
Happy Reading..
Arya berjalan ke ruangan khusus yang biasa mereka pakai untuk pertemuan jika berada di kediaman utama keluarga Wiguna.
Arya berjalan seperti biasa tanpa ada beban kalau dirinya sudah dinantikan kehadirannya sedari tadi. Tatapan dari ketiganya langsung menghunus dan seakan-akan menghujani beberapa pertanyaan ke arah Arya. Arya malahan tidak menanggapi pandangan mereka.
"Akhirnya sang big bos datang juga, Kami sudah lumutan nungguin Kamu," ucap Dimas.
"Maaf ada insiden kecil yang terjadi di jalan saat saya balik dari Rumah Sakit," jawabnya.
"Di jalan atau di Kamar Arya Wiguna Albert Kim Said?" tanya Adrian yang sangat mengerti dengan sikap dan karakter adik angkatnya yang sekaligus Kakak iparnya itu.
"Hahahaha, Kamu kalau ngomong sering ada benarnya dan tahu saja."
Arya duduk di hadapan mereka dan menatap ke arah Anton. Sedangkan yang ditatap sangat mengerti serta sigap untuk segera bertindak sesuai keinginan Bosnya. Anton membawa ke hadapan mereka sebuah tas lusuh, cumal dan kotor.
"Ini apa?" tanya Aditya yang tidak mengerti dengan tas lusuh itu yang Anton bawa kehadapan mereka.
"Buka dan periksa saja, dan semoga kita dapat bukti atau pun petunjuk tentang kejahatan Putri, Aku khawatir nanti psikopat penyakitnya kambuh dan bisa membahayakan nyawa Alan yang berada di rumahnya.
Aditya beserta yang lainnya segera memeriksa tas tersebut dengan cara mengeluarkan semua barang-barang yang ada di dalam tas itu hingga isinya kosong melompong. Dari tas itu terdapat map yang berisi berkas, kaset piringan DVD player, Handycam serta flash disk.
Mata mereka terbelalak tidak menyangka dengan tas yang sudah kusam, lusu itu ternyata isinya benda-benda yang sangat penting. Mereka masing-masing mengambil satu lalu memeriksanya langsung untuk mengetahui isinya.
Aditya langsung mencolok flashdisk tersebut ke dalam laptopnya, Arya membaca dengan seksama isi dari berkas tersebut, Adrian menyalakan handycam yang merek S itu, sedangkan Dimas memasukkan piringan kaset dvd itu ke dalam VCD yang baru saja dia colok stok kontaknya ke tembok.
Mereka secara bersamaan berteriak kencang dan terkejut melihat isi dari barang-barang yang mereka periksa itu.
"Ini tidak mungkin, aku harus percaya atau tidak dengan apa yang ada di dalam flashdisk ini, tapi ini nyata putri yang sudah membuat Alan harus operasi plastik dan wajahnya disamakan persis dengan tunangannya yang kebetulan meninggal dunia saat kecelakaan maut itu yang bersamaan dengan kecelakaan Alan," jelas Dimas.
"Di dalam handycam ini, putri kerap kali menyiksa anak buahnya serta asisten rumah tangganya walaupun mereka tidak melakukan Kesalahan apa pun," tutur Adrian.
"Kalau di sini adalah rekaman saat Putri melakukan transaksi untuk membeli beberapa senjata ilegal melalui jalur bawah tanah dan saat dia membeli obat penghancur jazad yang pernah dia berikan pada jazad yang dikira itu Alan di negeri C," jelas Aditya.
"Dan ternyata Putri itu pasien yang memiliki kepribadian ganda, dan dokter yang menanganinya selama ini pun sudah dihabisi nyawanya oleh Putri, karena dokter tersebut tidak ingin bekerja sama dengan putri untuk membuat rekam hasil tes Kesehatannya untuk mengelabui ke dua orang tuanya," terang Arya lagi.
__ADS_1
"Berarti putri selama ini menutupi penyakitnya dari ke dua orang tuanya serta kita semua," ucap Arya.
"Dan tujuannya agar dia bebas melakukan aksi kejahatannya tanpa tercium hingga ke telinga polisi," ucap Aditya.
"Hari minggu lusa adalah hari pernikahan Rian dengan Putri yang seharusnya hanya bertunangan saja, tapi karena kita sudah menjadi batu sandungan dalam setiap kejahatannya sehingga dia mempercepat langkahnya," ucap Adrian sambil melihat foto asli dari Putri.
"Arya segera perketat pengamanan di sekitar area rumah sakit terutama kamar perawatan Ibu itu, Saya yakin putri sudah mengirimkan seseorang untuk menghabisi dan mencari bukti yang berhasil kita dapatkan."
"Kalau masalah itu masalah itu kalian tidak perlu risaukan, karena Papa sudah menambahkan beberapa anak buah Papa di sekitar kamarnya dan juga di sekeliling anggota keluarga kita, Kita sama sekali tidak boleh lengah sedikit pun," ucap pak Hendry yang sudah berada di dekat mereka.
"Apa yang dikatakan paman Hendry benar banget, pasti Putri akan melakukan rencana yang besar dan siap mereka laksanakan dan kita perlu harus selalu waspada dan berhati-hati."
