
Happy Reading..
Kondisi Hyuna yang sudah stabil sehingga tim dokter yang menangani kesehatan Hyuna pun mengijinkan Hyuna untuk pulang tetapi menyarankan kepada Anggota keluarga untuk tidak mengingatkan Hyuna dengan kenangan kematian Alan, hal itu dilakukan agar Hyun tidak kembali terpuruk dalam kesedihannya
Kedatangan dan kepulangan Hyuna disambut antusias oleh segenap anggota keluarga Wiguna dan seluruh art maupun maid yang bekerja di kediaman Utama Keluarga Wiguna maupun rumah pribadinya sendiri.
Anggota keluarga merencanakan hari ini untuk berbagi kebahagiaan dan rasa syukur atas kesehatan Hyuna yang sudah membaik dan mereka ingin berbagi dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar area kompleks perumahan elit tersebut.
Emilia sudah memesan banyak bahan pokok sembako, mulai dari beras dalam karung yang isinya masing-masing 10 kilo, Minyak goreng yang menjadi primadona masyarakat yang harganya melambung tinggi karena susah untuk memperoleh minyak tersebut, Gula, terigu, Teh, Kopi, susu cap nona, kecap, ikan kaleng, Mie instan yang sedaap punya, Sabun cuci, sabun mandi, sabun cuci piring, odol atau pasta gigi, dan shampo. Sedangkan khusus untuk masyarakat kalangan menengah ke bawah kebutuhan pokok tersebut mereka tambah dengan mukenah, baju Koko, kopiah dan pakaian muslim untuk anak laki-laki dan perempuan segala usia.
Mereka pun membuat makanan untuk menu buka mereka serta es campur buah dalam tempat akan mereka bagi dan spesialnya mereka sendiri terjun langsung untuk memasak semua makanan itu dan tentunya dibantu oleh maid.
Adzan subuh berkumandang, Semua anggota keluarga sudah siap untuk berangkat ke mesjid untuk menunaikan shalat subuh berjamaah. Rencananya Emre dan Rina pun sudah terbang dari turki ke Indonesia hanya untuk berkumpul bersama dan ikut berbagi kebaikan dengan masyarakat yang kurang beruntung. Padahal Emre yang sedang ingin mencari keberadaan maminya terPaksa menundanya terlebih dahulu demi Hyuna yang sudah sembuh dari penyakitnya.
Tetapi dari antusiasme mereka ada seseorang yang sedang ragu, bimbang dan bingung dengan sikap dan keputusan apa yang harus dia tempuh. Apa kah harus bertemu dengan orang tersebut atau harus menolak mentah-mentah. Dan jika dirinya menolak maka akan terjadi sesuatu lagi dengan Anggota Keluarganya dan di sini lah beliau mengetahui siapa dalang dibalik kejahatan dan musibah yang silih berganti menerpa keluarganya.
Setelah mereka shalat subuh, Delia memerintahkan kepada para maid dan Readers untuk membantunya berbelanja semua bahan pokok makanan takjil yang rencananya akan mereka buat. Tetapi Delia berunding terlebih dahulu dengan saudara-saudaranya sebelum memutuskan untuk membuat menu-menu makanan yang akan mereka bagikan.
"Kalau menurut kalian kita beli daging saja atau beli dua ekor sapi, dan menurut kalian mana yang bagus dan lebih banyak hasilnya?." tanya Delia.
"Kalau menurut aku sih dagingnya saja langsung, biar gak terlalu repot lah dan menghemat waktu" ucap Eliana.
"Kalau menurut aku sih lebih bagus beli sapi dua ekor ditempat pemotongan dan kita potong langsung saja di sana, hitung-hitung tulang iga dan bagian isi dalamnya bisa dibuat makanan khas Makassar seperti SOP konro dan Coto Makassar, dan saya ingin menu makanan yang kita buat khas Indonesia dari Sabang sampai Merauke" ucap Dessy.
"Itu ide yang bagus juga, Semua ide dan masukan kalian juga sangat bagus" ucap Eliana.
"Jadi Kita buat rendang, sop konro, Coto Makassar, kari juga kita buat sedangkan sayurnya kita masak sup ayam, Capcay, sayur urap sama telur balado dan sambalnya jangan lupa" ucap Emilia.
"Kita bisa tambahkan acar timun juga sama krupuk ya" ucap Hyuna.
Semua mata memandang ke arah Hyuna yang membuat mereka tersenyum dan bahagia karena menurut mereka Hyuna sudah kembali ke hidupnya seperti sebelum meninggalnya Alan.
__ADS_1
"Masukannya Hyuna juga harus ada" ucap Dessy.
"Jadi kita sudah sepakat dan menyetujui dengan menu masakan yang nanti kita masak, tapi gimana dengan sembakonya apa sudah dipacking??." tanya Delia.
"Alhamdulillah semuanya sudah beres dan anak buah kita sudah memasukkan barang-barang tersebut ke kantong kresek" ucap Eliana.
Setelah mereka sudah berbincang dan bermusyawarah mereka kembali ke kamar masing-masing sebelum memulai rencana mereka untuk memasak. Mereka menemui anak-anaknya dan mengurus Suaminya yang akan berangkat kerja.
Ada beberapa Mobil truk dan mobil box yang sudah terparkir di belakang rumah utama tepatnya dekat pintu masuk dapur yang menurunkan beberapa barang sayur mayur dan beberapa bumbu bumbu dapur serta daging sapi yang sudah mereka pesan. Mobil box yang ada sudah diisi oleh kantong kresek yang sudah diisi dengan bahan sembako sudah dimasukkan ke dalam mobil bak, sedangkan mobil truk tersebut berisi beras.
