Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 193. Semakin Rumit


__ADS_3

Happy Reading..


Suasana yang dihadapi oleh keluarga besar Wiguna cs sangat genting. Orang yang berusaha untuk memecah belah persatuan dari keluarga tersebut cukup kuat dan memegang kartu as keluarga Wiguna.


Para Mommy kece belum mengetahui kalau suami dan keluarga mereka dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Mereka masih ngerumpi di Kafe dekat rumah sakit tempat mereka periksa.


Sedangkan di dalam ruangan yang bercat serba putih dengan fasilitas IT yang cukup memadai bahkan sangat mutakhir. Tapi belum juga berhasil untuk menemukan siapa dalang dibalik yang menyebarkan beberapa skandal Mark dan Dimas. Gangguan yang dialami oleh mereka akhirnya bisa teratasi, sinyal dan jaringan dari hp mereka sudah normal kembali. Berkat bantuan Dimas tapi tidak mudah juga Dimas untuk mengatasi masalah tersebut.


"Dimas segera hubungi tim pengacara kita yang paling terbaik" ucap Arya.


"Tapi Aku tetap akan memperjuangkan kebenaran yang aku ketahui, karena bukan Aku yang menabrak anaknya Dessy tapi itu murni karena kecelakaan yang tidak disengaja" jelas Dimas.


"Iya benar sekali apa yang kamu katakan tapi mereka dengan lihainya memutar balik fakta yang ada" ucap Adrian.


"Seharusnya kamu katakan yang sejujurnya kepada Dessy supaya kejadian ini tidak berpengaruh terhadap hubungan kalian berdua" ucap Emre.


"Iya aku yang salah karena tidak berterus terang kepada Dessy dari awal kami menikah" ucap sesal Dimas.


"Aku pun juga salah besar telah menutupi kesalahan yang pernah aku perbuat, tapi Aku lakukan itu karena atas dasar Elliana yang memintaku untuk tidak perlu memberitahu kepada kalian tentang kisruh rumah tangga kami, Aku sangat menyesal atas kejadian itu dan seingat aku waktu itu aku hanya minum dua gelas dan aku yakin aku tidak bisa mabuk semudah itu" Ucap Mark yang mengingat kejadian beberapa tahun lalu.


"Iya juga sih masa hanya dua gelas kecil saja kamu bisa mabuk?." tanya Alan yang bingung dengan kenyataan ini.


"Jangan-jangan ini semua sudah diatur oleh seseorang?." ucap Arya.


"Bisa jadi karena waktu itu aku heran juga kenapa tiba-tiba ada perempuan yang tidur di atas ranjang ku padahal aku mengunci Rapat pintunya dan aku juga waktu baru menyewa kamar itu karena aku tidak tahan dengan sakitnya kepalaku dan aku hilang kendali saat melihat perempuan itu yang tidak memakai busana" jelas Mark lagi.


"Tunggu kita harus periksa cctv kejadian hari itu" ucap Arya.


"Aku sudah memeriksa semua cctv tapi tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan sama sekali" ucap Mark.


"Aku yakin ini sudah diatur dengan rapi oleh seseorang yang kekuatannya tidak bisa kita remehkan" timpal Adrian.


"Tapi menurut aku, ini semua pasti yang melakukannya hanya satu orang yang memegang peranan dan memiliki kemampuan yang hebat" ucap Dimas.


"Gimana kalau kita panggil Aditya untuk segera datang, kemampuan Aditya yang tidak kalian ketahui tentang it dan aku yakin Aditya bisa membantu kita" ucap Emre.


"Usahakan Dessy jangan biarkan pulang ke rumah kalian, kalau bisa ajak Dessy ke rumahku dan sebisa mungkin batasi Dessy untuk memainkan hpnya" Ucap Arya.


"Kalau gitu hubungi segera Aditya, Ayah Ingin ke kantor karena ada rapat dari semua pemegang saham tertinggi di perusahaan kita" ucap pak Wiguna yang berlalu dari hadapan mereka.

__ADS_1


"Telpon Arya jika ada sesuatu yang mencurigakan" ucap Arya kepada Ayahnya.


Pak Wiguna hanya menanggapi perkataan Arya dengan menepuk pundaknya.


"Ayah yakin kalian bisa menangani ini semua dengan baik" ucap pak Wiguna.


"Maaf Ayah" ucap Emre.


Pak Wiguna hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Emre.


"Apakah mungkin dia dibalik semua orang ini mungkinkah Dia belum bisa menerima kenyataan yang ada" monolog Pak Wiguna yang berjalan ke arah mobilnya.


Arya segera menghubungi Delia untuk meminta bantuannya agar Dessy untuk sementara waktu menginap di rumahnya.


"Tanya Keyna agar menjaga Amanda dan jangan biarkan mereka memakai hpnya" ucap Mark yang menelpon asisten pribadinya.


