
Happy Reading...
Arya masih tidak percaya dengan Kepergian Omanya. Arya sangat terpukul dengan kepergian Omanya yang menurutnya keadaan dan kondisi fisik Omanya sudah membaik. Tapi Tuhan berkendak Lain. Tuhan lebih menyayangi Oma Estella.
Setelah Kepergian semua Pelayak dari pemakaman Oma Estella Warren, Arya dan Delia segera mendatangi Kuburan Omanya. Karena Arya Harus masih tetap menyembunyikan Jati dirinya dari khalayak umum. Siapa pun yang mendengar kabar Duka kepergian Oma Estella pasti akan ikut hanyut dalam kesedihan. Mereka merasa sangat kehilangan sosok wanita yang baik hati,suka menolong Tanpa pamrih dan tidak pernah membedakan status sosial seseorang.
Arya bahkan sudah melupakan wibawanya sebagai Salah seorang CEO ternama, yang garang dan bengis jika menghadapi lawan bisnisnya. Arya tak segan untuk meneteskan air matanya dan menumpahkan segala gunda gulananya di atas pusara Omanya. Arya tak lupa mendo'akan Omanya dan berjanji akan mencari keberadaan Arman sampai ke lubang semut pun.
"Oma Maafkan Arya Oma, yang harus terlambat menolongmu, ini semua gara-gara Rencana Arya Oma, Maafkan Aku yang tidak bisa berbuat apa-apa" Ucap Arya Wiguna yang sangat menyesal dengan kematian Omanya.
Delia Hanya bisa menenangkan Suaminya dengan memeluk lengan suaminya agar tidak melakukan hal-hal yang gegabah yang akan merugikan Arya dan orang lain.
"Kakak harus tabah dan kuat menghadapi ujian dan cobaan ini, Allah lebih sayang kepada Oma, jangan buat Oma menderita lagi ikhlaskan lah kepergiannya kak, Semua orang sama-sama merasakan kehilangan tapi Jangan seperti ini kakak, aku tidak sanggup melihat kondisi kakak" ucap Delia berusaha untuk menenangkan Suaminya walaupun Air mata Delia terus mengalir membasahi pipinya.
"ini semua gara-gara aku Del, Andai saja aku tidak merencanakan ini semua pasti Oma masih hidup, aku lah yang bersalah Del" ucap Arya yang tak henti-hentinya menangis dan meratapi kepergian Omanya.
"Iya kak, Delia tahu sangat hal itu tapi apa pun yang terjadi kepada Oma itu sudah menjadi garis tangan Oma dan sudah kehendak Allah Kak, kita sebagai manusia hanya bisa berusaha tapi Allah SWT yang menentukan semuanya, kalau Kakak gini terus itu sama Saja Kakak menyiksa Oma" Terang Delia.
Arya tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi, Kepergian Omanya membuatnya seperti orang gila. Arya bersyukur memiliki istri Sholehah seperti Delia yang selalu mengingatkan ke dalam kebaikan dan selalu ada disaat Arya membutuhkan tempat curhat.
"Makasih sayang kamu sudah mengingatkan aku" Arya mencium kening istrinya.
"Ayo pulang kak, ini sudah mau malam" Delia bangkit dan membantu suaminya untuk berdiri.
__ADS_1
Mereka berjalan menuju Tempat parkiran mobil. Mereka akan kembali ke Rumah Pribadi Arya yang sudah Lama mereka tinggalkan.
Alhamdulillah selama kepergian mereka ke Desa T, Rumah itu dijaga oleh paman dan Bibinya Delia. Sehingga rumah itu masih sama seperti sebelum mereka tinggalkan.
Mobil Arya memasuki pekarangan rumahnya. Walaupun sudah ada beberapa orang yang tahu kalau Arya masih hidup tapi Arya dan keluarganya Belum ada Niat untuk memberitahukan keberadaannya.
Delia mengamati seluruh sisi rumahnya. Delia masih teringat disaat pertama kalinya dia menginjakkan kakinya di rumah Arya. Arya dan Delia masuk ke Kamar mereka yang sudah bertahun-tahun mereka tinggalkan tapi semua isi kamar itu masih nampak sama. Delia bahkan teringat disaat dia menyerahkan mahkotanya kepada suaminya. Ada seuntai senyum yang tersungging di bibirnya ketika mengingat kejadian itu. Hal itu tak luput dari penglihatan Arya.
