Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 86. Sebuah Kotak


__ADS_3

Happy Reading..


Delia dengan seksama dan diam mendengarkan curhatan uncle Park. Delia tidak ingin memotong atau pun menyanggah pembicara uncle Park yang menurutnya menyentuh relung hatinya yang paling dalam.


Entah kenapa Apa yang diceritakan oleh Uncle Park seakan-akan Dia berada ditempat dan waktu itu. Ada Perasaan aneh yang timbul dalam hatinya.


"Oy uncle Park, apa uncle tidak memiliki Foto atau pun sesuatu tentang Adik angkat uncle Park??" Tanya Delia kepada uncle Park.


"Kalau masalah Foto Alhamdulillah Uncle punya, Waktu itu Kami sedang makan di resto Favorit kami" ucap Uncle Park.


"Alhamdulillah kalau uncle punya fotonya berarti kalau uncle rindu dengannya tinggal lihatin foto itu" ungkap Delia.


Uncle Park merasa lega dan senang setelah beberapa saat berbincang dengan Delia.


"Tapi waktu Mereka menikah Om Wirawan dengan Istrinya, Apa Om Wirawan memberikan sesuatu sebagai mas kawin??" tanya Delia yang entah kenapa membuatnya Kepo dengan hal yang berhubungan dengan Adik angkat uncle Park.


Uncle Park termenung dan terdiam mengingat kenangan saat Adik angkatnya menikah.


"Aku ingat waktu itu tuan Wirawan memberikan sebuah Gelang yang sangat indah kepada istrinya". ucap Uncle Park.


"Alhamdulillah kalau om Wirawan memberikan mas kawin kepada istrinya" Delia tiba-tiba teringat dengan isi kotak yang masih tersimpan rapi di dalam Lemari milik ibunya di Desa.


Sewaktu kecil ibunya pernah memperlihatkan Isi dari kotak itu dan isinya adalah sebuah perhiasan gelang emas putih dihiasi dengan Berlian dan Gelang itu menurut Delia sangat indah.



Ibunya Dulu sering memakai gelang itu. Tapi Sebelum hari kecelakaan naas yang dialami oleh Ibu dan Ayahnya, Delia tidak pernah lagi melihat ibunya memakai gelang itu.


Uncle Park semakin mengamati dan memperhatikan wajah Delia, Semakin dia teringat dengan adik angkatnya.


Uncle Park ingin menanyakan tentang perihal yang mengganjal di dalam hatinya, Tapi merasa enggan dan sungkan untuk bertanya kepada Delia. Uncle Park tidak Mau Delia sampai berfikiran yang macam-macam. Tetapi Karena Uncle Park tidak mau terbebani dengan pemikirannya Akhirnya Uncle Park memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Oy apa uncle Park bisa bertanya sesuatu nak??" tanya uncle Park


"Silahkan uncle,tapi pertanyaannya jangan yang sulit soalnya otakku gak mampu berfikir kalau jawabannya susah" ucap Delia sambil tersenyum manis kepada Uncle Park.


Uncle Park pun tersenyum menanggapi candaan Delia.


"Bolehkah uncle tahu siapa nama Ayahmu??" Tanya uncle Park.


"Nama Ayah Delia Arianto Gunawan Rusdy" ucap Delia.


"Kalau Nama ibumu namanya siapa kalau uncle bisa tahu??" Tanya uncle Park


"Namanya Di..." ucap Delia.


Ucapan Delia terpaksa terpotong karena Kedatangan Arya Wiguna Albert Kim Said yang membawa rantang makanan untuk makan malam Delia.


"Maafkan Kakak yang sudah mengganggu bincang-bincang kalian" ucap Arya sambil meletakkan Rantang ke atas Nakas tempat tidur Delia.


Uncle Park langsung berdiri dari posisi duduknya setelah tuan mudanya datang.

__ADS_1


"Makasih Uncle sudah menjaga Istriku" ucap Arya.


"Sama-sama tuan Muda, Uncle Merasa bahagia dan senang bisa meluangkan dan menghabiskan waktu bersama dengan Istrimu" jelas Uncle Park.


Uncle Park segera pamit pulang. Uncle Park ingin Singgah ke rumah utama Oma Estella karena Uncle Park Ingin mencari CV Adik angkatnya. Uncle ingin mengetahui Alamat lengkap dan tentang Nama orang tua kandung Adinda.


Adinda namanya Adik angkat uncle Park yang berasal dari Indonesia. Cewek cantik yang sederhana tapi karena kebaikan hatinya yang membuat Seorang penerus Dari Keluarga Albert Kim Said jatuh cinta kepadanya.


Uncle Park mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Sedangkan di Rumah Sakit. Arya membantu Delia untuk makan malam. Arya menyuapi Delia makanan. Hal ini menjadi pengalaman pertamanya selama Delia hamil.


"Apa Dede tidak membuat Mama Delia kesusahan??" tanya Arya sambil mengelus perut Istrinya yang masih kelihatan rata.


"Alhamdulillah dedenya anteng Saja kok Ayah" jawab Delia sambil menirukan gaya bicara Anak kecil.


