
Happy Reading..
Delia Akhirnya menyelesaikan Packing barang-barangnya yang akan mereka bawa pulang ke Tanah air tercinta. Saking capeknya Delia ketiduran tanpa membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur. Bahkan kedatangan Suaminya pun Delia tidak sadari.
Arya dengan sigap mengambilkan Air hangat dan kain, kemudian membersihkan tubuh Delia, kemudian menggantikan pakaian Delia. Arya senyum-senyum sendiri melihat tubuh Delia yang po*** dan sekuat tenaga menahan sesuatu yang sudah bergejolak di dalam dirinya.
Karena Arya membersihkan seluruh tubuh istrinya. Arya tidak ingin Delia sakit Hanya karena gara-gara lupa membersihkan badannya sebelum tidur.
Arya Segera ke dalam kamar mandi untuk mengguyur sekujur tubuhnya dan untuk menghentikan fikirannya yang sudah traveling ke mana-mana. Arya sebenarnya bisa melakukan hal itu,tapi Arya tidak ingin mengganggu istirahat Delia.
Setelah membersihkan Tubuhnya sendiri Arya menemui Uncle Park untuk menanyakan perihal tentang Oleh-oleh yang akan mereka bawa pulang ke Indonesia. Arya tidak mau dihujat dan dibully oleh Reader jika tidak membawa oleh-oleh khas Korea Selatan untuk para pembaca setia BDP.
"Assalamualaikum uncle Park" ucap salam Arya.
"Waalaikum salam Nak" jawab Uncle Park.
Uncle Park sedang menikmati kopinya di meja dapur. Uncle Park segera berdiri ingin membuatkan Arya secangkir minuman tapi Arya segera melarang Uncle Park.
"Tidak usah Uncle, biarkan Arya sendiri yang buat, Uncle Park lanjutkan saja minum kopinya" ucap Arya yang melarang uncle Park membuatkan minuman untuk dirinya.
Arya dengan telaten dan cekatan membuat minuman kesukaannya. Arya tipe suami yang paling mengerti dengan keadaan. Bahkan Arya tidak ingin selalu memerintah kepada orang lain Jika Arya membutuhkan sesuatu.
Setelah minuman Arya selesai, Arya segera mendatangi Meja dapur dan duduk di sebelah kursi Uncle Park.
"Udah lama di sini uncle Park??" Tanya basa-basi Arya.
"Baru saja Nak" jawab uncle Park.
"Uncle apa barang-barang yang aku suruh beli semuanya sudah siap??" Tanya Arya.
"Alhamdulillah semuanya sudah siap dan beres nak, tinggal diangkut ke pesawat Saja" ucap uncle Park.
"Alhamdulillah kalau gitu, Makasih Banyak uncle" ucap Arya.
"Nak tolong bicarakan lagi dengan Istrimu tentang amanah Dari Ibunya Delia, Uncle Park merasa sangat Sedih Jika Amanah terakhir adikku Belum bisa dipenuhi". Ucap uncle Park yang sudah meneteskan air matanya Jika mengingat kembali nasib Adik angkatnya.
"Insya Allah uncle Arya akan bicarakan lagi dengan Delia tapi aku harus cari waktu yang tepat karena aku tidak ingin memberikan beban fikiran Kepada Delia yang sedang mengandung bayi kami" ucap Arya.
"Uncle sangat mengerti dengan keadaan Istrimu tapi uncle juga tidak ingin ibunya Delia tidak tenang di alam sana" ucap uncle Park disela Isak tangisnya.
__ADS_1
"Arya janji untuk mengusahakannya Uncle" Janji Arya.
Setelah menghabiskan minumannya. Arya kembali ke kamarnya dan berniat ingin menelpon Adrian untuk menyampaikan kalau besok Pagi Mereka akan pulang. Setelah menghubungi Adrian, Arya naik ke ranjangnya dan bersiap untuk tidur. Arya pun terlelap dalam tidurnya.
Ke Esokan Harinya, Arya dan Delia pamitan Kepada seluruh ARTnya dan tentunya kepada Uncle Park.
"Makasih banyak kalian telah memberikan pelayanan yang terbaik untuk Saya dan Istriku selama kami ada di sini dan Saya berharap kepada kalian yang ada di sini mudah-mudahan kalian masih betah bekerja dan menjaga rumah Oma" Ucap Arya.
"Alhamdulillah kami senang telah melayani Tuan Muda dan Nona muda, dan Saya mewakili teman-teman jika ada Kesalahan yang kami lakukan selama ini dalam melayani Tuna dan Nona Kami minta maaf yang sebesar-besarnya" ucap Kepala Pelayan.
"Alhamdulillah Saya dan suami saya sangat senang dengan kinerja kalian semua, Tolong ditingkatkan dan Saya Delia dan Suami juga meminta maaf Jika kami tanpa sengaja melakukan kesalahan" Ucap Delia.
"oiy kalau ada waktu jalan-jalan lah ke Indonesia" ucap Delia.
