
Happy Reading..
Hari yang telah ditunggu-tunggu oleh Delia Akhirnya tiba Juga. Delia sudah packing barang-barangnya yang akan Delia bawa pulang ke Indonesia. Delia Juga sudah memesan kepada uncle Park untuk membelikan Delia oleh-oleh khas Korea Selatan yang akan Delia berikan kepada Readers setianya BDP yang sudah pesan berbagai macam buah tangan.
Delia masih sibuk mengemas barang bawaannya padahal sudah jam 9 malam. Sedangkan Arya masih di kantornya untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang belum rampung.
Tiba-tiba Pintunya diketuk oleh seseorang.
"Assalamu alaikum" ucap salam seseorng dari arah pintu.
Delia segera berdiri untuk membuka kenop pintu kamarnya.
"Waalaikum salam" Jawab salam Delia.
Delia tersenyum ke arah orang yang berada dibalik pintu. Dan orang itu adalah Uncle Park.
"Silahkan masuk uncle Park" ucap Delia.
"Makasih nak" ucap uncle Park.
"Silahkan duduk uncle Park" ucap Delia sambil mempersilahkan Uncle Park untuk duduk di salah satu kursi yang ada di dalam kamar pribadinya.
"Maafkan uncle Park yang telah mengganggumu" pinta Uncle Park.
"Ga apa-apa kok Uncle, Delia tidak merasa terganggu kok" ucap Delia.
"Nak Delia, apa keputusanmu yang kemarin sudah kamu Fikirkan baik-baik dan tidak bisa kamu rubah lagi Nak??" ucap uncle Park.
Delia tidak menjawab pertanyaan Dari Uncle Park, Delia Hanya menatap mata uncle Park.
"Uncle Park mohon nak, ini demi ibu kamu" ucap uncle Park.
"Maafkan Delia Uncle Park untuk saat ini Delia belum Bisa memenuhi permintaan Uncle Park" ucap Delia sambil tetap melanjutkan packing barang-barangnya.
"Tapi Nak, ini Semua Demi amanah ibumu, apa kamu tidak ingin memenuhi permintaan terakhir ibumu??" Tanya uncle Park.
Delia bukannya tidak ingin memenuhi permintaan terakhir dari ibunya, Tapi Delia Belum siap dan takut Jika kehadirannya di tengah-tengah keluarga besar Wiguna menjadi pemicu bertambah keruhnya hubungannya dengan Ayah mertuanya. Tapi Delia tidak ingin menyampaikan hal itu di Depan uncle Park.
"Delia akan Fikirkan Uncle Park" ucap Delia.
"Uncle Park memintamu melakukan ini semua karena Uncle Park ingin melihat kamu dan keluargamu berkumpul dan tidak mendapatkan penolakan lagi dari keluarga Ayah mertuamu" ucap uncle Park.
Delia langsung mendekati uncle Park dan memegang tangan Uncle Park.
"Insya Allah Delia akan jalankan amanah dari Ibu, tapi Delia mohon beri waktu Delia untuk memikirkan semuanya dan cari waktu yang tepat" ucap Delia.
__ADS_1
Uncle Park hanya menganggukkan kepalanya dan ada setetes buliran air matanya yang membasahi pipinya.
Delia menghapus jejak air mata di pipi uncle Park.
"Jangan menangis Uncle Park, Delia tidak sanggup melihat Air mata Uncle Park, dan itu sama saja Delia telah menyakiti hati uncle Park" ucap Delia.
"Maafkan uncle Park yang meminta sesuatu yang sulit untuk kamu lakukan Nak" ucap Uncle park.
"Jangan meminta maaf kepada Delia uncle, uncle Park tidak mempunyai salah kok" ucap Delia.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.
"Masuk saja" ucap Delia.
"Maaf ganggu" Nona Muda.
"Ada apa?" tanya Delia kepada Salah satu ARTnya.
"Di bawah ada Nona Kim Hyuna Nona" ucap art itu.
"Suruh Nona Hyuna ke kamarku saja" perintah Delia.
"Baik Non" ucap art itu lalu sambil berjalan ke luar.
Setelah beberapa saat, Hyuna pun datang ke kamar pribadi Delia dan menenteng banyak baper bag. Seperti seseorang yang baru selesai berbelanja banyak barang Saja.
"Makasih banyak Uncle Park" ucap Hyuna dengan nada bicara Hyuna yang ngos-ngosan karena ini pertama kalinya bawa barang Banyak sambil menaiki undakan tangga.
"Sini Hyuna duduk di sebelahku" ucap Delia yang menyuruh Hyuna untuk segera duduk dan istirahat di dekat kursi yang dia duduki.
"Makasih Cantik" ucap Hyuna.
"Kamu kenapa meski harus repot-repot segala sih bawa barang banyak gitu?" Tanya Delia.
