Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 149. Kejadian yang Tidak Terduga


__ADS_3

Happy Reading..


Dessy dan Dimas sudah berada di depan Presdir dari perusahaan Edward Company. Mereka sudah membahas rincian kerjasama yang akan mereka lakukan. Tetapi karena pak Edward ingin ke Dubai sehingga beliau terpaksa mengalihkan ke tangan putra sulungnya.


"Maafkan Saya yang tidak bisa menemani kalian lebih lama karena Saya akan berangkat ke Dubai sebentar lagi, dan Saya berharap kita bisa bekerja sama dengan baik dan pastinya saling memberikan keuntungan yang besar" ucap Presdir Edward Company.


"Kami pun berharap demikian pak dan semoga Kerja sama kita ini berjalan dengan sukses dan berkesinambungan" ucap Dimas sambil berjabat tangan dengan Pak Edward.


"Siap, tapi mohon maaf pembicaraan kita ini putraku yang kan mengambil alih" ucap Pak Edward yang sudah menunggu kedatangan putranya dan selalu memperhatikan jam ditangannya.


Pintu pun terbuka dan masuklah seorang Pria yang masih muda dan tentunya tampan dan bisa menghipnotis perempuan yang ada di sekitarnya. Dimas dan Dessy menoleh kebelakang saat pintu berdecit tanda ada yang masuk. Betapa kagetnya mereka setelah mengetahui siapa putra dari pak Edward, yang ternyata Dia adalah Aditya yang tidak lain adalah sahabat Arya.


Aditya berjalan ke arah kursi kebesarannya dan berdiri di samping Ayahnya.


"Kenalkan ini putra sulungku, Aditya Alexander Maulana" ucap pak Edward sambil memperkenalkan putranya kepada Dimas dan Dessy.


"Kami tidak perlu kenalan pak, mereka sahabat Saya dari Indonesia" ucap Aditya yang memeluk tubuh Dimas karena sudah hampir 1 tahun mereka tidak bertemu walaupun hubungan mereka biasa-biasa saja.


"Syukurlah kalau gitu, berarti ke depannya kalian bisa cepat kompak dalam menyelesaikan kerja sama ini" ucap Pak Edward.


"Alhamdulillah pak dan kami juga berharap kerjasama ini berjalan dengan lancar dan sukses" ucap Dimas sambil menjabat tangan Pak Edward.


Pak Edward tanpa sengaja melihat pergelangan tangan putranya ada gelang yang semakin dia perhatikan semakin dia kenali. Gelang itu sangat familiar di matanya. Tetapi karena terburu-buru sehingga pak Edward tidak memiliki kesempatan untuk bertanya kepada putranya perihal tentang Gelang itu.


"Kalau gitu Dady pamit yah pesawat Dady sudah Mau berangkat" ucap pamit pak Edward kepada anaknya dan kliennya.


"Makasih banyak atas kerjasama ini" ucap Dimas.


Pak Edward hanya membalas ucapan mereka dengan senyuman.


Mereka berbincang-bincang sambil membahas rencana proyek kerjasama mereka. Hingga waktu makan siang. Dimas dan Dessy pamit kepada Aditya karena pekerjaan mereka sudah selesai dan sudah waktunya makan siang.


"Kami pamit pulang yah, sudah lapar juga" ucap Dimas.


"gimana kalau kalian aku yang traktir makan siang, kebetulan aku juga mau makan tapi tidak ada teman" ucap Aditya.


"Ide yang bagus tuh, tapi Aku masih ada seseorang yang nunggu, gimana kalau adikku itu ikut gabung dengan kita" ucap Dimas.


"Silahkan ajak juga adikmu biar lebih Ramai lagi" ucap Aditya.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju parkiran mobil sedangkan Dimas menelpon Hyuna terlebih dahulu karena dirinya tidak melihat dan menemukan Hyuna di tempat semula.


