Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 173. Di luar Kendali


__ADS_3

Happy Reading..


Ratna semakin mendekat ke arah Rina dan Aulia tak lupa membawa sebotol air keras. Ratna sebenarnya hanya ingin menakuti Rina dan Aulia. Karena sudah menganggu pekerjaannya untuk memberikan pelajaran kepada Rizaldi. Ratna sangat marah dengan kelakuan Rizaldi yang selama ini sudah banyak korban dari Rizaldi. Ratna menemukan beberapa korban yang masa depannya yang hancur akibat perbuatan dari Dokter Rizaldi.


Dari situlah, Ratna ingin memberikan pelajaran kepada Rizaldi, selagi Ratna tahu kalau Dokter Aulia adalah Dokter yang suka menolong dalam mengobati orang miskin tanpa harus membayar biaya sepeserpun. Aulia sebenarnya hanya pancingan agar Rizaldi masuk ke dalam perangkap.


"Kak tolong lepaskan kami, kami minta maaf jika kami punya salah kepada Kakak" mohon Rina dihadapan Ratna.


"Iya kak, kami mohon dengan sangat untuk melepaskan kami, kami akan memberikan apa pun yang Kakak minta asalkan kakak melepaskan kami" ucap permohonan Aulia.


Ratna tersentuh dengan permohonan keduanya dan sudah ingin melepaskan Rina dan Aulia tapi tiba-tiba, si Tambun membisikkan sesuatu yang membuat Ratna kembali menggila dan seperti orang kesurupan saja.


Ratna kemudian berjalan lagi ke arah Rina, karena telah mengetahui bahwa Rina dan Aulia adalah perempuan yang di Sayang oleh Rangga. Sehingga Ratna kembali tersulut emosinya.


"Ternyata kalian adalah wanita kesayangan Rangga Azof yah rupanya" ucap Ratna sambil berjalan ke arah ke duanya.


Aulia heran dengan perkataan Ratna karena yang bersamanya sekarang adalah Rina istri dari Emre yang orang Amerika.


"Apakah Kak Rina pernah menjalin hubungan spesial dengan Rangga??." tanya Aulia pada dirinya sendiri yang terus menatap wajah Rina.


"Sepertinya ada yang heran dengan apa yang barusan aku katakan yah, kalau gitu aku akan jelaskan yang sebenarnya kepada kamu" ucap Ratna yang mengambil kursi kemudian duduk di hadapan Rina.


Rina pun tidak mengerti dengan arah pembicaraan dari Ratna.


"Maksudnya apa, aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan??." ucap Rina.


"Baiklah Aku akan jelaskan semuanya di hadapan kalian" ucap Ratna.


Ratna kemudian melempar selembar foto ke hadapan Rina, Aulia pun mendapat foto. Rina dan Aulia kaget melihat siapa sosok orang yang berada di dalam foto tersebut. Mereka pun saling berpandangan. Dan kemudian menatap ke arah Ratna.


"Maaf foto ini tidak berpengaruh apa pun terhadap hubungan saya dengan Rangga dan kakak Rina, kalau memang mereka ada hubungan yang istimewa itu pasti hanya masa lalu diantara mereka dan aku tidak ada hak untuk mencampuri itu semua" jelas Aulia sambil memegang tangan Rina.


"Makasih Aulia, Rangga hanya lah sebatas kenangan masa lalu yang tidak harus aku ingat dan tidak mungkin aku pungkiri, Karena kami masing-masing sudah punya kehidupan sendiri" ucap Rina.


Perkataan dari Rina dan Aulia semakin membuat Ratna marah. Ratna pun tersulut emosi nya sehingga Ratna sudah tertutup mata hatinya. Ratna akhirnya memperlihatkan wajah yang sesungguhnya. Ratna langsung mengambil botol mineral yang sempat Rina tadi lempar kemudian melempar botol tersebut ke arah Rina dan Aulia, untung saja Rina dan Aulia bisa menghindari lemparan itu.


