Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 157. Kejujuran pak Wiguna


__ADS_3

Happy Reading.


Pak Wiguna berdiri lalu berjalan ke arah Tempat Duduk Delia dan Baby Zi. Semua orang khawatir jika oak Wiguna akan melakukan sesuatu kepada Delia. Karena setahu mereka Pak Wiguna sedari dulu tidak merestui pernikahan Arya dan Delia.


Delia tidak menampilkan wajah takut atau pun Wajah khawatir. Delia selalu berfikiran positif dan tidak ingin berfikiran yang aneh-aneh. Ayah mertuanya tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh menantunya. Semua Mata heran dengan kejadian itu.


"Wajahmu sangat mirip dengan wajah istri adikku dan kamu mengingatkan Ayah dengan Istrinya Adinda Hendrawan" ucap pak Wiguna.


Dan untuk pertama kalinya mereka menyaksikan sosok Ayahnya menangis tersedu-sedu yang selama ini mereka tahu Ayahnya orangnya disiplin, tegas dan keras kepala Tapi yang mereka lihat sekarang seakan-akan bukanlah pak Wiguna.


"Maafkan Ayah Delia, Maafkan kesalahan Ayah" ucap pak Wiguna yang berlutut di hadapan Delia.


"Ayah jangan seperti ini, Ayah tidak punya salah apa pun sama Delia" ucap Delia yang membantu Ayah mertua sekaligus Kakak dari ayah kandungnya itu untuk berdiri.


Mama Elisabeth segera membantu suaminya berdiri. Semua Mata yang ada di sana terperangah melihat apa yang dilakukan oleh pak Wiguna.


"Delia sangat berdosa jika Ayah harus berlutut di hadapan Delia" ucap Delia lagi.


Pak Wiguna meminta maaf kepada Delia atas kesalahannya selama ini yang telah memisahkannya dengan suaminya. Tapi Pak Wiguna masih belum tahu kalau Delia adalah anak kandung dari adik kembarnya.


"Delia karena kesalahan dan keegoisan Ayah kamu terpisah dari Suamimu bahkan karena Ayah kamu....." ucap Pak Wiguna yang tidak sanggup melanjutkan perkataannya.


Pak Wiguna takut untuk mengatakan kejujuran di depan Delia dan keluarganya yang lain tentang kebenaran yang selama ini Dia simpan rapat-rapat.


"Delia Maafkan ayah yah Nak, Ayah tidak sengaja melakukan itu semua" ucap Ayah mertuanya.


Delia tidak mengerti maksud dari perkataan ayah mertuanya sekaligus pamannya. Delia membalas pelukan Ayah mertuanya dan menatap Arya. Arya hanya tersenyum dan memberikan hak sepenuhnya kepada Delia untuk mengambil sikap dan keputusannya sendiri.


"Delia sudah memaafkan Ayah sebelum Ayah meminta maaf, lagian Ayah tidak punya kesalahan sama Delia" ucap Delia.


Pak Wiguna pun akhirnya memutuskan untuk menceritakan tentang apa alasan dulu dirinya sangat menentang hubungan dan pernikahan Arya dan Delia.


"Maafkan ayah jika setelah ayah berbicara jujur kepadamu dan Kamu membenci Ayah itu hakmu Nak, ayah tidak kan Marah atau pun melarangmu" ucap Pak Wiguna.

__ADS_1


Mama Elisabeth hanya bisa mengelus lembut lengan suaminya untuk memberikan kekuatan.


"Sebenarnya yang menabrak Orang tuamu adalah Ayah" ucap oak Wiguna yang tersedu-sedu dan sangat menyesali apa yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu.


Delia kaget dengan penjelasan Ayah mertuanya tapi Delia masih saja diam dan membisu menunggu penjelasan ayah mertuanya lagi.


Flashback on..


"Waktu itu Adik Ayah menyuruh Ayah mengantarnya untuk menemui istrinya secara diam-diam di kampung halamannya, awalnya Ayah tidak mengijinkan bahkan tidak ingin mengabulkan permintaan adik Ayah waktu itu, tapi Ayah tidak kuasa melihat tangisan adik kembar Ayah sehingga Ayah pun akhirnya mengabulkan permintaannya, Ayah awalnya tidak mau karena melihat kondisi adik Ayah yang sudah sakit-sakitan dan ayah takut jika ayah mengabulkan permintaan adik Ayah kesehatan terganggu tapi ayah juga tidak sanggup melihat adik Ayah yang sudah berlutut di hadapan Ayah. Ayah pun diam-diam mengantar adik Ayah ke kampung halaman Istrinya tanpa sepengetahuan dari orang tua Ayah Karena kalau mereka tahu pasti ayah ayah akan marah besar.


Keadaan waktu itu hujan lebat dan angin kencang. Ayah sudah memperingatkan kepada adik Ayah untuk pulang tapi beliau menolak dan saya terpaksa melanjutkan perjalanan walaupun kondisi jalan yang tidak memungkinkan. Karena ayah melihat kearah adik Ayah yang kondisinya sudah tidak baik ayah membantu mencari obatnya dan Ayah lupa kalau ayah sedang mengemudikan mobil. Dan tiba-tiba ada pengendara motor yang menyalip mobil Ayah dan akhirnya kecelakaan itu pun tidak bisa Ayah hindari.


kondisi adik Ayah sudah sangat mengkhawatirkan untung saja banyak masyarakat yang membantu kami sehingga Ayah membawa adik Ayah ke rumah sakit terdekat. Ayah waktu itu tidak punya waktu untuk melihat korban dari pengendara motor. Tapi tidak berselang lama Adik Ayah pun menghembuskan nafas terakhirnya dan wajahnya mengarah ke salah korban kecelakaan itu sambil tersenyum.


