
Happy Reading..
Zoya hari ini tidak pulang kembali ke Apartemennya, tapi mengemudikan mobilnya ke arah kediaman Neneknya. Sudah hampir dua minggu tidak kembali ke rumah Neneknya tersebut. Rencana awalnya Zoya akan balik nanti bulan depan ke kediaman Nenek Elisabeth, tapi tadi sebelum masuk ke dalam mobilnya, kakak sepupunya menelponnya untuk segera pulang ke rumah utama.
Zoya bertanya alasan dia disuruh balik, tapi Keyna tidak mengatakan apapun karena Ia juga tahu persis hal tersebut, hanya menjalankan amanah Neneknya saja.
Dengan santai Zoya mengemudikan mobilnya ke jalan raya dan bergabung dengan pengendara mobil lainnya, yang malam itu cukup padat dikarenakan malam minggu seperti halnya di Indonesia jika malam minggu tiba.
Setiap kali mengingat perkataan Elang membuatnya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Bukan hanya Elang saja yang selama ini menyatakan niatnya untuk melamarnya, tapi hanya Elang saja yang cukup berani mengatakannya langsung di hadapannya. Zoya tetap pada pendiriannya dan keputusannya yang belum siap untuk menikah dan itu hanya alasan klise saja, sebenarnya Zoya belum memiliki pria yang dicintainya dan juga mencintainya lebih dari dirinya sendiri.
Prinsipnya Zoya lebih baik menikahi Pria yang benar-benar mencintainya dengan tulus jika dibandingkan rasa cintanya dengan cinta pria itu adalah lebih besar cinta pria itu untuknya.
Jika seperti itu maka pria itu akan melakukan apa pun untuk membahagiakannya dari pada harus hidup dengan pria yang rasa sayang dan cintanya lebih kecil dari Zoya.
Zoya bergerak segera memarkirkan mobilnya di dalam garasi rumahnya. Zoya melihat ada sebuah mobil mewah yang tidak pernah dilihat sebelumnya terparkir rapi di garasi.
Zoya turun dari mobilnya dan mengelilingi mobil tersebut dan mengamati keadaan mobil itu. Mobil itu terasa familiar di matanya Zoya," sepertinya aku pernah melihat mobil itu, tapi di mana?" tanyanya lalu memutar tubuhnya mengitari mobil tersebut.
Zoya sudah berpikir keras untuk mengingatnya, tapi tidak menemukan jawaban dari pertanyaan pertanyaannya sendiri sedangkan perasaannya merasakan bahwa mobil itu sangat familiar dengannya.
Zoya menyerah dan tersenyum sendiri dengan sikapnya yang sudah memutar otaknya untuk berpikir, tapi hasilnya tetap nihil tetap tidak mengetahui siapa pemilik dari mobil putih itu Zoya berlari kecil hingga ke depan pintu rumah Neneknya, karna pintu rumah itu tidak tertutup rapat sehingga Zoya dengan mudahnya mendengar sekilas dan samar-samar suara seseorang yang berbicara dari dalam ruangan tamu.
Tanpa sengaja zoya mendengar perkataan orang itu yang mengatakan ingin melamar cucu dari ibu Elisabeth.
"Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Nyonya, saya datang ke sini dengan niat dan maksud yang baik, saya ingin melamar salah satu cucu perempuan nyonya Elisabeth," penuturan dari pria itu.
Pria itu sudah berhasil dilihat punggungnya oleh Zoya. Postur tubuhnya tinggi, tegap, potongan rambutnya pendek kulitnya tidak terlalu putih seperti layaknya kulit orang asli indonesia.
Pria itu memakai kemeja berwarna biru dongker dipadukan dengan celana panjang jeans biru tua yang sangat pas dan cocok di tubuhnya.
Hati Zoya perlahan berdebar dan semakin penasaran dengan sosok pria itu, tapi langkahnya seolah terhenti seakan-akan ada lem yang menempel di kedua kakinya itu.
"Ya allah siapa pria itu dan siapa yang akan dilamarnya, dan menyuruhku untuk pulang ,tapi kenapa nenek tidak menghubungiku hanya menyuruh kak Keyna, padahal Nenek kan bisa menghubungi nomor ku saja."
Di dalam ruangan itu sudah duduk semua cucunya Mama Elisabeth termasuk saudara kembarnya Zack Lee, dan sepupunya yang lain serta neneknya.
__ADS_1
Key menyadari kedatangan adik sepupunya segera berdiri dan berjalan menyambut kedatangan Zoeya.
"Hey kok bengong saja, sini masuk, kita kedatangan tamu loh," ujarnya sambil menggandeng tangan Zoya.
Zoya hanya menurut saja dan mengikuti langkahnya Key.
"Apa kah dia adalah Elang? tapi itu tidak mungkin lagian Elang hanya bergurau saja, semoga saja bukan Elang atau pun cowok lain yang datang melamarku."
"Sini duduk di sampingnya adikmu Amanda," Tutur Neneknya.
Nenek Elishabet menyambut kedatangan cucunya yang paling beliau sayangi. Selama ini hanya Zoya yang selalu menurut dengan semua perintah dan perkataannya sedangkan yang selalu saja membantah jika ada yang disampaikan oleh Neneknya.
Terutama tentang pernikahan pasti mereka akan menolak dengan berbagai macam alasan. Untungnya Zoya belum ada yang datang langsung ke rumah utama untuk melamarnya, semuanya langsung menghadap ke Ayahnya Arya Wiguna Albert Kim Said.