"Apa sih sebenarnya salah kami, kami tidak pernah mengenal kamu dan kami merasa tidak punya kesalahan apa pun, tapi kamu ingin melukai kami terus??." tanya Rina.

__ADS_1


"Kamu ingin tahu apa alasanku haaa?." tanya Ratna.


"Aku adalah istri dari Pria yang dibunuh oleh Rangga dulu" jelas Ratna.


Rina dan Aulia saling bertatapan karena tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Ratna. Rina pun mencoba mengingat kejadian beberapa bulan lalu yang membuat Rangga sempat di penjara. Akhirnya Rina pun menyadari dan tahu apa maksud dari perkataan Ratna.


"Apa kalian sudah tahu atau aku perlu jelaskan kepada kalian??." Tanya Ratna yang berjalan mendekat ke arah mereka.


"Pria yang ditemani selingkuh oleh Rindu istri Rangga adalah suamiku namanya Rafli, Aku sangat marah waktu tahu kalau Suamiku selingkuh di belakangku dengan Rindu tapi aku tambah marah disaat aku tahu kalau Rangga yang telah menghilangkan nyawa suamiku" ucap Ratna yang sudah bersiap membuka penutup botol yang berisi cairan keras.


Rina dan Aulia saling berpegangan karena takut jika Ratna kalap dan langsung menyiram mereka dengan air keras itu. Ratna semakin mendekat dan sudah bersiap untuk menyiram air keras itu.


"Aku mohon jangan, please tolong kami jangan lakukan itu pada kami." ucap Rina yang semakin ketakutan.


Sedangkan Aulia sudah menangis histeris dan ketakutan dan tidak bisa membayangkan jika Ratna menyiram Air tersebut ke wajah mereka. Ratna sudah bersiap mengangkat botol tersebut ke wajah Aulia, tiba-tiba Ratna terdorong ke samping dan isi dari dalam Botol tersebut tumpah dan mengenai wajah Ratna.


"Aaaahhhhh" teriak Ratna.


Anak buah Ratna langsung berlari ke dalam ruangan setelah mendengar suara teriakan.


"Beri pelajaran kepada mereka" ucap Ratna yang sudah merintih menahan sakit di wajahnya. Untung saja air keras itu tidak mengenai keseluruhan wajahnya. Delia segera membuka tali pengikat Rina dan Aulia.


"Aaaaawas kak" teriak Aulia.


Delia sigap menghindar pukulan dari si tambun. Delia menahan balok tersebut yang hampir saja mengenai kepalanya dan kemudian memegang balok itu. Delia tidak ingin mengalah walaupun postur tubuh nya lebih kecil. Delia berusaha menarik terus balok tersebut dan berhasil. Tubuh si tambun tertarik ke depan dan Delia segera menendang kemal** si tambun untuk segera melumpuhkannya.


"aauuhh sakit" keluh Si Tambun.


Rina dan Aulia segera mengambil tali dan mengikat tangan dan kaki si Tambun. Sedangkan anak buahnya yang tubuhnya agak kecil sedang berhadapan dengan Delia. Delia terus menghindar pukulan dari si langsing yang cukup merepotkan, mau tidak mau Delia pun membalas pukulan dari si langsing. Delia tidak sempat menghindar pukulan dari si kurus yang ternyata memakai pisau untuk melukai Delia. Dan berhasil untuk melukai pergelangan tangan Delia. Baju yang dipakai Delia sudah sobek dan darah segar mengalir membasahi pakaian Delia.


Delia terus menghindar dari pukulan si kurus yang cukup kuat. Karena kondisi tangan Delia yang sudah terluka membuat pergerakan Delia terhambat dan terbatas. Si kurus pun segera memanfaatkan kondisi Delia yang sudah terluka dan Dia segera ingin menendang bagian lengan Delia yang terluka tapi untung saja Delia masih bisa menghindar tapi luka ditangannya semakin membesar dan parah. Kepala Delia sudah pusing akibat dari darah yang keluar terus menerus dari lengannya.


