
Happy Reading..
Sudah seminggu Karina menjadi guru les privat Arman, sudah seminggu pula dirinya menetap di Villa megah dan mewah itu. Arman semakin gencar melaksanakan siasatnya demi bisa lebih dekat dengan Karina, bahkan Arman terus berpura-pura bodoh dan tidak cepat mengerti dengan penjelasan dari Karina agar Karina tidak cepat pulang ke rumahnya. Segala cara dan modus yang dilakukan oleh Arman untuk memikat hatinya Karina tapi Karina yang belum pernah merasakan jatuh cinta dan berpacaran menjadi polos dan lugu.
"Gimana lagi caranya aku untuk menyampaikan kepadanya kalau aku mencintainya? apakah aku harus langsung mengutarakan perasaan ku ini dihadapannya?".
Arman menatap wajah Karina yang sedang mengambilkan obat untuk Arman. Karina selain jadi guru pribadi Arman juga menjadi baby sitter untuk bayi besar seperti Arman. Tanpa sedikit pun rasa curiga Karina menyetujui permintaan dari Arman. Berbagai modus Arman sudah tempuh tapi hati Karina masih tertutup. Sebenarnya Arman sudah bisa jalan dan berdiri sendiri dan sudah bisa shalat sendiri tanpa bantuan Karina.
Arman Akhirnya akan memutuskan untuk mengutarakan langsung perasaannya dihadapan Karina kalaupun nantinya ditolak oleh Karina Arman akan tetap terus berusaha untuk meyakinkan kepada Karina bahwa perasaan yang dia miliki untuk Karina adalah tulus adanya.
Sebelum membuka mulutnya Arman mengucapkan beberapa doa untuk kelancaran proses pernyataan perasannya kepada Karina. Arman pun meraih sebuah kotak kecil dan setangkai bunga mawar merah yang dia simpan di dekat ranjangnya.
Arman memanggil Karina dengan suara yang sangat lembut dan pelan hingga suaranya seperti orang yang bergumam saja tapi masih mampu untuk ditangkap oleh indera pendengarannya. Karina menolehkan kepalanya dan tersenyum manis ke arah Arman. Arman yang melihat senyuman cantik di wajah Karina membuatnya klepek-klepek. Hatinya dag Dig deerrr dan jantungnya semakin berdetak tidak karuan.
"Karina mau kah kamu menjadi...." ucapan Arman terpotong karena tiba-tiba pintu kamarnya terbuka lebar dan masuklah seseorng perempuan yang sangat cantik, dengan gaya yang agak tomboi tapi tetap terkesan feminim langsung berhamburan ke arah Arman lalu memeluknya. Arman pun sigap langsung menyembunyikan kembali kotak perhiasan yang ingin diberikan kepada Karina.
Arman yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya tersenyum dan melirik ke arah Karina apa kah ada perubahan raut wajahnya jika dirinya diperlakukan seperti itu oleh seorang cewek. Arman pun membalas pelukan cewek tersebut. Sedangkan Karina yang melihat apa yang dilakukan oleh mereka hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Ihh cewek ini genit Juga datang-datang langsung peluk-peluk, apa dia tidak puasa yah".
Karina sudah misruh-misruh di dalam hatinya tapi wajahnya masih nampak datar dan seakan-akan dia hanya cuek dengan apa yang mereka lakukan.
"Heeemmmm" Karina pun berdehem untuk mengalihkan perhatian mereka.
Arman yang melihat hal yang dilakukan oleh Karina hanya tersenyum licik.
"Maaf mbak, tuan Muda Arman harus meminum obatnya" ucap Karina sambil menyodorkan segelas air putih dan beberapa butir obat ke hadapan Arman.
Cewek tersebut hanya menatap ke arah Arman dan meminta penjelasan dengan memberikan isyarat. Arman hanya menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya agar Ratna diam saja dan jangan banyak tanya.
__ADS_1
Karina membantu Arman untuk minum obat tapi seakan-akan tidak ikhlas, tapi Arman senang melihat reaksi dari Karina.
