
HAPPY READING...
Bukan hanya Alan yang dibuat ketar-ketir dengan permintaan ngidam aneh dari istrinya Hyuna. Setiap dalam tiga jam Hyuna meminta makanan yang kadang tersedia tidak setiap saat. Hal itu kadang membuat Alan keheranan dengan permintaan Hyuna yang nyeleneh dan paling membuat Alan kelimpungan jika Hyuna sudah ngambek dan tidak akan memberikan jatah untuk bercocok tanam kepada Alan.
Tapi Alan masih bersyukur karena masih bisa melayani dan memberikan semua yang diinginkan oleh Hyuna bisa dipenuhi oleh Alan. Banyak perempuan hamil yang saat dirinya sedang hamil dan ngidam tapi tidak didampingi oleh suami mereka.
Sore harinya mereka berziarah ke makam Oma Estella dan Pak Wiguna. Seperti itulah kebiasaan mereka jika akan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Kesedihan terasa disaat Mama Elisabeth menabur bunga di atas pusara Pak Wiguna. Air mata mereka tak terasa membasahi pipi mereka. Kehilangan sosok Ayah masih mereka rasakan hingga sampai sekarang. Mereka satu persatu menabur bunga secara bergantian di atas pusara Oma Estella dan Ayah mereka Wiguna Albert Kim Said.
Malam harinya mereka berangkat ke Mesjid untuk melaksanakan shalat tarawih pertama di bulan suci Ramadhan. Tawa bahagia terpancar dari wajah mereka dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Mereka tidak henti-hentinya bersyukur karena masih bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah dan penuh magfirah. Arya membeli banyak kembang api yang akan rencananya mereka bakar setelah pulang tarwih.
Beberapa saat kemudian, Arya yang memimpin anak-anak serta seluruh orang yang bekerja di rumahnya untuk bersama-sama menyalakan kembang api. Emre dan Dimas pun tidak Mau kalah dengan Arya dan baby Zi. Suasana tersebut sangat ramai dan kental dengan nuansa kekeluargaan.
Arya pun mengundang beberapa masyarakat yang sempat datang ke mesjid untuk ikut merayakan menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Acara tersebut hingga pukul 12 malam.
Hari ini adalah hari pertama makan sahur sehingga Mama Elisabeth meminta kepada semua anak dan keponakannya yang ada di dalam negeri untuk makan sahur dan puasa pertama di kediaman Utama. Aneka makanan sudah tersedia di atas Meja makan. Semua menu makanan khas Indonesia. Mulai makanan dari Sabang sampai Merauke. Dan chef-nya kediaman Utama Wiguna khusus malam ini mereka hanya jadi penonton dan membantu sedikit saja. Karena Delia dan Mommy kece lainnya Dessy dan Rina yang memasak menggantikan perannya chef.
Mereka sudah duduk manis di kursi masing-masing. Dari sekian banyaknya menu makanan yang tersedia buah kurma tidak pernah absen di atas Meja makan. Buah kurma adalah makanan wajib yang harus ada jika mereka menjalankan ibadah puasa.
Mereka kemudian makan setelah Arya memimpin Do'a sebelum sahur. Mereka makan dengan penuh khitmad dan lahapnya anak-anak pun antusias untuk ikut menjalankan ibadah puasa walaupun mereka hanya berpuasa setengah hari saja dan mereka belum wajib berpuasa.
"Makanannya sangat lezat, selalu saja enak" ucap mama Elisabeth.
"Buatan Delia emang dari dulu tidak ada duanya" ucap Emre.
"Biasa saja kok, lagian makanan ini bukan cuma saya yang masak tetapi dibantu oleh Dessy dan Rina, Aulia sama Hyuna" ucap Delia merendah.
"Alhamdulillah berkat bantuan dari kak Delia aku sudah bisa masak makanan kesukaan suamiku" puji Hyuna.
__ADS_1
"Iya betul tuh, Delia sangat membantu kami saat kami ingin belajar masak, karena kami Ingin semua makanan yang masuk ke dalam perut suami kami adalah buatan dari tangan kami sendiri" ucap Dessy.
"Iya Mama selama Dessy bisa masak, Aku semakin betah makan di rumah dan tidak tahu kenapa makanan yang dimasak Dessy selalu membuat aku cepat kenyang dan ada yang lain kalau bukan masakan Dessy yang aku makan" ucap Dimas yang ikut berkomentar.
"Kok kita sama yah, Aku pun begitu jika jam makan siang sesibuk apapun aku pasti Aku menyuruh Rina datang ke kantor untuk membawa makanan siangku, kecuali kalau aku terpaksa makan di luar jika ada klien yang menginginkan ditemani makan siang atau pun malam" timpal Emre.
"Ternyata pengaruh masakan istri sendiri lebih dari segalanya dibanding dengan Chef atau koki handal dan terkenal sekali pun" ucap Arya.
"Ayah kalian pun begitu, jika beliau tidak Makan masakan Mama dalam sehari saja pasti ada yang serasa hilang dari dalam hidupnya" ucap Mama Elisabeth yang kembali teringat dengan masa lalunya bersama almarhum Wiguna.
