
Happy Reading..
Setelah acara sesi curhatan dari Key, Zack pun sudah meninggalkan apartemennya, Zoeya segera membawa rantang makanan yang berisi soto ayam, perkedel kentang, nasi putih serta kue brownies kesukaannya.
Zoe pun mengambil beberapa peralatan makan seperti piring, mangkok serta sendok dan temannya yaitu garpu. Zoe memeriksa makanan itu yang awalnya dia kira sudah dingin dan akan dia panasi, tapi ternyata masih hangat. Zoe mendudukkan bokongnya ke kursi dan langsung menuang soto ayam tersebut ke dalam mangkoknya serta tidak lupa dia tambahkan kecap, sambal, irisan jeruk nipis yang langsung membuat perut Zoe semakin meronta untuk diisi.
Sudah jam 10 lewat perutnya belum terisi makanan apa pun itu, gara-gara Key yang menangis bombay gara-gara kecewa dengan sikap Zack.
"Masakan Nenek dari dahulu tidak ada duanya, selalu nikmat, lezat dan pastinya buat perut kenyang, teringat dengan masakan Mama Delia kalau gini," ucap Zoe Saldana yang tiba-tiba air matanya menetes membasahi pipinya teringat dengan Mamanya yang ada di tanah air tercinta.
Zoe bahkan mengabiskan dua porsi Soto ayam saking laparnya. Hingga tanpa ia sadari langsung bersendawa. Hal tersebut mampu membuatnya tersenyum seketika.
"Aku harus menelpon Nenek untuk ucapin makasih banyak sudah masakan makanan yang sungguh lezat," ucap Zoe.
Zoe mencuci perlengkapan makannya dan membersihkan serta merapikan kembali dapurnya. Hari ini Zoe tidak ke Kampusnya karena libur. Sehingga Zoe memutuskan untuk bersantai saja.
"Kok ngantuk banget yah, apa mungkin pengaruh terlalu banyak yang Aku makan sampai-sampai ngantuk padahal baru jam 12 siang," ucap Zoe sambil menguap.
Zoe meraih hpnya terlebih dahulu sebelum mengistirahatkan tubuhnya. Zoe bersandar ke ranjangnya. Lalu menghubungi nomor hp Neneknya. Beberapa saat kemudian telponnya tersambung.
"Assalamu alaikum Nek," ucap Zoe.
"Waalaikum salam sayang, gimana kabarnya?" tanya Nenek Elisabeth.
"Alhamdulillah baik kok Nek, mungkin Zoe masih akan nginap di sini hingga akhir bulan depan Nek, ga apa-apa kan?" tanya Zoe Saldana yang memainkan boneka bobanya.
"Gak masalah kok sayang, yang penting Kamu harus jaga diri baik-baik dan istirahat yang cukup serta makannya juga yang teratur," tutur neneknya.
"Siap Nek, makasih banyak soto ayamnya, Zoe sangat suka," ucap Zoe yang tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah Nenek bahagia kalau Kamu suka dengan buatan nenek," jawabnya.
"Kalau gitu udah dulu yah Nek, Zoe mau shalat dahulu, belum shalat dzuhur juga, assalamu alaikum," terang Zoe.
"Waalaikum salam," jawab Mama Elisabeth.
Zoe segera berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu segera melaksanakan shalat Dzuhur. Zoe sesibuk apapun kalau berhubungan dengan kewajibannya sebagai seorang hamba-nya pasti akan mendahulukan kewajibannya di atas segala-galanya.
Zoe merapikan kembali perlengkapan shalatnya ke dalam lemari. Zoe berjalan kembali ke arah dapurnya karena tadi lupa untuk memasukkan sisa sotonya ke dalam lemari pendingin, tapi karena terlalu ngantuk hingga Zoe mengurungkan niatnya dan kembali ke dalam kamarnya.
Zoe mengganti pakaian yang lebih terbuka karena menurutnya tidak ada orang lain di dalam Apartemennya hanya dia seorang. Hanya hot pants dan tentop yang dia pakai untuk tidur. Hanya butuh waktu yang singkat saja, Zoe sudah memejamkan matanya menuju pulau mimpi indahnya.
Baru sekitar satu jam matanya tertutup, ada seseorang yang datang ke dalam Apartemennya. Tamu tidak diundang yang datang kembali. Ia adalah sang pemimpin tertinggi The Black Dragon dengan ciri khasnya memakai topeng kebesarannya.
Elang berjalan seperti biasa saja tanpa harus mengendap-endap seperti layaknya orang lain yang masuk ke dalam rumah orang lain tanpa permisi terlebih dahulu. Elang berjalan santai ke atas lantai dua di mana letak kamarnya Zoe berada. Elang mengira jika Zoe sudah pergi ke Kampusnya karena tadi dia melihat ada perempuan yang keluar dari apartemen tersebut.
