
Happy Reading..
Mama Elisabeth memandangi indahnya cahaya rembulan malam itu, Setelah melaksanakan shalat tarwih berjamaah dengan anak dan cucunya, Mama Elisabeth kembali ke dalam kamarnya lalu membuka jendela kacanya lalu berjalan perlahan ke arah balkon kamarnya untuk menikmati keindahan malam hari ini.
"Kapan kamu bisa menerima pernikahan Mama nak, Mama tidak mungkin mengutarakan maksud dari pernikahannya Mama, Mama hanya ingin kalian bahagia selalu".
Mama Elisabeth menghapus air matanya tapi matanya yang memerah dan sedikit membengkak menandakan bahwa beliau sudah menangis.
Pak Hendry yang melihat istrinya bersedih langsung berjalan ke arah Mama Elisabeth dan langsung memeluk tubuh istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Apa yang terjadi dengan dirimu sayang, kamu baik-baik saja kan?" tanya pak Hendry yang tangannya masih melingkar di pinggangnya mama Elisabeth.
"Aku hanya merindukan ke dua putriku" jawab Mama Elisabeth.
Mama Elisabeth sampai sekarang masih menyembunyikan bahwa ke Dua putrinya belum ada yang memaafkan dan menerima kenyataan atas pernikahan mereka. Mama Elisabeth tidak ingin membuat suaminya marah dan berfikiran yang macam-macam.
"Kalau kamu rindu dengan ke dua putrimu maka segeralah untuk menelpon mereka, dan katakan kepada mereka jika kamu merindukan mereka" ucap pak Hendry di dalam pelukan mama Elisabeth.
"Makasih Mas atas dukungannya Mas, Insya Allah Mama akan melakukan hal tersebut seperti yang mas perintahkan sebelumnya" ucap Mama Elisabeth yang tetap merahasiakan hubungannya dengan ke dua anak perempuannya karena tidak ingin ada kesalahpahaman yang berujung dengan sesuatu yang membuat hubungan mereka retak lagi.
"Kalau gitu kita istirahat yah, Papa pengen sesuatu" bisik oak Hendry di telinga Mama Elisabeth yang membuat Mama Elisabeth menjadi malu dan wajahnya langsung memerah.
__ADS_1
"Ah Mas kita sudah tua loh, ingat umur lah Mas" katanya Mama Elisabeth.
"Kalau masalah itu tua dan muda tidak jadi penghalang untuk melakukannya" tutur Pak Hendry lagi yang sudah diselimuti rasa keinginan yang tidak tertahankan dan ingin segera menuntaskannya bersama sang istri.
"Tapi Mas, Mama capek banget loh" ucap Mama Elisabeth yang sudah membalikkan badannya menghadap ke arah suaminya.
"Kamu diam saja cukup Mas yang bekerja dan nikmati apa yang mas lakukan" ucap Pak Hendry yang bola matanya semakin berbinar.
Mama Elisabeth pun pasrah dan hanya menganggukkan kepalanya saja. Awalnya Mama Elisabeth tidak ingin membuka pintu hatinya kembali untuk mantan suaminya dikarenakan takut masa lalu yang pernah mereka lalui bersama terulang kembali. Tetapi sejauh ini mereka membina hubungan rumah tangga lagi sikap, tingkah laku dan perangai Pak Hendry sangat beda dan berbanding terbalik dengan dulu. Karena itu lah Mama Elisabeth pun tergoyahkan hatinya untuk membuka dan mencoba mendalami rasa yang pernah ada diantara mereka.
Malam yang diterangi oleh sinar rembulan menjadi saksi penyatuan mereka kembali yang setelah bertahun-tahun lamanya terpisah akhirnya kembali dipersatukan lagi oleh takdir. Manusia hanya bisa berusaha dan yang menentukan semuanya adalah takdir dari Tuhan yang Maha Esa.
Sedangkan di dalam kamar lainnya, Arman yang sedang berusaha untuk melawan rasa gentar, gemetar dan takut untuk menyentuh Karina akhirnya tumbang juga. Arman pun meminta haknya dipenuhi oleh Karina. Sedangkan Karina yang setengah tertidur pulas terbangun karena tangan Arman sudah menggerayangi tubuhnya. Karina hanya tersenyum malu-malu dengan perlakuan dari Arman Suaminya.
"Mas akan sangat pelan dan ekstra hati-hati agar kamu tidak kesakitan, Mas mulai yah Sayang" ucap Arman yang sudah bersiap.
Karina pun pasrah dan hanya bisa merem melek dengan apa yang dilakukan oleh Arman terhadap tubuhnya. Karina menikmati permainan dari Arman yang membuatnya serasa ingin terbang ke langit ke tujuh.
