
Happy Reading...
Arya dan Delia menikmati makan siang bersama dengan penuh rasa syukur dan Canda tawa. Mereka saling suap-suapan. Pasutri ini akan menunjukkan sisi Romantis mereka Jika tidak ada orang lain diantara mereka. Jika ada orang lain,Maka mereka akan menampilkan hal yang biasa Saja. Bagi Mereka berdua Cukup mereka saja yang tahu sisi keromantisannya.
Adrian setelah dari Ruangan Kantor Arya, Adrian langsung menghubungi beberapa Wedding organizer yang menurutnya paling Bagus dan yang sesuai dengan permintaan Arya.
Bukan Hotel BINTANG 5 yang mereka Pilih tetapi Rumah Kediaman Utama Wiguna lah yang menjadi tempat perhelatan Surprise party ulang tahun pernikahan Arya dan Delia.
Arya sudah meminta tolong kepada Mama Elisabeth untuk membantunya dalam melaksanakan rencananya tersebut.
Arya dan Delia menikmati makan siang bersama dengan penuh Rasa khitmad. Arya kadang menyuapi sang istri dengan tangannya sendiri tanpa memakai sendok dan garpu.
Mereka menyelesaikan Makan siangnya. Delia merapikan dan memasukkan kembali perlengkapan Makannya ke dalam tas yang Delia bawa.
Telpon Delia berdering. Delia segera mengambil handphonenya yang ada di dalam tasnya. Dan mulai memeriksa handphonenya siapa yang telah menelponnya itu. Delia tersenyum melihat Nama si pemanggil.
"Assalamu alaikum Ma" ucap salam Delia.
"Waalaikum salam Sayang, apa Mama tidak mengganggu waktumu Sayang??" tanya Mama Elisabeth.
"Nggak kok Ma, emang kenapa Mama tiba-tiba menelpon Delia??" tanya Delia.
"Oiy Boleh nggak Mama ke Sekolah si Kembar untuk menjemputnya?? Karena Mama kangen sama Mereka nak" ucap Mama Elisabeth.
"Boleh kok Ma, Delia senang hati jika Mama Ingin menjemput anak-anakku" ucap Delia sambil tersenyum seakan-akan Mama Elisabeth melihat senyumnya.
Arya hanya jadi pendengar setia Saja.
"Alhamdulillah Mama sudah mulai menjalankan apa yang aku sarankan" ucap Arya dalam hati.
"Kamu datanglah ke Rumah nanti malam yah sayang, Mama Juga kangen sama kamu Nak" Mama Elisabeth memohon kepada Delia.
"Insya Allah Yah Ma, Delia akan usahakan untuk ke rumah Mama" ucap Delia.
"Alhamdulillah Makasih Banyak Sayang, kalau gitu Mama tutup dulu telponnya yah Sayang, Assalamu alaikum" ucap Mama Elisabeth.
Sambungan telpon pun terputus. Delia memasukkan kembali gawainya ke dalam Tasnya.
"Yang nelpon kamu Mama yah?" tanya Arya.
"Iya Kak, Mama katanya Ingin menjemput Si kembar di Sekolahnya dan ingin mengajak si kembar ke rumah utama" terang Delia.
"Terus kamu setuju Sayang?" tanya Arya walaupun Arya sudah dengar sendiri percakapan Lewat telpon Mama dan istrinya.
"Iya Kak, ga ada alasan Delia untuk menolak permintaan Mama, lagian Aku juga kangen Sama Mama Elisabeth" ucap Delia.
Delia bersiap-siap untuk pulang ke kediamannya.
"Aku pamit pulang dulu yah Kak" pamit Delia kepada Suaminya.
"Hati-hati Sayang, dan tanya Rudi untuk tidak ngebut kalau mengemudikan mobilnya" titah suaminya.
Delia kemudian mengambil tangan Suaminya untuk dia cium dengan penuh takzim.
"Assalamu alaikum Kak" salam Delia.
"Waalaikum salam" jawab Arya lalu mencium kening istrinya.
Delia berjalan ke arah pintu dan meninggalkan ruangan kantor suaminya. Wajah Delia semakin berseri Saja setelah makan siang bersama dengan Suaminya.
__ADS_1
Delia berjalan ke arah parkiran khusus pemilik perusahaan. Rudi sudah menunggu kedatangan Istri Big Bosnya dan langsung membukakan pintu mobil.
"Makasih banyak Rudi" ucap Delia.
"Sama-sama Bu" ucap Rudi.
Rudi lebih suka memanggil Delia dengan sebutan Ibu dari pada Nyonya. Bagi Rudi ucapan Ibu Lebih akrab dari panggilan lainnya.
"Apa kita langsung pulang ke rumah atau ibu mau singgah ke suatu tempat Dulu?" Tanya Rudi sambil melihat Delia melalui kaca spionnya.
"Kita langsung pulang Saja, Aku ngantuk banget Rudi" ucap Delia.
"Baik Bu" jawab Rudi.
Mobil Yang ditumpangi Delia pun meninggalkan area Perusahaan Sinopec Group dan berjalan menuju rumahnya. Sesampainya Delia di rumahnya. Delia langsung ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk tidur siang.
Sepeninggal Istrinya Arya, langsung menghubungi Adrian dan menanyakan perihal sejauh mana persiapan yang dilakukan oleh Adrian.
Arya kemudian mengambil secarik kertas khusus untuk menulis ucapan selamat ulang tahun pernikahan untuk Delia Istrinya.
