyosor saja yah 🤭🤭🤭. Kalau sudah Bada sertifikat halal yah gitu 🤭✌️.


Fania ucapkan kepada Readers untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN Yah Readers 🙏🙏.


Makasih banyak 🙏🙏

__ADS_1


By Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, 1 Maret 2022.


__ADS_2