
Happy Reading..
Belajarlah berdamai dengan diri sendiri dan keadaan. Jangan banyak mengeluh dan jalani hidup ini seperti air yang mengalir.
Pak Penghulu yang didapuk sebagai orang yang akan menikahkan Putri dengan Rian sudah duduk di hadapan Rian. Wajah Rian sudah nampak was-was dan cemas tapi sebisa mungkin Rian tidak menunjukkan hal itu dihadapan orang lain.
"Ya Allah tolonglah hambaMu ini dari jerat dan penjara Putri si wanita gila itu, Ijinkan aku bahagia dengan Hyuna Istri dan putraku, cukup lah mereka selama ini hidup tanpaku."
"Joni, bagaimana dengan kondisi di sana, apa Kamu sudah siap?" tanya Arya pada si Botak.
"Siap Bos, Aku akan lakukan yang terbaik untuk Bos," ucapnya yang sudah dikontrol oleh Arya berkat obat herbal yang diberikan padanya.
"Aditya terus awasi pergerakan dari seluruh anak buah mereka dan perintahkan kepada anak buah kita untuk selalu berkosentrasi dan awasi apa yang menurut kalian mencurigakan cepat amankan," titah Arya pada Lionel adik dari Andre.
"Siap big bos, Andre sudah mendapatkan dokter itu dan mereka sudah berada dekat dari sini," jawabnya Lionel.
Hampir seluruh anak buah terbaik dari Arya dan yang lainnya sudah diterjunkan ke lokasi Gedung, sedangkan yang menjaga keamanan dari keluarga mereka tetap berjaga-jaga. Bala bantuan dari anak buahnya Emre dan Mark pun sudah terbagi dua.
Dessy, Hyuna, Emilia, Eliana, Rina sudah berada di dalam ruangan khusus Kediaman Utama Wiguna demi keamanan mereka. Anak-anak serta orang tua dan mertua mereka pun sudah hadir di sana. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan besar yang bisa terjadi.
Mereka mengisi waktu luang mereka membuat aneka macam kue dan mencoba resep baru yang diberikan oleh Delia sebagai chef handal diantar mereka.
Hal itu mereka lakukan untuk menutupi rasa khawatirnya mereka terhadap suami mereka yang sedang menjalani tugas penyelamatan Alan.
"Bagaimana Pak Apa bapak sudah ada di TKP? tapi, jangan lupa pak berpakaian seperti anggota Bapak yang bertugas untuk menjaga keamanan di Gedung sesuai yang diperintahkan oleh Papi Putri," tutur Arya.
"Iya Pak Arya sesuai yang Tuan Muda perintahkan kepada Kami, dan jangan khawatir karena anggota Kami yang bertugas adalah semua anak buahku, dan mereka sudah melihat langsung bukti kejahatan Putri yang Tuan kirim," terang Pak Noel selaku komandan kepolisian.
"Makasih banyak atas bantuannya Pak, dan seperti biasa bonus untuk bapak dan rekan bapak pasti akan meluncur ke rekening bapak, sebagai ucapan terima kasih Saya yang sudah membantu menumpas kejahatan Putri," ujarnya.
"Alhamdulillah Makasih banyak Tuan Muda," jawabnya singkat.
"Dimas coba Kamu berpura-pura ke dalam Toilet katanya Aditya toiletnya itu berdekatan dengan tempat untuk menyekap beberapa Art yang melanggar peraturan Putri," ucap Arya yang hanya bisa berbisik di telinga Dimas.
"Selalu lah waspada dan berhati-hati lah, ingat bawa selalu senjata api itu," ucapnya lagi.
"Ok siap," jawab singkat Dimas.
Dimas segera melaksanakan perintah dari Arya, Arya kembali memberikan kode kepada Adrian untuk segera mengecek langsung kondisi di Botak jangan sampai ketahuan.
Mereka bekerja sesuai dengan tugas mereka masing-masing. Mereka bertindak sangat hati-hati dan berupaya untuk tidak meninggalkan bukti apa pun itu.
"Bagaimana calon pengantin, apa Anda sudah siap?" tanya pak Penghulu pada Alan.
"Siap Pak Penghulu," jawabnya Alan dengan semangat 45 Walaupun dalam hatinya ada ketakutan yang melandanya.
"Baiklah kalau begitu Tuan Muda ikuti bapak dan ucapkan kata-kata yang sesuai yang saya arahkan," ucap pak Penghulu lagi.
"Baik pak," ucapnya singkat.
Baru pak Penghulu ingin membuka mulutnya untuk mengucapkan ijab kabul, semua mata dan pandangan seluruh tamu undangan maupun keluarga dari Putri langsung menatap ke arah layar yang sudah memutar rekaman video tentang Putri yang membunuh Dokter dan beberapa ARTnya.
