Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 304. Tamparan Dibalas Tamparan


__ADS_3

Happy Reading..


Amanda tidak percaya jika Pak Agung dosen killer yang ternyata akan menjadi calon suaminya nanti. Amanda serasa bermimpi dan masih kadang tidak percaya, bahkan heran dengan kenyataan yang ada. Cowok yang selama ini diam-diam dia sering perhatikan dan mengagumi pria itu, tapi belum ada rasa cinta yang dia rasakan hanya sekedar rasa kagum saja. Tetapi saat pria itu datang melamar nya dengan begitu berani dan gagahnya di hadapan Nenek dan semua sepupunya, barulah Amanda mulai membuka hatinya untuk mencintai Agung.


Agung tidak menyangka jika Pricilla menemukan rumahnya. Padahal ini yang ke lima kalinya Alexander Agung berpindah rumah. Agung tidak menyangka jika ada perempuan yang bertindak seperti itu yang nekat melakukan apa pun demi ego dan obsesinya semata.


Agung tidak ingin bersikap kasar terhadap Pricilla sehingga lebih memilih untuk berpindah tempat dari satu Universitas ke Universitas lainnya. Tapi kali ini Agung benar-benar sudah dibuat kelimpungan dan tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengatasi sikap dari Cilla tersebut.


Agung berharap setelah bertemu dengan Amanda, Cilla akan berubah pikiran dan mengalah untuk mengjauh dari hidupnya.


Keesokan harinya, Amanda berangkat ke Kampusnya bersama dengan Zoeya Kakak sepupunya sedangkan Keyna hari ini masuk siang sehingga Key tidak bareng dengan mereka.


Zoe yang mengemudikan mobilnya, Amanda duduk di sampingnya yang sedang menyandarkan kepalanya ke belakang. Zoe memperhatikan wajah Amanda yang kadang tersenyum sendiri tanpa Zoe tahu sebabnya itu.


"Apa seperti itu rasanya jatuh cinta setelah resmi mereka bertunangan?"


Zoe menatap sekilas ke arah Kakak sepupunya itu. Zoe hanya terpaut sekitar enam bulan saja dengan Amanda, tetapi sikap dewasa yang dimiliki oleh Zoe diantara ke dua sepupunya membuatnya sikap dan perilaku dirinya lebih dewasa dari kakak sepupunya dari segala hal.


"Amanda, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Zo yang masih setia menyetir mobilnya dan sekilas melirik Amanda.


Amanda pun menatap ke arah Zoe sebelum menjawab pertanyaan dari Zoe tersebut.


"Emangnya mau tanya apa?" tanya Amanda yang sudah merubah gaya posisi duduknya yang langsung menghadap ke arah Zoe.


"Heeemm, apa yang Kamu rasakan saat pertama kali jatuh cinta?" tanya Zoe yang nampak serius dengan pertanyaanya itu.


Amanda heran dengan pertanyaan dari Zoe, tapi Amanda hanya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan itu yang sepertinya Zoe sangat kepo dengan hal tersebut.


"Jatuh cinta aku pun tidak tahu untuk menggambarkannya, tapi intinya saat kita jatuh cinta ada perasaan aneh yang muncul dari dalam dada," jawabnya.


"Apa hanya itu dan perasaan yang seperti apa yang kamu maksudkan?" tatapan Zoe dengan penuh pertanyaan lagi.


Amanda pun menjawab semua itu pertanyaan dari Zoe dengan wajah yang berbinar saking bahagianya jika bercerita tentang apa yang dia rasakan saat ini.


"Dada terasa berdetak sangat kencang seolah-olah kita mengalami gangguan pada jantung, setiap kali bertemu dengannya ada perasaan yang membuncah dalam dada, grogi, nerves, wajah bersemu merah, selalu ingin mendengar suaranya dan melihat dirinya, hemm apa lagi yah?" ucap Amanda yang tidak tahu lagi mengartikan arti kata mencintai.


"Ooohh seperti itu yah," ujarnya.


Amanda melirik ke arah Zoya lalu berkata," jangan-jangan Kamu lagi jatuh cinta yah?" tanya Amanda sambil memajukan wajahnya ke arah Zoe Saldana Arya Wiguna yang sedang menyetir mobilnya.


Zoe menggeser kepalanya Amanda lalu kembali fokus menyetir mobilnya.