Siang harinya, Emre dan Rina sudah datang dari Turki, dan tidak beristirahat langsung membantu Mommy kece untuk memasak dan bertempur dengan beberapa perlengkapan dapur. Para Mommy kece serius memasak makanan yang akan mereka bagi. Dan mereka membagi kelompok mereka ada yang masak makanan berat dan ada yang memasak untuk campuran es campur buah-buahan. Mereka kadang-kadang masak sambil bercanda agar suasana lebih ramai dan tidak ada yang tertekan dengan pekerjaannya masing-masing yang sangat banyak. setelah beberapa Jam kemudian masakan mereka sudah masak dan siap untuk dimasukin ke dalam wadah yang tersedia.
"Alhamdulillah sudah selesai Juga masakan kita, aromanya wangi banget" ucap Helena.
"Alhamdulillah, Ternyata capek juga yah masak dengan banyak makanan, ternyata seperti ini lah yang dirasakan oleh koki warung atau koki yang menyiapkan makanan untuk pesta dan hajatan yang besar" ucap Eliana
Mommy kece membantu semua art untuk mengisi berbagai macam-macam masakan dalam plastik khusus makanan yang berkuah. Mama Elisabeth yang melihat mereka tersenyum bahagia walaupun di dalam hatinya ada sebersit ketakutan dan kebimbangan yang menderanya.
Mama Elisabeth pun mengambil tasnya dan meminta kepada supir pribadinya untuk mengantarnya ke sebuah vila yang letaknya agak jauh dari rumahnya.
"Pak Ramlan tolong rahasiakan apa yang Saya lakukan hari ini kepada siapa pun yah" ucap Mama Elisabeth.
pak Ramlan hanya menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa saat kemudian, mobil yang dipakai oleh Mama Elisabeth pun sudah sampai di depan villa yang sangat mewah tersebut. Mama Elisabeth hanya mengucap bismillah dan berdoa sebelum melangkah kakinya turun dan masuk ke dalam Villa mewah tersebut. Sedangkan seseorang yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Mama Elisabeth pun tersenyum licik.
"Akhirnya kamu datang juga ke sini setelah puluhan tahun lamanya" ucapnya lagi.
Mama Elisabeth melangkahkan kakinya masuk ke Villa itu dan bayangan masa lalunya kembali berputar seperti kaset kusut. Mama Elisabeth membayangkan hari itu di mana dirinya yang pernah hidup di dalam Villa itu selama Tiga tahun dan setalah 50 tahun lamanya dia kembali lagi dengan alasan yang berbeda. Mama Elisabeth sangat tidak ingin kembali tetapi dirinya terpaksa demi anak-anak dan cucunya.
Sedangkan di dalam kediaman Utama Keluarga Wiguna para mommy kece dan hot Daddy sudah bersiap masing-masing di dalam mobil bag dan yang menjadi supir mereka adalah suami mereka masing-masing.
Arya dengan Delia, Emre dan Rina, Eliana dan Mark, Deasy dan Dimas, Emilia dan Adrian serta Aditya dan Helena. Sedangkan Hyuna tinggal di rumah Utama untuk membagikan sembako dan takjil khusus untuk yg datang ke sana. Tawa bahagia selalu terukir dari wajah Hyuna sewaktu dirinya bercengkrama sebentar dengan masyarakat yang datang dan kebanyakan mereka adalah anggota keluarga yang bekerja dengan mereka.
__ADS_1
Mereka membagi diri mereka, ada yang ke jalan mawar, kelinci, kijang dan jalan Dahlia. Sedangkan Hyuna yang langsung terjun langsung ke rumah warga untuk membagikan sembako tersebut tersenyum bahagia karena masyarakat tersebut antusias tapi tetap melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga Jarak mereka serta memakai masker tentunya. mereka juga membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat. Apa yang Mereka lakukan ini banyak masyarakat yang mengabadikan dengan kemera hp mereka masing-masing bahkan ada yang melakukan siaran langsung. Sehingga apa yang mereka lakukan menjadi tranding topik hari itu hingga beberapa hari ke depan.
"Selamat datang kembali Elisabeth" ucap seseorang yang turun dari tangga yang memakai jubah hitam yang panjang hingga menutupi kakinya.
Mama Elisabeth hanya terdiam dan berdiri di tempatnya. Mama Elisabeth sangat tidak ingin lihat wajah orang tersebut tetapi mau tidak mau mama Elisabeth harus datang sebelum terlambat.
"Tolong katakan sekarang juga apa yang kamu inginkan??." ucap Mama Elisabeth yang sudah tidak sabaran ingin kembali.
Orang tersebut mendekati Mama Elisabeth sambil menyentuh bagian wajah dan ujung hijab mama Elisabeth.
"Kamu tidak pernah berubah bahkan semakin cantik dengan balutan hijab ini" ucap pria tersebut.
Mama Elisabeth ingin pindah dari tempat berdirinya tetapi langsung dicegah oleh orang tersebut dengan menggenggam tangan Mama Elisabeth.
"Tolong lepaskan tanganmu dari tubuhku, kamu tidak punya hak untuk menyentuhku lagi" ucap Mama Elisabeth dengan penuh amarah.
"Tenanglah sayang, aku tidak akan menyakiti kamu, Aku hanya merindukan dirimu" ucap orang itu lagi.
"Tolong jaga batasanmu, dan ingat kita tidak punya hubungan apa pun" ucap Mama Elisabeth yang berusaha melepas genggaman tangan orang itu.
Ada apa dengan mama Elisabeth dan orang tersebut dan siapa kah Orang itu??
To Be Continued..
Tetap Dukung BDP Bertahan Dalam Penantian 🙏.
Makasih banyak atas dukungannya dan sudah menyempatkan waktu kalian untuk membaca Novel Fania 🙏✌️.
Makasih banyak.
By Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, 09 April 2022