Setelah itu, Arya dan Delia pamit kepada Uncle Park dan yang lainnya.
Arya memeluk Tubuh Uncle Park dan tak Lupa untuk Salim. Delia pun melakukan hal yang sama.
Delia tidak kuasa menahan tangisnya ketika Mobil yang ditumpanginya perlahan-lahan meninggalkan pekarangan rumah Oma Estella di Seoul Korea Selatan. Karena di Rumah itu lah Delia mengetahui rahasia besar tembem Jati dirinya yang sebenarnya. Dan Di rumah itu pula Delia kehilangan Salah satu calon bayinya.
Tangis haru Terjadi ketika Arya dan Delia meninggalkan rumah itu. Semua ART Merasakan kesedihan karena menurut mereka Tuan Muda dan Nona muda mereka sangat baik kepada mereka selama Mereka berlibur di Korea Selatan.
Setelah Menempuh beberapa jam, Akhirnya pesawat Pribadi Arya telah berhasil mendarat dengan selamat di Bandara internasional SH.
Adrian beserta anak buahnya telah menunggu kedatangan Mereka.
"Selamat datang kembali Brotha di Tanah air" ucap Adrian sambil memeluk tubuh Arya.
"Makasih Kak" ucap Arya Kepada Adrian yang sudah menjadi saudara angkat Arya sejak mereka masih kecil bahkan Arya belum lahir, Adrian Sudah menjadi saudaranya.
"Gimana keadaannya Perusahaan?" Tanya Arya kepada Adrian.
"Alhamdulillah semuanya lancar Saja, tapi Perusahaan yang ada di Amerika mengalami sedikit gangguan" ucap Adrian sambil membuka pintu Mobil Untuk Arya.
Arya,Delia serta Adrian masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir Cantik di Parkiran Mobil Bandara.
Arya langsung menatap Adrian untuk meminta penjelasan. Dan Adrian mengerti dari maksud tatapan Mata Arya.
"Aku berencana akan segera ke Amerika untuk mengecek apa sebenarnya yang terjadi di perusahaan kita" ucap Adrian.
__ADS_1
"Ingat Saya tidak ingin mendengar kata-kata seperti ini lagi, Segera selesaikan semuanya sampai ke akar-akarnya, kalau hal itu terjadi karena kelelaian Karyawan Kita segera pecat dan cari Penggantinya yang lebih baik dari mereka" ucap Arya Wiguna tak ingin mendapat bantahan lagi.
"Baik Bos" ucap singkat Adrian.
Delia hanya menjadi pendengar setia dari percakapan Suami dan Kakak iparnya. Walaupun Adrian Hanya saudara Angkat suaminya Tapi Rasa hormat Delia kepada Adrian tetap lah sama kepada saudara iparnya yang lain.
Si kembar sudah tidak sabar menanti kedatangan Ayah dan Mamanya. Bahkan si kembar Sudah mondar mandir di depan pintu rumah Mewah mereka.
"Nek, kok Ayah dan ibu masih belum datang yah??" Tanya Zack.
"Jangan-jangan Mereka gak jadi datang yah Nek??" Tanya Zoe.
"Kalian harus tenang dan sabar menunggu kedatangan Mam dan Ayah kalian" ucap Mama Elisabeth untuk menenangkan Cucu-cucunya yang sudah seperti setrikaan Saja.
"Gimana kabarnya Dede bayi yah Nek, apa Dia baik-baik saja kan habis naik pesawat yang cukup jauh??' ucap Zoe sambil memikirkan keadaan Adek bayinya yang masih dalam kandungan Mamanya.
Mama Elisabeth Belum sempat menjawab pertanyaan dari Zoe Saldana, Pagar besar rumah kediaman Arya Wiguna sudah terbuka dan masuklah sebuah mobil mewah keluaran terbaru tahun ini. Mobil yang sengaja dibeli oleh Adrian untuk hadiah menyambut kedatangan Calon anak Arya yang ke Tiga.
Kebahagiaan terpancar di wajah Mama Elisabeth dan Si kembar Setelah mengetahui bahwa Orang tua dan menantunya sudah datang. Kebahagiaan Semakin bertambah mereka rasakan setelah tahu kondisi calon Adik si kembar dalam keadaan yang baik-baik Saja.
TBC..
Typo bertebaran, Typo mohon dimaklumi yah Readers..
Maafkan FANIA yang tidak bisa update kemarin 🙏🙏.
Alhamdulillah FANIA bisa Update 2 bab hari ini walaupun dalam kondisi yang kurang fit.
Masih selow yah Readers. Jad belum ada konflik lagi diantara mereka.
Adrian ditugaskan oleh Arya ke Amerika untuk menangani masalah yang terjadi di Perusahaan Sinopec Group. Masih ingat gak Amerika serikat itu tempat tinggalnya siapa???
Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.
Makasih banyak..
Makassar.
Rabu, Tgl-26 Januari 2022.
__ADS_1