Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 291. bahagia


__ADS_3

Happy Reading..


Zoeya yang sedari tadi memikirkan banyak kemungkinan siapa pemilik senjata api yang berada di dalam tas ranselnya tanpa dia sadari perutnya berbunyi. Zoe hanya tersenyum mendengar bunyi perutnya tersebut.


Zoe pun langsung berjalan ke dapur apartemennya untuk membuat makanan, tapi terlebih dahulu memeriksa bahan makanan yang tersisa di dalam lemari pendinginny tersebut karena sudah beberapa hari ini, Zoe belum sempat untuk berbelanja keperluan rumah dan bahan makanan pokoknya.


Zoe pun memutuskan untuk membuat nasi goreng seafood karena kebetulan hanya bahan untuk buat nasi goreng saja yang ada di dalam kulkasnya yang tersisa. Hanya butuh waktu beberapa menit saja, nasi goreng buatan Zoe sudah tersaji rapi dan cantik di atas piringnya.


Saking asyiknya memasak hingga Zoe tidak menyadari jika seseorang sudah berhasil lolos masuk ke dalam Unit Apartemennya untuk menyusup, tapi karena mencium aroma kelezatan dari masakan Zoe membuat orang tersebut melangkahkan kakinya menuju dapur tempat Zoe berada.


Orang tersebut ingin makan gratis dan perutnya yang kebetulan sangat lapar sehingga memutuskan untuk membunyikan bel pintu apartemen Zoe melalui alat khusus yang dipegangnya yang tersambung langsung dengan sistem keamanan Apartemen Zoe yang lumayan canggih dan modern dan hanya orang khusus saja yang mampu menembus pintu tersebut.


Zoe sudah duduk di kursi dan siap menyendok makanan tersebut, tapi tiba-tiba bel pintunya berbunyi.


"Siapa sih yang bertamu malam-malam begini, ini kan sudah jam 8 malam, apa dia tidak tahu kalau aku ini gak bakalan terima tamu kalau sudah jam 8 malam," omel Zoe yang membuat seseorang menyunggingkan senyuman yang sangat tipis.


Zoe menuruni undakan tangga menuju pintu apartemennya yang terbilang butuh beberapa langkah untuk sampai ke sana. Dengan wajah yang cemberut dan masam, Zoe tetap berjalan untuk membuka pintu tersebut.


Zoe membuka pintunya, tapi apa yang dia lihat tidak ada seorang pun yang berdiri di depan pintu. Zoe celingak-celinguk mencari keberadaan tamu yang menekan tombol belnya.


Sedangkan di dalam dapurnya, orang tersebut berjalan cepat ke arah meja makan untuk segera menyantap nasi goreng buatan Zoe. Walaupun makanan itu jarang dia nikmati, tapi membuat senyuman tipisnya mampu nampak diwajahnya.


"Lumayan," ucapnya sambil terus melanjutkan santap makan malamnya.


Hingga tanpa ia sadari langsung bersendawa yang membuat dirinya keheranan dengan reaksi dari tubuhnya setelah menghabiskan seluruh nasi goreng tersebut hingga tandas.


"Ya Allah kurang kerjaan amat sih, bunyiiin bel tanpa berniat untuk masuk," ucap Zoe kembali menutup pintunya rapat-rapat.


Zoe kembali ke arah dapurnya dengan tergesa-gesa karena sudah terlalu lapar. Langkahnya terhenti ketika dia di depan meja makan. Nasi goreng yang masih mengepul asapnya yang sempat dia tinggalkan sementara waktu sudah ludes tak bersisa.


"Kok nasiku habis tak bersisa begini, perasaan tadi Aku belum sempat untuk menyentuh makanan itu sedikit pun, tapi ini habis, apa ada kucing yang masuk ke sini? kalau kucing tidak mungkin lagian kucingnya akan masuk lewat mana, jadi kalau bukan kucing apa dong?" tanya Zoe pada dirinya sendiri dan menengok ke kanan dan kirinya.


"Untung masih ada sedikit yang tersisa di wajan kalau tidak terpaksa harus mesan makanan," ucapnya lagi.


Zoe menikmati nasi goreng buatannya yang tersisa di atas meja. Walaupun hanya tersisa sedikit, tapi bisa membantu untuk menutupi rasa laparnya untuk malam ini. Zoe membereskan perabot masakan yang dipakainya serta peralatan makannya sebelum kembali ke dalam kamarnya.


Orang yang sedari tadi berada di dalam rumahnya yang sudah menghabiskan nasi gorengnya sekarang menggeledah lemari beserta semua barang-barang yang ada di dalam kamar Zoe. Tapi usahanya belum membuahkan hasil yang maksimal. Senjata yang ia cari tidak ditemukan.


Orang tersebut menatap mengelilingi seluruh penjuru kamar tersebut dan sudut mata elangnya langsung melihat sebuah tas ransel yang teronggok di atas ranjang king size. Orang tersebut bergegas ke ranjang tersebut, tapi langkahnya kembali terhenti karena pintu kamar itu berdecit pertanda sang empunya kamar sudah datang.

__ADS_1


"Kok malam ini cuacanya panas banget apa karena aku barusan makan sambel yah jadi keringaten gini?" tanya Zoe sambil mengipas-ngipas baju kaos oblongnya.