Ayah sangat menyesal dengan kejadian itu bahkan sampai sekarang Ayah tidak bisa melupakan kejadian itu. Ayah hidup dalam bayang-bayang penyesalan dan Ayah semakin menyesal setelah tahu korban tersebut memiliki seorang putri yang masih sangat kecil menangis tersedu-sedu di hadapan korban itu.


Flashback off.


"Ayah terlalu takut untuk mengatakan kejujuran ini di depan kalian, Ayah takut kalian akan membenci Ayah" ucap pak Wiguna lagi.


"Delia Maafkan ayah Nak, Ayah mohon" ucap pak Wiguna yang ingin menyentuh tangan Delia tapi Delia tepis.


"Karena Ayah ada seorang anak kecil yang terpaksa jadi anak yatim-piatu dalam sehari, Karena Ayah anak kecil itu sering mendapat hinaan, dan Karena keluarga Ayah Aku harus menahan kerinduanku kepada Mama dan papaku" ucap Delia yang sudah menangis.


"Delia Maafkan ayah Nak, Ayah tidak bermaksud dan tidak ada niat sedikit pun untuk mencelakai orang tuamu" ucap Mama Elisabeth yang memeluk tubuh suaminya yang sudah terduduk di lantai.


Sedangkan Anak-anaknya tidak ada yang berani berkomentar ataupun ikut campur. Mereka tidak ingin memperkeruh keadaan.


"Maafkan Delia Yah, Delia...." ucap Delia yang terpotong karena sudah berlari ke arah luar Kediaman Utama Wiguna.


"Ayah apa ayah tahu siapa anak kandung dari Uncle Wirawan?? Dia adalah Delia Yah Keponakan Ayah sendiri" ucap Arya lalu mengejar istrinya.


Sedangkan baby zi ada dipangkuan bibi Ainun. Mereka hanya bisa memberikan dukungannya kepada pak Wiguna.

__ADS_1


Pak Wiguna dan yang lainnya kaget setelah mendengar perkataan dari Arya yang mengatakan kalau Delia adalah Anak kandung dari adik kembar Ayahnya yang ternyata selama ini mereka saudara sepupu yang tidak pernah mereka tahu sebelumnya.


"Sabarlah Pak, insya Allah Delia akan memaafkan bapak" ucap bibi Ainun.


"Iya Yah, bersabarlah, Elliana yakin Delia pasti akan memaafkan Ayah Karena Eliana tahu Delia itu perempuan yang bijaksana dan dewasa, mungkin Delia hanya shock mendengar kenyataan yang ada" ucap Eliana sambil membantu ayahnya untuk duduk di kursi.


Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup mereka. Mereka melihat ketidakberdayaan Wiguna Albert Kim Said.


"Ayah yang kuat yah, Ayah jangan menyerah dan tetaplah berusaha untuk mendekati Delia agar pintu hati Delia terbuka untuk memaafkan kesalahan Ayah" ucap Emilia.


"Ternyata yang Ayah tabrak adalah istri dari uncle kalian, perempuan yang selalu uncle kamu ceritakan sama Ayah, perempuan yang sangat uncle mu sayangi bahkan uncle mu rela berkorban dan Ingin bunuh diri gara-gara mereka dipisahkan" ucap Wiguna yang mengingat perjuangan seorang Wirawan Albert Kim Said.


"Mungkin seperti ini lah jalan dan kisah pernikahan uncle Ayah kita tidak bisa menolak takdir dan ketentuan dari Allah SWT" ucap Emre.


"Aku yakin Delia akan memaafkan Ayah seiring berjalannya waktu" ucap Eliana.


"Ini semua karena ketidak mampuan ayah untuk jujur kepada Delia, Ayah terlalu takut, hal ini lah yang Ayah takutkan selama ini" ucap oak Wiguna yang menyesali keputusannya dan perbuatannya dulu.


Sedangkan suaminya Emilia tidak tahu mau berkomentar apa karena kurang paham dengan bahasa istrinya jadi hanya diam dan Jadi penonton saja.


Setiap manusia punya jalan hidupnya masing-masing yang tentunya berbeda dengan kehidupan orang lain. Tapi tidak ada manusia yang lupuk dari kesalahan dan tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan itu adalah hanya milik Allah SWT semata. Manusia hanya bisa berusaha, berikhtiar, berdo'a dan tawakal. Delia sangat terpukul pastinya dalam sehari mama, ayah kandung dan ayah sambungnya harus meninggal dunia dalam sehari.


TBC..


Hidup itu penuh cobaan yah gaess.. seperti Fania yang ingin ngetik tapi karena ketiduran akhirnya ketikan Fania gak selesai 😴🥱🤣🤣✌️.


Ayo semangat dong Readers untuk tetap setia baca Novel Fania 💪💪 dan ditunggu KriSannya yah 🙏🙏.


Makasih banyak..


By Fania Mikaila Azzahrah.


Makassar, 8 Maret 2022

__ADS_1


__ADS_2