__ADS_1
Papi Putri langsung menganga dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sedangkan yang lain langsung bereaksi yang berbeda ada yang langsung merekam, ada yang berbisik-bisik tetangga dan ada yang shock karena tidak percaya dengan apa yang sedang mereka tonton.
"Apa yang terjadi di Sini? pengawal segera matikan videonya!!" teriak Papinya Putri.
Putri yang melihat rekaman video itu langsung berdiri dari pelaminan tempat akad nikahnya. Dan berlarian mencari sumber dari Video tersebut.
"Pasti ada yang sengaja membuat rekaman video itu untuk menjatuhkan nama baik Putri Papi," ucap putri yang langsung histeris menangis tersedu-sedu di hadapan khalayak ramai.
Semakin banyak bisikan yang sampai ke telinga putri membuat amarahnya semakin memuncak tapi, Putri segera berusaha untuk meredamnya.
"Bukan saatnya menunjukkan kepada Mereka siapa Putri, Aku harus berusaha melawannya agar tidak ketahuan."
Semakin banyak suara sumbang yang Tamu ucapkan hingga terdengar sampai ke telinga Putri yang membuatnya semakin meradang.
"Saya yakin itu Putri bukan rekaman hasil editan dan lihat dan perhatikan dengan seksama, wajahnya dan bentuk tubuhnya Putri sangat sama," ujarnya.
"Iya betul yang Kamu katakan, ternyata selama ini Putri hanya berpura-pura saja sudah sembuh dari penyakitnya ternyata sudah jadi seorang psikopat," ucap Tuan A.
"Benar sekali, ternyata Putri seorang wanita iblis sangat berbahaya dan Saya yakin banyak sudah korban jiwa yang berjatuhan," terangnya si C.
"Kok bisa yah ke dua orang tuanya tidak mengetahui kebobrokan putrinya padahal anaknya cuma seorang saja," timpalnya si B.
Putri semakin marah dan jengkel setelah mendengar perkataan dari beberapa tamu undangan. Putri langsung menyibak gaun pengantinnya dan langsung mengambil senjata apinya yang dua simpan dibalik gaun cantik dan mahalnya itu.
Putri tanpa aba-aba langsung mengarahkan senjata apinya ke hadapan orang-orang yang bersuara sumbang tadi. Putri pun menembaki mereka satu persatu hingga mereka semua tumbang di tempatnya.
Suasana yang awalnya ramai dan kondusif, sekarang berubah menjadi mencekam dengan teriakan minta tolong dari para istri korban jiwa yang berjatuhan.
Pihak keamanan dan kepolisian segera berdatangan untuk mengamankan Tamu yang berada di dalam ruangan. Banyak Tamu yang ingin berlari dari tempat acara tapi, baru sebahagian yang berhasil lolos keluar Gedung. Putri langsung berteriak ke anak buahnya untuk segera menutup pintu Gedung tersebut.
"Papi seperti ini lah Putri aslinya, Ini semua yang terjadi gara-gara perlakuan Papi sewaktu Kau kecil dahulu, Papi yang kerap kali memukul Putri bahkan Papi dengan tega menyiksa Putri yang tidak punya salah apa-apa hahahaha," ucap Putri yang sudah seperti orang kesetanan saja.
"Itu tidak mungkin Putri, Papi dulu melakukan hal itu semua karena kesalahan Kamu sendiri yang tidak becus dan terlalu bodoh, selalu saja kalah dari Ratna putrinya Pak Hendry," jelasnya.
"Ini semua kesalahan dan keegoisan Papi yang selalu mementingkan harga diri dan nama baik Papi di depan relasi bisnisnya Papi, apa Papi pernah sedikit pun bertanya apa yang putri inginkan? haaaaa!" teriak Putri yang menodongkan kembali senjatanya.
"Papi melakukan hal itu semua demi kebaikan dan masa depan Kamu putri," ucap Pak Leonard Horowitz yang ikut berteriak.
"Papi ku mohon hentikan semua ini, Mami tidak sanggup melihat anak kesayangan Mami harus bertindak seperti ini," ucap Maminya Putri yang sudah memegang dadanya yang terasa sakit.
Arman dan lainnya terkejut dan keheranan setelah mereka mendengar sebagian dari kisah kecil Putri dan masa lalu Papinya Putri Pak Leonard.
Arman dan Ratna Antika Monata yang hadir di ruangan itu pun lebih shock dari yang lain. Kemampuan dan kepintarannya saat masih sekolah dahulu membuat seseorang dendam dan cemburu.