"Tapi aku masih tidak percaya apa alasan orang tersebut sehingga mereka ingin mengadu domba keluarga kita?." tanya Adrian.


"Itu lah yang menjadi pertanyaan aku, Apa ini ada hubungannya dengan Arman yang mencuri Delia dulu?." tanya Adrian.


"Aku pun berfikiran seperti itu, Apa telponnya tersambung ke nomor hp Aditya?? tanya Arya.


"Belum, aku masih mencoba untuk menghubungi nomor hpnya" jawab Emre.


Mereka kaget dengan kedatangan beberapa polisi ke meja mereka.


"Maaf Apa diantara kalian ada yang bernama Dessy istri dari Dimas??." tanya salah seorang dari polisi tersebut.


"Saya Dessy, kakau boleh tahu ada apa yah mencari saya?." tanya balik Dessy yang heran dengan kedatangan dan pertanyaan dari pak polisi.


"Kalau ingin tahu lebih jelasnya kita ke kantor polisi dan pihak kami akan menjelaskan maksud dari pemanggilan ibu?. jawab pak polisi yang berpangkat kapten.


Delia segera menghubungi Arya dan menyampaikan apa yang Delia lihat.


"Apa itu tidak mungkin!!, kamu ikuti Dessy sampai di kantor polisi kami akan segera menyusul dan mengirimkan tim pengacara terbaik" ucap Arya.


"Ada apa Arya?." tanya Adrian.


"Deasy dimintai keterangan sebagai saksi atas meninggalnya putranya sendiri dan sudah menuju Kantor polisi" jawab Arya.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin, ayok kita susul mereka kalau mereka ingin menangkapku tangkap saja tapi jangan libatkan Dessy dengan semua ini" Ucap Dimas yang sudah prustasi.


"Alan dan Emre tetaplah di sini dan awasi dari kamera pengintai jika ada pergerakan dari mereka atau apa pun yang membuat kalian curiga hubungi kami segera" titah Arya.


"Baik" ucap Emre dan Alan.


Arya, Dimas dan Adrian sudah berada di jalan untuk menyusul Dessy dan Mommy kece lainnya. Tiba-tiba telpon Arya berdering dan yang menelpon adalah Ayahnya pak Wiguna. Arya segera mengangkat telponnya.


"Assalamu alaikum Ayah, ada apa?." tanya Arya.


"Adrian bersama kalian kah?? tanya pak Wiguna.


"iya Adrian ada bersama kami". jawab Arya.


"Tolong segera suruh ke perusahaan karena keadaan Perusahaan sangat kacau dan Ayah tidak bisa mengatasinya sendiri" ucap Pak Wiguna.


Adrian segera turun dari mobilnya dan berlari mencari taksi yang lewat. Untung saja Hyuna yang berniat untuk pulang ke Apartemennya melewati Adrian yang sedang berdiri di pinggir jalan. Mereka segera memutar balik mobilnya dan mempercepat laju mobilnya. Hyuna yang duduk di kursi penumpang hanya bisa memegang dadanya dan sesekali berteriak kencang karena takut dengan cara menyetir Adrian yang sudah mengalahkan kecepatan mobil balap F1 saja.


Mobil Arya sudah terparkir di depan kantor polisi. Arya dan Dimas segera mencari keberadaan Dessy yang sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.


Betapa kagetnya Dessy setelah mengetahui jika Dimas ikut andil dalam kecelakaan maut yang dialami oleh putranya yang membuatnya harus bercerai dengan suaminya Erlangga.


"Itu tidak mungkin pak, Bapak pasti bohong bukan Dimas suami saya pelakunya" ucap Dessy yang kaget mendengar penjelasan dari pak polisi.


"Kalau tidak percaya dengan kenyataan dan penjelasan dari pak polisi kamu tanya langsung saja kepada suamimu" timpal Erlangga mantan suaminya yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


"Kamu harus sabar Dessy dan jangan mudah terprovokasi oleh perkataan Erlangga" Ucap Delia yang marah setelah melihat Erlangga.


Elliana, Rina, Emilia sudah kembali ke rumah utama Arya. Mereka tidak langsung pulang ke rumah masing-masing atas arahan Arya.


Aditya pun sudah berada di dalam pesawat dari Australia menuju Indonesia. Aditya sudah tahu masalah yang mereka hadapi sebelum Emre menelponnya.


Baru saja mereka bahagia atas kabar kehamilan berjamaah mereka dan dalam sekejap saja hal tersebut mampu dibalik oleh keadaan yang diluar kendali mereka. Apakah pak Wiguna memiliki musuh di masa lalunya?.


To Be Continued..


Makasih banyak atas dukungan kalian..🙏


Tetap Dukung BDP yah Readers 🙏🥰.

__ADS_1


by FANIA Mikaila AzZahrah


Makassar, 28 Maret 2022.


__ADS_2