
Happy Reading..
Menghadapi musuh seharusnya tanpa ada belas kasih, ingat jangan sampai suatu saat nanti mereka akan kembali menuntut balas setelah apa yang mereka alami sebelumnya.
Seperti itulah yang dirasakan oleh Dimas, Dimas yang pernah dikalahkan oleh si botak dahulu Waktu mereka awal bertemu dan bertarung di RS DA yang mengakibatkan Dimas harus menjalani perawatan intensif dan dioperasi. Sehingga Dimas ingin membalas hal itu.
Gambar mobil anti peluru yang baru didatangkan Arya dari Amerika serikat yang sedang dipakainya sekarang. Keren gak Readers mobil copasnya dari Mbah G hehehe.
Jas anti peluru yang setiap hari Arya dan keluarganya pakai jika bekerja, Mereka memilih jas model seperti itu agar tidak terlalu mencolok dari pandangan orang-orang, dan Musuh tidak menyadari jika mereka memakai pelindung diri.
Ini yang paling sering Anak buahnya yang selalu menemaninya ke mana pun. Kadang Arya juga memakai model yang seperti itu.
Boooooooommmmmmmm...
Suara ledakan yang sangat keras itu mengakibatkan bunyi dan dentuman yang sangat kuat hingga terdengar ke telinga Dimas dan Adrian.
"Adrian kamu dengar suara ledakan itu kan?, teriak Dimas ke arah Adrian yang selalu standby untuk berjaga-jaga jika kondisi semakin rumit untuk diatasi oleh mereka.
"Iya, aku dengar dan suaranya sangat besar, sepertinya berasal dari Jalan di sebelah, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi dengan Arya?" tutur Adrian.
Hal itu membuat Dimas kepikiran dengan kondisi Kakak sepupunya, yang membuat konsentrasinya goyah sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh Si botak untuk membalas pukulan dari Dimas.
Konsentrasi Dimas terganggu dan terpecah gara-gara suara ledakan keras itu sehingga pertahanannya melemah membuat kesempatan dan peluang besar untuk Penjahat tersebut untuk langsung melayangkan tendangannya ke punggung Dimas.
"Dimas a-was...!!"
Teriakan dari Adrian berhasil di dengar baik oleh Dimas. Tapi hal itu sedikit terlambat, Dimas sedikit terkena tendangan si botak. Tubuh Dimas terhuyung ke depan dan nyungsep ke aspal.
Dimas hanya tersenyum kecut dengan tendangan keras yang dia dapatkan barusan. Dimas menyeka darah yang berhasil menetes membasahi bibir seksinya.
Dimas bangkit dengan wajah yang memerah terbakar amarah.
"Andai saja Kami tidak butuh Kamu hidup-hidup pasti Kamu sudah aku balas hingga mati pun enggan menghampirimu," ucap Dimas dengan kilatan matanya menyala bagaikan kobaran api yang ada di hadapan Arya.
Dimas berlari ke arah si Botak berada.
"Sudah cukup bermainnya dan sekarang waktunya untuk melumpuhkan kamu botak," teriak Dimas yang berlari ke arah botak dengan kepalan tinjunya yang sudah siap melayang.
Dimas langsung meninju bagian perut si botak yang tidak menyangka jika Dimas akan meninju perutnya padahal dugaannya adalah wajahnya. Tinju tersebut cukup mampu langsung menumbangkan tubuh si Botak tapi, Dimas berhenti hanya di situ saja, Dimas bahkan memberikan pukulan yang bertubi tubi hingga si botak kewalahan dan akhirnya tersungkur juga ke atas aspal.
"Ingat yang kalian lawan adalah keluarga dari Wiguna Albert Kim Said, jadi jangan pandang kami sebelah mata, kami akan melakukan apa pun untuk membalas perbuatan kalian dan jangan sekali-kali meremehkan Kami," ucap Dimas sambil mengeluarkan pil dari dalam saku celananya.
__ADS_1
Pil itu adalah obat khusus untuk mengacaukan pikiran dan melupakan kejadian yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Mereka memberikan pil tersebut agar mudah mengatur dan mengarahkan si Botak untuk melaksanakan rencananya untuk menjadikan si Botak sebagai penyusup dan mata-mata di istana Putri.
Obat yang berbentuk pil tersebut hanya ada di Apotik BDP jadi tidak dipasarkan dan pastinya sudah lolos uji khasiat di BPOM tapi, tidak diperjual belikan di mana pun dengan harga berapa pun hehehe.
Adrian pun mendekati Dimas yang sudah berhasil melumpuhkan lawannya. Walaupun Dimas juga beberapa kali mendapatkan pukulan di tubuhnya.
Adrian berjalan mendekatinya dengan di tangannya masih setia sniper ghost bersamanya.
"Kamu baik-baik saja kan?" tanya Adrian.