"Karena tuan Muda sudah minum obat dan sudah selesai belajar, saya permisi ke bawah dulu" ucap Karina yang membereskan perlengkapan minum obatnya secara kasar sehingga menimbulkan suara gaduh.
Karina meninggalkan kamar Arman dan menuruni tangga sambil ngomel-ngomel gak jelas. Mama Elisabeth yang melihat kejadian itu tersenyum penuh arti. Karina menutup pintu Kamarnya Arman dengan keras. Sepeninggal Karina Arman tertawa terbahak-bahak melihat Karina yang ternyata Cemburu juga. Ternyata kepulangan Ratna berhasil membuat Karina cemburu.
"Rencana aku berhasil, ternyata Dia cemburu juga".
Mama Elisabeth melangkahkan kakinya menuju ke dalam kamarnya dan langsung menelpon ke nomor suaminya pak Hendry.
Semoga masih ada yang ingat dengan Ratna.
Ratna adalah anak ke dua dari pak Hendry, tapi hanya sekedar anak angkat saja. Pak Hendry dulunya mengangkat tiga orang anak yaitu Arman, Ratna dan Alia. Alia sudah meninggal dunia karena bunuh diri akibat obsesinya terhadap Arya Wiguna Albert Kim Said. Cintanya yang bertepuk sebelah tangan membuatnya buta dan nekat untuk mengakhiri hidupnya. Hal ini yang menjadi dasar bagi Arman untuk balas dendam terhadap keluarga besar Wiguna. Ratna adalah anak yang diangkat oleh pak Hendry dari panti asuhan diumurnya yang sudah terbilang cukup besar yaitu diusianya yang sudah menginjak 12 tahun. Sedangkan Arman dan Alia diangkat lebih dahulu oleh pak Hendry.
Mereka sejak lahir dididik oleh Linda mantan istrinya pak Hendry dengan cara yang tidak baik sehingga mereka hidup sebagai mesin balas dendam. Sedangkan Alia dididik dengan penuh kasih sayang dan sangat dimanja oleh Nyonya Linda. Karena ternyata tanpa sepengetahuan pak Hendry Alia adalah anak kandung Linda dengan selingkuhannya Tapi Linda menutupi jati diri Alia hingga sekarang Satu pun orang tidak ada yang mengetahui kebenaran itu. Linda membawa kebenaran dan kenyataan itu bersamanya. Hingga sampai sekarang keberadaan Linda tidak diketahui. Arman dan Ratna diangkat jadi anaknya pak Hendry atase dasar keinginan dan permintaan dari nyonya Linda selaku Nyonya besar waktu itu.
"Kakak kalau suka apa sih susahnya untuk mengutarakan perasaannya Kakak sama itu Cewek, lagian menurut aku dia itu cewek yang baik" ucap Ratna sambil berjalan ke arah jendela kamar Arman sambil merentangkan kedua tangannya.
Ratna pulang ke Indonesia setelah beberapa tahun diasingkan oleh pak Hendry ke luar negeri setelah incident yang Ratna lakukan dan Ratna pun sudah berhasil operasi plastik terhadap wajahnya yang dulu terkena air keras.
"Setelah bertahun-tahun akhirnya kamu pulang juga, apa kamu sudah bosan tinggal di Swiss" ucap Arman yang memperbaiki posisi duduknya dan melepas perban yang ada di kakinya.
"Sebenarnya aku sudah terbiasa hidup di Swiss dan suka dengan suasana di sana tapi papi menyuruhku pulang ke tanah air" ucap Ratna yang masih menikmati harumnya wangi bunga-bunga yang sedang bermekaran di taman.
"Ternyata papi yang menyuruh kamu untuk pulang, tapi apa kamu sudah tahu kalau papi sudah menikah lagi??." tanya Arman yang berjalan ke arah Ratna.
"Aku sudah mengetahuinya dan aku tidak bisa berbuat apa-apa kalau itu kemauan papi sendiri" ucap Ratna.
Ratna terkejut melihat kondisi Arman yang sudah bisa berjalan sendiri dengan lancar tanpa bantuan apa-apa.
