Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 105. Perjuangan


__ADS_3

Happy Reading..


Adrian memutuskan untuk pulang ke Apartemennya, hal itu Dia lakukan untuk memberikan waktu kepada Emilia untuk berfikir dan mengambil keputusan yang terbaik untuk mereka.


Tapi Adrian sudah bertekad dan berjanji pada dirinya sendiri apa pun yang terjadi, Dia tetap akan memperjuangkan Emilia.


Beberapa hari kemudian, Adrian kembali mendatangi Rumah Emilia. Tapi Adrian tidak berani untuk melangkahkan kakinya ke Depan Rumah Emilia. Adrian hanya berdiam diri di dalam mobilnya. Hal itu berlangsung hingga beberapa menit. Adrian Hanya asyik mengamati rumah yang bercat putih gading itu.


Adrian bimbang untuk menemui Emilia, Adrian Takut jika kedatangannya menjadi pengganggu ketenangan Emilia.


Hingga sore hari, Adrian Akhirnya memutuskan untuk pulang ke Apartemennya saja. Adrian masih penasaran dengan Emilia dan cewek yang menolongnya Tempo hari. Adrian bertanya-tanya apa sebenarnya hubungan mereka.


Ke Esokan Harinya Adrian kembali mendatangi Rumah Emilia, Tapi yang dilakukan Adrian masih seperti sebelumnya masih asyik duduk dan berdiam diri di dalam Mobilnya.


Tok.. tok..


Kaca jendela mobilnya diketuk oleh seseorang. Adrian Langsung menurunkan kaca jendela mobilnya. Dan ternyata orang yang mengetuk pintu mobilnya adalah Security kompleks perumahan Emilia.


Security itu terpaksa mengetuk pintu mobil Adrian, Karena sudah 2 hari Security itu melihat Mobil Adrian terparkir di depan Rumah Emilia.


"Maaf permisi Pak, kalau tahu bapak sedang cari rumah siapa yah?? karena Saya perhatiin bapak ini sudah Dua hari datang ke sini dan parkir di sini lagi" tutur Pak Security.


"Maaf pak Saya ke sini sebenarnya mencari alamat rumah ini" ucap Adrian sambil menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan alamat perempuan yang menolongnya dulu.


Security itu memperhatikan dan membaca dengan seksama tulisan yang ada di kertas itu.


"Kalau alamat yang Bapak cari cocok dengan alamat rumah itu, dan kebetulan rumah yang bapak cari itu adalah Rumah Ibu Emilia" jawab Security sambil menunjuk ke arah rumah Emilia.


Adrian kaget setelah mendengar penjelasan bapak Security.


"Kalau boleh tahu Yang tinggal di rumah itu apa Hanya ibu Emilia Saja atau ada yang lain pak??" tanya Adrian.


Security itu tampak berfikir sejenak. Tapi Adrian mengerti dari kediaman Pak Security. Adrian segera mengambil Dompetnya dan mengambil beberapa lembar uang yang jumlahnya lumayan banyak lah untuk ukuran dompet Security.


"Saya tanya sekali lagi bapak! Apa ibu Emilia Hanya tinggal seorang diri saja??" tanya Adrian.


"Ibu Emilia tinggal berdua dengan anak kecil" jawab Security.


"Maksudnya anak kecil, apa anak laki-laki atau perempuan Pak??" tanya Adrian.


"Kalau bapak mau tahu lengkap tentang kehidupan ibu Emilia tambah dong pak" ucap Security sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Adrian.


Adrian Langsung mengambil secarik kertas untuk menuliskan sejumlah uang sebagai pelicin Agar Security itu Berbicara Jujur.


"Ini cek yang jumlahnya lumayan banyak dan bisa buat kamu sekeluarga tidak perlu repot-repot untuk mencari uang selama setahun" ucap Adrian sambil menyerahkan selembar kertas ke tangan Security itu.

__ADS_1


Security itu langsung tersenyum bahagia karena baru kali ini mendapatkan uang yang sangat banyak.


"Ingat Jika informasi yang kamu katakan padaku adalah Bohong Penjara menantimu" ancam Adrian.


"Siap bos" ucap Security itu sambil gemetaran Karena Takut dengan ancaman Adrian.


Security itu pun menjelaskan kepada Adrian panjang kali lebar sama dengan Luas.


Tapi tidak ada satupun orang yang berada di kompleks perumahan elit itu yang mengetahui Siapa anak laki-laki yang tinggal bersama Emilia. Mereka hanya menduga kalau itu adalah salah satu keponakan Emilia saja yang dititipkan oleh orang tuanya.


Informasi itu membuat Adrian berspekulasi tentang siapa anak kecil laki-laki itu. Apa hubungannya Emilia dengan Bocah kecil itu.


"Makasih pak atas infonya" ucap Adrian.


"Tapi maaf pak, Ibu Emilia sedang berada di luar Pak, kalau gak salah sejak kemarin Pagi Mereka pergi pak dan sampai sekarang belum pulang" ucap penuturan Security itu.


Sepeninggal Security itu, tiba-tiba ada mobil sedan hitam yang melewati mobil Adrian.