"Alhamdulillah kalau gitu Sayang, Kakak senang mendengarnya" ucap Arya sambil mencium surau Istrinya yang tertutup hijab pink.


"Oiy Kakak Delia bisa minta tolong gak??" tanya Delia.


"Kamu mau minta tolong apa Sayang??" Tanya Arya.


"Aku ingin menelpon ke kampung, Aku rindu sama Paman dan bibi Ainun" ucap Delia sambil memperlihatkan wajah imutnya.


"Oke, kakak akan telpon mereka" ucap Arya.


"Makasih kakak"


Arya langsung menyerahkan telponnya ke tangan Delia.


"Assalsmu Alaikum Bibi" ucap Delia.


"Waalaikum salam" ucap Salam dari Bibi Ainun.


"Gimana kabarnya Nak dengan si kembar??" tanya Bibi Ainun.


"Alhamdulillah kami baik-baik saja kok Bi"


"Suami kamu di mana nak??" ucap bibi Ainun.


"Alhamdulillah kami sua baik-baik saja kok Bi, Kak Arya ada kok bi, lagi ngerjain kerjaan dari Kantornya Bi" ucap Delia.


"Alhamdulillah kalau gitu," ucap Bibi Ainun.


"Oiy bi, bisa kah bibi ke rumah aku yang dulu?" ucap Delia sambil memohon seakan-akan orang yang Berbicara dengannya melihat gerakan badannya untuk memohon.


"Untuk apa yah Nak, kalau boleh tahu??" Tanya Bibi Ainun.


"Aku ingin Bibi membuka Laci Lemari ibuku yang ada di Dalam kamarnya, Tolong Bi Cek apa Kotak warna Merah ada di dalam laci lemari ibuku" Ucap Delia.


"Ooh gitu yah Nak, Bibi akan ke sana Besok untuk mengeceknya" ucap bibi Ainun.

__ADS_1


"Delia minta tolong, Bisa sekarang Bi, soalnya Penting" ucap Delia.


"Baiklah kalau begitu Nak" ucap Bibi Ainun.


"Kalau bibi dapat Kotak itu Tolong kirim ke Kota Yah Bi ke alamat rumahku" ucap Delia.


"Baik nak sesuai permintaanmu Bibi akan laksanakan" ucap Bibi Ainun.


"Makasih banyak Bi"


"Sama-sama Nak"


"Delia tutup dulu telponnya yah Bi" ucap Delia


"Assalamualaikum" salam Delia


"Waalaikum salam" jawab salam Bibi Ainun.


Arya segera mendekati Ranjang Istrinya dan ingin menanyakan perihal tentang Kotak yang Dia bahas dengan Bibi Ainun.


Tapi Arya urungkan niatnya. Arya Ingin Delia sendiri yang langsung mengungkapkan semuanya tanpa paksaan darinya.


"Udah kan telponannya Sayang jadi waktunya Makan Malam baru Obatnya diminum biar Dede bayinya senang" ucap Arya.


"Gimana dengan makanannya Sayang, gimana dengan Rasanya?" Tanya Arya.


"Gimana yah, aku tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata" Ucap Delia sambil berpura-pura Seakan-akan Delia memikirkan sesuatu yang sangat pelik dan susah.


"Maksudnya Masakan Kakak gak enak yah? Sini Kakak coba soalnya waktu di rumah aku cobain Alhamdulillah Rasanya enak" Ucap Arya sambil menyendok sisa makanan yang ada di piring Delia ke dalam mulutnya.


Delia kemudian memberikan kode kepada suaminya untuk mendekat ke arahnya. Arya pun bagaikan dicocol hidungnya langsung Saja mendekati Tempat istrinya berada. Setelah mereka berdekatan. Delia langsung memberikan kecupan singkat dipipi suaminya.


"Makasih banyak Sayang, Aku sama Dede Bayi suka sangat dengan semua Makanan yang Kakak masak" ucap Delia sambil tersenyum malu-malu mengingat aksinya yang terbilang Cukup berani.


Arya tersenyum bahagia dengan aksi sang istri. Arya Wiguna Terus Saja memegangi pipinya bekas ciuman Delia.


"Alhamdulillah kalau kamu suka dengan masakan Kakak dan makasih ciumannya Tapi boleh gak Kakak minta yang ini" ucap Arya sambil menyentuh bibir Delia.


Delia tertawa disaat mendengar permintaan suaminya.


"Jangan yang itulah aah entar ada yang bangkit lagi kan Delia belum bisa kakak" ucap Delia sambil Menutup mulutnya.


"Gak asyik, siapa Coba yang duluan menggoda Kakak" Ucap Arya yang sudah ingin mendekati arah istrinya.


Delia langsung mundur dan bersandar ke Ranjangnya. Tapi Arya semakin memajukan bibirnya. Tinggal 1 Centi saja jarak mereka, tiba-tiba pintu terbuka.


TBC...


waduh ada pengganggu lagi yah Bang. Sabar Bang inget istri masih belum siap untuk digempur loh...😂😅🤭.


FANIA tidak akan bosan untuk Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang masih setia dan Betah membaca Tulisan Receh FANIA 🙏🙏🙏.

__ADS_1


__ADS_2