Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 312. Kabur ke Indonesia


__ADS_3

Happy Reading..


Beberapa saat kemudian pertarungan di antara mereka cukup alot dan sengit. Tapi, Andreas dengan sekuat tenaganya berhasil melumpuhkan lawannya yaitu body gourdnya Pricilla.


Hingga Andreas berhasil melumpuhkan dan meruntuhkan mereka sehingga tidak mampu mampu melawan Andreas lagi. Melihat kesempatan yang terbuka, Andreas memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dari mereka. Andreas segera berlari dan tidak lupa menarik tangan kanannya Cilla.


Walau pun masih sakit dan sedikit perih yang dia rasakan dibagian intinya. Cilla tetap berlari sebisanya mengikuti langkah kaki Andreas. Pricilla tidak ingin dinikahkan dengan pria lain sesuai pilihan Daddy-nya yang berasal dari Jepang. Mereka terus berlari dan masuk ke dalam lift hingga membawanya sampai ke lantai dasar Apartemennya.


Mereka sudah sampai ke baseman parkiran mobil. Andreas tidak ingin mereka terkejar.


"Cilla ayok segera masuk, sebelum mereka datang," teriak Andreas.


Pricilla mengikuti perintah dari Kekasihnya tanpa banyak bicara lagi atau pun berkomentar sedikit pun, yang ada di dalam pikirannya bisa pergi jauh dan meninggalkan segera lokasi Apartemen itu. Andreas mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.


Andreas meminta kepada Cilla untuk selalu memperhatikan keadaan yang ada di belakang mereka.


"Sayang aku takut, bagaimana jika Daddy bertindak nekat dan membahayakan nyawa Kamu gimana," ucap Cilla di saat mereka sudah jauh dari sana.


"Kamu tidak perlu takut dan khawatirkan masalah Daddy Kamu, setelah ini mereka tidak akan ada yang mengetahui keberadaan kita ada di mana," jelasnya lagi.


Andreas sesekali menggenggam tangan pacarnya untuk memberikan ketenangan dan rasa aman.


Keadaan juga cukup aman. Andreas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan perlahan menuju bandara. Pricilla yang melihat ke arah luar jendela melihat kalau mobil mereka sudah memasuki area Bandara.


"Sayang kok kita ke Airport, emangnya kita mau ke mana?" tanyanya yang kebingungan dengan tujuan mereka.


"Kita akan ke Indonesia sayang," jawabnya dengan senyuman khasnya yang mampu membuat klepek-klepek Pricilla.


"Indonesia!" teriaknya dengan matanya yang membulat lalu raut wajahnya drastis berubah menjadi bahagia.


Andreas bengong melihat reaksinya Cilla yang awalnya kaget kemudian berubah menjadi bahagia.


"Seriusly sayang kita akan ke Indonesia?" tanyanya dengan wajah yang sangat serius.


"Yoi, kita akan ke Indonesia ke negara asal ke dua orang tuaku," balasnya.


"Akhirnya aku akan ke Indonesia, padahal sejak kecil Aku ingin ke sana, tapi Daddy dan Mommy tidak pernah mengijinkan Aku ke sana," ucapnya dengan mata yang berbinar seperti anak kecil saja yang dapat hadiah mainan baru.

__ADS_1


"Hari ini impian Kamu akan menjadi kenyataan," balasnya lalu mengelus lembut rambut Cilla.


Cilla yang diperlakukan dengan penuh kelembutan tersenyum dengan manis ke arah Andreas. Hpnya berdering Andreas segera meraih hpnya yang tergeletak di atas dasboard mobilnya.


"Assalamu alaikum Zack," ucapnya lalu melihat ke arah kaca Spion mobilnya.


"Waalaikum salam, aku sudah ada di sekitar Parkiran nih, segera ambil barang-barang Kamu, aku takut Nenek tahu kalau Aku membantu Kamu bawa kabur anak gadisnya orang," jawabnya yang tertawa terbahak-bahak.


"Awas yah jika Key nikah dengan Pria lain baru tahu rasa loh," balasnya lalu membuka pintu mobilnya dan memperhatikan ke sekelilingnya aman atau tidak.


"Itu tidak mungkin, aku yakin Key tidak akan menikah dengan pria lain," jawabnya.


"Jangan terlalu pede loh,a apa selama ini Kamu sudah katakan cinta padanya? Kamu tidak pernah berkata jujur du hadapannya itu, jadi Aku yakin Dia akan mengikuti permintaan dari Uncle Mark dan Aunty Eliana," jelasnya dengan wajahnya yang meremehkan Zack.


Zack tidak ingin melihat Key hidup dengan pria lain tapi tidak mau berjuang untuk hubungannya. Sambungan telpon mereka pun terputus setelah mereka sudah saling berhadapan.


Andreas segera berjalan ke arah Zack Lee Wiguna sambil menggandeng tangan pacarnya. Zack langsung menyodorkan amplop putih yang berisi paspor dan dua buah tiket ke Jakarta dan satu koper pakaian untuk mereka.


