
Happy Reading...
Hari ini Dessy sudah mulai berkerja di Perusahaan DA Group. Yaitu Perusahaan yang didirikan oleh Arya Wiguna Albert Kim Said putera tunggal dari Wiguna Albert Kim Said.
Dessy sangat senang karena dirinya bisa bekerja seperti dulu lagi walaupun di perusahaan yang berbeda Dessy ingin mengisi harinya dengan berkerja agar permasalahan dalam biduk rumah tangganya bisa dia lupakan. Sedih dan kecewa karena pernikahan itu sejatinya adalah pernikahan seumur hidup yang Dessy jalani seperti janji suaminya dulu saat dirinya dipinang. Tetapi takdir berkata lain, Mereka harus berpisah dikarenakan Dessy tidak ingin dipoligami dan sudah cukup menderita dengan perlakuan Erlangga suaminya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Dimas Dessy ingin meninggalkan ruangan Dimas tetapi, tiba-tiba pintu ruangan Dimas terbuka lebar dan masuklah seorang wanita yang memanggil Dimas dengan sebutan papi.
"Papi, Aku datang nih, gak kangen yah dengan Aku??" tanya perempuan itu yang sudah bergelayut manja di lengan Dimas.
Dessy hanya diam tidak ingin bereaksi apapun dengan yang dilihatnya. Karena bagi Dessy itu diluar kapasitasnya untuk mencampuri urusan pribadi Atasannya. Dimas memperhatikan reaksi Dessy. Tetapi Dimas kecewa karena Dessy diam dan tenang saja. Ada semburat kekecewaan yang ada di wajah Dimas.
Akhirnya Dimas mencoba untuk memanas-manasi keadaan dan ingin melihat reaksi Dessy.
"Maaf yang, papi tidak sempat menelpon kamu soalnya papi sangat sibuk dengan pekerjaan papi" ucap Dimas yang pura-pura perhatian kepada Martha padahal Dimas sangat jijik menyentuh tubuh perempuan yang tidak tahu Malu di depannya itu.
Dimas kembali kecewa karena Dessy hanya diam saja seperti patung Pancoran saja. Dimas berharap ada sedikit harapan untuk dirinya agar Dessy cemburu walaupun sedikit saja. Tapi Dimas dibuat kecewa dengan sikap dingin Dessy.
Dessy Akhirnya pamit dan ingin melihat ruangan kerjanya. Dessy merasa gerah dengan sikap ke dua orang yang ada di depannya ini. Dessy itu paling anti melihat seseorang yang bukan Pasangan resmi bermesraan di depan umum.
"Maaf pak kalau gitu Saya pamit karena urusan Saya sudah selesai" ucap Dessy sambil meninggalkan ruangan kerja Dimas.
Dimas segera mendorong kuat Martha agar Martha mengjauh dari dirinya. Dimas langsung menghapus jejak Martha dari tubuhnya dan mengambil tissue untuk membersihkan sisa sentuhan Martha. Sedangkan Martha heran dengan sikap Dimas yang berbeda dari awal kedatangannya.
"Auuh sakit kak" ucap Martha sambil berusaha berdiri tegak karena tadi hampir terjungkal ke belakang untung saja masih ada kursi yang menyelamatkannya.
"Tolong jangan datang lagi ke kantorku, Aku tidak suka dengan kedatanganmu dan Tolong satu hal lagi jangan coba-coba panggil Saya dengan panggilan papi, Jujur aku jijik mendengarnya" ucap Dimas dengan tegas dan suara yang agak tinggi pula.
Martha keluar dari ruangan Dimas dengan wajah sembab dan tetesan air mata membasahi pipi tirusnya. Dessy tanpa sengaja melihat cewek yang tadi masuk ke ruangan Dimas. Dessy sebenarnya bertanya-tanya siapa sosok perempuan itu. Tetapi Dessy tidak ingin memperlihatkan jiwa keponya di depan Dimas. Dessy tidak ingin Dimas salah paham dan salah mengartikan pertanyaannya.
Dessy ingin ke Pantry karena ingin membuat minuman yang segar. Tetapi tidak jadi karena of sudah terlebih dahulu membawakan minuman itu ke ruangannya.
"Makasih Mbak, kok mbak tahu yah kalau aku ingin sekali minum minuman dingin??" tanya Dessy.
Og tersebut hanya tersenyum membalas perkataan Dessy. Dessy heran dengan of satu ini, soalnya tidak menjawab dari semua pertanyaannya. Hanya tersenyum dan manggut-manggut.
__ADS_1
"Makasih yah" ucap Dessy.
OG tersebut meninggalkan ruangan Dessy. Dan tersenyum melihat Dessy yang kebingungan dengan sikapnya. Oh itu terpaksa seperti orang bisu karena permintaan dari Dimas. Dan minuman yang sekarang dinikmati oleh Dessy adalah minuman permintaan Dimas. Sebenarnya Dimas memasang kamera cctv di ruangan Dessy tanpa sepengetahuan Dessy tentunya.
"Ini tip untuk kamu, karena pekerjaan kamu lancar" ucap Dimas sambil memberikan beberapa lembar uang Merah ke tangan OG itu. Bang Author juga mau loh uang merah.
"Makasih banyak pak" ucap Og itu dengan wajah yang berseri-seri.
"Ingat kalau aku telpon kamu, kamu harus segera datang secepatnya ok" ucap Dimas.
"Baik pak" ucap OG tersebut lalu berjalan ke luar ruangan Dimas.
Dimas dibuat klepek-klepek dengan penampilan Dessy.
