
Happy Reading..
Rina merasakan mual setelah mencium aroma dari bakso yang hendak Rina Cicipi. Untung saja bakso menjadi makanan pilihan terakhir dari Rina yang mampir ke mangkoknya. Tapi belum sempat Rina menyendok bakso itu ke dalam mangkoknya, rasa mual langsung muncul.
Rina segera meminta ijin kepada Dessy untuk ke Toilet. Rina sudah tidak tahan dengan rasa mual nya. Bahkan Rina sudah merasakan pusing. Rina segera mempercepat langkah kakinya, sehingga Dia tidak menyadari dan memperhatikan dengan baik jalan yang dilaluinya.
Tiba-tiba bruk...
Rina hampir saja terjatuh ke lantai andai saja tidak ada orang yang berhasil menolongnya. Rina menutup matanya karena merasa kalau dirinya sudah terjatuh. Rina terjatuh ke dalam pelukan pria yang berhasil menolongnya.
Mereka saling bertatapan. Rina merasa Dejavu dengan sentuhan dari pria itu. Sedangkan Emre merasakan degup jantungnya yang berdetak lebih kencang dari pada biasanya. Senyuman dari wajah Emre tidak pernah pudar.
Rina tidak kuasa lagi untuk menahan dari isi perutnya yang ingin keluar. Rina tanpa aba-aba langsung muntah di atas pakaian pria yang berhasil menolongnya.
Rina berusaha untuk melepaskan pegangan tangannya dari tubuh Emre karena ingin muntah lagi. Rina segera berlari ke arah toilet karena tidak ingin menambah kotoran muntahannya di pakaian Emre.
"Owek.. owek.." begitulah suara Rina.
Wajah Rina sudah nampak pucat dan sekujur tubuhnya sudah penuh dengan peluh keringat.
Rina tidak henti-hentinya memuntahkan isi perutnya. Bahkan Rina Sudah tidak sanggup lagi.
Kepala Rina semakin pusing saja. Sekujur tubuhnya gemetaran karena tidak sanggup menahan pusing di kepalanya. Akhirnya Rina pun tumbang juga dengan kondisi yang pucat pasi. Kondisi Rina sangat mengkhawatirkan, pakaiannya sudah bau muntahan makanan. Semua makanan yang Dia makan dikeluarkan kembali.
Emre menunggu Rina di depan Toilet khusus perempuan. Emre mondar mandir ke sana kemari seperti setrikaan saja. Emre memeriksa jam di pergelangan tangannya. Dan sudah sekitar 20 menit Rina belum keluar juga dari Toilet. Emre dibuat khawatir. Dia ingin ke dalam memeriksa keadaan Rina, tetapi takut juga karena itu toilet khusus wanita.
Emre sudah dipolototin oleh orang-orang yang keluar masuk ke Toilet tersebut. Tetapi Emre bahkan sudah nampak cemas karena Emre tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ada cewek yang lewat di depannya, Emre pun minta tolong kepada perempuan itu.
"Permisi Mbak, boleh minta tolong??" ucap Emre.
Cewek itu terpesona melihat tampan Emre yang selalu membuat pangling siapa pun yang memandangnya. Cewek itu hanya bisa menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna. Emre segera mengayunkan tangannya di depan wajah cewek itu.
"Mbak halo" ucap Emre
"Eeehh iya Pak" ucap cewek itu.
"Bapak cari siapa kalau boleh tahu??" tanya cewek itu.
"Bisa Mbak bantuin Saya cek istri Saya karena sedari tadi masuk ke Toilet tapi sampai sekarang belum keluar juga" ucap Emre.
"Ciri-ciri istri bapak gimana??" tanya Mbak itu.
Emre segera membuka handphonenya kemudian memperlihatkan Foto Rina.
"Istri bapak cantik yah" ucapnya.
__ADS_1
Mbak tersebut segera ke dalam Toilet. Dan sudah mencari keberadaan Rina, Tetapi belum ketemu juga, Sisa Satu toilet yang belum Dia periksa. Tapi toilet itu terkunci dari dalam dan air dari kerang mengalir terus.
Mbak itu segera mendatangi Emre dan langsung menginformasikan kepada Emre kalau ada pintu Toilet yang terkunci dari dalam dan kerang airnya jalan terus.
Emre kaget mendengar penjelasan dari Mbak itu. Emre tidak perduli dengan tatapan dari orang-orang yang ada di sana. Emre segera mendobrak pintu itu, beberapa saat kemudian, pintu itu berhasil didobrak oleh Emre.
Betapa kagetnya Emre dan beberapa orang yang berada di dalam Toilet itu, Emre segera membuka jasnya dan langsung menutupi sebagian tubuh Rina. Setelah melihat keadaan Rina di dalam toilet. Emre langsung menggendong tubuh Rina dengan gaya bridal style.
Emre segera menggendong Rina ke kamar hotelnya. Dan segera menelpon Asisten pribadinya untuk segera menelpon Dokter.
