Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 344. Keputusan


__ADS_3

Happy Reading..


"Aku......"


Ucapan Zoe kembali terpotong karena dihentikan oleh Elang.


"Kalau Kamu belum bisa menjawabnya, tidak apa-apa aku sangat mengerti, tapi mungkin ini pertemuan terakhir kita sebelum aku kembali ke Inggris besok, aku pergi dari Kamu karena aku takut akan melukai hatimu jika kita selalu bertemu," tutur Elang lalu mengisi beberapa makanan ke dalam piringnya.


Zoe kembali terdiam dan jujur hatinya sedih mendengar penuturan dari Elang. Tapi, dia tidak tahu harus berkata apa.


"Ayok makan, tidak perlu diambil hati perkataanku, anggap saja hanya sekedar angin lalu saja."


Perkataan Elang membuat hatinya mencelos seketika. Tadinya sudah bahagia diperlakukan sweet oleh Elang sekarang dia merasa ada yang aneh dalam hatinya.


Zoe sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya.


Dia bimbang dan bingung dengan perasaannya sendiri. Bahagia sekaligus khawatir jika kedepannya hubungannya akan seperti Aunty Elliana.


Ketakutan itu setiap saat menghantui pikirannya. Hingga menggerogoti jiwa raganya. Nafsu makannya berubah drastis yang awalnya sangat antusias dan bersemangat untuk menyantap makanan itu semua, tetapi sejak mendengar penjelasan dari Elang semuanya sudah berubah.


Elang pura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Zoe. Elang sudah memutuskan untuk sementara waktu tidak mendekati dan mengejar terus Zoe. Elang ingin memberikan waktu dan kebebasan pada Zoe dalam mengambil keputusan.


"Ini jalan yang terbaik untuk hubungan kita, aku ingin kamu sendiri yang datang mencariku dan mengatakan semuanya yang ada di dalam hatimu."


Elang yang melihat Zoe hanya terdiam juga tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Zoe. Karena Zoe juga tidak pernah ingin berbicara dan berterus terang padanya.


"Ayok makan, Kamu butuh makan banyak biar cepat sehat dan jangan lupa minum obatnya," ucapnya dengan memasukan berbagai macam makanan ke atas piringnya Zoe.


"Makasih banyak," jawabnya singkat.


Mereka memulai makan dalam keheningan. Tidak ada yang berani membuka mulutnya. Mereka serasa makan sendiri-sendiri saja. Ada sesuatu yang kurang apa yang dirasakan oleh Zoe.


Elang kembali ke mode diamnya. Dia banyak terdiam dan auranya seperti biasanya yang dia tunjukkan kepada orang lain. Dingin dan penuh misteri, senyuman diwajahnya pun sudah pudar dan luntur terbawa angin.


Hanya dentingan sendok dan garpu yang saling beradu memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.


Mereka menyelesaikan makannya hingga hanya tersisa beberapa sisa makanan saja. Ternyata mereka cukup lapar hingga awalnya mereka menganggap makanan yang dia pesan cukup membuat mereka kenyang.


Elang dengan sigap membersihkan sisa makanan mereka. Hal ini hanya berlaku untuk Zoe seorang, selama dia lahir selalu dilayani dalam bentuk apa pun.


Tapi, hal itu tidak berlaku untuk di depan Zoe seorang. Wanita yang sangat sepesial dalam hidupnya. Hanya dia satu-satunya gadis yang mampu membuatnya tersenyum bebas dan lepas. Mengingat kesehariannya yang selalu bertaruh nyawa untuk melawan musuhnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Arya dan Delia datang ke kamar perawatan Zoeya putri tunggalnya. Mereka mengetuk pintu terlebih dahulu agar kedatangannya tidak menganggu Zoe dan Elang.


Elang segera berjalan ke arah pintu setelah mendengar ada ketukan di pintunya. Elang tersenyum melihat ke dua calon mertuanya.


Elang meraih tangannya Arya lalu menciumi punggung tangan Arya secara bergantian dengan Delia.


Delia dan Arya saling berpandangan, mereka tidak menyangka jika Elang akan bersikap seperti itu pada mereka. Karena mereka tahu kalau Elang bukan orang Indonesia sehingga harus melakukan hal itu.


Elang sering melihat Zoe bersikap seperti itu sehingga dia juga memutuskan untuk melakukan hal yang sama dengan yang dikerjakan oleh Zoya.


Zoya ingin bangun dari tidurnya tapi dicegah oleh Delia saat melihat anaknya ingin bangkit dari tidurnya.


"Tidak perlu bangun sayang, Mama yang akan ke situ jadi Kamu baring saja," cegah Delia dengan senyuman khasnya.


"Mama dan Ayah tahu dari siapa kalau Zoe ada di sini?" tanyanya yang kebingungan.


