Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 65.Ketahuan Juga


__ADS_3

Happy Reading...


Zack mendapatkan tendangan di bagian perutnya dan tersungkur ke dinding. Zack tak kuasa menahan sakit di bagian perutnya.


Zoe segera berlari dan menuju Arah Zack yang sudah dalam keadaan yang mengkhawatirkan. Bahkan Zack juga Sudah tidak sadarkan diri akibat tendangan dari Arman. Sudut bibir Zack mengeluarkan darah segar.


"Kakak, Ayo bangun Kakak, jangan tinggalin Zoe sendiri, Siapa yang jaga Zoe Kalau Kakak pergi" Ucap Zoe sambil menangis tersedu-sedu melihat kondisi saudara kembarnya.


Mama Elisabeth juga berusaha untuk berdiri walaupun dalam keadaan yang tidak Baik saja. Mama Elisabeth langsung memangku Cucunya.


"Zack bangun dong Nak, Ada Nenek di sini, Nenek mohon bangun" Mama Elisabeth sudah meraung melihat kondisi cucunya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Paman jangan sakiti kami lagi, Zoe mohon ampunilah Kami, Kami tidak punya salah apa-apa Paman?" Zoe berlutut di depan kakinya Arman untuk melepaskan mereka.


Zoe tak kuasa melihat kondisi Kakaknya dan Omanya yang sama-sama tidak sadarkan diri lagi.


"Apa kamu bilang anak kecil?? Kamu emang tidak punya Salah kepadaku, Tapi Ayahmu lah yang Punya kesalahan kepadaku" Ucap Arman.


"Maksudnya Ayahku Punya salah sama Paman??? Itu Tidak Mungkin Paman, Ayahku adalah orang yang paling Baik Sedunia, Tidak pernah menyakiti Orang Lain". Tutur Zoe dengan polosnya.


"Iya itu benar sekali, selama Puteraku masih hidupku Dia Tidak pernah melakukan kejahatan atau pun punya Masalah dengan orang lain" Ungkap Mama Elisabeth.


"Hahahaha!! Lucu sungguh Lucu perkataan kalian, Aku sangat ingin tertawa mendengar perkataan kalian" ucap Arman.


"Andai saja Puteramu masih hidup pasti kalian akan tahu kebenarannya dan kalian akan Mati karena shock mendengar Kejujurannya".


"Sampai kapan pun Arya bukanlah seorang Penjahat atau orang yang menyakitimu Dulu, aku yakin pasti ada kesalah pahaman" Ucap Mama Elisabeth sambil memeluk Zack.


"Karena aku sudah Muak mendengar perkataan kalian, bagaimana kalau aku bunuh kalian Secara bergantian biar kalian tahu Rasanya kehilangan seseorang yang sangat kamu sayangi" Ucap Arman.


Arya Segera menuntaskan perkelahiannya dengan anak buah Penjahat itu setelah mendapatkan sinyal dari alat yang dipakai anak-anaknya.


"Adrian Tolong tangani yang di sini, karena aku mendapatkan sinyal dari alat yang aku pasangkan di Jari Zack dan Zoe". ungkap Arya.


"Cepatlah ke Sana sebelum terlambat" ucap Adrian.


"Arah dari sinyalnya dari tangga di Sana" Tunjuk Arya ke arah tangga yang menuju ke ruang bawah tanah.

__ADS_1


"Hati-hatilah kalian" ucap Adrian.


"ok" ucap Arya


"Makasih Kakak" ucap Delia.


"Hancurkan Semua anggota bajingan itu sampai tidak berbekas" ucap Arya.


"Jangan khawatirkan kami di sini, aku pasti melakukan Sesuai perintahmu" ucap Adrian.


Arya dan Delia berlari menuruni tangga menuju lantai ruang bawah tanah.


Semakin dekat ke ruang bawah tanah, Arya semakin dibuat khawatir dengan keadaan keluarganya. Bahkan Arya sudah berfikiran yang macam-macam.


Arya dan Delia menyiapkan senjatanya untuk berjaga-jaga. Arya mendengar tangisan dari Puteri dan Mamanya sehingga Arya semakin melancarkan larinya.


"Kalau gitu Aku akan menembak kepala cucu laki-lakimu Saja, biar kamu lihat gimana kondisi seseorang menghadapi ajalnya"


Arman langsung mengarahkan senjatanya ke arah kepala Zack. Arman tidak tahan lagi untuk melihat Anak Arya Wiguna Albert Kim Said meninggal dunia.


"Aku hitung 1 sampai 3 yah" ucap Arman.