Peluh keringat bercucuran di wajah Emre, karena perjalanan dari Toilet ke kamarnya cukup jauh juga.
Emre memesan pakaian lengkap dengan hijabnya dan menyuruh Pegawai Hotel untuk mengganti pakaian Rina yang sudah basah dan kotor.
"Makasih Mbak sudah membantu kami" ucap Emre sambil memberikan amplop sebagai tip ke pegawai hotel itu.
"Makasih banyak Pak" ucap pegawai itu yang nampak sangat gembira karena baru kali ini mendapatkan tip yang lumayan banyak.
Emre segera menutupi seluruh tubuhnya dengan Selimut yang cukup tebal. Emre kemudian duduk di samping Rina.
"Maafkan kesalahan dan dosa-dosaku, gara-gara Saya kamu batal menikah dan sekarang keadaanmu seperti ini" ucap Emre sambil mencium tangan Rina.
Tok.. Tok..
"Silahkan masuk Dok" ucap Emre.
"Makasih banyak Pak" ucap Dokter Riana.
Dokter Riana langsung mengambil alatnya untuk memeriksa keadaan Rina. Setelah beberapa saat kemudian, Dokter Riana sudah selesai memeriksa Rina.
"Selamat Pak, istri anda sedang hamil" ucap Dokter Riana.
"Maksudnya Dokter??" tanya Emre yang belum mengerti keadaan Rina.
"Istri Anda sedang mengandung dan usia kandungannya kira-kira baru 1 bulan" ucap Dokter Riana.
"Alhamdulillah Makasih banyak ya Allah" ucap Emre yang langsung menjabat tangan dokter Riana saking gembiranya.
Emre lupa dengan statusnya yang belum menikah. Emre sangat gembira ternyata yang dilakukannya bersama Rina membuahkan hasil.
"Alhamdulillah Makasih banyak Dok atas bantuannya" ucap Emre.
"Ini tolong ditebus di Apotek yah" ucap Dokter sambil mengulurkan sebuah kertas ke tangan Emre.
"Makasih banyak ibu Dokter" ucap Emre.
__ADS_1
"Tolong jaga baik-baik kandungan istri anda, jangan sampe Istri Bapak capek dan banyak fikiran.
Emre hanya menganggukkan kepalanya. Dan mengucapkan terima kasih banyak kepada ibu dokter.
"Rina, kita akan segera punya anak loh" ucap Emre sambil tersenyum dan mengelus kepala Rina yang tertutup hijab.
"Aku akan segera meminangmu Rina, Aku akan bertanggung jawab penuh atas perbuatanmu dulu, Moga saja Kamu setuju dan menerima aku menjadi ayah sekaligus suamimu dan aku berjanji akan melakukan apa pun itu yang penting kamu bahagia" ucap Emre kembali mencium tangan Rina.
Rina Akhirnya mengerjapkan matanya dan perlahan-lahan mulai sadarkan diri. Rina kaget melihat isi dari kamar yang ditempatinya. Rina tidak tahu sedang berada di mana karena seingat dirinya, Dia tadi sedang memuntahkan seluruh isi perutnya di dalam Toilet.
Rina berteriak setelah menyadari kalau sedari tadi ada tangan Pria yang menggenggam tangannya.
"Aaahhhh, siapa kamu??" tanya Rina sambil berusaha melepaskan pegangan tangannya dari genggaman pria asing itu.
"Tolong jangan mendekat" ucap Rina sambil mundur kebelakang dan langsung bersandar di dinding Ranjang king size-nya Emre.
"Aku mohon jangan lakukan itu padaku, tolong lepaskan aku" teriak Rina sambil memeluk tubuhnya sendiri.
Emre kaget melihat reaksi Rina yang menurut Emre bisa membahayakan janin yang dikandungnya.
"Maafkan aku, Aku tidak sengaja menyentuhmu tadi" ucap Emre yang berusaha untuk membujuk Rina agar Rina tenang kembali.
"Kamu siapa, kenapa aku bisa sampai di sini??" ucap Rina disela Isak tangisnya.
"Maaf Aku tadi yang menolongmu, kamu jatuh pinsang di lantai Toilet tadi, dan sekujur tubuh kamu basah, sehingga aku membawamu ke sini karena Aku tidak tahu arah jalan ke Rumah Sakit," ucap Emre.
Untung saja Rina segera sadar dan tenang kembali setelah beberapa saat Emre berusaha untuk menenangkan Rina.
Emre pun menghubungi nomor handphone Arya agar Arya segera datang dan Emre Ingin membahas rencananya yang ingin melamar dan segera menikahi Rina sebelum perutnya semakin membesar.
TBC...
"Typo mohon dimaklumi"
Assalamualaikum Readers setianya BDP..
Jangan Lupa yah untuk selalu Like setiap Babnya 🙏. Kalau bisa bantu share gitu ✌️✌️.
Ditunggu Kritikan dan masukannya Kakak 🙏🙏.
Makasih banyak 🙏🙏.
by Fania Mikaila AzZahrah.
Sabtu, 19 Februari 2022.
__ADS_1