Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 37. Sarapan Pagi Bersamanya


__ADS_3

Happy Reading...


Setelah dari mengantar Cicitnya Oma Estella tidak langsung pulang ke rumahnya bahkan Oma Estella masih Setia menunggu kepulangan Di Kembar. Oma Estella juga ikut bergabung dalam pengajian yang diadakan oleh ibu-ibu saat itu. Jadi Oma Estella merasa Waktunya tidak terbuang percuma bahkan diisi dengan hal-hal yang baik. Oma Estella selama di Korea Selatan sering ikut juga dalam pengajian tapi cuma Sekali saja dalam sebulan.


Oma Estella mengantar Cicitnya ke rumah Dessy. Oma Estella menyempatkan dirinya untuk berbincang-bincang dengan Dessy. Dari situlah Dessy mengetahui kalau Keluarga Arya bukanlah Keluarga yang bisa diganggu bahkan Keluarga Arya termasuk keluarga terkaya di negara kita.


Dessy sangat bersyukur setelah mengetahui kalau keluarga Ayahnya Si kembar Baik dan dengan tangan terbuka menerima Delia dan Anak-anaknya Tapi minus Kakeknya toh Saja.


Delia masih berkutat dengan komputernya. Tapi karena Delia ingin ke kamar kecil Delia pun pamit kepada Rina.


"Rin aku ke belakang dulu"


"hati-hati" ucap Rina.


Delia berjalan ke arah Toilet. Tak sengaja Delia melihat seseorang yang memakai Masker dan mirip dengan Arya suaminya. Delia melupakan niat awalnya dan berniat ingin mengejar orang itu.



Laki-laki itu berjalan tergesa-gesa dan mempercepat langkah kakinya karena menyadari kalau seseorang telah mengikutinya.


Delia juga menambah kecepatan jalannya bahkan sudah berlari. Tapi Delia masih kalah cepat karena laki-laki itu masuk ke dalam Lift. Delia termenung di depan Lift.


"Apa itu Kak Arya tapi kenapa Dia ada di sini dan kapan Dia pulang dan kalau emang itu kak Arya kenapa tidak menemuiku??" Muncul berbagai macam pertanyaan dibenaknya. Delia kembali meneteskan air matanya. Kadang Delia berfikir untuk menyerah dengan keadaan tapi Dia selalu teringat dengan janji dan kata-kata Suaminya untuk selalu menunggu kepulangannya.


Delia kembali ke Ruangannya dan melanjutkan kembali pekerjaannya sebelum terlalu larut malam.


Ke Esokan Harinya mungkin karena Delia sudah terbiasa dengan kiriman Bunga. Delia setelah shalat subuh berjalan ke arah Pintu Rumahnya dan membuka lebar-lebar Pintu Rumahnya tapi Delia tidak menemukan setangkai bunga pun tak ada. Delia tampak kecewa dengan keadaan itu.


Arya yang berada tidak jauh dari sana memperhatikan mimik wajah Delia setelah membuka pintunya. Arya merasa senang karena Delia ternyata suka dengan pemberiannya bahkan saat ini Delia mengharapkan kedatangan bunga-bunga itu.


Entah keberanian dari mana Arya menghampiri Delia dan tak lupa membawa beberapa rangkaian bunga di tangannya.



"Assalamu alaikum Del" salam Arya.


Delia tak bisa menjawab salamnya Arya dikarenakan terkejut dengan kedatangan Presdirnya. Bahkan Delia terpukau dengan penampilan Arya yang setiap harinya semakin ganteng saja.


"Waalaikum salam pak Arya".


Seperti biasa Jika Mereka bertemu pasti mereka akan hanya bisa berpandangan dan tak bisa berkata-kata. Mereka seakan-akan jadi patung.


Entah kenapa akhir-akhir ini Perasaan Delia tak menentu bahkan Setiap kali Delia berjumpa dengan Arya ada gelenjar aneh yang muncul dari dalam lubuk hatinya.


Bahkan gestur tubuh Delia memperlihatkan kalau Delia ingin meminta hal yang lebih dari Seorang Atasan dan anak buahnya. Dan setiap kali itu melanda hati Delia, Delia Selalu beristigfar dan meminta maaf kepada suaminya. Arya terus Saja menatap Delia yang melamun. Arya sangat tahu kalau Delia memikirkannya sebagai suaminya. Arya tidak ingin mengganggu lamunan Istrinya. Bagi Arya biarkan Saja Delia tersadar dengan sendirinya dari lamunannya.

__ADS_1


Kehadiran si kembar yang datang tiba-tiba yang berhasil membuyarkan lamunan Delia.