"Cuma dikit kok dan ini tidak seberapa, lagian aku bawain ini untuk kamu bawa pulang ke Indonesia, kan aku dengar banyak Readers kita yang minta oleh-oleh khas Korea Selatan, Karena itu lah aku beliin deh" ucap Hyuna sambil nyengir.
"Makasih banyak Cantik" ucap Delia.
"Del, kamu besok berangkatnya jam berapaan sampai-sampai udah tengah malam masih sibuk packing, kamu seharusnya Banyak istirahat tapi malah masih sibuk gini?" Tanya Hyuna dengan wajah yang dibuat marah.
"Wajahmu itu gak Cocok jika marah-marah, cantiknya berkurang loh" ucap Delia.
"Serius Del!! Cantik Aku berkurang kalau aku marah-marah??" ucap Hyuna Sambil berjalan ke arah Cermin dan memeriksa keadaan wajahnya.
Delia dan uncle Park tersenyum melihat Tingkah laku Hyuna yang menurut mereka lucu.
__ADS_1
"Insya Allah Setelah shalat subuh pesawat kami akan berangkat Hyuna jadi Yah Harus selesai ini malam juga packingnya, takutnya gara-gara gak bawa oleh-oleh untuk Readers mereka marah-marah dan mogok Baca BDP" Ucap Delia yang menampilkan raut wajah sedihnya.
"Iya juga sih, kalau gitu lanjut saja Del packing barang-barangnya," ucap Hyuna yang masih berada di depan cermin.
Hyuna masih sibuk memperhatikan Wajahnya dan tanpa sengaja melihat bayangan pergelangan tangannya yang kosong dan tidak memakai gelangnya. Hyuna teringat dengan gelangnya itu. Hyuna kemudian berjalan mendekat ke arah Delia.
"Del, udah kamu tanyakan gak sama kak Arya tentang gelang aku yang mungkin terjatuh di sekitar kantor Kak Arya??" Tanya Hyuna kepada Delia.
"Aku sudah tanyakan tapi kata OB dan OG Di sana gak ada yang lihat gelang kamu" ucap Delia.
Hyuna tiba-tiba teringat dengan kejadian waktu Hyuna menabrak seseorang di loby Kantor Arya Karena saking buru-burunya berjalan.
"Apa mungkin Gelangku jatuh yah disaat aku terjatuh di atas tubuh laki-laki itu yah??". Tanya Hyuna kepada dirinya sendiri dengan samar-samar tapi masih bisa didengar oleh Telinga Delia.
"Hyuna kamu bilang apa?". Tanya Delia.
"Gak apa-apa kok Delia". Jawab Hyuna yang menutupi kejadian itu karena Hyuna Malu untuk menjelaskannya di depan Delia dan uncle Park.
Mereka melanjutkan packing barang-barangnya yang segitu banyaknya. Karena Rencananya Delia kembali ke tanah air menggunakan pesawat pribadi milik suaminya sendiri. Jadi Dia bebas membawa banyak barang. Tapi pasti bayar pajaknya banyak nih Readers. Tapi Author yang akan menanggung semua pajaknya jadi Readers tenang saja yah.
Beberapa saat kemudian, Hyuna pamit kepada Delia dan Uncle Park pun sudah kembali ke kamarnya. Delia masih kepikiran dengan permintaan Ibunya yang terakhir kalinya. Delia Merasa dilema antara memenuhi atau tidak. Delia tidak ingin mengecewakan Ibunya dan Uncle Park. Tapi disisi lain Delia khawatir jika keluarga besar Albert Kim Said tidak menerima kehadirannya. Delia saking capeknya sampai-sampai Delia lupa untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.
Kedatangan Arya pun tidak disadari oleh Delia Karena Delia sudah terlelap dalam tidurnya bahkan Delia sudah bermimpi membagikan oleh-oleh yang dibawahnya ke Readers Setia BDP.
Arya dengan sigap membantu Istrinya untuk mengganti pakaian Delia.
TBC...
Wooow Delia baik bingitzzz yah Readers Demi kalian loh Readers Delia sampai begadang mengemasi oleh-oleh untuk kalian 😅😅.
Delia minta balasannya Readers dengan Cara Tetap Like Setiap Episodenya, Favoritkan Agar dapat terus Notif Updatenya dan Berikan Masukan atau pun Kritikannya 🙏🙏✌️.
Untuk beberapa bab ke depannya Ceritanya masih selow yah Readers. Fania belum Buat masalah dan ujian untuk para Tokohnya.
Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP yah Readers dengan Cara Like, Favoritkan, Rate Bintang 5🙏🙏.
FANIA Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang masih setia baca karya receh Fania atau pun Memberikan dukungan dalam bentuk apa pun ke Karyaku..
Maafkan FANIA yang tidak menyebutkan Nama-nama kakak satu persatu yang penting FANIA sudah tahu Siapa Readers yang telah memberikan dukungannya dan masih Setia menunggu Updatenya BDP.
By..
FANIA Mikaila AzZahrah.
Makassar,
__ADS_1
Rabu, 26 Januari 2022.