
Happy Reading..
Setelah dari Bandara, Rangga tidak langsung mengantar pulang Amanda ke rumahnya. Tetapi Rangga meminta kepada Amanda untuk menemaninya ke Rumah Sakit untuk menemui seseorang.
Rangga berencana ingin bertemu langsung dengan Aulia dan membicarakan tentang kejelasan hubungan mereka yang sudah lama menggantung tidak tahu kejelasannya. Rangga sudah duduk manis di kursi yang ada di dalam restoran, sedangkan Amanda duduk Cantik di samping Rangga. Amanda tidak mengetahui kalau Rangga akan bertemu dengan aunty Aulia sang dokter cantik.
Rangga duduk manis sambil menunggu kedatangan Dokter cantik pujaan hatinya.
Sedangkan Dokter Aulia sedang menangani pasien yang ingin melahirkan tapi bayinya susah untuk keluar. Sehingga butuh penanganan yang Extra. Sehingga Rangga terpaksa menunggu kedatangan Aulia.
Rangga bahkan sudah menghabiskan 3 gelas minuman dingin. Sedangkan Amanda sudah tertidur pulas di kursi khusus anak-anak. Saking lelahnya menunggu kedatangan Dokter Aulia, Rangga pun tertidur pulas di kursi tersebut.
"Ya Allah ini orang, katanya siap menunggu kedatangan saya sampai kapan pun tapi ini baru 3 jam menunggu sudah teler" ucap Aulia yang ikut duduk di depan Rangga dan tersenyum melihat wajah polos Rangga yang tertidur.
Aulia ingin menyentuh hidung mancung Rangga tapi tangannya hanya menyentuh angin dan Aulia buru-buru menarik tangannya agar tidak ketahuan oleh Rangga apa yang ingin dia lakukan.
"Heeeemmm" lenguh Rangga yang baru terbangun dari tidurnya dan langsung tersenyum manis ke arah Aulia.
"Maaf Saya ketiduran tadi" ucap Rangga.
"gak apa-apa kok, lagian aku juga baru nyampe" ucap Aulia. Padahal dirinya sudah hampir setengah jam menatap wajah Rangga, Aulia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada Rangga.
"Sudah makan atau belum Aul, kalau belum makan aku pesankan makanan untuk kamu" ucap Rangga kepada Aulia.
"Kebetulan aku belum makan sibuk soalnya tadi" ucap Aulia.
Rangga pun memesan makanan untuk Aulia sedangkan untuk dia dan Amanda cuma memesan kue saja.
Aul adalah panggilan sayang Rangga kepada Aulia sewaktu mereka masih sekolah dulu.
"Tadi aku dari bandara" ucap Rangga.
"Terus??." tanya Aulia.
"Gak Pake terus kali, kali terus gak bakalan nyampe aku ke hatimu" canda Rangga yang ternyata serius dalam kata-katanya.
"Candaanmu itu gak lucu dan basi tau" ucap Aulia yang sebenarnya tersenyum tapi malu-malu untuk mengakuinya.
"Katanya gak lucu tapi senyum-senyum gitu" ucap Rangga yang tertawa melihat sikap Aulia.
Makanan yang mereka pesan pun sudah datang. Ada beberapa makanan yang menjadi makanan favorit Aulia waktu SMA dulu. Dan hal itu sangat diketahui dengan baik dan pasti oleh Rangga.
__ADS_1
"Aku kira kamu sudah lupa dengan semua yang aku sukai" tutur Aulia yang mencoba beberapa makanan yang ada di depannya.
"Aku tidak pernah bisa melupakan semua tentang apa yang kamu sukai dan tidak sukai" jelas Rangga.
"Sedalam itu kah kamu mengingatnya, tapi janji yang kamu ucapkan dulu mungkin kamu sudah lupa, tapi bagi aku sampai kapan pun bahkan sampai rambut ini memutih aku tetap akan mengingatnya dengan baik" ucap Dokter Aulia dengan serius.
"Tapi aku tidak percaya." ucap Rangga.