"Aku Sherlock lokasi tempat Resto itu ke nomor kamu" ucap Aditya sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"Ok" ucap singkat Dimas. Kemudian Dimas menghubungi nomor handphone Hyuna.


"Halo kak, Aku di mobil nih ngantuk soalnya" ucap Hyuna sambil merapikan pakaian dan make up-nya karena tertidur pulas di dalam mobil.


"Tunggu kami di sana yah, kami akan ke situ" ucap Dimas.


"Siap kak" ucap Hyuna.


Setelah beberapa saat kemudian, mereka sudah masuk ke dalam Resto tempat mereka janjian dengan Aditya. Sedangkan Aditya Sibuk memilih makanan yang pas dan cocok di lidah mereka. Tanpa memperhatikan siapa saja yang masuk ke dalam Resto. Aditya memilih private room. Saking sibuknya memilih Makanan sampai dirinya tidak menyadari kalau Hyuna duduk manis di sampingnya. Sedangkan Hyuna pun tidak menyadari bahwa siapa sosok pria yang duduk di sebelahnya. Aditya hanya merasakan ada hal aneh terjadi dalam dirinya. Sesuatu yang hampir satu tahun ini Dia tidak rasakan lagi tetapi setelah ada seseorang yang duduk di sampingnya. Gejolak dari dalam dirinya muncul lagi. Ada pergerakan aneh dari bawah sana. Aditya pun heran karena tidak ada cewek yang menggo*** tetapi kenapa bisa ada pergerakan dibagian bawahnya. Dan selama Dirinya di Australia Aditya tidak pernah lagi datang ke klub malam karena hal itu percuma saja Aditya lakukan. Setiap kali Aditya berdekatan dengan cewek lain bahkan cewek tersebut sudah telanj*** di depan Aditya tapi hasilnya tetap sama dan akan sia-sia.


Karena Aditya penasaran sehingga Dia mengangkat kepalanya dan menoleh ke samping kanannya.


Betapa kagetnya Aditya setelah mengetahui siapa sosok orang yang duduk di sampingnya. Sedangkan Hyuna pun kaget dengan Pria tersebut.


"Kamu" ucap mereka bersamaan.


Hal ini membuat Dimas dan Dessy kaget dengan reaksi ke duanya yang menurut mereka aneh. Dimas dan Dessy hanya bisa bengong dan menonton aksi Aditya dan Hyuna yang seperti Tom and Jerry saja.


"Saya yang seharusnya bertanya kepada kamu, apa yang sedang kamu lakukan di sini haaaaah??." ucap Aditya karena tidak tahan dengan gejolak di bawah sana.


Aditya tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah berdekatan dengan Hyuna. Karena Aditya selalu berusaha menahan dirinya dari sesuatu.


"Kira-kira menurut kamu apa yang cocok Saya lakukan di sini??." ucap Hyuna sambil mendekat ke arah Aditya.


Sedangkan Aditya mundur dan bergeser ke arah kiri Kursi.


"Orang-orang ke Restoran pasti mau makan tidak mungkin mau beli pakaian" ucap Hyuna yang semakin maju ke arah Aditya.


Sedangkan Aditya yang sudah terpojok akhirnya terjatuh ke lantai. Hal ini membuat Hyuna tertawa terbahak-bahak melihat wajah Aditya yang memerah dan terduduk di lantai.


Sedangkan Dimas tidak tahu harus berbuat apa-apa, Dimas tidak mengerti dengan tindakan dari adik sepupunya itu. Deasy pun ikut diam saja tanpa harus ikut campur dalam urusan mereka.


Aditya tidak ingin dianggap lemah oleh Hyuna akhirnya Aditya bangkit dan langsung berdiri dan menegang tangan Hyuna. Aditya tidak tahu apa yang sedang terjadi kepadanya. Karena semakin dekat dirinya dengan Hyuna maka semakin ingin pula dia melakukan sesuatu kepada Hyuna. Aditya seakan-akan lupa di mana dia berada. Akhirnya Aditya memegang tengkuk Hyuna dan langsung mencium bibir Hyuna. Hyuna kaget dan tidak percaya dengan keberanian Aditya yang mencium bibir nya di depan orang lain.


