Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 60. Kisah Kasih Emilia dan Adrian


__ADS_3

Happy Reading...


Rumah sakit Medical center, Adrian tampak mondar mandir ke sana kemari menunggu lampu operasi padam. Adrian sangat mengkhawatirkan keadaan Pak Wiguna, karena berkat jasa-jasa dan kebaikan pak Wiguna lah Akhirnya Adrian bisa hidup layak, memiliki pendidikan yang tinggi dan menikmati berbagai fasilitas hidup yang super keren.


Ruang operasi belum terbuka, Di saat Eliana dan Emilia beserta keluarganya datang ke rumah sakit itu. Emilia langsung memeluk tubuh Adrian dan menumpahkan segala gunda gulananya. Bahkan Emilia tidak segan untuk menumpahkan Air matanya.


Adrian tak mampu dan tidak sanggup melihat jika Emilia bersedih. Hati Adrian semakin Sedih ditambah keadaan pak Wiguna yang belum selesai dioperasi.


"Apa yang terjadi sama Ayah Adrian??" tanya Eliana anak tertua dari keluarga Wiguna.


"Iya Adrian kok bisa Ayah tertembak, dan Mama Elisabeth di Mana??" tanya Emilia dengan wajah yang sembab dan masih meneteskan air matanya.


Adrian pun menjelaskan awal dari kejadian itu, tapi Adrian tidak menjelaskan kepada mereka kalau ternyata selama ini, Arya dan Delia masih hidup.


"Terus apa kamu sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Mama, Oma Estella dan si kembar??". tanya Eliana.


"Sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi apapun, padahal seluruh anak Buah terbaik ayah dan anak buahku sudah aku kerahkan seluruhnya" ucap Adrian.


Eliana segera menelepon ke Korea untuk meminta bantuan kepada keluarganya yang ada di sana.


Beberapa jam kemudian, Akhirnya Pak Wiguna berhasil dioperasi. Pak Wiguna dibawa ke Ruang ICU Karena kondisinya yang belum stabil dan msih tidak sadarkan diri.


"Dokter gimana keadaan Ayahku??" Tanya Eliana


"Alhamdulillah kami berhasil mengangkat peluru yang bersarang di jantung pak Wiguna, tapi kami meminta Maaf Karens keadaan Pak Wiguna masih belum sadarkan diri, kita tunggu 24 jam untuk melihat hasil dari operasinya" ucap Dokter yang mengoperasi pak Wiguna.


"Makasih Dok" ucap Eliana.


Adrian segera mencoba untuk menghubungi Arya tapi lagi gagal. Nomor handphone Arya Selalu berada di luar jangkauan.


"Apa yang harus aku lakukan ya Allah". ucap Adrian.


Sedangkan Eliana sudah menghubungi suaminya untuk meminta bantuan dan hasilnya masih sama Tetap masih tidak ada tanda-tanda keberadaan Oma Estella dan yang lainnya.


Bukan hanya anak buahnya yang berada di Korea tapi Seluruh anak buahnya yang berada di seluruh dunia Datang ke Indonesia untuk membantu pencarian dari Oma Estella, Mama Elisabeth dan Anak-anak Arya.


"Aku pamit dulu, aku ingin memeriksa langsung hasil dari rekaman cctv dan kamu


Adrian Tolong temani Emilia di sini untuk jaga Ayah" ucap Eliana.


"Baik" ucap Adrian.

__ADS_1


Adrian dan Emilia berjalan ke arah Kantin rumah sakit karena sedari tadi mereka belum makan Malam.


Mereka memilih Meja dan memesan beberapa macam makanan. Beberapa saat kemudian,


Pelayan mengantarkan makanan ke Meja mereka.


"Makasih Mbak" ucap Adrian.


"Sama-sama pak" Ucap Pelayan perempuan itu.


Emilia kaget setelah melihat Makanan yang tersaji di depannya. Makanan itu adalah Soto ayam makanan kesukaan Emilia sedari


Kecil. Hal itu sangat diketahui oleh Adrian.


"Ternyata Kakak masih ingat dengan makanan yang aku sukai" ucap Emilia.


"Apa pun yang ada sama dirimu pun aku tahu" ucap Adrian Sambil mengaduk minumannya.


Emilia dibuat Tersipu malu-malu dengan perkataan Adrian.


"Tapi kan kita ketemunya sudah lama kak hampir 10 tahun loh, dan aku yakin pasti kakak sudah Lupa tentang hal-hal yang pernah kita lakukan dulu". ucap Emilia.


"Waktu itu Hujan Deras, disaat Rumah nampak sepi" ucap Adrian.


"Tapi sayangnya hal itu tidak benar adanya


, Hati ini hanya tertulis satu nama Saja dan tak akan terganti sampai kapan pun" Ucap Adrian.


Adrian Belum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Emilia menutup mulut Adrian dengan tangannya.


Emilia kembali teringat akan peristiwa itu.


Peristiwa yang membuatnya tidak bisa berpaling dari Adrian Martadinata walaupun hal itu hanya mereka yang tahu.