__ADS_1
"Ternyata Kakak sudah bisa jalan tapi tadi bilangnya sama itu perempuan kakak belum bisa jalan" ucap Ratna Antika Monata yang hanya geleng-geleng kepala dengan modus kakak angkatnya.
"Apa pun yang akan aku lakukan untuk mendapatkan hatinya walau pun aku harus membeli seluruh isi dunia dan walau pun dunia menolak, aku akan tetap memperjuangkan cintaku untuk bersamanya" jelas Arman yang berjalan ke arah pintu untuk mengunci pintu kamarnya agar kebohongannya tidak terbongkar.
"Aku perhatikan Papi dan kakak sudah banyak berubah setelah kehadiran istri papi di rumah ini" ucap Ratna.
"Alhamdulillah aku bahagia dengan kehadiran mama di sini Ratna, karena beliau lah aku bisa berubah seperti yang kamu lihat sekarang, dan ternyata beliau adalah Mama kandungku Ratna" ucap Arman.
Ratna melirik ke arah Arman yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.
"Ceritanya sangat panjang, tapi aku bersyukur dan bahagia terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat baik bahkan karena beliau aku bisa belajar agama dari Dia, dan kamu harus tahu ibu Linda memanfaatkan kita selama ini untuk dijadikan alat untuk balas dendam kepada Mama Elisabeth dan bodohnya kita bisa termakan tipu dayanya" ucap Arman panjang lebar.
"Kalau kakak adalah anak kandungnya papi Hendry dan mama Elisabeth sedangkan Saya selamanya akan menjadi anak angkat saja" ucap Ratna yang mulai sedih.
"Sampai kapan pun kamu tetap lah' adikku dan tidak akan berubah sedikit pun, rasa sayangku padamu akan seperti ini, kamu adikku yang paling kuat dan mandiri tidak akan terganti sampai kapan pun" ucap Arman.
"Makasih banyak Kak" ucap Ratna yang menatap kakaknya.
Sedangkan Karina yang biasanya terlihat tenang dan sabar ternyata berbanding terbalik dengan Kenyataan yang ada. Karina sudah memukul meninju bantalnya saking jengkelnya melihat Arman yang dipeluk oleh seseorang wanita cantik dan seksi.
"Ihh semua cowok itu sama saja, lihat body aduhai dan wajah glowing langsung keluar genitnya, aku akui cewek itu cantik tapi aku juga cantik" ucap Karina yang berdiri di depan cermin besar yang ada di dalam kamarnya.
Arman sudah duduk di kursi roda sambil di dorong oleh Ratna. Arman ingin mengajak Ratna bertemu langsung dengan Mama Elisabeth. Arman berharap keras kepala Ratna bisa dirubah kedekatannya dengan Mama Elisabeth. Karena menurut Arman dia saja yang karakternya kasar, egois, pemarah bisa dirubah oleh mama Elisabeth hanya dengan perhatian tulus yang beliau berikan. Kursi Arman didorong oleh Ratna hingga ke ruang tengah tempat biasa mereka berkumpul. Arman dat Ratna sudah sepakat dengan rencana Arman yang menutupi kenyataan kalau dirinya sudah sembuh sebelum Karina menyatakan perasaannya terhadap Arman. Arman pun meminta ijin kepada mamanya untuk membantunya merahasiakan hubungannya dengan Ratna yang saudara di depan Karina. Arman pun meminta kepada seluruh maid dan Security untuk tidak ada yang membuka rahasia mereka di depan Karina. Pandangan mata Ratna dan Mama Elisabeth saking berserobot. Ratna dan Mama Elisabeth merasakan ada desiran aneh yang terjadi dy dalam hati mereka. Ada perasaan aneh yang tidak bisa mereka gambarkan dari pandangan mereka.
...--------To Be Continued--------...
Maafkan jika Fania hanya bisa update masing masing Satu bab saja perHari dikarenakan kondisi kesehatan yang terganggu 🥵🤧🤒🤮
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏
__ADS_1
by fania Mikaila Azzahrah
Makassar, 17 April 2022