Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 311. Rencana Perjodohan


__ADS_3

Happy Reading..


Kamar apartemen yang bernuansa pink soft itu menjadi saksi penyatuan dan pergulatan dua insan anak manusia yang sama dilanda asmara.


Mereka melakukannya atas dasar suka sama suka, alasannya hanya satu karena cinta dan sayang, walaupun tidak sepantasnya mereka lakukan di saat mereka belum ada status pernikahan yang mengikatnya.


Rintihan demi rintihan, de sa han terdengar memenuhi ruangan itu. Suara merdu mereka menggema ke seluruh ruangan.


Walaupun hal yang mereka lakukan adalah hal yang pertama kalinya dan pengalaman pertamanya, tapi mereka cukup ahli untuk sama-sama saling melengkapi.


"Aaahhhh sakit," teriaknya Pricilla saat benda tumpul itu berhasil mengoyak dan menghantam hingga bagian terdalam bagian sensitifnya.


Selaput darahnya pun hancur diakibatkan oleh kuatnya hantaman itu yang butuh berapa kali percobaan hingga berhasil tembus.


Pricilla menarik seprei dengan kuat hingga buku-buku urat di tangannya nampak dengan jelas. Berbagai penetrasi dan gaya dilakukan oleh Andreas. Andreas tidak main-main dalam mengeksplorasi potensi yang ada di dalam tubuhnya Cilla.


Perih, sakit,ngilu bercampur menjadi satu bagian, tapi perlahan rasa itu berubah menjadi kenikmatan yang tidak terkira hingga meminta lebih lagi dari apa yang dilakukan oleh Andreas.


Ukuran milik Andreas cukup besar dibandingkan dengan ukuran pria asli pribumi. Maklumlah dalam darahnya tercampur darah orang Korea, Indonesia dan Inggris. Hingga percampuran darah dan genetik membuatnya terlahir sangat tampan dan menjadi pria yang sangat tampan dan ganteng.


"Kamu suka sayang?" tanyanya yang masih belum menyelesaikan permainannya.


Andreas me re mas benda kenyal itu awalnya dengan halus dan perlahan, tapi lama-lama begitu menuntut dan terkesan sedikit kasar. Hingga Pricilla dibuat tidak berdaya dengan sentuhan demi sentuhan yang dilakukan oleh Andreas.


"Aku sangat suka, i love you Baby," ucapnya Pricilla.


Pricilla mengangkat tubuhnya lalu mengecup bibir Andreas yang ngos-ngosan memacu dirinya itu. Mereka melakukannya berulang kali hingga tak terkira sudah berapa kali mereka mengulanginya.


Hingga semburan lava panas itu menembus hingga ke dalam rahimnya Pricilla yang tidak memakai penghalang apa pun. Tubuhnya pun tumbang terkulai lemas di samping tubuh polos kekasihnya yang baru sekitar satu jam yang lalu itu.


Andreas memeluk tubuh seksi kekasihnya itu lalu mengecup kening Pricilla dengan begitu lembutnya. Pricilla memeluk erat Andreas lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


"Selamat tidur Baby," ucap Pricilla lalu mencium bibir sepintas milik Andreas hingga perlahan matanya terpejam.


Ke esokan harinya...


Andreas sudah meninggalkan Kamar itu setelah baru saja membuka kelopak matanya, pria itu mendapatkan telpon dari Maminya jika dia harus kembali ke rumahnya yang ada di London Utara. Tapi, sebelum pulang Andreas memeriksa semua lemari pakaian milik Cilla dan membuang semua pakaian yang menurutnya sangat tidak layak untuk dipakai oleh Pricilla dan memisahkan pakaian yang akan dipakai Pricilla jika mereka akan bertemu.


Cilla masih menikmati istirahatnya setelah berolahraga cukup lama hingga tubuhnya terasa remuk redam. Ketika jam di dinding menunjukkan pukul 12 siang barulah mata indah dengan bulu mata lentik terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


Pricilla menoleh ke arah kanannya, tapi yang dia cari sudah tidak berada di sampingnya. Hanya ada satu tangkai mawar merah dengan selembar kertas yang bertuliskan.



