
Happy Reading..
Ruangan yang hanya berukuran 2x3 menjadi saksi bisu dari kejahatan yang dilakukan oleh Dion kepada Dimas atas dasar balas dendam karena salah paham. Dimas sudah terkapar di lantai. Dengan darah yang masih mengucur dari paha dan kakinya. Arya segera melarikan Dimas ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan dari Dokter.
"Dimas bertahanlah, apa yang aku katakan sama mamamu jika kamu seperti ini" ucap Arya yang memangku Dimas.
Tidak butuh waktu lama, mobil Arya sudah sampai ke rumah sakit. Arya berteriak kencang agar perawat segera membawa bangkar.
"Suster tolong" teriak Arya.
Perawat pun berlari setelah mendengar teriakan dari pemilik rumah sakit tempat mereka mengadu nasib. Perawat tergesa-gesa dan mempercepat langkah mereka karena takut mereka di-berhentikan jika terlambat.
Dimas dilarikan ke dalam ruang operasi atas perintah dari dokter.
"Segera siapkan ruang operasi" perintah dokter.
Perawat hari ini dibuat bekerja extra oleh Arya karena Arya tidak ingin terjadi apa pun terhadap Dimas.
"Lakukan yang terbaik untuk adikku jangan biarkan terjadi sesuatu pada dirinya" ucap Arya sebelum tim dokter dan perawat menutup ruang operasi.
Dessy tidak bisa tenang, hati Dessy selalu tertuju kepada Dimas suaminya. Akhirnya seharusnya dirinya sudah tidur tapi karena setiap kali mencoba untuk memejamkan matanya lagi-lagi tidak bisa.
Dessy pun memilih untuk berjalan ke luar rumah tepatnya di belakang rumah Arya tepatnya di gazebo yang di kelilingi oleh tanaman yang bisa membuat seseorang terkesima dengan kecantikan dan keindahan bunga tersebut. Tetapi belum sampai diambang pintu, Dessy mendengar Delia sedang menelpon dan mengatakan bahwa Dimas sedang di operasi. Betapa kagetnya Dessy mendengar hal tersebut. Dessy pun langsung mendekati Delia. Sedangkan Delia tidak menyangka kalau Dessy akan mendengar perkataannya.
"Delia itu tidak mungkin kan, aku pasti tadi salah dengar?" tanya Dessy yang sudah tersedu-sedu.
Delia hanya memeluk tubuh Dessy untuk berusaha menenangkan Dessy.
"Delia tolong antar aku ke rumah sakit" perintah Dessy.
"Baiklah tapi ingat kamu itu sedang hamil jangan macam-macam" ucap Delia yang mengingatkan Dessy kalau dirinya sedang hamil.
Dessy hanya menganggukkan kepalanya tanda dirinya setuju dengan permintaan Delia. Mereka sudah berada di dalam mobil dan akan ke rumah Sakit. Sedangkan Dessy tak henti-hentinya menangis.
"Ya Allah selamatkan suamiku, lindungi lah suamiku dari segala marabahaya" ucap Dessy.
Di Rumah Sakit DA, Arya mondar mandir ke sana kemari seperti setrikaan, yang tidak bisa tenang karena khawatir dengan kondisi Dimas. Sedangkan Emre, Aditya, Mark, Alan hanya geleng-geleng kepala melihat reaksi Arya yang misruh-misruh tidak jelas seperti emak-emak saja.
Pintu Ruang operasi pun terbuka, Dokter keluar dan Arya langsung memberondong dengan berbagai macam pertanyaan yang dia lemparkan untuk dokter yang menangani Dimas.
"Gimana dengan adik saya dokter, apa dia baik-baik saja?." tanya Arya.
Dokter tersenyum sebelum menjawab pertanyaan tersebut dan melepaskan masker yang ada diwajahnya terlebih dahulu.
"Alhamdulillah Dimas baik-baik saja dan luka yang dideritanya tidak serius" jawab dokter.
"Alhamdulillah" ucap semua yang ada di sana.
Dimas yang masih pinsang akibat karena masih ada pengaruh dari obat bius waktu dioperasi. Dimas pun segera di bawah ke ruang perawatan VVIP. Dan kondisi Dimas yang semakin membaik setelah mendapat perawatan intensif dari tim dokter.
Delia dan Dessy sudah sampai di rumah sakit saat Dimas sudah dipindahkan ke Ruang perawatan. Dessy tidak pernah meninggalkan Dimas walaupun hanya sebentar saja. Dessy Ingin disaat Dimas membuka matanya Dirinya lah yang pertama kali Dimas lihat. Hingga tengah malam Dimas baru tersadar. Sedangkan Dessy sudah terlelap di samping bangkar Dimas sambil memegang tangan Dessy.
Dimas tersenyum melihat istrinya berada disampingnya. Dimas masih kepikiran dengan Diion yang ternyata selama ini menaruh dendam padanya. Tapi Dimas bersyukur kakau komplotan Dion sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Arya baru ingin meninggalkan rumah sakit tapi telponnya kembali berdering. Delia yang bersamanya meminta Arya untuk melihat siapa yang menelponnya.