Mereka duduk di ruang tengah sambil mencicipi kue kering sambil menunggu waktu imsakiyah dan mereka ingin ke mesjid shalat subuh berjamaah. Mesjid tersebut tidak jauh dari kediaman Utama Keluarga Wiguna. Mesjid tersebut didirikan atas dasar keinginan dari pak Wiguna yang ingin mendirikan mesjid tersebut untuk masyarakat umum yang ada di sekitar lokasi tempat kediamannya. Dan mesjid tersebut berdiri dan pembangunan rampung sebelum Pak Wiguna meninggal dunia.
Adzan berkumandang dari toa Mesjid, Mereka bersiap ke Mesjid berbondong-bondong dan hanya berjalan kaki. Baby Zi dan anak-anak mereka pun ikut bersama untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah. Setiap hari Mesjid tersebut didatangi oleh banyaknya jamaah yang datang untuk melaksanakan shalat berjamaah atau pun Singgah jika dalam perjalanan mereka belum sempat Shalat bahkan ada yang mengatakan kalau mereka sengaja datang shalat di Mesjid tersebut karena penasaran dan juga ingin merasakan shalat di mesjid nan Megah dan cantik serta difasilitasi dengan fasilitas yang lengkap dan memadai.
Beberapa hari kemudian, Hyuna sempat dilarikan ke RS karena sempat drop karena tiba-tiba perutnya sakit. Sehingga Alan membawa Hyuna ke Rumah Sakit untuk memberikan perawatan. Dokter sudah menangani Hyuna yang sudah berbaring di bangkar rumah sakit.
Alan sangat khawatir dengan kondisi Hyuna dan calon bayinya. Setelah beberapa saat, Dokter selesai memeriksa kondisi Hyuna.
"Alhamdulillah kondisi kesehatan bayi dan ibunya sudah membaik dan ini terjadi karena dulu istrimu pernah sakit dibagian rahimnya yang berefek samping pada kondisi janin kalian, tapi insya Allah kondisi mereka akan kembali baik setelah mengikuti beberapa tahap pengobatan dan meminum obat dengan rutin" Jelas Dokter Aulia.
"Alhamdulillah kalau kondisi mereka dalam kondisi yang baik-baik saja" ucap Alan.
"Tolong Alan ke Apotek untuk menebus obat ini". ucap Dokter Aulia.
Setelah kepergian Alan, dokter Aulia mendekat ke arah ranjang Hyuna.
"Dulu Kakak sudah bilang sama kamu untuk mengikuti terapi agar penyakitmu sembuh total dan karena kamu bandel tidak mau mendengar perkataan Kakak yah gini jadinya, tapi kalau kamu rutin minum obat dan menjaga emosi kamu pasti kamu akan baik-baik saja". ucap Dokter Aulia.
__ADS_1
"Makasih banyak kakak' ucap Hyuna.
"Ingat kamu itu sedang hamil dan tolong jangan mudah terpengaruh dengan isu dan kabar angin tentang suami kamu dan kamu perbanyak sholat meminta petunjuk kepada Allah SWT agar cobaan yang kamu hadapi bisa terselesaikan dengan baik" ucap Aulia panjang lebar.
"Kok Kakak bisa tahu dengan kabar itu?." tanya Hyuna yang heran.
"Aku tahu dengan pasti apa yang kamu hadapi dengan Alan dan aku pun tahu siapa perempuan itu yang ingin merusak rumah tanggamu" ucap Aulia.
"Tapi aku tidak ingin ada perempuan lain yang mendekati Alan kak, setiap kali aku melihat perempuan itu pasti aku akan emosi Apa lagi gerak gerik perempuan itu cukup membuat semua orang yang melihatnya pasti akan jengkel dan dongkol" ucap Hyuna yang akhirnya mau jujur dan terbuka dengan apa yang selama ini dia pikirkan.
"Tapi aku yakin Alan tidak akan mudah tergoda bahkan tidak akan melirik perempuan lain selain kamu dan kamu tidak boleh mudah percaya dengan apa yang mereka katakan tentang suami kamu, ingat ada bayi dalam kandungan kamu yang harus kamu jaga dengan baik" ucap Aulia.
Hyuna terdiam sesaat sebelum menganggukkan kepalanya. Hyuna pun sudah lega karena sudah bisa mengeluarkan beban fikiran yang mengganjal selama ini.
"Makasih banyak atas masukannya kakak" ucap Hyuna.
Pintu ruangan perawatan Hyuna terbuka dan masuklah Alan dengan menggenggam bungkusan obat yang sudah dia tebus di apotek. Aulia pun langsung berdiri dan pamit untuk kembali ke ruangannya.
"Jaga baik-baik istrimu jangan biarkan istrimu terbebani dengan pemikiran yang tidak-tidak" ucap Aulia sambil memukul lengan Alan.
Alan hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Aulia. Dan sudah mengerti dengan keadaan Istrinya. Alan berjanji akan membuat Istrinya tidak lagi terbebani dengan pemikirannya sendiri. Semoga tidak ada lagi hal seperti ini dikemudian hari.
To Be Continued..
Typo Mohon dimaklumi 🙏
Makasih banyak atas dukungannya 🙏 Tetap dukung Bertahan Dalam Penantian Yah 🙏
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah.
Makassar, 03 April