"Iihh apaan sih loh, gak jelas amat sih, Aku hanya sekedar bertanya saja Kok gak lebih atau pun ada niat gimana itu," kilahnya yang lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


"Ayo lah Zoe ngaku saja, aku yakin Kamu suka sama seseorang cowok, lihat wajahmu yang memerah itu," ucap Amanda lalu memajukan wajahnya semakin dekat dengan wajah Amanda hingga Zoe kehilangan konsentrasinya dalam mengemudikan mobilnya.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah yang berlawanan di depan belokan pertigaan jalan di depannya ada mobil yang melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi juga dengan mobil berwarna merah, Zoe bahkan tidak menurunkan laju mobilnya malahan semakin menambah kecepatannya, entah kenapa Zoe tidak menurunkan kecepatan mobilnya dan seakan-akan menantang pengendara mobil merah itu.


Zoe jelas-jelas sudah berada di jalur benar sesuai aturan rambu-rambu lalu lintas walaupun sedikit cepat sih laju mobilnya, tapi ketika akan membelokkan arah mobilnya, mobil merah tersebut mengambil jalur yang salah, seharusnya itu jalur yang harus dilalui oleh mobil putih Lamborghini milik Zoe, karena tidak bisa menghindar lagi dengan terpaksa Zoe menabrakkan mobilnya ke mobil merah Ferrari tersebut, tabrakan pun tidak terelakan lagi.


"Bruuuuukkkkk!!"


Suara dentuman tabrakan dari ke dua mobil itu cukup besar dan menggema ke sekitar area jalan tersebut. Sehingga membuat laju lalu lintas di sana terganggu.


"Aaaahhhhhh!!" teriak Amanda dengan wajahnya yang dia tutupi.


Mesin mobilnya mereka sama-sama mengeluarkan asap. Zoe belum keluar untuk memeriksa kondisi mobilnya, baginya kalau rusak tidak masalah ada jasa asuransi yang akan mengurusnya.


Bahkan sedikit pun tidak khawatir dan tidak ada raut ketakutan dari wajahnya. Sedangkan Amanda beda halnya yang Dia rasakan. Amanda sedikit terkejut dengan insiden itu.


Amanda sudah berhasil memenangkan dirinya sendiri dengan minum air putih kemasan yang kebetulan ada di dalam mobilnya Zoe.


Sedangkan Zoe hanya terdiam mematung dan tidak histeris karena baginya itu hal biasa saja. Zoe hanya memangku tangannya di depan dadanya dan menunggu pemilik mobil tersebut turun dari mobilnya, Zoe sudah tahu siapa pemilik mobil tersebut karena salah satu temannya sewaktu mereka masih SMA dulu. Zoe sangat hafal dengan sifat dan karakternya gadis yang berada di balik kemudi.


"Zoe mobil kamu berasap loh, Ayuk kita periksa," ajak Amanda yang sudah bersiap Ingin memutar kenop pintu, tapi langsung dicegah oleh Zoe dengan menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah khawatir dengan kondisi mobilku, Kita tunggu saja sampai dia keluar, dalam hitungan tiga dia pasti sudah keluar, tiga, dua, satu," ucap Zoe yang yakin jika dalam hitungan tiga Pricilla akan keluar dari mobilnya.


"Kamu bersiap saja dengan akting lebaynya dan omelannya yang akan buat telinga Kamu memerah saking tidak bisanya berhenti marah-marah," ucapnya lagi.


Benar apa yang dikatakan oleh Zoe, dalam hitungan ke tiga, Pricilla berhasil keluar dari dalam mobilnya dan berjalan bak model di atas Catwalk saja dengan riasan wajah yang cukup tebal padahal hanya cukup make up tipis saja akan membuat dia cantik.


"Hey!! keluar kau!" teriak Cilla yang menggedor terus kaca pintu mobilnya Zoe.


Zoe sedikit pun tidak memperdulikan perkataan dan teriakan dari Margaretha Agatha Pricilla. Zoe ingin melihat apa kah reaksinya Cilla masih seperti dahulu. Tapi, ternyata dugaan Zoe salah dan keliru. Pricilla sudah pintar menyembunyikan karakter aslinya yang suka marah-marah dengan umpatan kasarnya seperti dahulu sewaktu mereka sering beradu mulut.


Pricilla setelah kehadiran Zoe di Sekolahnya seakan-akan mendapatkan saingan yang berat. Zoe mampu mengalahkan kepopuleran Cilla di sekolahnya saat itu. Bahkan kecantikan alami dari Zoe mampu membuat semua siswa cowok tergoda dan tertarik padanya, hingga Zoe dinobatkan menjadi Siswi yang cantik dan memiliki segudang talenta dan bakat yang memumpuni membuatnya iri hati. Sejak itu lah genderang perang ditabuh oleh Cilla Seorang sedangkan bagi Zoe dia tidak pernah menganggap Cilla adalah saingannya. Apa lagi setelah tahu kalau mereka sama-sama dari Indonesia Jakarta.