"Kak angkat telponnya sempat itu telpon yang penting" ucap Delia.
__ADS_1
Arya langsung mengangkat telponnya dan ternyata yang menelpon adalah Aulia.
"Assalamu alaikum Aulia" ucap salam Arya.
"Waalaikum salam Kak, boleh datang ke rumah sakit?." tanya Aulia.
"Emang ada apa Aulia, kamu baik-baik saja kan, Tante sama Om baik-baik saja kan??." tanya Arya.
"Alhamdulillah saya dan mereka baik-baik saja, Rangga Kak sudah sadar dari komanya" jawab Aulia yang sangat bahagia karena Rangga sudah sadar dari komanya.
"Alhamdulillah kalau gitu, kamu jaga dan rawatlah Rangga dan Kakak mohon selesaikan masalah kalian dengan kepala dingin semoga Allah memberikan jalan keluar yang terbaik dari hubungan kalian" ucap Arya.
"Amin ya robbal alamin, oiya kak gimana dengan pelakunya apa sudah ditemukan?" tanya Aulia.
"Kalau Masalah pelakunya saya dan pihak kepolisian belum mendapatkan informasi apa pun dan kamu bersabarlah pasti dia akan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya" ucap Arya.
"Makasih banyak yah kk" ucap Aulia.
"Ok, kakak tutup dulu telponnya, hati-hati" ucap Arya.
"Assalamualaikum" salam Aulia.
"waalaikum salam" jawab Arya yang kemudian menutup sambungan teleponnya.
Arya dan Delia bisa sedikit bernafas lega karena beberapa cobaan yang mereka hadapi telah terselesaikan. Dan Aditya pun sudah berhasil menghapus semua bukti Kesalahan Mark di masa lalunya yang telah terlanjur beredar. Dan Mark pun meminta maaf kepada seluruh keluarga besarnya akan khilaf yang pernah dirinya perbuat. Sedangkan ke dua anaknya Mark masih mencari cara untuk menyampaikan kepada mereka tentang hubungan mereka dengan Amanda.
Beberapa hari kemudian, Dimas sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit, sedangkan Adrian, Mark dan Aditya beserta istri mereka sudah siap untuk kembali ke negara tempat mereka mendirikan perusahaan. Adrian dan Emilia akan berangkat ke Amerika, Mark dan Eliana juga akan pulang ke Inggris karena sudah lama mereka meninggalkan Perusahaannya. Aditya pun akan pulang karena sudah beberapa hari di Indonesia dan ada kerinduan yang dia rasakan saat dirinya jauh dari Helena. Walaupun keadaan istri mereka yang sedang hamil, para Mommy kece tetap akan ikut pulang bersama para hot Daddy.
Perusahaan Sinopec Group pun sahamnya juga sudah stabil. Arya sangat bersyukur karena berbagai macam ujian dalam hidup mereka sudah teratasi dengan baik. Kepulangan sahabat dan adiknya membuat Arya kembali merasa kesepian. Beberapa bulan terakhir mereka selalu kompak bersama. Tetapi Arya tidak mau egois untuk mencegah kepulangan mereka. Karena mereka juga mempunyai kehidupan sendiri yang harus mereka lanjutkan.
Tangis haru dari Mama Elisabeth,pak Wiguna, Delia, Arya dan lainnya melepas kepergian anggota keluarga mereka kembali ke luar negeri. Sedangkan Emre dan Rina sudah memutuskan untuk menetap di tanah air tercinta. Berhubung kesehatan Ibu dari Rina yang sudah lansia sehingga Emre tidak ingin kembali ke Turki dalam waktu dekat.
Rina dan Dessy Bahagia mendengar kabar tersebut. Tiba-tiba perut Rina mules setelah dirinya memutuskan sambungan telpon dari Eliana.
"Abang Emre, sepertinya Rina akan melahirkan" teriak Rina di sore hari itu.
Emre tergesa-gesa menyusul istrinya karena kaget mendengar teriakan Rina. Emre tanpa banyak tanya langsung menggendong tubuh istrinya ke dalam mobilnya.
"Dek kok tubuhmu semakin berat yah?." tanya Emre yang ngos-ngosan menggendong tubuh Rina yang bobot tubuhnya dari hari ke hari semakin bertambah.
"Ihh Abang gak suka yah kalau tubuh Rina layak buntelan" ucap Rina yang matanya sudah berkaca-kaca karena Emre mengatakan Secara tidak langsung gembrot.
Emre tidak membalas ucapan dari Rina dan langsung tancap gas menuju rumah sakit DA.
"Aaahh sakit Bang" ucap Rina yang perutnya semakin sakit.
"Tahan yah dek dikit lagi kita akan sampai" ucap Emre yang menambah lagi kecepatan laju mobilnya.