Semakin lama cium*** Aditya mulai lembut yang awalnya agak kasar sedangkan Hyuna yang awalnya menolak sekarang sudah mulai bisa membalasnya. Hal itu terjadi beberapa saat.

__ADS_1


Dimas tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, Dimas pun ikut terbawa arus setelah melihat ke dua sejoli itu. Dan Dimas buru-buru menutup mata Dessy seakan-akan Dessy anak di bawah umur saja.


Dessy menolehkan wajahnya ke kiri karena tidak ingin melihat adegan itu. Entah kenapa Dessy juga merasakan sesuatu yang aneh ketika jari tangan Dimas menyentuh wajahnya. Ada perasaan hangat yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Tapi Dessy menepis perasaan itu dan tidak ingin terbawa arus.


"Iiih Dimas apa yang kamu lakukan??." ucap Dessy yang suaranya cukup besar dan membuat Aditya menghentikan ciu****.


Hyuna sangat Malu dengan apa yang terjadi dengannya dan Aditya. Wajahnya sudah memerah seperti tomat saja. Karena tidak kuasa menahan malu Akhirnya Hyuna berlari ke arah luar. Sedangkan Aditya masih menyentuh bib*** yang masih basah. Aditya tersenyum mengingat kejadian yang barusan terjadi.


"Maaf, Aku hanya membantu untuk tidak melihat apa yang mereka lakukan Dessy" ucap Dimas sambil menurunkan tangannya dari wajah Dessy.


"Emangnya aku anak kecil yang tidak bisa membedakan mana yang baik untuk saya dan mana yang tidak cocok" ucap Dessy yang jengkel dengan sikap Dimas.


Dessy pun mengambil tasnya dan berjalan ke luar meninggalkan ruangan Resto tersebut. Mereka tidak ada yang makan siang. Sedangkan Aditya seperti orang bodoh yang terus tersenyum dan tangannya tidak lepas dari bibirnya yang selalu menyentuh bekas bibir Hyuna.


Sedangkan Dimas berlari ke luar untuk mengejar Dessy dan Hyuna. Tapi Dimas tidak tahu mau mengejar siapa dulu. Dimas pun dibuat pusing sehingga Dimas kembali ke dalam Resto dan meminta tolong kepada Aditya untuk membantunya mencari Hyuna. Dimas memukul lengan Aditya agar Aditya bangun dari khayalannya.


"Aditya bangun" ucap Dimas sambil memukul lengan Aditya.


Aditya pun tersadar dari khayalannya. Dan malu dengan kelakuannya sendiri.


"Kamu bisa tolong aku gak, cari Hyuna soalnya aku ingin mencari Dessy yang ikut pergi entah ke mana" ucap Dimas kepada Aditya.


Aditya hanya menganggukkan kepalanya dan bergegas mengambil kunci mobilnya dan berlari ke arah mobilnya. Dimas pun melakukan hal yang sama.


Mereka masing-masing Mencari pujaan hatinya. Tetapi sampai sore hari, Mereka belum menemukan jejak dari ke dua perempuan itu. Mereka sudah berusaha menelpon nomor hp masing-masing tetapi nomor handphone mereka tidak ada yang aktif. Dimas dan Aditya sudah dibuat frustasi dengan hal ini.


TBC..


Dimas dan Aditya dibuat frustasi dengan menghilangnya Hyuna dan Dessy.


kira-kira Mereka ke mana yah atau jangan-jangan mereka ke gc mulung poin lagi untuk persiapan gift ke BDP yah???🤔🤔🤔🤭✌️🙏


Alhamdulillah Fania bisa update pagi ini.


Jangan lupa untuk tetap mendukung BDP yah Readers 🙏🥰.


By FANIA Mikaila AzZahrah.


Makassar, 06 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2