Arya mulai menggores tinta penanya. Kurang lebihnya seperti ini lah ucapan yang ditulis Arya Wiguna Albert Kim Said untuk sang istri tercinta.
Tepat hari ini,10 Tahun yang lalu, Aku mengirarkan janji suci dihadapan keluargamu, para saksi dan dihadapan Allah untuk selalu menapaki Hidup bersamamu.
Dan rasa itu masih tetap sama. Telah sekian lama kita arungi bahtera rumah tangga. Semoga kita selamanya bersama hingga maut yang memisahkan dan Allah SWT mempertemukan kita kembali di Surga-nya yang terindah.
Amin yra..
Itulah sepenggal kata yang mampu ditulis oleh Arya untuk Istrinya. Arya tersenyum manis saat membaca tulisannya.
Jam Di dinding menunjukkan pukul 5 Sore. Arya segera menyelesaikan seluruh Kerjaannya. Arya Ingin segera kembali ke rumahnya dan menemui sang istri sambil membawa sebuah Kotak yang berisi Amplop dan Secarik kertas yang sudah dilipat sedemikian rupa. Dan Tak lupa sebuket bunga mawar merah kesukaan Delia.
Arya memasukkan kertas ucapan itu kembali ke dalam sebuah kotak.
Setelah beberapa saat kemudian, Arya Sudah bersiap untuk kembali ke rumahnya. Di perjalanan pulang Arya tak lupa singgah ke Toko bunga langganannya untuk membeli sebuket bunga mawar merah kesukaan Delia.
"Selamat Sore ibu" Sapa Arya kepada ibu pemilik toko Bunga langganannya.
"Selamat sore juga Pak Arya" Jawab Ibu Tuty Selaku Pemilik Toko bunga.
"Bunganya Cantik-cantik yah Bu dan Segar saya lihat" ucap Arya.
"Bapak beruntung sekali karena Baru Saja kami mendapat kiriman berbagai macam bunga mawar yang masih sangat segar dan pastinya Bapak suka" ucap ibu Tuty.
"Alhamdulillah kalau gitu Bu, aku mau sebuket bunga mawar merah yah Bu". pinta Arya.
"baik ibu akan siapkan bunganya, silahkan lihat-lihat dulu sambil menunggu pesananmu" ucap Ibu Tuty.
Beberapa saat kemudian, datanglah Ibu Tuty membawa sebuket bunga mawar merah yang sangat cantik.
Arya mengambil bunga itu dari tangan ibu Tuty dan memberikan beberapa lembar uang.
"Makasih banyak Pak, moga istri bapak suka" ucap Ibu Tuty.
"Amin n makasih Bu" ucap Arya.
__ADS_1
Arya menyimpan bunganya dijok belakang. Dan kembali melanjutkan perjalanannya ke Rumahnya.
Jalanan ibu Kota Sore ini sangatlah padat bahkan sudah macet padat merayap. Sehingga Arya Sampai ke rumahnya setelah shalat Magrib.
Arya membunyikan bel rumahnya. Art segera membukakan pintunya.
"Makasih Mbak" ucap Terima kasih Arya
"Sama-sama pak" ucap ART itu.
Arya membuka pintu Rumahnya dan bergegas ke kamar Pribadinya. Arya tidak lupa membawa sebuah kotak dan sebuket bunga mawar merah.
Delia yang sedang melaksanakan shalat Magrib segera menyelesaikan Murothal Al-Qur'annya Setelah mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
Arya menyembunyikan apa yang dia bawa di balik punggungnya.
"Kakak sudah pulang" Ucap Delia sambil ingin meraih tangan suaminya tapi bukan tangan Arya yang dia pegang melainkan Bunga Mawar merah yang sangat Cantik dan sebuah kotak.
"Happy anniversary Sayang" ucap Arya sambil mencium kening istrinya.
"Happy Anniversary to Sayang, makasih banyak kak". Jawab Delia dengan penuh Rasa Syukur dan bahagia.
"Kamu suka kan Sayang?" tanya Arya.
"Alhamdulillah suka KaK bahkan sangat suka"
Arya kembali menyodorkan sebuah kotak kecil ketangan Delia.
"Apa ini kakak?"
"Buka saja"
Delia kemudian membuka kotak itu yang berisi Amplop putih dan kartu ucapan selamat ulang tahun pernikahan.
Delia terharu dengan apa yang diberikan oleh suaminya untuknya.
Delia kemudian membuka kotak itu dan memeriksa isi amplop itu. Ternyata isinya adalah Dua tiket honey moon ke Korea Selatan.
Delia kaget dengan semua yang diberikan oleh Arya untuknya. karena itu semua hal yang paling diinginkan oleh Delia selama ini. Yaitu ingin berlibur ke negeri ginseng.
Arya Langsung memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.
"Apa kamu suka sayang?"
"Sangat suka KaK, makasih banyak kak" ucap Delia.
Sambil merubah posisinya dan langsung menghadap ke arah tubuh Arya. Saking gembiranya Delia langsung mencium bibir Suaminya tanpa aba-aba. Arya dengan senang hati menyambut ciuman Delia.
Mereka saling bertukar Saliva dan mengalirkan Rasa Bahagia dan kasih sayang mereka Lewat ciuman. Tiba-tiba Gawai Arya yang ada di saku jasnya berdering.
TBC..
Maafkan FANIA yang tidak bisa update kemarin dikarenakan Real life yang membutuhkan perhatian extra 🙏🙏.
Fania ucapkan kepada kakak Readers yang telah ikhlas memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏.
Pantengin terus yah Updatenya..
Typo Mohon dimaklumi 🙏.
__ADS_1