Karina memegang ujung seprei dengan sangat kuat dan menggigit bibir bawahnya dengan pelan agar suaranya tidak kedengaran. Arman yang sudah diselimuti kabut gairah menjalankan tugasnya dengan baik seperti apa yang dia katakan sebelumnya. Pendingin ruangan yang suhunya cukup lumayan dingin tidak mampu meredakan rasa panas yang mereka rasakan. Arman dan Karina sama-sama terbuai dalam kenikmatan surga dunia yang tiada taranya. Hingga tengah malam mereka masih bercocok tanam untuk menghasilkan bibit unggul yang terbaik mereka miliki. Kebahagiaan terpancar dari wajah Arman setelah berhasil melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan tumbang di samping Karina dengan kondisi yang masih polos dan tidak ada sehelai benang pun yang membungkus tubuhnya.
"Makasih banyak Sayang, Mas sangat bahagia malam ini, semoga kedepannya kamu sudah bisa memimpin pertemuan kita nantinya" ucap Arman yang sangat nampak kelelahan.
__ADS_1
Karina hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan suaminya. Walau pun Karina terbilang masih cukup muda diusianya yang baru mau menginjak 21 tahun tapi sungguh luar biasa pelayanannya terhadap Arman. Karina seperti itu, dikarenakan adanya bimbingan khusus dari Mommy kece sebelumnya. Mommy kece sengaja memberikan bimbingan khusus kepada Karina karena mengingat Karina masih muda yang sangat minim pengalaman dalam hal bercocok tanam. Dan Alhamdulillah ternyata berhasil. Tidak ada drama yang terjadi di antara mereka disaat malam pertama mereka.
Berbeda halnya dengan Kamar yang letaknya tidak jauh dari kamar Arman dan Karina. Tepatnya di dalam kamar Firman dan Ratna Antika Monata yang masih beraura panas dan ekstra hot. Ratna yang awalnya masih sangat kaku dan tidak tahu apa-apa malah sekarang yang memimpin permainan. Firman dibuat kalang kabut oleh permainan dari Ratna yang membuat Firman berkali-kali terbang ke langit tingkat ke tujuh. Firman tidak menyangka jika malam pertamanya akan sangat berkesan seperti sekarang ini. Ratna ingin suaminya tidak melirik wanita lain di luar sana yang rela melakukan apa pun demi kepuasan dan kebahagiaannya dan tidak perduli apakah pria tersebut sudah beristri atau tidak.
Ratna sudah berjanji pada dirinya untuk melayani suaminya setulus hatinya walaupun awalnya sempat terbesit perasaan dan pikiran yang membuatnya ketakutan akan malam pertama. Seperti halnya dengan Karina, Ratna pun demikian Dia ingin menyerahkan semua yang dimiliki sepenuhnya dipersembahkan hanya untuk suaminya seorang.
Firmansyah sangat bahagia dengan malam pertamanya yang sungguh sangat berkesan. Firman tidak menyangka jika Ratna bisa melayaninya dengan setulus hati dan sebaik seperti sekarang mengingat kenangan dan trauma yang dirasakan oleh Ratna sebelumnya yang membuatnya hampir gila dan defresi.
Ketiga pasangan tersebut menikmati indahnya malam terakhir di bulan Ramadhan. Mereka memadu kasih hingga mereka benar-benar melupakan pahitnya kehidupan yang pernah mereka jalani sebelumnya. Hubungan yang dilandasi dan berfondasi dengan kejujuran, cinta dan kasih sayang yang tulus pasti akan kuat menahan terjangan badai kehidupan.
Di tempat lain yang jauh dari sana, ada seseorang yang melempar semua barang-barangnya yang ada dihadapannya. Orang tersebut marah bahkan sangat marah karena Pria yang beberapa bulan ini dia jaga dan rawat ingin kembali ke hidupnya yang sebelumnya.
"Aku tidak akan mengijinkan kamu untuk pergi dari sisi hidupku, apa pun yang terjadi, karena kamu adalah milikku hanya milikku seorang dan aku bisa melakukan apa pun jika kamu tidak menurut pada semua perkataanku".
Orang tersebut kembali melempar pas bunga yang kebetulan ada di hadapannya yang terdiam cantik di atas meja terpaksa menjadi santapan pelampiasan kemarahannya.
...--------To Be Continued--------...
Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers Setia BDP 🙏, Karena masih setia menunggu setiap Updatenya🙏🥰.
Akhirnya tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan Suci Ramadhan. Fania ucapkan Mohon Maaf Lahir dan Bathin yah All 🙏✌️.
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, 01 Mei 2022