Seseorang itu segera bersembunyi dibalik tirai gorden jendela kamar yang berwarna biru laut itu. Sehingga semua pergerakan yang dilakukan oleh Zoe tercetak dengan jelas apa yang dilakukan oleh Zoe. Seperti halnya sekarang yaitu sedang membuka pakaian luarnya dan hanya menyisakan hot pans dan tentop yang membungkus seluruh tubuh putih mulus dan moleknya tersebut.


apa yang dilakukan oleh Zoe tersebut berhasil membuat jakung seseorang naik turun hingga keringatan karena untuk pertama kalinya melihat tubuh yang seksi menurut padangan matanya yang selama ini hanya terbiasa dengan laptop, senjata dan berkas yang menumpuk.


Jakungnya semakin naik turun dan tubuhnya gemetaran dan keringat bercucuran di seluruh tubuhnya saking tidak berdaya nya melihat aksi dari Zoe Saldana yang terbilang sangat menantang birahi seorang pria. Zoe masuk ke dalam kamar mandi yang membuat pria tersebut bisa bernafas lega.


Tubuhnya seakan tidak mampu dia gerakan dengan normal hanya karena melihat kain penutup segita bermuda dan penutup puncak mount Everest membuatnya dag dig dug der dan jantungnya berdetak sangat kencang. Orang tersebut memutuskan untuk meninggalkan segera kamar itu sebelum ada yang terjadi padanya yang tidak mampu dia kontrol lagi.


Sebenarnya bukan pengalaman pertama yang seperti ini terjadi dalam hidupnya bahkan banyak perempuan yang ingin memuaskan malamnya hingga para perempuan itu telanjang bulat pun di hadapannya sama sekali tidak membuatnya berminat untuk bernafsu atau apa pun sejenisnya. Bukannya tidak normal, tapi begitulah kalau dipikirannya hanya senjata dan cara untuk mengalahkan lawan.


Hal tersebut berbanding terbalik 360 derajat bedanya dengan saat melihat tubuh Zoe yang terbilang tidak seksi dengan buah dada, pinggul dan bokong yang terlihat lebih slim, tapi membuat seorang pimpinan gengster mafia hati dan jantungnya berdebar-debar dan berdetak tidak karuan.


Walaupun dalam kondisi yang memakai topeng penutup wajah, tapi tidak menghalangi ke dua bola matanya menikmati suguhan dan tontonan gratis dari Zoe, sedangkan sang pelaku tidak menyadari sama sekali dengan tindakannya yang membuat seseorang cenat cenut.


Black Eagle pun beranjak dari tempat persembunyiannya untuk segera meninggalkan kamar Zoe, setelah Zoe sudah menutup pintu kamar mandi dan dia rasa keadaan sudah cukup aman.


"Nanti aku akan balik ke sini lagi jika dia sudah pergi dari sini."


Black Eagle berjalan ke arah luar apartemen meninggalkan Zoe yang sedang menikmati acara mandinya. Black Eagle langsung melenggang pergi meninggalkan kamar yang membuatnya harus bertarung dengan pikiran dari hasratnya sendiri.


Satu Bulan kemudian..


Hari ini Zoe mendapatkan kiriman makanan dari Neneknya yang diantar langsung oleh Kakak sepupunya Keyna.


"Key sayang," panggil Nenek Elishabet.


Key yang sudah membuka pintu mobilnya terpaksa mengurungkan niatnya dan menutupnya kembali saat melihat Neneknya yang berjalan tergopoh-gopoh dengan menenteng rantang di sebelah tangan kanannya.


Key langsung sigap mendatangi Neneknya agar tidak terlalu terburu-buru untuk menghampirinya.


"Nenek stop!!!" teriak Keyna untuk mencegah neneknya agar berhenti di tempatnya.


Keyna yang berlarian ke arah Neneknya. Neneknya yang melihat hal tersebut langsung menghentikan langkahnya sejenak untuk menunggu kedatangan cucunya.


"Ada apa Nek?" tanya Keyna sesampainya di depan Neneknya.


"Nenek mau minta tolong sama Kamu nak," ucap Neneknya sambil menjinjing rantang makanan ke hadapan Keyna.

__ADS_1


Keyna pun menyambut rantang teresebut lalu mengambil alih dari tangan neneknya itu.


"Nenek minta tolong bawain Zoe Soto ayam ini ke Apartemennya, akhir-akhir ini dia sangat sibuk jadi tolong bawain yah, kasihan kalau dia harus setiap hari makan roti dan jankfood mulu," jelas Ibu Elisabeth.


"Baik Nek," jawab Keyna.


"Zack mana sayang, kok gak bareng sama Kamu?" tanya Neneknya yang celingak-celinguk mencari keberadaan cucunya Zack saudara kembarnya Zoe.


Wajah Keyna langsung sendu mendengar perkataan dari neneknya.


"Sepertinya Zack sudah jalan duluan Nek," jawabnya.


"Hati-hati kalau gitu sayang, ingat jangan ngebut yah," titah neneknya.


Keyna hanya menganggukkan kepalanya dan mulai melajukan mobilnya ke arah pintu pagar rumahnya. Sebelum ke kampusnya, Keyna terlebih dahulu singgah ke apartemen sepupunya Zoe sesuai dengan permintaan Neneknya.


"Aku harus terbiasa hidup tanpa Zack dan mungkin jalan yang terbaik aku membuang jauh dari dalam hatiku."


Bonus Visualnya Zoeya Saldana Kim Said, Keyna Putri Mark dan Amanda Putri Mark.



Si cantik Keyna calon pengacara hebat



Kalau yang ini si manis Amanda calon desainer



..........


Semoga suka dengan visualnya, kalau ada yang ingin berimajinasi sendiri mana visual mereka yang cocok silahkan karena itu sesuai dengan kehaluan othor saja.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏


Fania ucapkan makasih banyak yang sebesar-besarnya 🥰🙏.


...********To Be Continued********...

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Jum'a, 03 Juni 2022


__ADS_2