Mama Elisabeth tidak tahu harus berbuat apa lagi karena apa yang dilakukan oleh Mama Elisabeth tidak membuat pendirian Arman tetap kepada pendiriannya dan goyah untuk menarik pelatuk pistolnya.


"1, 2, Tiga"


Sebelum hitungan terakhir dari Arman Tiba-tiba pintu terbuka dari luar. Hal itu membuat Adrian menoleh ke arah pintu. Arman hanya menyunggingkan senyumnya setelah melihat siapa yang datang dan telah mengganggu kesenangannya.


"Selamat datang di rumahku, rumah yang akan menjadi tempat pemakaman kalian" Ucap Arman.


Baku tembak pun tak terelakkan lagi, Arya langsung maju dan ingin menyerang Arman.


Arya kaget dan shock Setelah melihat siapa sosok yang telah membuat Keluarganya hancur.


Karena Arya yang tidak fokus dengan apa yang dilakukannya saking kagetnya melihat wajah dari big Bos penjahat itu dan tidak sengaja melihat kondisi anak dan Omanya. Sehingga Arya mendapatkan tembakan di bagian lengannya. Untung saja Delia segera menarik tangan Arya untuk menghindari tembakan Arman yang mengarah ke bagian perut Arya. Jadi perut Arya masih selamat dari panasnya timah hitam.


Arya dibuat geram setelah melihat langsung kondisi keluarganya. Bahkan Arya tidak segan menantang Arman untuk beradu otot. Sedangkan Delia menghampiri anak-anak dan ibu mertuanya tanpa melepaskan masker Wajahnya.

__ADS_1


"Untung saja kamu berhasil menghindar dari tembakanku Tapi untuk kali ini saya yakin kamu tidak akan bisa lolos" ucap Arman.


"Kalau kamu berani ayo lawan aku tanpa memakai senjata" ucap Arya.


"Maaf permintaanmu aku tolak" ucap Arman.


Arman segera mengarahkan pistolnya ke arah Mama Elisabeth. Arya langsung menendang pistol yang dipegang oleh Arman.


Hingga perkelahian Mereka Tak terelakkan lagi. Arya dan Arman sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Mereka beradu kekuatan.


Arya dalam perkelahiannya, tidak lupa memberikan kode kepada Delia untuk segera menghubungi Adrian dan anak buahnya untuk datang menyusul mereka dan membantu menyelamatkan Keluarganya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.


Untung saja,bala bantuan dari Suami Eliana telah datang dan langsung mengepung Markas penjahat itu. Suami Eliana Tidak lupa menghubungi pihak kepolisian untuk segera membantu mereka.


Karena Arya tidak Hati-hati di saat ingin memukul wajah Arman, Arman berhasil menghindar pukulan Arya dan membalik keadaan, sehingga Arman berhasil menarik masker wajah Arya.


Arman langsung menampilkan wajah yang shock Setelah melihat siapa pemilik wajah yang ada di balik masker, dan ternyata orang itu adalah Arya Wiguna Albert Kim Said. Orang yang telah dianggapnya meninggal dunia dalam kecelakaan maut itu tapi ternyata ada seseorang yang persis dengan Arya berdiri di depannya.


Mama Elisabeth pun sangat kaget dan hampir pinsang Setelah melihat Wajah puteranya yang dianggapnya telah meninggal dunia dalam kecelakaan maut.


"Arya Apa kah itu kamu nak??" tanya Mama Elisabeth.


Arya tak mampu menjawab pertanyaan dari mamanya. Dan kembali melawan Arman yang sudah seperti orang kesetanan.


"Ternyata kamu belum mampus yah, kamu berhasil selamat dari kecelakaan itu?" terang Arman.


"Alhamdulillah Allah masih berbaik hati melindungi kami dari kejahatan manusia laknat seperti kamu" ucap Arya


"Arya tolong Oma dan Zack Nak, Mereka Sudah tidak sadarkan diri lagi" ucap Mama Elisabeth sambil meraung meratapi Mertua dan cucunya.


"Ayah Tolong Zack Ayah, Zack sepertinya tidak bernafas lagi" terang puterinya.


TBC...


Moga Readers setianya BDP suka dengan bab ini yah🥰💞🙏.


FANIA akan selalu mengucapkan terima kasih banyak kepada Readers yang telah memberikan Dukungannya. Dan Makasih banyak untuk Kakak Readers 🙏🙏 yang telah membantu BDP.

__ADS_1


Fania Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang selalu menunggu Updatenya BDP 🙏🙏.


__ADS_2