
Happy Reading..
📢 Harap Bijak📢
Adrian segera mengangkat telponnya yang tidak mau berhenti untuk berdering. Walaupun Adrian jengkel dan Marah karena kegiatannya terganggu, Adrian tetap tidak bisa melakukan hal itu, karena orang yang telah menelponnya adalah Mama angkat Sekaligus mama mertuanya yang sangat berjasa dalam hidupnya.
"Halo, Assalamu alaikum Ma" ucap salam Adrian.
"Waalaikum salam" jawab Mama Elisabeth.
"Ada apa Ma?" Tanya Adrian.
"Nak Tolong pulang ke Indonesia dulu Yah" ucap Mama Elisabeth.
"Emangnya ada apa Ma, kok Adrian disuruh balik ke Indonesia??" Tanya Adrian yang berusaha menahan jari lentik Emilia yang sudah mulai merayap ke mana-mana.
"Aku sudah menghubungi adik-adikmu Tapi satupun diantara mereka tidak ada yang mengangkat telponnya Mama" ucap Mama Elisabeth sambil menangis tersedu-sedu.
"Arya dan istrinya baru balik ke Indonesia 5 jam yang lalu, sedangkan Emilia mungkin sedang sibuk jadi gak sempat mengangkat telponnya Mama Elisabeth" ucap Adrian yang sudah cenat cenut dan Terus berusaha untuk menahan tangan Emilia yang sudah mulai nakal.
"Mama bisa minta tolong gak Nak??" Tanya Mama Elisabeth.
"Mama Elisabeth mau minta tolong apa yah Ma??" ucap Adrian.
"Nak Bisa gak kamu bawa pulang Emilia, Mama kangen sekali sama Dia, Mama baru Saja memimpikan Tentang Emilia Nak" ucap Mama Elisabeth.
Emilia yang mendengarnya langsung mengehentikan jari lentiknya yang sudah meraba-raba sesuatu.
Dan langsung terisak dalam tangisnya Tapi Emilia mencoba untuk menahan tangisnya Agar Mama Elisabeth tidak curiga. Adrian segera memeluk tubuh istrinya untuk memberikan kekuatan melalui pelukannya.
"insya Allah Yah Ma, Adrian akan usahakan untuk membawa pulang Emilia dalam keadaan apa pun" ucap Adrian.
"Alhamdulillah Kalau kamu sudah berjanji akan membawa pulang Emilia, kalau gitu Mama tutup dulu telponnya" ucap Mama Elisabeth.
"Do'akan Saja yang terbaik untuk Emilia Ma" ucap Adrian.
"Mama selalu mendo'akan yang terbaik untuk anak-anak Mama, Mama tutup dulu telponnya lain kali mama akan telpon lagi, assalamu alaikum" ucap Mama Elisabeth sambil memutuskan sambungan telponnya.
Adrian dan Emilia bersyukur karena akhirnya bisa melanjutkan perjalanan mereka ke hutan belantara. Adrian langsung menon aktifkan handphonenya Karena tidak ingin membuat apa dilakukannya mendapatkan gangguan lagi.
__ADS_1
Adrian mulai menci*** area aset paling penting dari tubuh Emilia. Lenguhan kecil keluar dari bibir Emilia. Emilia tidak kuasa menahannya sehingga Emilia menarik rambut suaminya. Emilia sudah tidak tahan untuk mengeluarkan sesuatu dari bawah sana.
Sedangkan Adrian masih terus menghi*** buah segar itu. Adrian tahu kalau Emilia sudah siap dan tidak sabar lagi untuk dimasuki.
Adrian mengatur letak posisi kursi mobilnya Agar keduanya mendapatkan kenyamanan. Emilia perlahan-lahan membaringkan tubuhnya.
Emilia sudah meracau tidak jelas, Adrian beralih ke daerah paling intim Emilia. Adrian kembali mempermainkan benda paling berharga dalam diri Emilia. Suara De sah an kembali keluar dari bibir seksi Emilia.
"Sayang Aku tidak tah an lagi" ucap Emilia.
Adrian Akhirnya memenuhi permintaan Sang istri. Adrian tidak sabaran sekali Setelah punyanya memasuki goa yang ada di dalam hutan belantara.
Emilia hanya Bisa menggigit kecil bibirnya saking enaknya yang dia rasakan. Adrian bagaikan orang yang kesetanan karena tidak berhenti untuk menghujani dan membasahi goa Milik istrinya untuk menanamkan benih terbaik Adrian.
Kegiatan mereka tidak terusik oleh hiruk pikuk kota New York. Hal seperti itu bagi orang Amerika serikat lumrah dan biasa saja. Tidak akan ada yang berani bertanya atau pun berkomentar tentang mobilnya yang sudah lama terparkir.