"Mama kok diam saja dan tidak meminta Paman Arya masuk ke dalam rumah" ucap Zack.


"iya nih Mama bengong saja kayak orang yang kesambet" ucap Zoe.


Delia tersadar dari lamunannya dan menyuruh Arya untuk masuk ke dalam rumahnya.


Hari ini Arya emang sudah berencana untuk membawakan rangkaian bunga mawar ke rumah Delia secara langsung dan ingin melihat bagaimana reaksi dan tanggapan Delia dengan tindakannya itu.


"Silahkan masuk Pak"


"Makasih"


"Mama pamit ke dapur dulu, Zack temani Paman Arya yah nak"


"Baik ma"


"Zoe bantu mama di dapur yah"


"Siap mamaku sayang"


Mereka meninggalkan Zack dengan Ayahnya di ruang tamu.


Delia dan Zoe sibuk dengan Acara masak-memasaknya.



Delia dan Zoe menata hasil masakan Mereka berdua di meja makan.



Ada dua jenis masakan yang berhasil Delia masak dan semua makanan itu adalah makanan kesukaan anak-anak dan Suaminya.



Delia berharap Pak Arya menyukai hasil masakannya. Karena Delia teringat waktu mereka makan di Resto yang ada di Dufan jadi Delia memutuskan untuk masak Sea food saja. Kebetulan bahan-bahan untuk masak makanan laut tersedia di Kulkasnya.


Zack kembali bermanja-manja dengan ayahnya jika Mamanya tidak ada.


"Coba tebak Zack kira-kira ini isinya apa??" Arya menunjukkan sebuah kotak yang terbungkus rapi dan cantik kepada Zack.


"Apa yah??" Zack memperlihatkan wajah imutnya disaat dia berfikir.


"Isinya pasti mainan" Tebak Zack.

__ADS_1


"Kok tahu kalau ini isinya mainan??" Tanya Arya.


"Ya tau lah kan Zack pintar Yah" ucap Zack.


Arya tersenyum menanggapi perkataan putranya.


"Ayah beliin kamu mainanan Transformer edisi terbaru"


Zack sangat bahagia mendapatkan hadiah mainan dari ayahnya. Zack bahkan tak henti-hentinya menciumi wajah ayahnya. Hal ini tak sengaja dilihat oleh Delia.


Delia sempat tersentuh dengan perlakuan Arya kepada puteranya tapi Delia Juga Sedih karena Menurutnya Zack Sangat membutuhkan sosok Ayahnya berada disampingnya. Air mata Delia kembali menetes tanpa aba-aba. Delia buru-buru menghapus sisa air matanya sebelum ada yang melihatnya menangis.


"Zack sepertinya gembira banget nih, Mama lihat dari tadi tak henti-hentinya zack mencium wajah pak Arya, kalau mama boleh tahu ada apa Nak??" Delia memangku anaknya yang tidak kecil lagi.


"Zack dapat hadiah ma dari Paman Arya" Zack kemudian memperlihatkan hadiahnya.


"Zack sudah ucapkan Makasih sama pan Arya belum??" tanya Mama Delia.


"Sudah kok ma"


"Alhamdulillah dan makasih sudah repot-repot beliin mainan untuk anakku"


"tidak apa-apa, aku senang bila Si kembar Bahagia".


Tiba-tiba Zoe muncul dari arah dalam rumahnya dan merajuk.


"Iih paman gak asyik masa cuma Zack saja yang dibeliin, Zoe mana paman?" Zoe mengulurkan tangannya ke arah Arya dan memperlihatkan wajah sedihnya.


"Sini Sayang Paman pasti beliin kamu juga mainan, tidak Mungkin lah paman cuma beliin mainan untuk Zack saja kan paman punya lagi satu Puteri Cantik" Arya memangku Zoe dan memberikan bungkusan mainan kepada putrinya.


"Ayo kita makan pagi dulu sebelum makanannya dingin"


"Hore waktunya makan" ucap Zack.


Mereka berjalan ke arah meja makan dan mereka siap untuk menyantap makanan. Semua yang dimasak oleh Delia membuat selera makan meningkat.


TBC...


Sekedar informasi jangan Lupa untuk mampir ke Novel baruku Kakak 🙏🙏


Dan jangan Lupa Likenya serta Favoritnya kakak.



Moga Kakak Readers suka 🙏😘

__ADS_1


Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara Like Setiap Episodenya, Favoritkan BDP dan Masukannya juga biar ramai kolom Komentarnya 🙏🙏🙏.


Makasih banyak 🙏🙏


__ADS_2