"Kalau kakak ingin mengetahui siapa yang
dekat dengan aku selama ini adalah hanya ibu kandungku yang menemaniku selama ini hingga Aku dewasa" ucap Dokter Aulia.
"Kalau itu sih, Aku tahu tapi, maksud aku apa ada cowok lain yang menemani kamu selama aku tidak berada disisimu??." tanya Rangga yang menatap ke dalam mata Aulia yang ingin menemukan sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Aulia ingin menjawab pertanyaan dari Rangga tapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama Aulia.
"Dokter Aulia" panggil seseorng.
Aulia pun tidak jadi melanjutkan perkataannya dan menoleh ke sumber suara itu. Aulia langsung berdiri dan tersenyum manis ke arah sumber suara itu. Rangga pun ikut menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut. Ternyata yang memanggil nama Aulia adalah seorang dokter juga tapi dokternya tampan dan pastinya akan menjadi saingan Rangga.
Rangga jadi lesu dan kembali tidak bersemangat untuk memperjuangkan hubungannya dengan Aulia. Karena menurut Rangga saingannya terlalu kuat. Cowok yang berdiri di depannya lebih dari segalanya. Sedangkan Rangga hanyalah pegawai biasa. Wajah Rangga tidak kalah tampan tapi dari segi materi Rangga tidak ada apa-apanya.
Cowok tersebut pun menatap Rangga dari ujung kaki sampai ujung rambut dan seolah-olah ingin mengintimidasi Rangga. Tapi Rangga berusaha untuk tidak ikut dalam permainan pria itu.
"Rangga perkenalkan ini dokter Rizaldi Heriawan, dokter spesialis jantung" ucap Dokter Aulia.
"Rangga" ucap singkat Rangga.
Yang tersenyum bahagia karena mendengar perkataan dari Aulia yang mengakuinya sebagai tunangan masa SMA nya dulu.
"Dokter Rizaldi, dan Saya adalah tunangan Dokter Aulia sekarang dan akan menjadi suaminya nanti" ucap Dok. Rizaldi.
Tapi kebahagiaan Rangga hancur dalam sekejap setelah mendengar perkataan dari dokter Rizaldi. Senyuman yang awalnya selalu terbit dari wajahnya perlahan pudar dan menghilang tanpa jejak. Rangga merasa dirinya berada di puncak ketinggian tiba-tiba di dorong dan terjatuh ke dasar. Amanda memegang tangan Pamannya. Amanda seakan-akan tahu apa yang terjadi pada diri Rangga. Aulia pun sangat menyadari dengan perubahan sikap dan ekspresi dari Rangga.
"Kalau gitu Saya pamit pulang dulu, kebetulan saya mau antar Amanda pulang ke rumahnya entar neneknya mencari Amanda jika terlalu lama di luar" ucap Rangga yang mencari alasan dan cara untuk pergi dari tempat tersebut. Andai saja Rangga punya ilmu Kanuragan yang bisa membuat Rangga menghilang pasti Rangga akan menghilang sekejap mata dari hadapan Aulia dan Dokter Tersebut Rizaldi.
Sebelum mereka mengeluarkan sepatah kata, Rangga sudah menarik tangan Amanda untuk pergi dari sana. Rangga berusaha untuk mencoba menahan air matanya.
"Aku tidak boleh menangis, tidak ada pria yang menangis hanya karena cintanya tidak terbalas" monolog Rangga.
Aulia ingin mengejar Rangga dan Amanda tapi Dokter Rizaldi mencegah Aulia dan memegang erat tangannya bahkan pegangan dokter Rizaldi cukup kuat membuat tangannya sakit. Aulia pun merintih sakit dan berusaha ingin melepas pegangan tangannya.
"Auuh sakit, setelah Aulia mengeluh sakit barulah Dokter Rizaldi melepas pegangan tangannya.
Aulia menatap jengkel dan sangat marah dengan apa yang dilakukan oleh Dokter Rizaldi.
