
Happy Reading..
Rangga melajukan mobilnya menuju ke Pantai.. Amanda yang menyarankan kepadanya untuk menikmati indahnya sunset di pantai. Rangga berusaha untuk menutupi rasa kecewanya dengan selalu tersenyum jika Amanda mengajaknya berbicara.
"Paman, Tante cantik tadi itu siapa apa pacarnya Paman??." tanya Amanda yang sebenarnya tahu walaupun dirinya masih kecil Tapi Amanda mengerti sedikit permasalahan yang dihadapi oleh Rangga walaupun dirinya masih kecil.
Rangga kembali teringat dengan kejadian tadi di dalam Resto, Rangga sudah tahu kalau Aulia pasti sudah punya tunangan secara Mereka sudah berpisah bertahun-tahun. Jadi wajarlah kalau Aulia sudah melupakan dirinya dan perasaan cintanya Aulia sudah tidak ada untuk Rangga. Rangga melamun padahal sedang menyetir mobilnya.
"Paman!! jawab pertanyaan Amanda dong." ucap Amanda yang berusaha membuyarkan lamunan Rangga.
"Paman kalau lagi mengemudikan mobil jangan menghayal paman itu tidak baik" ucap Amanda sambil menggoyang tubuh Rangga agar segera tersadar dari lamunannya.
Amanda terus membantu menyadarkan Rangga dari lamunannya, karena mobilnya sudah hampir menabrak pohon kelapa yang ada di sekitar jalan yang mereka lalui.
"Paman!!!! awas Paman ada pohon kelapa di depan!!." ucap Amanda yang sudah berteriak tapi tangannya tidak terlepas dari tubuh Rangga untuk selalu membantu Rangga agar segera sadar, Amanda terus berusaha menggoyang tubuh Rangga.
Rangga pun tersadar dan segera menghentikan laju mobilnya. Untung jalan yang dilaluinya terbilang jalan yang sangat sepi, jadi mereka masih bisa selamat. Tapi depan mobilnya agak lecet karena menabrak pohon kelapa walaupun Rangga sudah berusaha menghindar.
"Paman Rangga, gara-gara paman hampir saja jantung Amanda copot dari tempatnya" ucap Amanda sambil memegang dadanya.
"Maaf, Paman tidak sengaja" ucap Rangga dan kemudian menyandarkan kepalanya ke setir mobilnya dan sangat menyesal dengan apa yang telah dia lakukan yang hampir saja mencelakai putri dari temannya.
"Lain kali paman hati-hati kalau lagi nyetir mobil, pasti paman lagi mikirin tante cantik kan??." tanya Amanda yang memajukan wajahnya ke depan Wajah Rangga.
"Kamu itu masih bocah, jadi jangan sok tahu deh." ucap Rangga sambil mendorong pelan tubuh Amanda.
"Jangan ditutupi lah paman, wajah paman sudah membuktikan semuanya" ucap Amanda yang menunjuk Wajah Rangga yang kemerahan menahan malu.
"Kalau Kamu terus yang aku ladenin bisa-bisa Magrib kita di sini terus" ucap Rangga yang membuka pintu mobilnya dan berjalan ke arah bibir pantai.
Suasana sore itu cukup tenang, angin berhembus sepoi-sepoi, nyiur melambai lambai menyambut kedatangan Amanda dan pamannya yang lagi galong. Amanda melepas sepatunya dan berjalan di Pantai sambil melompat jika gelombang air membasahi kakinya. Rangga tersenyum melihat tingkah bocah tersebut.
Rangga kembali teringat saat dirinya dengan Aulia bermain air dan pasir saat mereka datang ke Pantai. Rangga tersenyum mengingat kenangan indah bersama dengan Aulia. Aulia berlari ke arah Rangga kemudian menarik tangan pamannya.
"Ayo dong paman, gak asyik loh kalau ke pantai tapi gak bermain air sama pasir, kecuali Paman ke Mall baru gak main air" ucap Amanda yang terus menarik tangan Rangga.
Rangga akhirnya menyerah dan ikut bermain air dan pasir bersama Amanda. Rangga tak lupa melipat ujung celananya agar tidak basah.
Mereka bagaikan ayah dan anak saja yang melepas penat dengan bermain bersama di Pantai.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, Rangga mendapat pesan dari nomor hp yang Rangga tidak kenali siapa pemilik nomor tersebut dan isi pesan itu seperti ini.
"Jika kamu ingin melihat Aulia selamat dan bahagia tolong jauhi Aulia"
Seperti itulah isi pesan Chat yang dikirim oleh seseorang ke nomor hpnya.
Rangga tidak ingin menggubris pesan tersebut. Rangga kembali melanjutkan pekerjaannya dan kembali menyibukkan dirinya agar Dirinya tidak kepikiran kembali dengan Aulia. Rangga mengisi hari-harinya dengan pekerjaan. Rangga sudah memutuskan untuk belajar melupakan semua kenangannya bersama Aulia.
Satu Minggu kemudian, Rangga kembali mendapat chat dari nomor yang sama dengan isi chat yang masih sama dengan chat yang dulu. Rangga kembali tidak menghiraukan Chat itu lagi, Rangga menghapus chat tersebut sebelum Dia baca. Rangga mematikan komputernya dan sudah bersiap ke Kantin kantornya. Tapi hpnya kembali berdering tanda ada pesan yang masuk. Rangga cuek dan tidak Mau ambil pusing dengan chat itu.
Rangga terus berjalan ke arah Kantin dan segera memesan makanan. Lalu Rangga pun memilih tempat duduk yang berada di dekat tembok paling ujung. Rangga lebih suka menyendiri. Saking asyiknya menikmati makanan yang ada di depannya, sampai-sampai Rangga tidak menyadari kalau ada seseorang yang duduk di depannya.
