Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 305. Khayalan Zoeya


__ADS_3

Happy Reading..


Tanpa mereka sadari Margaret Agatha Pricilla berjalan ke arah Amanda, lalu tanpa aba-aba menampar pipi Amanda dengan keras. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Cilla melakukan itu. Sehingga wajah Amanda kemerahan saking kerasnya tamparan itu, hingga rambut amanda bergoyang menutupi sebagian wajahnya. di wajahnya sudah terlihat dengan jelas tanda tamparan Pricilla. Tetapi bukan Amanda namanya, jika tidak membalas perlakuan dari Cila.


Amanda gadis yang kelihatan lugu dan polos, tapi dibalik itu semua Amanda jago taekwondo. Amanda pun membalas tamparan tersebut yang melebihi sakitnya dari yang dirasakan Amanda. Tamparan tersebut melebihi kerasnya bahkan 5 kali lebih keras dari tamparan yang dilayangkan oleh Pricilla di wajah cantiknya Amanda, saking kerasnya tamparan tersebut membuat pricilla terdorong ke belakang hingga tubuh semampai Pricillamobilnya yang yang sudah penyok itu.


Amanda pun maju ke arah Cilla dengan memegang dagunya lalu berkata, "ingat ini baik-baik hari ini adalah yang pertama Kamu menyentuh wajahku dan jangan berharap untuk berani mencoba dan menyentuh wajahku lagi atau pun berniat untuk melukai salah satu dari saudaraku," ancam Amanda yang cukup membuat gentar dan ketakutan dari Cilla.


Amanda lalu melepaskan pegangan tangannya dari lagu lancip milik Pricilla dengan sedikit keras hingga posisinya terdorong sedikit hingga ke belakang mengenai kap mobil bagian depan mobilnya Cilla.


Sedangkan Zoe hanya terdiam sambil melipat tangannya di depan dadanya yang asyik menyaksikan pertunjukan yang dilakukan oleh Amanda. Sikap dan keputusan Amanda terbilang cukup berani itu, biasanya Amanda tidak ingin mengexpose keluar kemampuannya itu, tapi berbeda halnya dengan kejadian hari ini karena Pricilla sendiri yang memancing emosi dan amarah Amanda.


"Sangat mengagumkan, di balik wajah cantik yang ayu mereka, ternyata tersimpan kekuatan yang tersembunyi jika orang melihat dengan sepintas saja, maka mereka tidak akan mengetahui jika tersembunyi kemampuan besar yang tersimpan dan tersembunyi dibalik kelembutan, keanggunan, dan keluguan mereka. Aku semakin tertarik untuk mendapatkannya, Zoya apapun caranya aku akan mendapatkan dirimu."


Beberapa saat kemudian, pihak kepolisian telah datang ke lokasi kejadian kecelakaan tersebut. Amanda dan Zoya sudah meninggalkan tempat itu dan menuju kampus mereka.


"Wooooww amazing beb!! apa yang Kamu lakukan barusan sungguh is very beautiful loh, Kau kira Kamu tidak akan membalas tamparan cewek gila itu?" Tanya Zoe lalu melajukan mobilnya menuju Universitas Oxford.


Zoe tidak menduga kalau Kakak sepupunya itu ternyata bisa juga marah, setahu dia Amanda yang paling kalem dan pendiam dari mereka. Amanda menatap jengah ke arah Zoe.


"Kamu seperti tidak tahu saya saja, cewek seperti itu sesekali dihadapi langsung dengan kekerasan, Kamu saja dari dulu terlalu manjakan dia," terang Amanda yang tersenyum licik ke arah Zoe.


"Iya yah juga, aku dulu terlalu memanjakan dan terlalu baik sehingga jadinya seperti sekarang ini hahahaha," tawa Zoe membahana ke seluruh ruangan mobil tersebut.


Mereka sama-sama tertawa penuh kemenangan menertawai sikap malang Amanda.


"Semoga saja itu pertemuan pertamaku dengan gadis gila itu yang wajahnya seperti tante-tante girang," ucap Amanda.

__ADS_1


Tidak berapa lama, mereka sudah sampai di Kampus mereka. Zoe bergegas berlari ke arah ruangan kelasnya dan berharap semoga saja tidak terlambat. Zoeya membuka pintu itu lebar-lebar dan matanya melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat. Zoeya mematung di tempatnya seperti patung Pancoran saja saking tidak percayanya dengan apa yang dia lihat itu.


Suara bariton yang terdengar hingga ke telinga Zoe mampu membuatnya kembali ke dunia nyatanya. Dan perlahan berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Tanpa ada sedikit pun rasa bersalah karena sudah datang terlambat hari ini, Zoe langsung mendudukkan bokongnya.