Arya segera memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang, kok tiba-tiba senyum gitu, kamu tahu gak senyummu itu membuat sesuatu dalam diriku bangkit dari tidurnya" Arya tersenyum manis saat berbicara.
Delia menyadari kalau Suaminya menginginkan hal yang lebih dari sekedar pelukan.
"Upps stop sayang, aku dan kakak kan belum mandi loh kita sama-sama belum bersih-bersih nih Sayang" Delia berbicara seperti itu sambil membalikkan badannya dan menghadap ke arah Arya sambil menutup bibir Suaminya dengan jarinya.
Tapi sebelum Delia mengucapkan sepatah kata, Arya Sudah mulai beraksi. Arya Tanpa aba-aba langsung menggendong Istrinya ala bridal style ke dalam kamar mandi. Arya menurunkan tubuh Istrinya dan Lansung melucuti seluruh pakaiannya dan pakaian Istrinya. Mereka sekarang sudah sama-sama Tanpa sehelai benang.
Arya mulai melancarkan aksinya dengan mencium kening istrinya dan perlahan-lahan mulai turun ke arah bawah dan hidung mancung Mereka saling bertemu.
Arya sudah merasakan gairah yang luar biasa yang tak bisa lagi Arya tahan. Arya kembali melanjutkan perjalanannya diatas tubuh sang istri. Arya melakukan sesuatu yang membuat Delia mengeluarkan suara des ahan yang lembut sehingga Arya tak segan lagi untuk menuntaskan destinasinya.
Mereka melakukannya dengan penuh Cinta dan gairah. Bahkan Arya tak segan menuntaskan hasratnya berulang-ulang kali untung Saja Delia mampu mengimbangi permainan Suaminya. Kamar yang seharusnya menjadi tempat untuk mandi sekarang berubah menjadi tempat ternikmat untuk pasangan yang sudah Halal. Mereka melakukannya berulang kali sampai mereka benar-benar merasakan kepuasan batin.
__ADS_1
Setelah mereka sama-sama merasakan kepuasan dan kenikmatan batin. Arya segera menggendong Istrinya ke dalam butthup yang sudah berisi busa sabun. Arya membantu Delia mandi bahkan membantu membersihkan seluruh tubuh istrinya. Karena ulahnya lah sehingga membuat Delia tidak mampu untuk leluasa bergerak.
Mereka menikmati malam ini dengan begitu bahagia walaupun dalam hati mereka menyimpan kesedihan yang mendalam atas kepergian Oma Estella Warren. Delia terTidur lelap dalam dekapan Suaminya. Arya tak henti-hentinya menghujani ciuman di kening istrinya. Dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT karena telah memberikan Arya jodoh yang paling terbaik walaupun awal pertemuan dan pernikahan mereka tidak dilandasi oleh Cinta.
Arya Merasa sangat beruntung bisa mendapatkan Delia sebagai istrinya yang menurut Arya Delia ini tipe Istri Sholehah yang paket komplit. Delia bukan cuma pinter masak, pintar membahagiakan suami di atas ranjang, tapi juga jago bela diri. Tak berselang lama, Arya Akhirnya menyusul Delia ke alam mimpi.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 04 subuh. Delia perlahan-lahan mulai membuka kelopak matanya. Delia tersenyum melihat suaminya yang masih betah dengan mimpi indahnya.
Delia segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena akan melaksanakan shalat subuh. Setelah dari kamar mandi, Delia membangunkan suaminya.
"Kak Arya bangun dong, sudah jam 4 lewat nih Sayang" Delia membangunkan suaminya sambil menggoyang tubuh Arya. Arya tipe orang yang tidak susah untuk dibangunkan sehingga Arya dengan cepat bangun dan langsung menarik tubuh istrinya sehingga Delia langsung terjatuh di atas tubuh Arya. Arya tak segan langsung menindih tubuh Delia yang sudah siap untuk sholat.
"Ihhts kakak apaan sih, Delia kan mo sholat KaK, lihat Sono jamnya sudah hampir lewat waktu sholat subuh loh" ucap Delia.
"Boleh itu gak sayang 1 kali Saja??" ucap Arya yang kembali merasakan kabut gairah.
Akhirnya sholat subuh yang seharusnya mereka sudah laksanakan terpaksa mereka pending.
TBC...
Dingin gede Hujan turun dengan derasnya 🤭🤭😅😅.
Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP yah Kakak Readers 🙏🙏🙏.
__ADS_1
Tinggal Klik Fania akan acc Kakak 🙏t