Dessy menikmati pekerjaannya dengan baik dan lancar. Dessy tidak mengalami kendala apa pun selama dia bekerja. Sudah 4 bulan dirinya bekerja di Perusahaan DA dan Perlahan Dessy sudah melupakan Suaminya. Dessy pun sudah resmi bercerai dari Erlangga Setelah ketok palu dari pengadilan.
Dessy tidak mempermasalahkan harta Gono gini. Bagi Dessy masih sanggup untuk hidup dan makan walaupun bukan harta atau pun uang dari Erlangga. Bahkan orang tua Dessy lebih kaya dari Erlangga dan orang tuanya. Mantan Ayah mertua Dessy pun sangat terpukul dengan perceraian putranya dengan menantu kesayangannya sedangkan Ibu mertua Dessy sangat bahagia dan bersyukur karena Erlangga bisa terlepas dari bayang-bayang Dessy.
Awalnya Erlangga tidak setuju dengan pernikahan ke duanya tetapi ibunya terus mendorong untuk Erlangga berpisah dengan kata-kata bohongnya tentang sikap dan perilaku Dessy, sehingga Erlangga tidak lagi peduli bahkan sudah tidak mencintai Dessy. Setiap hari hal itu dilakukan Oleh ibu Erlangga. Mau tidak Mau Erlangga berhasil dicuci otaknya. Dari situlah Awal kehancuran rumah tangga Dessy.
5 bulan telah berlalu, kandungan Rina semakin membesar dan hubungan Rina semakin dekat dengan Emre tetapi sampai detik ini mereka belum ada yang terbuka dan jujur dengan perasaan mereka berdua. Walaupun mereka sudah memperlihatkan kasih sayang dan cinta mereka lewat perbuatan dan tingkah laku mereka. Seperti sekarang Emre membuatkan susu hamil untuk Rina yang masih terlelap di dalam selimutnya. Walaupun Rina termasuk wanita hamil yang susah untuk minum susu.
Emre membawa Nampang itu yang berisi segelas susu cokelat dengan sepiring nasi goreng buatan Emre. Emre berharap Rina menyukai buatannya. Emre mengetuk pintu kamar Rina Tetapi tidak ada jawaban dari dalam. Sehingga Emre memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Rina tanpa permisi dan mengetuk pintu.
Rina yang sedang selesai mandi dikagetkan oleh kedatangan Emre di kamarnya. Rina salah tingkah dengan keadaannya dan tidak tahu berbuat apa. Karena ini untuk ke dua kalinya Emre melihat Rina memakai baju mandinya. Emre dibuat kelimpungan dengan penampilan Rina. Ada sesuatu dibawah sana yang menger*** dan butuh pelepas***. Emre dengan sekuat tenaga menahan godaan dari Rina.
Kata orang body ibu hamil semakin seksi Jika usia kandungannya sudah membesar dan diakhir masa kehamilannya. Emre pun merasakan hal itu. Emre yang sudah 9 bulan berpuasa Terpaksa harus berjuang melawan sesuatu yang sudah semakin mendesaknya.
"Maaf Abang masuk tanpa permisi atau mengetuk pintu" sambil mengarahkan pandangannya ke arah nampang yang ada ditangannya. Emre kemudian meletakkan nampang itu di atas Meja Nakas ranjangnya Rina.
"Tidak apa-apa Bang" ucap Rina yang sudah salah tingkah dan hanya bisa mematung.
__ADS_1
Emre adalah pria normal yang pasti mengharapkan yang lebih kepada istrinya. Entah dorongan dari mana sehingga Emre mendekati Rina. Karena Emre maju, Rina terpaksa melangkah mundur dan tubuhnya tersandar di dinding kamarnya. Wajah mereka semakin mendekat dan aroma maskulin sudah tercium oleh indera penciuman Rina. Rina dibuat tersenyum malu-malu dengan kedekatannya saat ini.
Emre perlahan menyentuh hidung Rina dan perlahan-lahan beralih ke arah bawah yaitu bi***. Rina hanya diam membisu dan meresapi sentu*** dari Emre. Dan akhirnya bi** mereka saling bertaut. Mereka mendalami perasaan satu sama lain lewat ciu*** itu. Rina hanya bisa meremas tangannya.
Tiba-tiba perut Rina mules dan seakan-akan ada sesuatu yang ingin keluar.
"Auuuh" ucap Rina sambil memegang perutnya.
Emre terpaksa melepaskan pangutan bibirnya. Dan langsung melihat kondisi Rina yang memegang perutnya sambil mengelus perlahan perut buncitnya.
"Sakit bang" ucap Rina.
"Mungkin Adek akan melahirkan" ucap Emre dengan wajah yang cemas.
Emre segera membantu mengganti pakaiannya Rina dan menggendong Rina ke dalam mobilnya. Emre tidak lupa meminta bantuan kepada ARTnya untuk membawa semua perlengkapan Rina ke Rumah Sakit.
"Bang sakit" ucap Rina yang sudah bercucuran keringatnya.
"Sabar yah dek, kita hampir sampai" ucap Emre sambil terus menyetir mobilnya.
Ibu Rina dan ARTnya berada di mobil satunya. Mereka mengikuti arah mobil Emre.
TBC..
📢Typo Mohon dimaklumi 🙏📢
Moga gak ada yang digantung yah Readers 🙏🤭🤭.
Makasih banyak atas dukungannya kakak all..
Moga semua Readers setianya BDP tetap dalam lindungan Allah dan terhindar dari pandemik..
Amin yra 🙏🤲.
Kasihan Emre yang Gaess 😅😅.. Aku tertawa jahat loh lihat Emre yang 🤭🤭..
__ADS_1
By Fania Mikaila Azzahrah.
Makassar, 1 Maret 2022.