"Karena Kamu datang terlambat sekitar 15 menit, Kamu setelah selesai kelas ini datang ke ruanganku," perintah Dosen baru di kelasnya.


Dosen yang berhasil membuat Zoe terkejut adalah Pria yang beberapa hari lalu keluar masuk toilet gara-gara hanya makan sambal balado bersamanya di Restoran Bali-Bali yang ada di sekitar area Perpustakaan yang pernah mereka datangi.


"Wajahnya penuh karisma, bentuk tubuhnya sepertinya sangat seksi jika tidak memakai jas itu dengan dada yang kotak-kotak bak seperti roti sobek saja."


Pikiran Zoe bukannya tertuju pada pelajaran mata kuliahnya melainkan berfikiran Absurb dan membayangkan yang tidak-tidak saja. Zoe segera menggelengkan kepalanya agar pikiran aneh itu tidak kembali muncul dan mempengaruhi pikirannya.


Apa yang dilakukan oleh Zoe mendapatkan perhatian khusus dari beberapa Mahasiswa yang berdekatan dengannya langsung menatapnya heran karena baru kali ini Zoe bertingkah aneh di saat Dosen mereka menjelaskan. Elang hanya tersenyum tipis melihat sikap aneh Zoeya.


"Setiap Minggu mulai hari ini kita akan bertemu gadis kecilku."


"Apa Kamu sudah lupa dengan apa yang tadi Aku katakan?" tanyanya Elang yang menyadarkan tubuh tinggi nan tegapnya ke pinggiran meja dengan posisi tangannya berada di dalam saku celananya.


Zoe kembali dibuat terpana dan terpukau oleh gaya dari dosen barunya itu. Tapi, buru-buru Zoeya segera menetralkan perasaannya agar tidak ketahuan dengan apa yang dia lakukan itu.


"Maaf Saya hanya ingin...," ucap Zoe yang terpotong karena tidak tahu alasan apa yang akan dia ungkapkan di depan Dosennya itu.


"Ikut Bapak jika Kamu ingin nilai Kamu bagus semester ini," titahnya lalu berjalan mendahului Zoe Saldana yang masih mematung dengan raut wajah bingungnya.


Zoe mendengar kasat kusut dari mulut teman-temannya.


"Dosen baru kita ganteng banget yah, lihat bodynya itu kalau di atas ranjang pasti bisa membuat kita menjerit-jerit mana tahan," ucap si A.

__ADS_1


"Aku pun suka dengan wajahnya yang begitu tampan dan sangat menggoda, tapi sayangnya dia Dosen Kita,"timpal si B.


Zoe tidak kuat dan jengkel setelah mendengar perkataan dari temannya yang begitu memuja dan mendanba Elang yang ingin mereka puaskan.


Langkah kaki Elang yang begitu panjang dan lebar membuat Zoya ketinggalan jauh di belakangnya. Zoe segera mempercepat langkahnya hingga Elang yang tiba-tiba berhenti kemudian menoleh ke belakang tanpa aba-aba membuat Zoe menabrak dada bidang yang kotak-kotak itu.


"Aauhh sakit," keluh Zoe sambil mengusap keningnya yang terbentur dengan dada yang agak keras milik Elang.


Zoe mendongak ke arah wajah Elang yang jarak wajah mereka yang sangat dekat itu hingga hanya terpangkas beberapa centimeter saja. Mereka saling bertatapan satu sama lain, bahkan mereka seakan beradu pandang tanpa ada yang ingin berkedip sekalipun.


Elang refleks memeluk pinggang langsing Zoe dan tubuh Zoe semakin dekat sekali ke arah dadanya Elang. Hingga hidung keduanya bertabrakan satu dengan yang lain. Refleks Zoe memejamkan ke dua mata indahnya itu dengan bulu mata yang lentik.


Elang sedikit memiringkan kepalanya dan dengan beraninya mencium bibir Zoe. Elang Semakin memperdalam ciumannya karena tidak ada perlawanan dari Zoe, mereka sama-sama menautkan kedua lidah mereka hingga saling bertukar Saliva. Mereka berciuman begitu mesranya dengan penuh kasih sayang. Hingga pasokan udara dari keduanya semakin menipis sehingga nafas mereka memburu dan ngos-ngosan.


Hingga pukulan pelan mendarat dengan bebas di lengan Zoe yang membuatnya tersadar dari lamunan dan khayalan tingkat tingginya itu.


"Hey!! apa yang kamu pikirkan haaaa?" tanya Elang yang tersenyum penuh arti.


Zoe terbengong dan tidak menyangka jika apa yang terjadi hanyalah sekedar khayalan saja bukanlah kenyataan.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah 👌.


Tetap Dukung BDP dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan dan Votenya Juga serta Giftnya yah ✌️


...********To Be Continued********...


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Minggu, 12 Juni 2022


__ADS_2