Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 133. Konsekuensi


__ADS_3

Happy Reading..


Rangga sangat marah setelah melihat Video yang dikirim oleh seseorang ke nomor HP-nya. Video yang isinya tentang Aksi ranjang Rindu bersama pria lain yang sudah bau tanah. Rangga dibuat terperangah melihat isi Video itu. Rangga sangat tidak menyangka kalau Rindu tega berkhianat dan dengan santainya merekam setiap Rindu berhubungan dengan Pria langganannya.


Rangga menghancurkan semua benda yang berada di atas Meja kerjanya. Bahkan HPnya pun sudah dibanting ke tembok untung hp mahal jadi masih utuh cuma tergores dan retak dikit saja. Rangga memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya untuk menemui istrinya dan menanyakan perihal kebenaran Video itu.


Rangga sangat yakin kalau cewek yang ada di dalam Video itu adalah istrinya Rindu. Tetapi Dia berusaha untuk menghilangkan kecurigaan dari pikirannya walaupun faktanya Jelas-jelas itu Rindu. Rangga berlari ke luar ruangan kerjanya dan segera ke tempat parkiran mobil.


Rangga mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Bahkan Rangga sering kali melanggar aturan rambu-rambu lalu lintas di jalan tetapi Rangga tidak mempedulikan hal itu. Walaupun pihak kepolisian sudah mengikuti ke mana perginya Rangga dan menyuruh Rangga untuk menghentikan mobilnya.


Rangga sudah tidak sabar ingin bertanya tentang Video yang dilihatnya kepada Rindu. Rangga memarkirkan mobilnya sembarang tempat. Rangga segera membuka pintu Rumahnya tapi Pintu rumahnya terkunci dari dalam. Rangga segera mengambil kunci cadangan di dalam saku celananya.


Rangga segera masuk ke dalam rumahnya dan naik ke lantai atas tempat kamarnya berada. Tetapi langkah kaki Rangga terhenti setelah telinganya menangkap suara seseorang yang sedang men de sah. Rangga semakin mendekatkan dirinya ke arah pintu kamarnya dan suara itu semakin jelas terdengar oleh telinga Rangga.


Rangga berjalan perlahan-lahan dan mengendap-endap bagaikan pencuri saja. Jantung Rangga sudah berdebar kuat dan tidak tahan mendengar suara orang yang lagi bergelut. Rangga tidak ingin mempercayai kalau pemilik suara yang sedang mendesah itu adalah Milik Rindu.


"Ayo bang lagi.. asyik bang.. bang.. aaahhhh" ucap Rindu yang tidak tahan dengan kemampuan om-om yang ada di atas tubuhnya.


"Sabar yah sayang, dikit lagi yah, kok punya kamu gak seperti biasanya yah sayang" ucap sang Om.


"Abang kok lupa yah, Aku kan lagi hamil anak Abang jadi goyangan Rindu kurang hot gt" ucap Rindu yang lagi main cabut-cabutan.


"Tahan yah sayang dikit lagi yah aaaahhhh" ucap Abang Om.


Ke duanya terkulai lemas setelah main cabut-cabutan. Maklum lagi Musim singkong nih Readers.🤭


Rangga sudah dibuat kalang kabut dengan percakapan Rindu bersama Abang omnya. Sekarang Rangga sudah mengetahui kebenarannya bahwa anak yang dikandung oleh Rindu bukanlah darah dagingnya.


"Abang semakin kuat saja, kamu tahu gak Abang jauh banget perkasanya dari Si Rangga, Rangga itu sebenarnya Mandul Bang tapi Rangga tidak mengetahui kenyataan itu" ucap Rindu.


"Maksud kamu apa Sayang?" ucap Abang Om.


"Rangga itu bukan pria yang sempurna setiap kali aku ingin begitu dengannya Aku selalu beri Dia obat tidur setelah Rangga tertidur Aku pergi ke kamar Security Aku untuk mencari kepuasan." ucap Rindu sambil memainkan pusaka Abang Om.


"Kamu nakal yah sayang, dari pada Aku tidak busa menyalurkan hasrat aku yah mending aku cari Security Aku saja, Abang sih kalau di telpon alasannya takut sama istri Abang" Ucap Rindu yang bermanja-manja di atas tubuh Abang om.


"Jadi selama kamu nikah Rangga belum pernah gitu yah??" ucap Abang om.


"Iya Bang, Gimana caranya Rangga puaskan Saya punyanya itu selalu lesu lemah letih dan loyo ga bisa berd***" ucap Rindu yang tertawa.

__ADS_1


Rangga menangisi nasibnya yang telah memilih Rindu dan meninggalkan Rina yang menerima segala kekurangan dan kelebihannya. Rangga terduduk di lantai depan kamarnya.


"Maafkanlah Aku Rina, Aku telah membuatmu sakit hati dan terluka, ini semua gara-gara Kebodohan aku yang lebih memilih wanita lukcnat itu dari pada kamu" ucap Rangga dalam tangisnya.


"Kenapa kamu gak cerai saja dengan Rangga??" ucap Abang Om.


"Belum saatnya Aku menceraikan Rangga, Aku tidak bisa bebas melayani om-om di luar sana jika Aku menceraikan Rangga" ucap Rindu yang masih memainkan tongkat si Abang Om.


Kuping Rangga sudah panas mendengar perkataan Rindu dan selingkuhannya. Rangga Akhirnya membuka pintu kamarnya dengan keras.


Rindu dan Abang Omnya kaget dengan kedatangan Rangga yang tiba-tiba. Rindu heran karena biasanya Rangga akan pulang paling cepat jam 8 malam.


