Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 143. Perasaan


__ADS_3

Happy Reading..


Rina dan Emre saling berbagi suka dan duka. Ruangan pribadi Emre menjadi saksi bisu ungkapan cinta mereka. Mereka sudah menikah kurang lebih 9 bulan tetapi belum ada di antara mereka yang mengungkapkan perasaannya masing-masing.


Malam ini Rina mencurahkan segala isi hatinya di depan Emre. Rina sudah memutuskan untuk berterus terang kepada Emre bahwa dirinya sudah mengetahui kalau Dia tahu bahwa Emre lah yang menjadi Pria yang ada di malam itu.


Emre terkejut dengan penuturan Rina. Emre tidak menyangka kalau Rina tahu hal itu tanpa Dia jelaskan sebelumnya.


"Bang, Adek mau tanya apa yang terjadi sebenarnya sama Abang malam itu??" Tanya Rina yang masih duduk dipangkuan Emre.


"Iya, Abang akan jelaskan semuanya tapi Abang minta jangan sekali-kali marah atau pun kamu berani untuk meninggalkan Abang" ucap Emre sambil menoel hidung istrinya.


Emre pun mulai menjelaskan permasalahan yang Dia alami malam itu. Emre pun sangat menyesal kejadian itu karena dirinya tidak bisa melawan dan mengontrol dirinya sendiri dari pengaruh obat perang****. Tapi Emre bersyukur karena kejadian itu membuat Dia bisa bertemu dengan Rina dan akhirnya menikah.


Emre bersyukur karena sampai sekarang Rina belum menunjukkan tanda-tanda kalau Dia marah dengan kejadian itu. Tapi Emre tetap was-was. Jika tiba-tiba E na ngamuk atau pun marah-marah karena itu adalah resiko dari kesalahannya yang tidak Emre inginkan.


Rina pun menteskan air matanya karena Dia sudah tahu kalau Emre juga tidak bersalah sepenuhnya dalam hal itu bahkan Itu Emre juga sudah berusaha untuk menahan godaan.


"Rina, Abang sangat mencintai kamu bahkan Abang rela meninggalkan semua Yang Abang miliki yang penting kamu dan Baby Sha ada bersamaku" ucap Emre yang penuh kesungguhan.


Rina mencoba mencari kebohongan dari dalam matanya Emre. Tapi Rina tidak menemukan kebohongan atau pun keraguan sedikit pun. Rina sangat bersyukur dan beruntung bisa dicintai oleh Emre dengan tulus padahal perbedaan antara mereka sangatlah banyak bagaikan langit dan bumi. Tetapi Cinta dan kasih sayang mereka tulus apa adanya.


"Walaupun keluarga Abang menentang hubungan kita berdua??". Tanya Rina.


Entah kenapa Rina bisa mengucapkan kata-kata itu dan dengan mudahnya kata-kata itu meluncur dari bibirnya Rina.


Emre langsung menciu*** bibir Rina agar Rina berhenti berucap sepatah kata pun. Setelah pasokan udara segar hampir habis dari paru-paru Mereka. Sehingga mereka menghentikan ci***nya.


"Bang, kapan kita langsungkan pernikahan kita??" tanya Rina.


"Sebaiknya secepatnya sayang, karena aku sudah tidak tahan untuk..." ucapan terakhir dari Emre hanya Rina tahu karena Emre berbisik di telinga Rina.


Semburat merah langsung tercipta dari wajah Rina. Rina malu-malu mendengar perkataan Emre yang menurutnya agak terbuka dan vulg***.

__ADS_1


"Insya Allah Abang, Rina akan penuhi kewajiban Rina Setelah kita menikah kembali" ucap Rina yang telah menundukkan wajahnya yang tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang sudah memerah.


"Jangan memandang Lantai tapi pandanglah wajah Abang Rina". ucap Emre sambil mengangkat dagu Rina agar Rina menatapnya.


Emre kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Rina. Dinding dan tembok beserta perabot ruangan kerja Emre menjadi saksi bisu cinta mereka.


Dua bulan kemudian, Hari ini Adalah hari acara Aqiqah princess nya Emre dan Rina. Emre dan Rina memberikan nama kepada putrinya yaitu Shaqeela Eleanor Putri Emre. Nama itu Rina pilih karena menurutnya indah dan bagus. Baby Sha Tumbuh menjadi Baby yang lucu dan menggemaskan. Baby Sha membuat hari-hari Emre dan Rina semakin berwarna. Rina memutuskan untuk memberikan ASI eksklusif pada baby-nya, hingga baby Sha berumur 1 tahun.


Acara Aqiqahan Baby sha berlangsung sederhana karena Rina tidak menginginkan sesuatu yang terlalu berlebihan. Rina dan Emre hanya mengundang beberapa ibu-ibu pengajian dan anak panti asuhan yang ada di bawah naungan yayasan DA.



Rina sengaja menunda Aqiqahan Putrinya karena kondisi kesehatan ibunya Rina yang kurang baik. Karena itu lah Rina dan Emre belum juga melaksanakan Aqiqahan Baby Sha dan belum bisa berangkat ke Turki karena kondisi ibunya Sampai sekarang yang belum stabil. Rina dan Emre juga melangsungkan akad nikahnya yang ke dua setelah Rina melahirkan.