Adrian dan Emilia sama-sama tumbang setelah mencapai puncak surga dunia. Adrian menjatuhkan badannya di samping Emilia. Dan tidak lupa untuk mencium kening istrinya.
"Makasih banyak Sayang, Aku sangat bahagia dan sangat mencintaimu" ucap Adrian sambil memeluk tubuh istrinya.
"Aku juga sangat mencintaimu melebihi mencintai diriku sendiri" ucap Emilia sambil membalas pelukan Suaminya.
Sedangkan di Kamar Hotel mewah, Seseorang masih terlelap dalam tidurnya. Emre masih sibuk dengan mimpinya. Dalam mimpinya Dia bertemu dengan seorang gadis Asia yang memakai hijab. Emre melihat Gadis itu berjalan ke arahnya dan tersenyum manis. Emre Ingin mendekati cewek itu, Tapi tiba-tiba cewek itu berlari mengjauh dari Emre. Emre berusaha untuk mengejar Cewek itu Tapi usaha Emre Gagal dan tiba-tiba Emre terbangun dengan nafas yang memburu seakan-akan Dia dari berlari.
"Aaaaakhh" Emre Hanya berteriak seakan-akan menyalurkan kekesalannya Karena gagal mendapatkan perempuan yang ada dalam mimpinya.
Emre belum sadar 100 persen dari pengaruh minuman beralkohol yang Dia minum semalam.
"Aaah sakit" ucap Emre sambil menyentuh kepalanya.
Emre langsung bangun dari duduknya dan betapa kagetnya Setelah melihat dirinya yang sudah tidak memakai satu pun pakaian.
Emre bertanya-tanya kepada dirinya sendiri tapi belum mendapatkan jawaban. Emre bahkan tidak mengingat sedikit pun yang telah terjadi. Emre hanya mengingat terakhir kalinya, Dia minum di Bar dan ada cewek yang mendekatinya.
"Tidak mungkin dengan perempuan itu!" ucap Emre. Tanpa sengaja Emre menyentuh seprei yang dipakainya. Tiba-tiba tangan Emre menyentuh benda yang cair tapi agak kental.
Emre kaget dengan Benda itu yang ternyata Darah segar yang ada di Seperi itu.
"Itu tidak mungkin darah cewek bayaran itu?" ucap Emre yang bertanya-tanya siapa pemilik darah itu.
__ADS_1
Emre segera menghubungi orang yang bekerja di bagian ruang Cctv. Emre bebas melakukan hal itu, dikarenakan Hotel itu adalah salah satu kepunyaan Emre.
"Cepat periksa siapa pemilik kamar hotel no xxx" ucap perintah Emre kepada Anak buahnya.
"Baik Bos" ucap Anak buah Emre.
Sambil menunggu hasil temuan dari anak buahnya. Emre ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan seluruh tubuhnya yang masih ada bekas percintaannya semalam.
"Ya Allah Maafkanlah Aku yang telah melakukan dosa besar" ucap Emre sambil terus mengguyur tubuhnya.
Emre tiba-tiba teringat dengan aksinya semalam. Emre dengan samar-samar mendengar tangisan dari seorang perempuan yang meminta tolong.
"Siapa perempuan itu ya Allah, Pasti perempuan itu sangat Sedih dan hancur jika perempuan itu masih virgin".
Sedangkan di dalam mobil milik Adrian Martadinata, Emilia dan Adrian masih terlelap dalam tidurnya Bahkan hingga Pagi hari.
Keesokan harinya, Adrian terbangun dari tidur panjangnya. Karena alarm di handphonenya sudah berbunyi menandakan bahwa hari sudah subuh.
Adrian segera bangun dan memakai kembali pakaiannya yang teronggok di lantai mobil. Kemudian menyelimuti seluruh tubuh Emilia. Adrian mengemudikan mobilnya kembali ke rumahnya. Karena Adrian tidak ingin terlambat melaksanakan shalat subuh.
TBC...
ASSALAMU ALAIKUM READERS..
Moga kalian dalam keadaan sehat yah Readers..
📢Typo Mohon dimaklumi Yah Readers 🙏📢.
Untuk beberapa Update ke depannya FANIA akan mengupas habis Kisah Emre dan Perempuan yang berada di Kamar Hotel.
Tapi FANIA tetap akan menyelipkan Sedikit Kisah Dari Arya, Adrian. Sedangkan Kisah Kim Yuna dengan Aditya masih dipending tunggu waktu yang baik 🤭✌️🙏.
Makasih banyak, Fania kembali ucapkan kepada Readers Setia BDP Untuk Dukungannya 🙏.
Tetap Favoritkan BDP yah untuk mendapatkan Notif Setiap Episodenya 🙏.
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Selasa 15 Februari 2022.
__ADS_1