Rindu masih di dalam dekapan Abang Om bahkan Rindu ingin melakukan hal itu lagi langsung di depan mata Rangga suaminya. Bahkan Rindu yang mengambil alih permainan mereka. Sedangkan Rangga mematung melihat Rindu yang sedang berhubungan dengan Pria lain.


Rangga akhirnya gelap mata dan langsung meraih pas bunga yang ada di atas Meja. Rangga segera memukulkan Pas bunga itu di kepala selingkuhan Rindu. Rindu mengira Rangga tidak akan berani dan nekat berbuat seperti itu. Rindu tahu selama ini Rangga pria yang lemah dan mudah diatur.


"Rindu! Apa salahku kenapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku, Aku sudah memenuhi semua permintaan dan kebutuhanmu haahh" ucap Rangga yang sudah tersulut emosinya.


"Semua yang kamu lakukan tidak lah cukup, Aku butuh kemewahan, Aku butuh shopping pakaian dan barang-barang branded, sedangkan kamu tidak mampu melakukan itu semua" ucap Rindu sambil terus berusaha memegang tangan Rangga.


"Rindu demi kamu aku rela menjual warisan satu-satunya Ibuku tanpa sepengetahuan ibuku bahkan aku sudah korupsi di Kantor aku hanya demi kamu gara-gara Kamu, dan aku memutuskan hubunganku dengan Rina bahkan dengan mudahnya kamu membodihiku kalau kamu itu hamil anakku" ucap Rangga yang sudah menampakkan wajah kesetanan.


Karena mereka tidak ada yang mengalah akhirnya mereka terlempar ke arah jendela sehingga, Jendela kamar Rangga terbuka.


Rangga sudah tidak peduli lagi dengan teriakan dan kata-kata dari Rindu.


Sedangkan Abang Om sudah terkapar tak berdaya dan kepalanya sudah mengeluarkan darah yang sangat banyak dengan posisi tengkurap tanpa pakaian.


Rangga dan Rindu masih saja saling berebut pas Bunga, tiba-tiba Rindu tergelincir dan hampir saja terjatuh ke lantai Bawah. Untung saja Rindu masih sempat berpegangan pada besi pagar jendelanya. Andai saja tidak berpegangan mungkin Rindu sudah mencium tanah tercinta.


"Rangga, tolong Aku" ucap Rindu yang tidak kuat lagi menahan beban tubuhnya.


Rangga tidak bergeming dan seakan-akan Rangga sudah tuli dan tidak ingin mendengarkan perkataan Rindu.


"Rangga please tolong Aku, kalau kamu tolong aku, Aku janji akan berubah dan meninggalkan semua selingkyahnku" ucap Rindu dengan suaranya yang sudah tercekat dan ngos-ngosan karena tangannya semakin sakit saja dan tangannya juga sudah licin untuk berpegang lebih lama lagi.


"Raaaaaanggggaaaaa" teriak Rindu disaat tangannya sudah terlepas dari pegangannya di Besi pembatas teras kamarnya.


Dan bersamaan dengan jatuhnya Rindu Polisi pun datang. Sehingga Polisi menjadi saksi atas peristiwa jatuhnya Rindu.

__ADS_1


Rangga tetap berdiri di tempatnya seakan-akan Rangga sudah tidak berakal lagi. Pihak polisi masuk ke dalam rumah Rangga dan segera naik ke lantai dua.


Polisi mendapati Mayat seorang pria yang tidak berbusana dan kepalanya mengeluarkan banyak darah.


Sedangkan Rangga tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah menyadari apa yang telah dilakukannya. Rangga hanya menangis histeris seperti orang gila.


Kondisi mayat Rindu sangat menghawatirkan, di mana posisi Jatuhnya Rindu sangat membuat seseorang yang melihatnya pasti kasihan.


Nasib Naas Rindu yang sudah terjatuh dari lantai dua, dalam keadaan yang telanjang bulat, di selangkangannya banyak mengalir darah segar.


Karena terjadi keributan sebelum Rindu jatuh, tetangga maupun orang yang tidak sengaja lewat Singgah melihat kondisi yang terjadi. Banyak orang yang mengambil gambar dan tidak sedikit pula yang merekam kejadian itu dan langsung mengirimnya ke Sosmed Mereka masing-masing.


Pihak kepolisian segera mengamankan Rangga beserta barang bukti. Dan mengamankan warga masyarakat agar masyarakat tidak mengambil gambar korban karena keadaan semua korban yang tidak layak.


Ibu Rangga segera datang ke rumah Rangga Setelah tetangga Rangga yang segera menelponnya. Ibu Anna dibuat terperangah melihat kondisi Rindu. Ibu Anna bahkan histeris melihat kondisi putranya yang sudah seperti orang stres.


"Apa yang terjadi padamu nak??" ucap Ibu Anna.


"Aku tidak bersalah Ibu, Rindu jatuh sendiri dari jendela" ucap Rangga yang sudah menangis tersedu-sedu.


"Sebenarnya apa yang terjadi nak, kenapa semua ini terjadi??" Tanya Ibu Anna.


"Maaf Ibu, nanti di kantor polisi baru Ibu bertanya kepada anak ibu, biarkan kami melaksanakan tugas kami" ucap Pak Polisi.


Semakin lama orang-orang yang datang semakin banyak saja.


TBC..


Rindu kasihan sungguh kasihan nasibmu..


Betul Betul...


Rangga Karma is Real gess..


Makasih banyak untuk Readers yang sudah baca Karya FANIA yang tidak seberapa ini 🙏✌️.


Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏🥰.


By FANIA Mikaila AzZahrah.

__ADS_1


Makassar, 26 Februari 2022.


__ADS_2