"Maaf aku harus pulang tanpa pamit dan menunggumu bangun terlebih dahulu.


Jangan cari semua pakaian yang kurang bahanmu itu, aku sudah menyumbangkan ke Orang. Maaf hanya setangkai mawar merah yang bisa aku persembahkan untuk kekasihku tersayang.


I love you Margareth Agatha Pricilla."


Pricilla tersenyum di saat membaca tulisannya Andreas yang cukup rapi itu. Air matanya perlahan menetes dan bahagia karena mempersembahkan harta yang paling berharga dalam hidupnya yang seharusnya dia persembahan untuk kekasih halalnya kelak.


"Aku juga sangat Sayang sama Abang, i love you to Andreas Albert Kim Said," lalu tak bosan-bosannya menciumi bunga itu sebagai pemberian pertama dari Andreas hanya untuknya.


Cilla ingin bangkit dari duduknya, tapi langsung menjerit kesakitan, rasa perih dibagian sensitifnya membuatnya harus kembali terduduk di atas ranjangnya dan memegang bagian yang sakit itu.


"Auuuhh sakit, ternyata enaknya hanya sesaat saja, tapi sakitnya lumayan," ucapnya yang menertawakan sendiri perkataannya.


Andreas sudah berada di dalam mobilnya, tapi senyuman kebahagiaan tidak pernah luntur dari wajahnya.


"Ternyata rasanya nikmat tidak terkira, tapi gimana kalau Cilla hamil, apa dia akan siap dan bersedia Aku nikahi? kalau Dia tahu dirinya hamil nantinya,"


"Kita jodohkan saja mereka,lagian anak-anak kita sudah besar cukup dewasa untuk membina hubungan rumah tangga," tuturnya.


"Benar kata Kamu Adrian, putriku pasti sangat bahagia jika dia mendengar rencana kita ini," timpal rekan bisnisnya sekaligus sahabatnya Adrian.


"Tapi, menurut Aku sebaiknya kita diskusikan dan bicarakan baik-baik dulu sama mereka rencana kita ini, jangan sampai anak-anak kita sudah sama-sama memiliki kekasih yang tidak kita ketahui," jelas Emilia Maminya Andreas.


"Apa yang dikatakan oleh Emilia sangat benar adanya ini bukan jamannya Siti Nurbaya lagi yang harus dijodohkan baru bisa menikah, ingat kita Pa, dulu juga menikah karena keinginan kita masing-masing," ujar Ibu Yuanita.


Emilia menatap ke arah suaminya yang kurang setuju dengan perkataan dari suaminya itu. Emilia memegang tangan suaminya, Adrian langsung menatap wajah istrinya itu lalu menganggukkan kepalanya agar istrinya tidak perlu cemas dan mengkhawatirkan semuanya.


Andreas langsung memundurkan langkahnya dan berbalik arah untuk meninggalkan rumah yang nampak biasa saja dari luar, tapi di dalamnya bak istana itu. Andreas segera mengemudikan mobilnya kembali kearah jalan raya. Deru mesin mobilnya cukup besar sehingga mampu di dengar hingga ke dalam rumahnya.


"Apa itu Andreas putraku, kenapa dia pergi lagi? padahal tadi katanya sudah ada di jalan dan hampir sampai di rumah, apa dia mendengar semua perkataan Kami tentang perjodohannya? kalau seperti itu aku harus berbicara dengan Mas Adrian,aku tidak ingin melihat anakku terjadi sesuatu padanya."


Wajahnya memerah menahan amarahnya, Dia tidak menyangka jika Papinya merencanakan perjodohannya dengan gadis lain yang tidak dikenalnya sama sekali itu.


"Haaaaaaaaaa!!!!" teriaknya lalu memukul berulang kali setir mobilnya.