Zoe pun membuka pintu mobilnya dan langsung tersenyum ke arah Cilla.


"Hey Margaret Agatha Pricilla," kata itu yang mampu terlontar dari mulutnya Zoe.


Pricilla tidak menyangka jika dia akan bertemu kembali dengan Zoe dalam keadaan seperti ini.


Cilla pun hanya membalas Zoe dengan tatapan meremehkan.


"Aku kira Kamu sudah kembali ke negaramu," ucap Cilla lalu melipat tangannya di depan dadanya.


Zoe pun membuka pintu mobilnya bersamaan dengan Amanda yang ikut keluar dari mobil tersebut.


"Emangnya kenapa kalau Aku tidak kembali ke Negaraku, apa itu masalah buat Kamu?" tanya Zoe yang sudah berdiri di hadapan Cilla dan hanya beberapa centimeter saja jarak mereka.

__ADS_1


"Kamu itu gadis kampung jadi tempat Kam bukan di Sini," ucap Cilla lalu mendorong tubuh Zoe dengan menggunakan jari telunjuknya.


Tubuh Zoe tidak bergerak sedikit pun dari posisinya berdiri untung sudah bersiap dengan apa yang akan dilakukan oleh Cilla.


"Kamu harus membayar ganti rugi mobilku, apa Kamu tahu berapa harga mobilku ini haaaa!!? tanya Cilla yang sudah melupakan jika dirinya yang bersalah dalam kecelakaan tersebut.



Apa yang mereka lakukan di pinggir jalan membuat lalu lintas macet dan terhambat.


"What's???, apa Kau gak salah dengar tuh apa yang Kamu katakan? Hey!! apa Kamu sudah lupa padahal baru sekitar 15 menit lalu kejadiannya Kamu sudah melupakannya," jelas Zoe yang tertawa mengejek ke arah Cilla.


Mobil ini hanya salah satu mobil koleksi dari Zoeya.



"Amanda sepertinya gadis ini perlu dibenturkan sedikit kepalanya ke aspal atau mungkin tadi waktu tabrakan tidak sengaja kepalanya terbentur dengan setir mobilnya," jelas Zoe yang semakin menertawai Cilla.


"Hahahaha," Amanda tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Zoe.


Tanpa mereka sadari Cilla berjalan ke arah Amanda lalu langsung menampar pipi Amanda dengan keras. Hingga wajah Amanda kemerahan, saking kerasnya tamparan itu hingga rambut Amanda bergoyang dan menutupi sebagian wajahnya yang sudah tercetak jelas tanda tangan Cilla.


Tapi bukan Amanda namanya jika tidak membalas perlakuan dari Cilla. Amanda gadis yang kelihatan lugu dan polos tapi dibalik itu semua Amanda jago taekwondo. Amanda pun membalas tamparan tersebut yang sangat lebih keras bahkan lima kali lebih keras dari Cilla saking kerasnya membuat Cilla terdorong ke belakang hingga tersandar di kap mobilnya yang sudah penyok itu.


Amanda pun maju ke arah Cilla dengan memegang dagunya Pricilla.


"Ingat tadi itu adalah yang pertama Kamu menyentuh wajahku dan jangan coba Kamu berharap atau pun berani untuk melukai aku lagi atau pun saudaraku," ancam Amanda lalu melepaskan pegangan tangannya dari dagu lancip milik Pricilla.


Sedangkan Zoe hanya terdiam sambil melipat tangannya di depan dadanya sambil menyaksikan pertunjukkan yang dilakukan oleh Amanda yang cukup berani, biasanya Amanda tidak ingin mengekspos keluar kemampuannya itu, tapi untuk kali ini berbeda halnya karena Pricilla yang mulai memancingnya.


"Mereka sama-sama menyimpan kekuatan yang tidak semua orang tahu dia wajah cantik nan ayu mereka, jika orang lihat sepintas mereka tidak akan menyangka jika mereka memiliki kemapuan yang luar biasa dibalik kelembutan sifat mereka, aku semakin ingin mendapatkannya."


Seseorang yang berada di belakang kursi penumpang yang melihat kejadian itu tersenyum penuh arti lalu kembali memakai kaca mata hitamnya yang membuat penampilannya semakin sempurna saja.


Tidak lama kemudian mobil polisi sudah datang dan mengamankan mobil mereka yang sudah rusak itu


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🥰


Tetap Dukung BDP dengan Cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg lainnya Kakak dengan judul:


Cinta Yang Tulus


Tidak ada Jodoh yang Tertukar

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, SulSel, Sabtu, 11 Juni 2022


__ADS_2