
Selamat Membaca..
Mobil Alphard milik Hyuna sudah memasuki area Villa Mama Elisabeth. Hyuna yang baru keluar dari rumah sakit belum pulang ke rumahnya karena anaknya Arjuna dititipkan di rumah Pak Hendry.
Demi keamanan putra tunggalnya Ibu mertuanya membawa cucunya ke Villa sepupunya yaitu Mama Elisabeth. Ibu Anna tidak ingin terjadi sesuatu kepada cucu laki-laki tunggalnya itu. Mami Anna tidak ingin nasip Mommy Arjuna terulang pada Arjuna sehingga tidak ingin mengambil resiko untuk meninggalkan cucunya hanya bersama dengan baby sitter nya saja.
"Ya Allah berilah kami petunjuk keberadaan Alan, hidup matinya tolong tunjukkan kuasaMu ya Allah dan selamatkan lah putraku dan jauhkan putraku dari segala marabahaya".
"Kalau memang suamiku masih hidup maka dekatkanlah dia denganku dan lindungilah selalu dirinya, Aku sangat merindukannya".
"Assalamu alaikum Aunty Elisabeth" ucap Hyuna yang berjalan di dalam Villa luas itu dan langsung mencari keberadaan Mama Elisabet.
"Waalaikum salam" ucap Mama Elizabeth yang berjalan menuruni undakan tangga dan sedang menggendong Baby Arjuna.
"Kok Aunty gendong Arjuna sih? seharusnya gak usah Arjuna digendong Aunty apa lagi Aunty turun dari tangga, Arjuna sudah bisa sendiri, ingat umur lah Aunty" ucap Hyuna yang berjalan ke arah atas untuk segera menggantikan Auntynya.
"Gak apa-apa kok, hitung-hitungan olah raga dan kamu tidak boleh anggap remeh Aunty loh, gini-gini Authy masih kuat" ucap Mama Elisabeth.
"Iya iya Aunty masih muda bahkan lebih muda dari Hyuna" ucap Hyuna sambil meraih putranya itu.
"Kamu bisa saja, gimana Sekarang keadaanmu, apa kamu sudah baikan?" tanya Mama Elisabeth yang berlalu ke arah kursi ruang keluarga yang ada di Villa mewahnya nan megah itu.
"Alhamdulillah seperti yang Aunty lihat, Hyuna sudah bisa beraktivitas seperti biasanya dan tidak ada keluhan apa pun lagi" timpal Hyuna lagi.
"Gimana dengan Dimas, apa juga dia sudah bisa keluar rumah sakit?" tanya Mama Elisabeth.
"Alhamdulillah sudah bisa keluar dari rumah sakit, tadi saya ketemu dengan Dessy di RS dan bertanya kepada Dessy" Jawab Mami Anna.
"Alhamdulillah, kalau begitu Saya sangat senang mendengar kabar tersebut, semoga penyakitnya segera sembuh dan kembali seperti dulu lagi" Tutur Mama Elisabeth.
"Iya Aunty, oiya apa Aunty sudah dapat informasi dari Kak Arya tentang hasil tes DNA dari jazad yang dikira itu Alan?" tanya Hyuna yang menatap ke arah Mama Elisabeth.
"Iya, tadi pagi Arya telpon Aunty, Alhamdulillah Aunty sangat bahagia mendengarnya dan berharap semoga kita segera mengetahui siapa otak dan dalang dibalik semua ini, karena Dia sudah sangat meresahkan" ucap Hyuna.
__ADS_1
"Bukanlah meresahkan bahkan buat Aunty ingin bertemu langsung dengan Orang itu lalu memukulnya" Ucap Mama Elisabeth saking marahnya dan ingin melampiaskan pada penjahatnya.
"Iya Aunty Hyuna pun ingin menghajar orang itu mau laki-laki atau perempuan, Hyuna ingin memukul Orang tersebut". ucap Hyuna yang membayangkan dia memukul orang tersebut.
"Semoga kedatangan Aditya bisa segera mengatasi permasalahan-permasalahan kita dan segera membongkar kejahatan orang itu" ucap Ibu Anna.
"Amin ya rabbal alamin, tapi Saya berharap kali ini Penjahatnya jangan dibiarkan lolos begitu saja bahkan kalau bisa kita kawal terus penjahat itu sehingga tidak ada kemungkinan untuk bisa lepas dari hukuman" ucap Mama Elisabeth.
"Semoga saja, tapi Hyuna rasa orang itu bukanlah orang biasa yang tidak mudah kita sentuh lihat saja waktu tes jazad yang kita kira Alan padahal saya dan Arya sudah sangat rapi dan merahasiakan rencana tersebut, tapi ternyata mereka tahu bahkan hampir mengalahkan kami" ucap Hyuna yang menerawang waktu mereka diserang.