"Kamu tidak perlu tahu dari siapa, Mama hanya sedih kalau putri Mama harus sakit," ucapnya yang sedih melihat putrinya yang masuk rumah Sakit.


"Ayah sudah hubungi nomor Hp Kamu, tapi kok gak aktif," jelas Arya.


Zoe baru teringat jika Hpnya kemungkinan terjatuh saat dia berenang di laut, saat untuk menyelamatkan nyawa Elang yang hanya Prank saja. Tapi, Zoe hingga detik ini belum tahu hal tersebut.


Delia yang menatap putrinya dan melihat ada kegelisahan dan kebimbangan yang berperang dalam hati dan pikiran Putrinya tersebut. Hal itu sangat terbaca dari raut wajah Zoe.


Delia pun beralih menatap alih wajah Elang yang sama halnya dengan yang terpatri di wajahnya Elang.


"Maafkan Zoe semalam ingin mengabari Mama tapi, hpku gak tahu jatuh di mana," jelasnya.


"Gak apa-apa kok sayang, yang penting Kamu selamat dan baik-baik saja," balasnya.


Mereka berbincang-bincang santai, Arya dan Elang berbicara tentang masalah saham dan perusahaan. Hanya pembahasan itu mereka bisa lakukan dan nyambung kalau yang lainnya pasti mereka kebingungan.


Umur Elang yang sudah 32 tahun tapi masih sangat muda dibandingkan usianya. Sedangkan Zoya baru menginjak umur 22 tahun bulan ini. Umur mereka terpaut 10 tahun tapi orang tidak melihat kalau ada banyak selisih perbedaan dari segi usianya.


Malahan orang-orang menganggap mereka pasangan yang sangat serasi. Dan sudah banyak dari keluarga mereka yang menunggu hari pernikahan mereka.


Perbedaan dari segi umur tidak membuat mereka menghalangi dan tidak merestui hubungan Zoe dan Elang. Malahan mereka sangat bahagia karena Elang sudah terang-terangan melamar Zoe di hadapan keluarga besarnya.


Banyak pria yang katanya suka tapi sampai detik ini belum ada satupun orang yang berani datang meminang putri mereka.


Dokter segera datang untuk memeriksa kondisi kesehatan putrinya. Dia ingin bertanya, apa hari ini Zoe sudah bisa pulang dan badrest di rumah saja. Atau masih ada beberapa prosedur pemeriksaan medis yang akan dilakukan oleh Dokter yang menangani Zoe.

__ADS_1


Arya segera menyambut kedatangan Dokter tersebut. Kebetulan Aulia ikut dalam rombongan mereka.


Seperti itulah jika anak pemilik Rumah Sakit DA yang di rawat.


"Bagaimana dengan kondisi putriku Dok?" tanyanya.


"Setelah Kami memeriksa kondisi Putri Tuan Arya Alhamdulillah sudah bisa pulang hari ini juga, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan semuanya baik-baik saja," terangnya.


"Syukur Alhamdulillah kalau gitu Dok, Kami sangat senang mendengarnya," timpal Delia.


"Mama kalau begitu boleh saya yang antar pulang Zoe? kalau Ayah dan Mama tidak keberatan," pinta Elang.


Elang ingin mengatakan hal yang penting kepada Zoe tadi sebenarnya sudah ingin berbicara, tetapi pintu kamar perawatan Zoe tiba-tiba terbuka. Sehingga dia mengurungkan niatnya.


"Ohh itu tidak masalah, Kami malahan senang mendengarnya kalau Kamu ingin mengantar Zoe pulang,iya kan Ma?" Arya menatap ke arah Istrinya.


Delia tersenyum sebelum menjawab perkataan dari suaminya itu.


"Iya silahkan nak, yang penting putriku sampai di rumah dengan selamat tanpa kekurangan apa pun."


Mereka sudah meninggalkan kamar tersebut menuju kediamannya. Zoe dan Elang lebih duluan pulang.


Sedangkan Arya dan Delia terpaksa langkahnya berhenti karena seseorang menelponnya. Arya mengangkat telpon orang tersebut.


Arya melihat siapa yang menelponnya dan heran dengan siapa orang yang memanggilnya. Delia yang melihat wajah kebingungan suaminya segera bertanya.


"Mas ada apa, siapa yang menelpon Mas?" tanyanya dengan ikut bingung dan bertanya-tanya.


"Polisi Ma," jawabnya singkat.


"Ayok cepat angkat Mas, aku takut ada apa-apa lagi," ujarnya dengan raut wajah yang ketakutan.


"Apa!!! itu tidak mungkin pasti bapak salah orang?" tanyanya dengan penuh ketidak percayaan.


Makasih banyak, tetap dukung BDP yah Kakak Readers.


********To Be Continue********


By Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Selasa, 05 Juli 2022

__ADS_1


__ADS_2