__ADS_1
Tapi, baru dua langkah menginjak undakan tangga, langkah panjangnya terhenti di saat hidungnya mengendus bau aroma masakan yang langsung membuat perutnya bereaksi seketika itu juga.
Elang melangkahkan kakinya menuju dapur dan membuka tudung saji yang ada di hadapannya. Senyuman tipis tersungging di bibirnya. Senyuman yang tidak pernah dia perlihatkan kepada siapa pun itu.
"Sepertinya makanan ini sangat lezat, walaupun aku baru kali ini melihat makanan sejenisnya," ucap Elang yang duduk di salah satu kursi.
Elang mengambil piring lalu mengisi piringnya dengan berbagai makanan yang ada di depannya itu. Lalu mencicipinya dan satu kata dari bibirnya Elang langsung menyantap makanan itu hingga tidak bersisa sedikit pun, piringnya langsung kosong dalam sekejap mata.
"Woow masakan yang lezat banget, baru kali ini aku makan makanan yang habis hingga isi piringku tandas, tapi makanan ini namanya apa ya h?" Elang kebingungan dengan jenis makanan yang sudah habis dia makan itu.
Elang tidak mau memusingkan apa nama makanan tersebut karena tujuannya ke sini adalah untuk mencari dan mengambil senjata apinya.
Elang tidak merapikan piring kotor dan lainnya, karena seumur hidup Elang selalu dilayani oleh orang lain hanya hal-hal yang bersifat sangat pribadi dan intim saja yang tidak dibantu dan dikerjakan oleh orang lain untuknya.
"Pasti dia juga akan bersihkan dan cuci piringnya," ucap sinis Elang.
Elang membuka pintu kamarnya Zoe yang kebetulan tidak pernah dikuncinya walaupun dia sedang mandi atau pun tidur. Elang kembali melototkan matanya saat pintu itu sudah terbuka lebar dan menampilkan posisi tidur Zoe yang sangat menantang birahi pria normal. Termasuk Elang yang melihat tubuh seksi nan molek itu.
Elang masuk ke dalam lebih dalam lagi untuk mencari keberadaan pistolnya. Elang kembali mengobrak-abrik isi lemari dan laci meja tanpa tak terkecuali, tapi tetap tidak menemukan apa yang dia cari itu.
"Gadis ini nyimpan senjataku di mana?, aku sudah cari ke mana-mana tapi gak ada," ucap Elang yang sudah kehabisan cara untuk mencari letak senjatanya.
Kamar Zoe sudah berantakan dan isi lemarinya pun sudah berhamburan ke atas lantai keramik. Elang memutar matanya dan mencari keberadaan senjatanya yang kemungkinannya Zoe simpan.
Mata tajam bak Elang itu melihat ada tas yang tergeletak di atas ranjang, tapi yang jadi masalah tas itu berdekatan dengan buah dada dadanya Zoe. Puncak mount Everest itu membuat Elang cenat cenut dan keringat kembali bercucuran membasahi pipinya.
Elang merangkak naik ke atas ranjang Zoe dan tas itu ada di samping kirinya Zoe sehingga untuk meraihnya harus melewati satu-satunya jalan yaitu melewati tubuh Zoe. Mau tidak mau Elang melakukan hal tersebut.
Elang merangkak naik ke atas tubuhnya Zoe dan tinggal sedikit lagi tas itu sudah di dalam genggamannya, tiba-tiba Zoe membuka matanya dan terkejut melihat seseorang berada tepat di atas dadanya.
Zoe refleks mendorong kuat tubuh Elang sekuat tenaganya, hingga tubuh Elang hampir saja terbanting ke belakang, untung saja Elang menguasai teknik bela diri yang bagus sehingga membantu menyelamatkan dirinya.
"Hey!! Kau siapa?" tanya Zoe dengan kuda-kudanya yang berjaga untuk melindungi dirinya.
Zoe melupakan kondisinya yang tidak memakai pakaian yang tertutup dan sangat seksi.
"Apa yang Kamu cari haaaa?" teriak Zoe untuk ke dua kalinya.
Elang tidak menjawab pertanyaan dari Zoe karena berusaha untuk menenangkan debaran jantungnya yang berdegup dengan kencang.
Merasa orang yang berada di depannya adalah orang yang berbahaya, Zoe segera mengambil sikap yaitu menyerang Elang terlebih dahulu. Zoe mendekati Elang dengan langsung mengarahkan tinjunya kewajah Elang, tapi Elang cukup lincah menghindari tinju Zoe.