__ADS_1


"Kenapa papi selalu memutuskan apa pun dalam hidupku tanpa harus bertanya pendapatku terlebih dahulu? sedari dulu Papi selalu seperti itu tidak pernah berubah, apa Aku ini bukan anak kandungnya?" teriaknya dengan air matanya yang sudah menetes.


Mobilnya melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Mobil melaju tanpa arah dan tujuan yang pasti hanya mengikuti hingga jalan itu buntu hingga tak berujung. Andreas tidak tahu harus pergi ke mana, kembali ke rumahnya itu mustahil dia lakukan, kembali ke rumah Neneknya sama saja.


"Kali ini Aku tidak akan memenuhi permintaan dari Papi apa pun yang terjadi, Aku harus memilih jalan hidupku sendiri tanpa ada campur tangan dari orang lain walaupun itu termasuk orang tuaku sendiri," Andreas kembali ke Apartemennya Cilla karena menurutnya hanya tempat itu yang paling aman untuknya.


Andreas tidak mengetahui jika bahaya sudah menunggu kedatangannya itu. Andreas memarkirkan mobilnya di Basmen Apartemen milik Pricilla. Andreas kembali tersenyum jika teringat dengan malam panasnya bersama kekasih pujaan hatinya itu. Ia masuk ke dalam lift dan segera menekan tombol nomor 23 karena Du sana letak unit Apartemennya Cilla.


Langkahnya yang lebar dengan senyuman manisnya selalu menghiasi wajahnya yang tampan itu tidak pernah pudar. Hingga langkahnya terhenti dan refleks senyumannya pudar seketika itu juga saat dia melihat pacarnya keluar dari Apartemennya bersama beberapa pengawalnya yang cukup garang dan menakutkan wajah mereka.


"Pricilla," teriaknya lalu berlari Ingin mengejar wanita pujaannya itu.


Cilla yang mendengar namanya dipanggil dan sangat hafal suara itu segera berbalik dan ingin berlari ke arah Andreas, tapi tangannya dicekal dan ditarik oleh pengawal pribadinya yang diterjunkan oleh Daddy-nya setelah mendengar informasi jika dia bersama dengan seorang pria.


"Hentikan!! kalian mau bawa ke mana Cilla?" teriaknya yang berusaha untuk menolong Cilla dengan sekuat tenaganya.


Untungnya Andreas menguasai beberapa tehnik bela diri sehingga membuatnya mampu mengatasi dan melawan mereka yang hanya berjumlah empat orang saja. Andreas menghajar semua pria itu dengan sekuat tenaga. Andreas sama sekali tidak bermain sedikit pun seperti jika dia berlatih dengan sepupunya.


Tendangan, pukulan bebas hingga gerakan halus maupun kasar Andreas berikan kepada semua orang itu hingga membuatnya menang saat mereka bertarung.


"Andreas hati-hati," teriak Cilla yang melihat Andreas hampir saja dipukul.


Hingga beberapa saat kemudian, Andreas berhasil melumpuhkan dan meruntuhkan pertahanan mereka sehingga tidak mampu untuk melawan Andreas lagi. Dengan kesempatan itu, Andreas segera berlari lalu menarik tangan Cilla.


Walaupun masih sakit dan perih terasa dibagian intinya, Cilla tetap berlari mengikuti langkah kakinya Andreas. Cilla juga tidak ingin pulang ke rumahnya dan menikah dengan pria lain yang dari Jepang itu. Mereka terus berlari hingga menuju parkiran mobil.


"Pricilla ayok segera masuk, sebelum mereka datang," teriak Andreas.


Cilla pun mengikuti perintah dari pacarnya itu tanpa banyak tanya atau pun bicara lagi. Mereka segera meninggalkan lokasi apartemen milik Cilla dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Hari ini Update dua Bab, semoga suka dengan isi ceritanya yah 👌.


Tetap Dukung BDP dengan Cara: Like, Favorit, Vote, Gift dan Rate-nya juga ✌️


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🥰


...********To Be Continued********...


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar, Rabu, 15 Juni 2022


__ADS_2