Rangga hanya melirik sekilas ke arah Orang tersebut dan kembali melanjutkan makannya. Orang tersebut pun langsung berbisik di telinga Rangga sambil melirik ke arah cctv yang terpasang di dinding kantin sambil memperbaiki topi dan maskernya serta kacamatanya. Rangga sempat heran dengan orang tersebut karena harus memakai kacamata dan topi padahal mereka berada di dalam ruangan yang ber-AC.
"Kalau kamu ingin Aulia selamat, nanti malam datang lah di jalan U tepatnya di gedung B lantai 3, Aku tunggu kedatanganmu, tapi ingat kamu tidak boleh memberitahu kepada siapa pun terutama kepada polisi" ucap orang tersebut dan kemudian berjalan terburu-buru ke arah pintu keluar.
Rangga menghentikan makannya dan segera ingin menyusul Orang tersebut tapi ternyata Rangga gagal menemukan keberadaan orang tersebut. Rangga menendang angin karena gagal menemukan orang yang mengancamnya.
"Sial sebenarnya dia siapa dan apa maksud dari perkataannya, jangan-jangan dia adalah orang yang mengirim chat tanpa nama??." ucap Rangga yang semakin dibuat penasaran.
Rangga memutuskan untuk kembali ke dalam ruangannya tapi Rangga sebelumnya mendatangi ruang cctv untuk mengecek langsung siapa orang tersebut. Rangga pun menghubungi Nomor Arya Presdirnya dan meminta tolong kepada Arya. Karena menurut Rangga, Arya lah yang bisa menolongnya yang kebetulan Arya adalah adik sepupu dari Aulia.
Rangga diminta oleh Arya untuk datang langsung ke ruangan Arya. Rangga pun bergegas ke sana. Rangga khawatir jika apa yang dikatakan oleh Orang tersebut menjadi kenyataan. Rangga berusaha menghubungi nomor handphone Aulia tapi selalu gagal dan nomor hp Aulia di luar jangkauan atau tidak aktif. Hal ini membuat Rangga semakin khawatir.
Arya pun langsung mengambil hp Rangga dan membaca pesan chat tersebut. Dan mendengarkan langsung suara orang tersebut, tapi dari rekaman tersebut suara orang tersebut tidak jelas apa kah seorang pria atau perempuan.
"Kalau menurut kamu orang yang tadi mengancam kamu adalah wanita atau laki-laki??." tanya Arya.
"Susah untuk dikenali karena postur tubuhnya menyatakan dua hal antara perempuan atau pun laki-laki, Orang tersebut memakai Topi, masker wajah yang cukup tebal dan memakai jaket yang tebal pula" jelas Rangga.
Arya pun segera menghubungi karyawannya di bagian cctv untuk segera membawa hasil rekaman cctv ke kantornya.
"Apa kamu sudah menghubungi nomor hp Aulia??." tanya Arya sambil membuka laptopnya dan segera mengirim pesan email ke Dimas.
Tapi sampai malam hari, Dimas tidak membalas pesan email Arya. Arya pun menghubungi langsung nomor hp Dimas dan Dessy, tapi nomor mereka tidak ada yang aktif.
"Mereka ke mana saja, sampai-sampai nomor hp mereka tidak aktif mulai kemarin" Arya yang sudah jengkel.
Arya menghubungi nomor hp salah satu pegawainya yang bertugas di Rumah sakit DA untuk menanyakan keberadaan Aulia.
__ADS_1
"Halo, Tolong cek apa dokter Aulia masih ada di Rumah Sakit, sekarang juga" ucap Arya yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
Rangga sudah menghubungi kembali nomor hp Aulia tapi hasilnya tetap sama. Masih tidak aktif. Rangga semakin cemas dan takut jika ancaman orang tersebut jadi kenyataan dan tidak bercanda. Hp Arya pun berdering dan ternyata yang menelpon adalah Delia.
"Assalamu alaikum Sayang" ucap Arya.
"Waalaikum salam, Kak Delia minta ijin yah, Delia mau keluar sama Rina ke Pesta teman Kuliah Delia yang hari ini Dia nikahan di jalan U dekat gedung" ucap Delia.
Arya menganggukkan kepalanya seakan-akan dia berbicara langsung di depan Delia. Arya kembali menghubungi nomor hp Dimas tapi masih seperti sebelumnya. Arya pun langsung mengambil laptopnya dan berusaha untuk mencari tahu siapa pemilik suara tersebut.
"Kalau Dimas di sini pasti tidak akan lama kita mengetahui siapa orang tersebut yang berani mengusik ketenangan kelurga Wiguna" ucap Arya yang mengutak Atik komputer nya.
TBC...
Aulia hpnya gak aktif.. jangan-jangan...🤔🤔
Jangan menduga-duga yang aneh yah do'a kan saja Moga Aulia baik-baik saja.
Alhamdulillah Fania UpDate 1 bab lagi sebelum bocan..
FANIA terhura loh Kakak Readers setiap kali baca komentar kalian ♥️♥️♥️🥰.
FANIA bahagia binggo jika buka Notif Koment kalian 💚💚.
Dukungan Kakak semua sangat berarti untuk BDP 🙏💗.
Ada beberapa komentar yang Fania bisa post:
Fania ucapkan Makasih Banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏..
FANIA sangat bersyukur dan bahagia karena banyak yang suka dengan novel receh FANIA 🤗✌️🙏.
__ADS_1
by FANIA Mikaila AzZahrah.
Makassar, 14 Maret 2022.