Kebahagiaan Rina lengkap sudah R dan semua ini berkat dari suaminya yang selalu mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya kepada Rina dan putrinya yang tulus. Rina tidak menyadari bahwa kalau di depan sana akan banyak cobaan dan ujian yang akan Rina dan Emre hadapi.


5 Bulan kemudian, Emre dan Rina Akhirnya bisa juga berangkat ke Turki. Rina dan Putrinya akan disambut oleh keluarga besar Emre yang tentunya banyak macam karakter dari keluarga besar Emre yang kemungkinan besar Akan menjadi batu sandungan dalam rumah tangga Emre dan Rina.


Dimas dan Dessy melaksanakan kunjungan kerja ke Australia. Sebenarnya Arya yang seharusnya berangkat ke Australia tetapi cabang perusahaan DA yang baru mereka bangun yang ada di Inggris menghadapi ujian. Sehingga Dimas lah yang berangkat ke Australia untuk ke Dua kalinya bersama Dessy.



Dimas kembali ditugaskan ke Australia untuk mengerjakan proyek Mega besar bersama salah satu Rekan bisnis Arya. Tetapi Dimas tidak ingin sendiri ke Australia dengan berbagai cara dan akal.


"Dessy Big bos menyarankan Kamu yang temani aku ke Australia" ucap Dimas di depan Meja kerja Dessy.


Sementara Desy masih sibuk dengan komputernya. Dessy mendengarkan perkataan Dimas tapi tangannya tetap melanjutkan ketikannya.


"Dess kamu dengar aku gak?? Aku kok ngomong sama Komputer Cantik yah??" ucap Dimas yang greget dengan sikap Dessy yang cuek.


"Ayo lah Dessy ngomong dong ga asyik loh ngomong sendiri" ucap Dimas yang langsung mengambil ballpoint yang dipegang oleh Dessy.


"Pak Dimas yang terhormat, Saya ni sedang sibuk Pak, apa bapak tidak lihat" ucap Dessy sambil berusaha merebut ballpoint yang dipegang oleh Dimas.

__ADS_1


"Kalau kamu mau ambil kembali punya kamu ini silahkan tapi itu pun kalau kamu bisa" ucap Dimas yang langsung memasukkan pulpen Dessy ke dalam kemeja jasnya.


Dessy tidak peduli dengan pulpen tersebut. Dessy kemudian membuka laci mejanya dan memperlihatkan isi mejanya kepada Dimas yang berisi aneka macam dan merek pulpen.


Dimas salah tingkah menghadapi Dessy. Bagi Dimas baru kali ini Dia menemukan cewek yang susah untuk ditaklukkan. Bahkan Rina jika didekati dengan berbagai modus pasti Dessy akan mengjauhi Cowok teresebut termasuk Dimas.


Sikap Dessy yang cuek lah yang membuat Dimas tertantang untuk menaklukkan hati Dessy. Tapi tidak semudah itu untuk menaklukkan hati Dessy. Segala upaya dan daya telah Dimas lakukan tetapi hati Dessy masih tertutup dan membeku. Dessy belum mau dan belum ada niat untuk menjalin hubungan dengan siapa pun padahal banyak keluarga ataupun kolega bisnis ayahnya yang ingin menjodohkannya tetapi Dessy menolak keinginan mereka dengan halus.


Dessy tidak mau kesalahan dan kegagalan dalam berumah tangga Dessy kembali alami. Dessy tidak ingin masa lalunya berulang kembali menjadi jilid ke Dua. Cukup sekali Dessy kecewa dan terluka dengan pilihannya sendiri.


"Dessy, Big bos menyarankan kita malam ini berangkat ke Sidney" ucap Dimas yang bertopang dagu di depan Dessy.


"Ok kalau itu keputusan Pak Arya" ucap Dessy.


"Kamu aku jemput yah, kita barengan saja berangkatnya ke Bandara" ucap Dimas.


"Terserah dari bapak saja gimana baiknya" ucap Dessy yang tetap melanjutkan pekerjaannya.


"Aku jemput kamu habis Magrib yah" ucap Dimas sambil mengedipkan matanya dan berlalu keluar kantor Dessy.


Dessy tersenyum melihat tingkah Dimas yang menurutnya lucu, sikap Dimas tersebut menjadi hiburan Dessy disaat Dia lelah dan capek menghadapi pekerjaannya. Tapi Dessy tetap lah Dessy yang sudah terlanjur patah hati dan trauma untuk membina suatu hubungan jadi bagi Dessy sikap Das itu cuma sebagai permainan dan lucu-lucuan saja.


Malam harinya Dessy dan Dimas otewe ke Sidney, Australia. Dimas naik pesawat komersial bersama dengan Dessy. Dimas sengaja memakai pesawat biasa saja, dulu Dimas ke Sidney memakai pesawat pribadi Perusahaan.


TBC...


📢Typo mohon dimaklumi yah kakak Readers 🙏📢


Fania belajar Crazy up nih tapi ternyata gak mampu mata ni menatap layar hp Lama.😢😢🤧. Buat Babnya Alhamdulillah bisa Cuma yang jadi masalah kemampuan mata yang sudah minus 😢😓😭🙏🙏.


Sudah 3 hari rutin up jadi mata agak kabur jadinya 🤧🤧🙏🙏.


Mohon bantuan BOOM LIKEnya kakak 🙏✌️🥰

__ADS_1


__ADS_2