"Jadi apa yang kamu akan lakukan Arya untuk mengungkapkan semuanya di depan kepolisian agar mereka segera menindak lanjuti kejahatan Putri, karena tidak boleh dibiarkan begitu saja, jika tidak segera diatasi dengan tepat dan cepat maka kemungkinannya akan semakin banyak korban jiwa yang meninggal sia-sia di tangan Putri di psikopat itu,"
"Saya akan membuka kejahatannya di saat pesta sebelum akad nikahnya bersama Rian, tapi kita harus mencari orang yang paling tepat untuk menyusup ke dalam rumahnya dan kalau bisa kita cari anak buah kepercayaannya yang bisa kita peralat dan andalkan," terang Arya.
"Tapi yang jadi Masalahnya siapa diantara anak buah putri yang bisa kita andalkan?" tanya Aditya.
"Gimana kalau ibu itu yang sudah memberikan kita bukti secara cuma-cuma, saya yakin kita bisa memanfaatkan ibu itu dan kalau perlu dekati dia dengan berbagai macam alasan yang bisa membuat dia tersentuh sehingga dengan suka rela membantu kita, gimana menurut kalian,? tanya Arya sambil menelisik ke wajah mereka satu persatu.
"Kalau menurut Aku itu ide yang bagus Arya, karena untuk mencari orang dalam pasti butuh waktu dan proses yang lama, apa lagi setahu Saya sangat sulit untuk mempengaruhi anak buahnya Putri," jelas Dimas.
"Baiklah kalau gitu kita ke rumah Sakit segera sebelum terlambat," ucap Adrian.
"Bagaimana dengan senjata yang Saya pesan dari Jerman, apa kalian sudah periksa dan mengetesnya?" tanya Arya.
"Sudah beres, dan saya yang mengetes langsung puas dengan hasil kerja dari senjata api itu, dan Saya yakin apa yang menjadi masalah dulu saat melawan anak buahnya pasti tidak akan terulang kembali," jelas Dimas.
"Berarti kita sudah siap untuk menjalankan rencana kita dan semoga ibu itu bersedia bekerja sama dengan kita," harap Arya.
"Dimas dan Adrian ikut bersamaku ke RS DA, dan Arya bersama papa di sini saja sementara waktu, oiy Pa kapan Arman dan Ratna pulang dari bulan madunya?, tanya Arya sambil menghabiskan minumannya yang berada di dalam gelas mug tersebut.
"Insya Allah mereka akan sampai di tanah air Sore ini mungkin sekitar jam 3," jawab pak Hendry.
"Berarti Arman bisa membantu kita,setahu Saya Arman adalah teman kuliahnya Putri di Oxford university iya kan Pa?" tanya Arya.
__ADS_1
Arya kembali menikmati kue dan kopi yang disuguhkan oleh Delia tadi.
"Iya betul sekali dan mereka juga menjalin kerjasama dalam membuka hotel yang ada di Pusat Kota , Tapi Papa yakin jika Arman pasti akan terkejut dengan kenyataan yang ada jika dia tahu aslinya Putri bagaimana," ucap Pak Hendry yang menerawang jauh saat mereka sering bertemu dengan Putri.
"Kalau gitu kami pamit dulu ke RS," ucap Arya dan mengambil dua buah pistol baru yang dia beli.
"Berhati-hatilah karena lawan kalian bukan lawan yang mudah untuk dikalahkan dan hubungi Kami jika kalian butuh bantuan," ucap Pak Hendry sambil memukul lembut lengan Arya.
"Baik Pa dan Makasih banyak bantuannya," ucap Arya tulus dari dalam lubuk hatinya yang terdalam.
Mereka masing-masing memakai mobil. Arya bersama Anton dan Andrew sedangkan Dimas satu mobil dengan Adrian. Mereka tak lupa membawa beberapa senjata api sebahagia alat perlindungan mereka.
"*Mereka sudah meninggalkan kediaman mereka, kalian bersiaplah dan ingat jangan sampai Kalian gagal lagi."
"Baik Bos, kami tidak akan mengecewakan bos, Tanya saja Nona Muda untuk menyiapkan bonus kami*."
Arya sedari meninggalkan ke Diaman ke dua orang tuanya, sudah merasa ada yang aneh dan janggal. Arya melihat mobil Jeep Cherokee limited edition yang mengikutinya dan sejak dari rumah Sakit mobil itu selalu mengekor di belakangnya.
Arya segera menekan nomor hp Dimas dan Dimas segera mengangkat telponnya.
"Dimas berhati-hati lah ada tiga mobil Jeep yang mengikuti kita, dan persiapkan senjata kalian kita akan berpesta untuk meladeni mereka," lalu Arya mematikan sambungan teleponnya.
"Ok, sesuai instruksi saja."
Ternyata Putri wanita yang tidak mudah dikalahkan, tapi semoga kali ini Arya dan keluarganya selamat dan berhasil menumpas kejahatan Putri dan antek-anteknya.
.............
Semoga suka dengan bab ini, Maaf jika sangat banyak kekurangan dalam novel receh Fania yang masih belajar menulis novel yang bersumber dari kehaluan Fania sendiri.
Jangan Lupa untuk selalu memberikan dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian BDP dengan Cara Like, Favoritkan, Rate Bintang 5 Yah.
*Makasih Banyak 🥰
...*********To Be Continued******...
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahra
Makassar, Rabu 25 Mei 2022