__ADS_1
"Maaf aku tidak suka dengan sikapmu, untung saja Aku Belum menyetujui pertunangan kita" ucap tegas dokter Aulia sambil berjalan tak lupa mengambil tasnya dan berlari untuk mengejar Rangga.
Tapi Aulia terlambat karena mobil Rangga sudah tidak terparkir di Rumah Sakit.
"Maaf" ucap Aulia yang juga meneteskan air matanya. Dan berjalan kembali ke dalam restoran.
Untung saja Dokter Rizaldi belum pulang dari resto.
"Ingat baik-baik sampai kapan pun Aku tidak mau menikahi cowok kasar sepertimu, kau harus tahu Rangga memang pergi Lama dari hidupku dan baru hadir sekarang tapi Rangga tetap tidak pernah kasar sedikit pun terhadapku bahkan menyentuhku dengan sengaja pun tidak pernah" ucap Aulia yang sudah marah dan tersulut emosi nya dan Dokter Aulia kembali berdiri di hadapan Rizaldi.
"Dan satu hal lagi yang perlu kamu ketahui kalau Aku sama sekali tidak pernah mencintaimu atau pun mengiyakan kalau aku ingin bertunangan dengan kamu" ucap Aulia yang kembali berlari dari resto.
Sedangkan Dokter Rizaldi yang sedang memegang botol minuman langsung menghancurkan botol itu setelah Aulia Berlalu dari hadapannya.
"Aku tidak akan membiarkan kalian bahagia, apa pun aku akan lakukan asalkan Aulia menjadi milikku" ucap Rizaldi.
Sedangkan Amanda dan Rangga berjalan ke arah parkiran mobil yang ada di bagian samping rumah sakit sedangkan Aulia berjalan ke arah depan rumah sakit karena menganggap mobil Rangga terparkir di bagian depan rumah sakit sehingga mereka tidak bertemu.
"Paman mau ikut gak ke suatu tempat??." tanya Amanda kepada Rangga.
"Ke mana Nak??." tanya Rangga sambil membuka pintu mobilnya.
"Kita pantai yuk paman, kita lihat indahnya sunset, Amanda sudah lama tidak ke pantai" ucap Amanda walaupun Amanda baru-baru ini dia dan Mommy Eliana dari pantai tapi dirinya terpaksa berbohong setelah melihat kondisi Rangga.
"let's go" ucap Rangga sambil melajukan mobilnya dan sekali-kali melirik ke arah kaca spion mobilnya dan berharap Aulia memanggil atau pun mengikutinya. Tapi impian itu hanya tinggal impian belaka dan hanya Rangga yang berharap seperti itu. Karena sampai mobilnya pun berjalan Aulia sama sekali tidak muncul.
Rangga tersenyum kecewa setelah mengetahui kalau Aulia tidak datang untuk mengejarnya.
"Mungkin aku harus benar-benar menghapus semua kenangan indah kita dan aku harus mengeluarkan namamu di dalam hatiku" ucap Rangga yang menghapus jejak air matanya secara diam-diam.
To Be Continued..
Yang sabar yah bang, Abang Rangga inget pepatah Bang " Tak akan lari gunung dikejar, kalau jodoh tak akan lari ke mana".
Kalau menurut othor sih Abang harus terus berjuang selama belum ada janur kuning melambai di depan rumahnya Aulia Maju terus pantang mundur lah Bang. Tapi yah sudah lah kalau Abang sudah memutuskan hal itu, othor tidak tahu harus gimana lagi 🤧🤣🤣🤣✌️.
Yang ikut sedih dengan kisah percintaan Rangga dan dokter Aulia yuk goyang jempolnya untuk like dan komentar yah.. Kalau perlu share juga BDP biar semakin nambah yang baca ✌️🤭🙏.
Makasih banyak atas dukungannya 🙏
Jangan bosan untuk baca novel recehnya fania yah Readers ✌️🙏🙏.
Yang mau gabung grup Chat Fania silahkan yah kk GC Sahabat F3 nama Gcku.
by Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar tgl 14 Maret 2022.