Beberapa saat kemudian, Rina dan Emre sudah sampai di Rumah Sakit bersalin DA. Ternyata Dessy dan Dimas sudah ada di Rumah Sakit DA sejak tadi pagi tapi sakit yang dirasakan Dessy timbul tenggelam. Dessy sekarang menikmati makanan yang tersaji dalam depannya di salah satu restoran yang di dalam area Rumah Sakit. Dimas pun mendapat kabar kalau Emre dan Rina juga ada di sana karena Rina sudah siap untuk melahirkan.
"Yang katanya Rina sudah akan melahirkan dan sudah pembukaan 9" ucap Emre saat dirinya sudah duduk di depan Dessy.
Dessy yang mendengar berita tersebut langsung buru-buru menghabiskan makanannya.
"Serius Mas?." tanya Balik Dessy.
"Iya aku serius" ucap Dimas sambil mengeja kata Serius di depan Dessy.
__ADS_1
"Kalau gitu tunggu apa lagi" ucap Dessy yang buru-buru berjalan.
"Yang hati-hati dong ingat kamu itu sedang hamil" teriak Dimas.
Setelah Dimas berteriak baru lah Dessy tersadar kalau dirinya juga sedang hamil besar.
Dimas dan Dessy berjalan biasa saja karena takut jika terjadi sesuatu kepada Dessy dan kandungannya. Arya dan Delia sudah berada di depan kamar Operasi karena Emre tidak ingin melihat istrinya tersiksa sehingga Tim dokter mengambil langkah untuk operasi Caesar padahal kondisi Rina yang baik dan bisa melahirkan normal. Tapi gitu lah Emre yang tidak ingin kepunyaannya bertambah ukurannya jika harus Rina melahirkan normal.
Beberapa menit kemudian, tangis bayi pun terdengar.
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah" ucap Emre sambil mengusap wajahnya.
"Selamat pak putra bapak lahir dengan selamat dan sehat" ucap Dokter.
Emre langsung memeluk tubuh dokter saking bahagianya karena sudah memiliki anak sepasang cewek dan cowok.
"Makasih banyak dokter atas bantuannya" ucap Emre dan langsung berlari masuk ke ruang operasi sedangkan Rina masih tertidur akibat pengaruh obat bius tersebut.
Emre pun segera mengadzani putranya di samping para sahabatnya. Dessy yang tidak sengaja menyentuh kaki putra Emre dan Rina langsung merasakan sakit dibagian perutnya.
"Auuuhh sakit" teriak Dessy sambil memegang perutnya.
"Sepertinya kamu akan melahirkan juga Dessy" ucap Delia.
Dessy hanya manggut-manggut karena sudah tidak tahan dengan sakit perutnya. Air ketuban Dessy pun sudah pecah dan mengalir ke kakinya. Delia yang melihat itu pun segera berteriak dan ikut panik melihat air ketuban Dessy.
"Dimas air ketuban Dessy sudah pecah panggil segera dokter" ucap Delia.
"biar aku yang menelpon dokter, kamu gendong Dessy ke ruang bersalin.
"Mas sakit" ucap Dessy.
Dokter dan beberapa perawat sudah menangani Dessy dan Dimas disuruh ke luar tapi Dessy melarang Dimas untuk pergi.
"Biarkan suami saya berada di Sini dokter aaaahhh" ucap Dessy yang sudah mengedan.
"Iya mas tidak akan pergi kok, mau harus kuat bayi kita akan segera lahir Dessy" ucap Dimas yang memberikan semangat kepada Istrinya.
"Ayok ibu dorong yang kuat lagi dan tarik nafasnya dalam-dalam dan hembuskan dengan kuat sambil mengedan" ucap Dokter yang melihat Dessy hanya tinggal dikit saja bayinya akan lahir.
Dessy pun mengikuti saran dokter dan sekali tarikan nafas putrinya pun lahir ke dunia ini hanya beda sejam dari putranya Emre dan Rina. Semua keluarga sudah diberitahukan atas kelahiran putra dan putri mereka. Semua anggota keluarga Wiguna sangat bahagia dengan kabar baik tersebut.
Ucapan selamat pun berdatangan dari keluarga, kerabat jauh yang ada di luar daerah maupun diluar negeri turut bahagia kecuali Uncle dan Auntynya Emre yang tidak senang mendengar kalau Emre punya anak laki-laki. Bahkan relasi dan rekan bisnisnya ikut memberikan ucapan selamat.
"Kita jadi Aunty dan Uncle lagi Delia" ucap Arya yang bahagia karena anggota keluarga mereka bertambah.
To be Continued..
Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏.
Jangan bosan untuk baca Bertahan Dalam Penantian yah Readers 🙏.
Maaf kemarin gak sempat Update lupa soalnya, Fania pikir udh up ternyata CYT dan Tidak ada Jodoh yang Tertukar saja yang sudah Update.🤭🤭✌️
Makasih banyak..
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 31 Maret 2022