Flashback on.


Waktu itu Ayah dan Mama Elisabeth pamit kepada anak-anaknya karena akan melakukan perjalanan bisnisnya ke luar negeri. Sedangkan Arya dan Elliana Juga berada di luar sedang melanjutkan studinya. Jadi Mama Elisabeth menitipkan Eliana kepada Adrian.


Waktu itu hujan deras, Emilia sudah keluar dari kelasnya. Dan berdiri di Depan pos Security untuk menunggu jemputannya.


Tapi sudah hampir 1 jam Emilia menunggu jemputannya yang tak kunjung datang. Emilia sudah ngomel-ngomel dan menghubungi supirnya tapi telponnya tidak dijawab oleh supir pribadinya.

__ADS_1


Berselang beberapa menit kemudian, Datanglah sebuah mobil yang pastinya Emilia sudah hafal dengan jelas Siapa pemilik dari mobil itu. Dia lah Adrian cowok yang selama ini Emilia suka dalam Diam.


Emilia menyukai dan menyanyangi Adrian bukan sebagai kakak Angkat tapi sebagai Cewek ke Lawan jenisnya. Emilia tak mampu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Adrian, Karena Emilia merasa cinta yang dia rasakan selama ini adalah Salah dan tak pantas untuk diperjuangkan.


Emilia Sangat gembira setelah tahu kalau yang menjemput dirinya adalah Cowok idamannya. Walaupun mereka terpaut usia yang sangat jauh tapi Emilia tidak mempermasalahkan hal itu. Adrian saat itu sudah berusia sekitar 25 tahun sedangkan Emilia baru berumur 17 tahun dan baru duduk di Bangku SMA Kelas 2.


Setiap Hari Adrian mengantar jemput Emilia ke Sekolahnya bahkan walaupun Adrian sedang sibuk pasti Adrian tetap menjemput Emilia. Karena Waktu pertemuan mereka yang sering bahkan ke manapun Emilia pergi pasti Adrian pun ada di tempat itu. Mereka bagaikan sepasang Sepatu yang tak akan ada artinya jika Hanya satu yang ada.


Perlahan-lahan Benih-benih cinta mulai tumbuh di dalam hati Adrian. Tapi Adrian pun tak kuasa untuk mengungkapkan perasaannya kepada Emilia.


Karena Adrian Sadar kalau hal itu tak pantas dia lakukan, Adrian Akhirnya memutuskan untuk memendam perasaannya.


Tapi Adrian sangat sadar diri kalau hal itu tak mungkin bisa menjadi kenyataan. Cintanya harus Dia kubur dalam-dalam.


Suatu Hari, Mereka pergi ke Pesta ulang tahun salah satu teman baiknya Emilia. Emilia tentunya ditemani oleh Adrian. Tapi entah kenapa sampai di Pesta itu, Emilia tak mampu menahan dan menolak Ajakan temannya untuk minum Minuman yang seharusnya tidak boleh diSentuh bahkan untuk Emilia minum.


Karena Minuman itu mengandung Alkohol Akhirnya Emilia mabuk dan meracau tidak jelas. Adrian mengajak Emilia untuk pulang ke rumah. Adrian menggendong Ala bridal style Emilia ke Dalam mobilnya.


Emilia tak henti-hentinya berbicara bahkan Tanpa dia sadari sudah mengutarakan perasaan dan Isi hatinya. Kalau selama ini Emilia suka dengan Adrian. Hal itu membuat Adrian tersenyum dan bahagia karena ternyata Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Adrian ingin mengantar Emilia pulang ke rumah utama tapi Adrian tahu pasti Pak Wiguna


Akan mArah besar kalau tahu kelakuan dari putri bungsunya. Pasti akan terjadi perang dunia ke Tiga. Jadi Adrian membawa Emilia ke Apartemen pribadinya.


Sesampainya di Apartemen pribadinya, Adrian membaringkan tubuh Emilia di Dalam Kamar pribadinya. Adrian bergegas ke luar kamar untuk mencari obat pengurang rasa mabuk dan mual Emilia.


Emilia mengeluh kalau tubuhnya kepanasan dan ada hal aneh yang terjadi di dalam tubuhnya Emilia.


Tapi kejadian yang tidak seharusnya terjadi, Mereka lakukan. Adrian terjatuh di atas tubuh Emilia. Adrian berusaha untuk menghidar.



Ini Visualnya Emilia Cewek yang selalu disayang oleh Adrian sampai sekarang hingga Adrian betah dengan status Jomblonya.



Cowok yang menjadi anak angkat Pak Wiguna Sekaligus menjadi kekasih rahasia Puteri Bungsunya. Adrian yang baby face.


TBC...


MAKASIH BANYAK FANIA UCAPKAN KEPADA READERS YANG TELAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA KEPADA BDP 🙏🙏🙏.

__ADS_1


Tetap LIKE, RATE BINTANG 5 FAVORITKAN DAN KRISANNYA Yah Kakak Readers 🙏🙏🙏.


__ADS_2