"*Ya Allah ternyata selama ini Putri dan Pak Leonard iri dengan prestasi belajar yang aku raih.'
"Ternyata gara-gara itu Putri trauma dan berakibat hingga sekarang dan dampaknya sangat besar dan merugikan orang lain, bahkan sudah banyak korban jiwa yang tidak bersalah berjatuhan dari harus meninggal sia-sia*."
Arya segera memerintahkan kepada anak buahnya dan polisi untuk segera membuka pintu kokoh nan menjulang tinggi itu.
Arya memberikan kode kepada Arman dan pihak kepolisian yang berada di dalam sana untuk bersiap dan mengepung Putri secara diam-diam. Arya menaikkan jarinya dan dalam hitungan ke tiga mereka langsung bertindak.
__ADS_1
"Tiga, dua, satu go..." ucap Arya.
Arman dari sisi kiri dan Arya dari sisi Kanan Putri. Sedangkan polisi hanya berjaga-jaga jika Putri mengamuk. Usaha yang dilakukan oleh Arya dan Arman ternyata berhasil juga.
Arya segera berlari dan merebut pistol yang dipegang oleh Putri. Sedangkan Arman memeluk dan menahan tubuh Putri agar tidak memberontak dan melakukan perlawanan yang berarti.
Usaha mereka tidak sia-sia, Komandan kepolisian segera memborgol Putri dan mengambil alih untuk mengamankan lokasi tempat kejadian itu. Anak buah Putri pun sudah dilumpuhkan oleh semua anak buahnya Arya dan juga kerjasama dari kepolisian.
Beberapa saat kemudian, pintu Gedung itu terbuka dengan paksa dari luar. Dan banyak tamu yang tersisa segera berhamburan ke arah luar dan banyak diantara mereka yang trauma dengan insiden yang diprakarsai oleh Putri dan antek-anteknya.
"Segera bawa Putri ke Kantor Polisi," titah Pak Noel komandan kepolisian.
"Siap Komandan," ucap anak buahnya.
Tamu yang terkena tembakan segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan. Masih banyak suara tangis histeris dari sebagian Tamu undangan yang masih merasakan Trauma yang mendalam. Ambulan pun datang. Hingga beberapa saat kemudian mereka sudah ingin kembali ke dalam mobil mereka masing-masing.
"Alhamdulillah kita berhasil membuat Putri tertangkap dan kejahatannya langsung viral," ucap Adrian saat berjalan beriringan dengan Pak Hendri dan Arya menuju mobil mereka masing-masing.
"Iya, Papa sangat senang karena usaha kita tidak sia-sia," timpal Pak Hendry.
"Arya juga tidak menyangka dengan kenyataan yang ada bahwa semua ini terjadi atas dasar rasa cemburunya dan egoisnya Pak Leonard," timpal Arya.
"Begitulah Manusia Bang, berbeda-beda karakter dan tabiatnya, jangan terlalu gampang percaya dengan apa yang ditunjukkan oleh orang lain, buktinya Putri sudah sangat jelas," ucap Dimas.
Hingga langkah kaki mereka terhenti dengan suara tembakan yang dilesatkan oleh Putri menggunakan pistol curian milik pak polisi.
Tapi, tidak terduga Putri berhasil meraih pistol yang berada di pinggang polisi yang membawanya ke dalam mobil Polisi. Putri langsung membidik sasarannya dan ternyata sasarannya adalah Arya. Putri hanya tersenyum sinis dan licik. Polisi tersebut tidak mengetahui jika Putri akan melakukan hal tersebut.
Tanpa ba-bi-bu Putri langsung menarik pelatuk pistolnya berkali-kali hingga amunisinya habis. Polisi segera memukul Putri hingga terjatuh ke atas aspal setelah menyadarinya. Orang yang ditembak oleh Putri langsung tumbang di aspal dengan darah yang mengucur deras dari dadanya serta hidung dan mulutnya.
"Ti-daaaaaakkk!!"
Siapa kira-kira yang terkena tembakan yah Readers???
Yang mau jawab silahkan isi kolom komentar yang tersedia tapi, jangan yang Julid yah apa lagi komentarnya pedes tak mampu 🤣
Yang penasaran tunggu kelanjutan kisah mereka yah ✌️.
*MAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGANNYA KEPADA BERTAHAN DALAM PENANTIAN 😘🥰.
Tetap Dukung BDP dengan Cara:
Like 👍, setiap episodenya
Rate ⭐ Lima
Favoritkan ♥️ agar selalu mendapatkan notifikasi Updatenya.
Dan Dukung juga Novel Receh FANIA lainnya:
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
__ADS_1
Cinta Yang Tulus
Alhamdulillah semuanya sudah lulus Kontrak 🙏*.