Zoe tidak tinggal diam pukulannya yang pertama boleh meleset tapi untuk pukulan ke duanya harus tepat sasaran.
Zoe mencoba menendang bagian kakinya Elang disaat Elang tidak berkonsentrasi karena melihat buah dadanya Zoe yang melompat-lompat seakan-akan ingin keluar dari kacamata pengamannya. Hal itu yang membuat konsentrasinya buyar dan Zoe memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.
__ADS_1
Zoe menendang perut Elang dengan mengarahkan jari-jari kakinya tepat diperut Elang. Dengan posisi yang berdiri tegak dan kakinya lurus ke depan tepat di depan perut Elang. Elang terlambat sedikit saja untuk menghindari tendangan tersebut sehingga mengenai sedikit bagian perutnya.
Langkah Elang bergeser ke arah belakang dari posisinya semula. Elang tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Zoe, Elang tidak menyangka jika gadis lemah lembut dan seksi itu ternyata jago bela diri juga.
"Sangat menarik, tidak hanya parasnya yang cantik, tapi juga pinter berkelahi."
Senyuman tipis kembali tersungging di wajahnya yang sangat tipis sehingga susah untuk dilihat senyumannya itu.
Elang pun maju dan melawan Zoe sehingga mereka bertarung, Elang hanya bermain-main saja dan tidak ingin melukai sedikit pun gadis yang ada dihadapannya itu. Tapi, bagi Zoe tidak ada kata bermain-main lagi. Zoe terus menyerang dengan segala kemampuan yang dimilikinya.
Nafasnya ngos-ngosan memburu, peluh keringat membasahi pipinya dan seluruh tubuhnya. Keringat itu bercucuran di lengannya yang membuatnya terkesan sangat seksi di matanya Elang.
Zoe tanpa henti terus menyerang Elang hingga tanpa sengaja kakinya tersandung oleh pakaiannya yang tercecer di lantai. Zoe hampir saja terjatuh, untung Elang menarik tubuhnya Zoe dengan kuat agar tidak terjatuh, tapi malahan Elang yang kehilangan keseimbangan sehingga Elang terjatuh ke atas ranjang Zoe, karena tangannya Elang yang masih setia memegang tangan Zoe sehingga mereka terjatuh ke atas ranjang king size milik Zoe.
Posisi Elang yang berada tepat di bawah Zoe sehingga pandangannya langsung tertuju ke benda aset berharga milik Zoe. Elang kembali tidak berkedip menatap buah benda kenyal itu. Sedangkan Zoe menatap ke dalam bola matanya Elang yang bagaikan mata tajam seekor burung elang yang siap menerkam mangsanya hidup-hidup.
Mereka saling berpandangan satu sama lain. Walaupun Elang memakai topeng, tapi Zoe yakin kalau pria tersebut sangatlah tampan dengan hidung yang mancung, rahang yang keras, pandangan mata yang tajam.
"Sempurna."
Kata itu yang terlintas dalam benak dan pikirannya Zoe yang mengangumi pria yang ada dibawah tubuhnya.
"Cantik dan penuh misteri dan kemampuan yang terpendam di balik wajah cantik nan ayunya."
Mereka saling mengangumi dalam diamnya. Mereka saling bertatapan hingga dering hpnya Elang yang berbunyi mengganggu kegiatan mereka. Zoe pun kembali tersadar dengan apa yang terjadi padanya.
Zoe buru-buru berdiri dan memperbaiki penampilannya. Sedangkan Elang bangkit dari posisi baringnya setelah Zoe berdiri dan refleks mencium pipi Zoe dan segera berlari ke arah pintu dan meninggalkan Zoe yang terdiam mematung sambil memegang pipinya yang dicium sekilas oleh si Pria bertopeng.
Wajahnya langsung memerah seketika dan degupan jantungnya kembali berdetak tidak normal. Zoe melupakan tentang apa tujuan dari Pria bertopeng itu dan gimana caranya bisa lolos masuk ke dalam kamarnya yang sistem keamanannya sangat baik dan canggih itu.
Sedangkan Elang mendapatkan informasi jika musuhnya sedang melakukan transaksi besar-besaran narkoba dan senjata ilegal. Elang dan anak buahnya segera berangkat ke TKP untuk menggagalkan transaksi Black Snake.
............
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏.
Sekarang sudah masuk season Duanya jadi kemungkinan besar akan segera tamat 🤧.
Ini Novel Pertamanya Fania loh Readers jadi kemungkinan kesalahan dalam penulisannya sangat banyak.
Semoga suka dengan bab ini,✌️
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Sabtu, 04 Juni 2022