Mobil sedan Hitam memasuki pekarangan rumah Emilia. Adrian tidak mengenali pemilik mobil itu, karena itu yang pertama kalinya Adrian melihat mobil itu.


Adrian tidak turun dari mobilnya, Adrian hanya mengamati Penumpang dan pemilik mobil itu.


Orang yang pertama turun dari mobil itu adalah seorang pria yang sudah Dewasa. Pria itu berjalan ke arah pintu sebelah kanan dan langsung membuka pintu mobilnya. Dan keluarlah Emilia.


Betapa kagetnya Adrian setelah melihat siapa yang turun dari mobil itu. Yaitu Emilia dan seorang Pria.


Setelah Emilia turun,Pria itu segera berjalan ke arah pintu belakang mobilnya. Dan membuka pintu mobil bagian belakang dan langsung menggendong seorang anak kecil yang mungkin ketiduran saat di perjalanan karena Pria itu tetap menggendong anak kecil itu ke dalam rumah Emilia.


Mata elang Adrian seakan-akan ingin memangsa sosok laki-laki itu. Seandainya handphonenya tidak berdering, Adrian sudah mendatangi mereka. Adrian dibakar Rasa cemburu Setelah melihat kedekatan Emilia dan pria itu.


"Halo, ada apa?" tanya Adrian.


"Bos ada Delegasi dari Korea Selatan yang ingin bertemu dengan bapak dan mereka ingin langsung bertemu dengan Bapak" ucap sekretaris Adrian.


"Baiklah aku akan segera ke kantor" ucap Adrian sambil memutuskan sambungan teleponnya.


Adrian memukul setirnya karena tidak punya waktu dan kesempatan lagi untuk mendatangi Emilia.


Sedangkan di Bumi tercinta yaitu Tanah air Beta tentunya. Tepatnya di Rumah Sakit tempat Pak Wiguna dirawat.


Hari ini, entah kenapa Delia ingin sekali datang menjenguk Ayah mertuanya. Padahal perutnya sudah membuncit dan membuat pergerakan Delia terbatas. Hal ini membuat Arya berfikir keras untuk mengambil keputusan apa Delia diijinkan atau tidak.


"Kak! ijinkan Delia Besok untuk jengukuk Ayah yah Sayang, Entah Kenapa Adek pengen banget ketemu sama Ayah" ucap Delia sambil merangkul pundak suaminya.


"Tapi sayang,kamu itu tidak boleh capek dan banyak gerak" ucap Arya.

__ADS_1


"Tapi ini kemauan Dede bayi loh Sayang" ucap Delia sambil mengelus perut buncitnya.


Adrian tidak kuasa melihat istrinya merajuk jika permintaanya tidak dipenuhi. Akhirnya Adrian memutuskan untuk mengijinkan Delia ke rumah sakit.


"Baiklah kakak akan ijinkan kamu menjenguk kakeknya Dede Bayi tapi dengan satu syarat kamu harus diantar oleh anak buah kakak" ucap Arya sambil memeluk tubuh istrinya.


Tangan Arya sudah mulai bergerilya ke mana-mana dan sudah ada desakan dari arah bawah yang harus mendapatkan perhatian khusus dari Delia.


Delia sangat mengerti kondisi suaminya jika menampilkan mimik wajah yang sudah berkabut gairah. Arya sudah menggendong Istrinya ala bridal style ke Ranjang king size-nya Tapi tiba-tiba Pintu kamar mereka terbuka lebar.


Arya sangat jengkel karena Aksinya yang ingin bereksplorasi di Atas tubuh sang istri terganggu. Tapi Arya tidak bisa melampiaskan amarahnya Karana yang membuka pintu Kamar pribadi mereka adalah Zack dan Zoe Saldana.


Arya langsung berlari ke kamar mandi untuk mendinginkan dan menghentikan gejolak dari dalam sana. Sedangkan Delia memperbaiki pakaiannya yang sudah terbuka beberapa kancingnya.


"Mama kok Ayah lari ke dalam kamar mandi, apa ayah kebelet??" Tanya polos Zack.


Delia hanya tersenyum menanggapi perkataan puteranya. Karena tidak tahu harus menjawab apa.


Sedangkan Arya di dalam kamar mandi, sedang berusaha untuk menenangkan si kecil yang masih berd**** tegak.


Zack dan Zoe masih heran bin bingung melihat tingkah laku ke dua orang tuanya. Mereka saling berpandangan karena tidak mengerti.


Ini cowok yang berusaha untuk mengisi hati Emilia, Cowok keturunan Turki. Saingannya babang Adrian readers.


Saingan ketat kalau gini.



Ini papi Muda yang Baby face yah walaupun sudah punya anak umur (12) tahun.



kalau yang ini, Mamud yang jadi rebutan loh Readers..



TBC...


Typo mohon dimaklumi yah kakak Readers 🙏.


Sabar bang Adrian n tetap semangat dalam menggapai cintamu.


Bang Arya sabar yah, gitu resikonya kalau mau itu Tapi pintu kamar gak dikunci 🤭🤭.


Alhamdulillah Fania bisa update 1 bab hari ini walaupun Kondisi batuk-batuk dan Kepala yang masih puyeng.

__ADS_1


Fania akan selalu mengucapkan terima kasih banyak kepada Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏💞.


__ADS_2