"Semua yang ada desuai dengan permintaan Kamu, jangan lupa pakaikan hijab pacarmu agar tidak mudah dikenali."


Zack mengingatkan agar Andreas memakaikan hijab kepada pacarnya itu.


Zack yang hanya tersenyum tipis ke arah mereka dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dan siap menjalankan amanah dari kakak sepupunya itu. Andreas menarik tangannya Cilla lalu membimbing Cilla hingga ke depan Toilet.


"Pakai pakaian ini dan kalau tidak tahu lihat di Mbah Google caranya untuk pakai hijabnya," tutur Andreas.


Cilla segera berjalan tergesa-gesa ke arah dalam Toilet karena tidak ingin membuang waktunya lebih lama lagi.


"Hati-hati," ucap Andreas dengan memberikan senyumannya yang manis dan tulus.


Cilla awalnya kesusahan saat memakai hijabnya, tapi berkat bantuan dari google dan Youtube Cilla tidak menemukan kesulitan untuk berarti. Pricilla pun tergesa-gesa merapikan pakaian bekas pakainya lalu membuangnya ke tong sampah. Saat dia membuka pintu Toilet dan berjalan ke tempat Andreas menunggunya, Ia melihat ada beberapa anak buah Daddy-nya yang sedang berjaga dan berkeliling memeriksa satu persatu orang yang keluar dari sana.


"Kenapa bisa pengawalnya Daddy ada di sini? apa mereka tahu jika Saya akan ke Luar Negeri?" ucapnya yang bersembunyi di balik bunga yang kebetulan ada di sekitar area Toilet.


Cilla memeriksa ke dalam tasnya yang kebetulan tadi tidak sengaja melihat ada kain yang bisa dijadikan alat penutup wajahnya. Ia pun segera memakai kain itu sebagai penutup hidung hingga mulutnya jadi Wajahnya tidak ada yang mengenalinya.


"Semoga saja Andreas tidak ketahuan, Aku harus segera keluar dari sini secepatnya."

__ADS_1


Pricilla segera keluar dari pintu Toilet dan berusaha untuk berjalan tenang dan bersikap biasa saja. Apa yang dilakukannya berhasil juga. Orang yang mencarinya satu pun dari mereka tidak ada yang tahu padahal banyaknya pengawal yang berjaga di area yang dia lewati itu.


"Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah," ucapnya saat sudah lolos dan melihat tubuh tinggi tegapnya Andreas.


Cilla celingak-celinguk lalu berlari ke arah Andreas. Sedangkan Andreas sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru dengan jaket tebal membungkus tubuh atletisnya.


"Ayok pesawatnya sudah mau berangkat,"ujarnya.


Mereka berjalan selalu bergandengan tangan bahkan di depan pengawal Daddy-nya mereka sedikit pun tidak merasa takut atau cemas jika mereka ketahuan. Mereka begitu yakinnya tidak akan ketahuan oleh mereka.


Beberapa saat kemudian, pesawat yang mereka tumpangi sudah tinggal landas menuju Indonesia, Jakarta Airport Soekarno Hatta.


"Sampai di Indonesia, Aku akan menikahimu, kamu siap menjadi istriku nanti?" Tanya Andreas lalu menyerahkan sebuah kotak buludru yang sangat cantik ke hadapan Pricilla.


Sedangkan Pricilla yang mendapatkan kejutan dari orang tersayangnya segera tersenyum dan tanpa segan dan banyak pikir panjang lagi, dia segera mengulurkan jari manisnya.


"Apa Kamu bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan menjadi pendamping hidupku hingga akhir waktuku apa pun yang terjadi?" ucapan itu membuat Pricilla perlahan meneteskan air matanya di balik khimarnya itu.


Dia hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum penuh Rasa haru dan bahagia. Andreas menyematkan cincin bertahtakan berlian di tengahnya sedangkan pinggirnya ada batu Rubi yang menambahkan kemewahan dan kecantikan cincin itu.


"Sesampainya kita di Indonesia, kita langsung ke Rumah Uncle Arya, beliau sudah mengurus semua persiapan pernikahan kita," katanya sambil melingkarkan tangannya ke tangan kanannya Cilla.


Makasih Banyak atas Dukungannya kepada Bertahan Dalam Penantian 🙏🥰


Jangan Lupa untuk biasakan selalu meninggalkan jejak setelah membaca yah, Jangan jadi pembaca silent saja yang tidak mau tekan tombol Like.


Jangan Lupa untuk mampir juga ke novel aku yang lainnya:


...1. Sang Penakluk (Kisah anak-anaknya Martin dan Amairah)...


...2. Cinta Yang Tulus...


...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


Tetap Dukung BDP dengan Cara: Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan, Vote, Giftnya juga.


...********To Be Continued********...

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Kamis 16 Juni 2022


__ADS_2