Si kurus mengetahui keadaan Delia dan segera mengambil pistol yang tergeletak di atas Meja. Si langsing pun mengarahkan pistolnya ke arah Kepala Delia, Delia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Delia hanya mematung dan bersiap untuk menerima tembakan tersebut.


Rina dan Aulia semakin ketakutan dan khawatir melihat kondisi Delia.


"Kamu kira kamu itu jagoan, ingat kamu itu seorang perempuan yang tidak mungkin mengalahkan kemampuan saya" ucap si langsing yang sudah bersiap menarik pelatuk pistolnya.

__ADS_1


Delia pun sudah pasrah dan terus berdoa moga Arya atau yang lain segera datang. Suara tembakan tiba-tiba memenuhi ruangan tersebut, Rina dan Aulia sudah berteriak kencang dan menangis histeris sambil menutup wajah mereka karena tidak ingin melihat yang sedang terjadi.


"Ya Allah selamatkan lah Delia, jangan biarkan terjadi apa-apa kepada Delia ya Allah" ucap doa keduanya.


Mereka berpelukan dan saling menguatkan diri mereka masing-masing untuk bersiap menerima segala kemungkinan yang terjadi. Mereka pun perlahan-lahan membuka matanya dan ternyata yang terkapar di lantai adalah si langsing dengan luka tembakan di bagian kepalanya.


"Aaahhhh" teriak Rina yang kemudian pingsan setelah melihat keadaan si langsing yang sudah sangat mengenaskan.


Emre pun buru-buru ke arah Rina dan segera membantu Rina yang sudah tidak sadarkan diri.


Sedangkan keadaan Delia pun mengkhawatirkan. Delia perlahan menutup matanya karena sudah tidak sanggup untuk menahan sakit dari lukanya. Delia pun terjatuh ke lantai dan untung Arya sigap membantu Istrinya yang hampir terjatuh di lantai hanya beberapa centi saja tubuh Delia pasti sudah tergeletak di lantai yang dingin dan kotor.


"Delia" teriak Arya


"Bangun dong sayang, Aku sudah datang" ucap Arya yang memangku Delia.


Sedangkan Rangga mendekati Aulia yang juga sudah trauma dengan kejadian yang terjadi.


"Ayo cepat, panggil ambulans" teriak Arya ke anak buahnya.


Polisi pun segera mengambil alih dan mengamankan keadaan yang ada. Polisi langsung memborgol tangan si Tambun. Sedangkan Ratna tidak ditemukan keberadaannya.


Arya segera menggendong dan melarikan Delia ke dalam mobilnya karena Ambulans belum datang juga. Sehingga Arya mengambil keputusan segera membawa Delia ke rumah sakit terdekat. Arya mengikat tangan Delia yang terluka dengan kain bajunya yang dia robek sebelumnya. Untuk mencegah agar darah Delia berhenti mengalir.


Arya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sedangkan yang lainnya pun ikut ke rumah Sakit. Rangga pun segera masuk ke dalam mobilnya setelah Aulia duduk di jok penumpang. Dan menutup kembali pintu mobilnya dan berlari kecil ke samping mobilnya dan belum sempat membuka pintu mobilnya tapi Rangga langsung terjatuh di atas aspal. Aulia sangat shock melihat Rangga.


To Be Continued..


Moga Kakak semakin suka dengan cerita halu yang Fania buat.


Fania juga mengucapkan Makasih Banyak kepada Readers yang selalu mendukung BDP Dengan Cara apa pun itu.🙏🙏🥰.


Kayaknya mata ini butuh rehat sejenak untuk menatap layar hp terlalu lama 🤧🤧🥺.


Fania belajar dan cari ide gimana agar alurnya nyambung dan kalian tidak bosan dengan apa yang aku tulis.🤗🤗✌️.


Makasih banyak..

__ADS_1


By FANIA Mikaila AzZahrah


Makassar, 15 Maret 2022.


__ADS_2