"Kalau gitu kita harus perketat semua rumah anggota keluarga kita di mana pun mereka berada dan jangan sekali-kali berani pergi ke luar rumah atau kota hanya seorang diri saja karena keselamatan kalian selalu ada yang mengintai". ucap Mama Elisabeth.
Mereka langsung menoleh ke arah datangnya Pak Hendry. Pak Hendry berjalan nampak tegang. Mama Elisabeth pun mendekati arah datangnya suaminya dan langsung menyambut dengan senyuman.
"Assalamu alaikum Pa" ucap Salam Mama Elisabeth sambil meraih tangan suaminya untuk dia cium punggung tangannya.
"Waalaikum salam" ucap Pak Hendry.
Pak Hendry langsung mengambil sebuah berkas di dalam tasnya. Dan menyerahkan langsung map itu kehadapan Ibu Anna. Ibu Anna langsung menatap Elizabeth tanda tidak mengerti dan kebingungan dengan maksud dari map teresebut.
Mama Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya tanda menyuruh Ibu Anna untuk segera meraih map itu dan menyuruh Ibu Anna untuk segera membukanya. Ibu Anna ragu-ragu untuk membukanya karena tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa maksud dari Pak Hendry.
Ibu Anna hanya membaca basmalah sebelum membuka map tersebut. Dan membaca isinya yang membuat matanya melotot dan tangannya gemetar hingga map itu terjatuh. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Bibirnya gemetar dan akhirnya menangis tersedu-sedu.
"Ini pasti tidak mungkin Hendry, pasti kamu sengaja membuat ini agar saya tenang tidak banyak pikiran kan?" tanya Ibu Anna yang semakin menangis.
Mama Elisabeth langsung mendekati Ibu Anna dan memeluk tubuh Bu Anna yang sudah bergetar hebat itu.
"Semua yang ada di dalam sini adalah benar adanya dan kamu harus bersyukur karena putramu masih hidup" ucap Mama Elisabeth.
Hyuna yang mendengar perkataan Mama Elisabeth langsung merebut berkas tersebut yang di dalamnya tertulis bahwa Rian adalah Alan yang disangka sudah meninggal dunia dalam kecelakaan maut empat tahun lalu. Hyuna pun ikut menangis saking bahagianya mengetahui kalau Alan masih hidup.
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah Engkau menyelematkan suamiku dari kecelakaan maut itu, ternyata apa yang aku rasakan selama ini bukanlah isapan jempol belaka" tutur Hyuna.
__ADS_1
"Alhamdulillah Alan masih hidup, tapi Mas apa keamanan di ruangan itu terjaga dengan baik? Mama Elisabeth tidak ingin mendengar kalau tidak ada yang berjaga di sekitar kamar perawatan itu.
"Hyuna akan ke rumah Sakit Mi, tolong jaga Arjuna, Arjuna sayang Mommy ke Rumah Sakit dulu, jaga Daddy yang masih sakit, Juna jangan nakal yah, jangan buat Oma kerepotan" ucap Hyuna yang memangku putranya.
"Juna juga mau ituk jaga Daddy Mommy" rengek Arjuna.
"Juna diam dan tenang di sini yah, Mommy pergi dulu, nanti Mommy beliin mainan baru, gimana Arjuna mau?" tanya Hyuna yang masih bernegosiasi dengan putra tunggalnya.
"Baik Mommy tapi jangan lupa beliin Juna mainan yang banyak" ucap Arjuna yang menirukan mainan yang banyak ke Dua tangannya yang berdiri di atas kursi.
"Aunty, Mami, paman Hyuna pamit dulu yah, Hyuna mau ke rumah sakit dulu" pamit Hyuna.
"Hati-hati sayang dan kabari kami apa pun yang terjadi" ucap Mami Anna.
"Iya Mi, assalamu alaikum" Hyuna langsung berjalan sambil berlari kecil ke arah pintu.
Hyuna diantar oleh supir pribadi sekaligus body guardnya. Dan ada satu mobil yang sedari tadi mengikuti mereka sebagai pengawal bayangannya.
................
Makasih banyak Alhamdulillah Fania UpDate Dua bab hari ini 🤲🥰.
Semoga kalian suka dengan Bab ini, ditunggu masukannya Yah tapi jangan yang Julid yah 🙏.
Tetap dukung Bertahan Dalam Penantian Yah dengan Cara Like, Favoritkan, Rate Bintang 5 dan Giftnya bagi Yang punya kelebihan Poin atau Koinnya ✌️.
Maafkan jika terdapat banyak Kesalahan dalam penulisannya/Typonya 🙏.
...--------To Be Continued--------...
By Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Senin, 16 Mei 2022
__ADS_1