Ayahnya langsung menolak dengan sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sebelumnya kepada Zoya karena Ayahnya sudah tahu jika putrinya pasti akan menolaknya mentah-mentah dengan berbagai macam alasan.
"Maaf karena semua cucuku sudah berada di sini, dari itulah jelaskan kepada nenek siapa cucuku yang ingin kamu pinang?" tanya Mama Elisabeth dengan penuh wibawanya.
Cowok itu tidak mengalihkan pandangannya sejak kedatangan Amanda dan duduk di hadapannya. Bahkan pria itu terus tersenyum bahagia melihat wajah Amanda.
" 15 tahun aku menunggumu dan mencarimu akhirnya hari ini aku ingin menjadikan kamu sebagai istriku, semoga saja kamu sudah bersiap untuk menjadi pendampingku dan siap menjadi ibu dari anak-anakku."
"Saya ingin melamar cucu Nyonya yaitu Amanda Putri Mark," ucapnya dengan lantang Alexander Agung.
Masih ada yang ingat dengan seorang anak kecil yang memberikan kejutan di hari ulang tahun Pak Wiguna sewaktu di Panti Asuhan dengan memberikan sebuah lukisan wajah Wiguna Albert Kim Said.
Dia adalah Alexander Agung yang mulai dari SD hingga menamatkan S2 nya di Inggris London berkat bantuan dan uluran tangan dari kebaikan hati Pak Wiguna. Sejak pertemuan itu Alexander sudah berniat jika kelak nanti dan sukses, Ia akan kembali dan melaksanakan nazarnya itu untuk melamar salah satu Cucu Tuan Besar Wiguna.
Amanda yang disebut namanya oleh Dosennya di Kampus tidak percaya apa yang didengarnya dan langsung memeluk menatap penuh tanda tanya ke arah Alexander.
Mama Elisabeth tersenyum dengan niat dan maksud baik dari Alexander yang sesuai Beliau dengar adalah salah satu Dosen Muda yang berprestasi di Kampus cucunya yang kebetulan beliau berasal dari Indonesia.
"Sepertinya bapak salah orang, mungkin bapak ingin melamar Kakak saya Keyna atau Zoya mungkin?" tanyanya, yang sebenarnya di dalam hatinya ingin berteriak dan bersorak gembira karena Pria yang dia cintai dalam diamnya ternyata ingin menikahinya.
Amanda jatuh cinta pada pandangan pertama kalinya saat Alexander perdana jadi dosen pengganti di dalam kelasnya.
__ADS_1
Zoya dan Key yang mendengar perkataan dari adik sepupunya itu langsung menyanggahnya.
"Aku.., itu tidak mungkin Amanda, Aku masih ingin kuliah dan belum siap menjadi istri," jawab Zoya sambil menunjuk ke arahnya.
"Key juga, aku tidak mau lah," ucapnya sambil menatap ke arah Zack yang hanya terdiam sedari tadi tanpa ada niatan untuk ikut menimpali pembicaraan mereka.
Mama Elisabeth hanya tersenyum melihat tingkah laku dari cucu gadisnya itu.
"Amanda sayang, Pak Alexander dosen Kamu di kampus yah?, kalau begitu bagus banget, ada yang bisa jagain Kamu dan Walaupun kalian nantinya sudah menikah Kamu masih bisa lanjutkan kuliah Kamu loh," terang Mama Elisabeth.
"Apa yang dikatakan oleh Nenek benar sekali Amanda, jangan menolak jika ada yang sudah serius dan mantap ingin mempersuntingmu, Kalau menurut Kakak Pak Alexander tipe Cowok yang jentel banget berani mengungkapkan perasaannya dihadapan orang lain bukan malah berbuat bodoh hanya untuk menutupi perasaannya pada seseorang," jelas Andreas lalu melirik ke arah Zack.
Sedangkan Zack yang dilirik menatap tajam ke Andreas, Andreas hanya membalas tatapannya Zack dengan senyuman khasnya.
"Aku sangat setuju dengan perkataan dari Andreas, Amanda mungkin banyak di luar sana Pria yang menyukaimu, tapi untuk memilih dan mencari salah satu dari mereka yang serius untuk menikahimu mungkin akan sulit," ujar Raditya Kakak sambung Amanda.
"Bagaimana sayang?" tanya Neneknya sambil memegang ke dua tangan cucunya itu.
Amanda melihat ke arah sepupunya satu persatu mereka hanya menganggukkan kepalanya dan terakhir dia menatap ke arah Alexander dengan wajah yang berseri-seri menahan malu.
"Bismillahirrahmanirrahim."
Amanda pun menganggukkan kepalanya tanda dia setuju untuk menikah dengan Alexander Agung seorang anak panti Asuhan yang sukses dan berhasil berkat kegigihan dan keuletannya dalam menjalani perkuliahannya. Alexander sudah berjanji kepada Tuan Besar Wiguna yang tidak akan membuat kecewa orang-orang yang sudah menaruh kepercayaan kepadanya.
"Alhamdulillah Makasih banyak," ucap Alexander dengan wajah yang penuh rona bahagia.
"Kamu tenang saja Kalau tentang ke dua orang tuanya Kamu tidak perlu merisaukannya, Insya Allah mereka setuju dengan keputusan dan pilihan Amanda," ucap Mama Elisabeth yang mengerti kegelisahan yang terpancar dari raut Wajahnya itu.
..........
Khusus hari ini BDP crazy up soalnya hari Senin libur Update.
Makasih banyak Fania ucapkan kepada kakak Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian 🙏
...********To Be Continued********...
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Rabu, 08 Juni 2022