"Alhamdulillah aku baik-baik saja Bang, ayok kita angkut barang ini ke atas mobil sebelum rekannya berdatangan, aku yakin pasti Putri sudah dapat informasi tentang hal ini," terang Dimas.
Mereka pun menggotong tubuh tambung di botak ke dalam mobilnya setelah tubuhnya pingsan karena reaksi obat herbal yang mereka berikan.
"Hubungi Arya segera untuk mengetahui perkembangannya," ucap Dimas yang mengobati beberapa luka lebam dan memar yang dia dapatkan dan tidak lupa meminum pil yang khusus dibuat oleh Delia untuk mengurangi rasa sakit.
Arya yang berhasil menembaki Ban dan tangki bensin mobil Jeep Cherokee tersebut langsung memerintahkan kepada Anton Sang mantan pembalap untuk segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sebelum mobil Jeep mereka meledak dan terbakar.
"Anton bawa mobil ini dengan kecepatan tinggi dari daerah sini sebelum mobil mereka meledak," perintah Arya ketika kepala dan tubuhnya sudah berada di dalam mobilnya kembali.
Arya membuka laci dasboard mobilnya lalu mencari Kotak obat herbal yang selalu disiapkan oleh Delia.
Kalau yang ini mobil yang menemani Dimas dan Adrian beraksi melawan si botak dan komplotannya. Dan ada satu lagi mobil yang dibeli dengan harga fantastis dan sangat canggih dan cukup untuk membantu Arya.
Masyarakat yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian pun ikut heboh setelah mendengar bunyi ledakkan itu.
"Apa Kita berhasil melumpuhkan mereka Bos?" tanya Andre yang berbaring di jok belakang.
"Alhamdulillah kita berhasil mengalahkan mereka, dan semoga Dimas juga berhasil," ucapnya.
"Tidak sia-sia bos membeli mobil dan beberapa senjata dari luar," timpal Anton setelah mengurangi kecepatan laju mobilnya kembali ke laju normal.
"Iya, Aku pun bangga dengan hasil kerja dari mobil dan senjata baru kita, kalau gini kita harus berburu barang bagus lagi di Luar Negeri, tapi harus merogoh kocek yang lumayan besar juga haha," jawab Arya.
"Iya, Bos itu ide yang sangat bagus dan brilian menurutku, karena kita tidak pernah tahu kekuatan dan kemampuan musuh bagaimana, dan pastinya ke depannya akan semakin banyak tantangan dan rintangan yang harus kita hadapi dengan solusi yang terbaik," jelas Anton dengan panjang lebar.
"Tumben banget loh, ngomong panjang lebar biasanya loh yang paling sering ngomong irit," timpal Andre.
"Hahahhahaha" Mereka tertawa terbahak-bahak bersama.
Siapa pun yang bersama dengan kita dan dalam suasana apa pun jika kita saling menghargai, terbuka, jujur pasti suasana yang tercipta akan Hangat dan ramai.
Arya segera meraih hpnya tergeletak di atas dasboard mobil. Dan segera menelpon nomor hp Dimas, karena alat yang dipakai untuk berhubungan langsung dengan Aditya, Dimas serta yang lainnya rusak.
__ADS_1
"Assalamu alaikum Dimas," ucap Arya.
Dalam apa pun itu Arya selalu membuka percakapan lewat telpon mereka dengan salam dan itu wajib untuk Arya lakoni setiap hari di dalam hidupnya.
Salam itu adalah doa untuk dirinya dan orang yang mendengarnya.
"Waalaikum salam Kak, bagaimana kondisi di sana apa kakak baik-baik saja?" tanya Dimas.
Entah kenapa panggilan kakak dan Abang akan meluncur dari mulut mereka jika keadaan yang darurat dan genting saja, dalam kesehariannya mereka hanya sering berbicara dengan sapaan aku , saya, kamu, loh atau gw. Othor pun juga heran. Apa rasa kekeluargaan akan lahir dan muncul dalam keadaan seperti itu sehingga sapaan akrab itu akan muncul, jawabnya entahlah, hanya othor yang tahu hehehe.
"Alhamdulillah kami baik-baik saja, hanya Andre yang terkena goresan timah panas tadi, tapi sudah ditangani dan lukanya juga tidak parah," jawabnya.
"Si botak berhasil Kami tangkap hidup-hidup dan pil KB nya eeehhh pil pengacau pikiran pun sudah kami berikan hehe," ucap Dimas dengan candaan nyelenehnya.
"Good kerja yang bagus," ucap Arya.
"Bonusnya untuk kami ada kah tak na big bos?" tanya Dimas lagi.
"Ada-ada saja Kamu Dim, bonus oke lah bisa dinego yaitu bertugas ke Negara Pale apa Kamu siap," balas Arya dengan candaan yang membuat Dimas mengerutkan keningnya.
Sedangkan yang lainnya hanya terdiam mendengar candaan dua orang sepupu itu.
"Iiihh ogah aaah, amit-amit kalau harus ke sana, Aku masih mau hidup dan nikmati bulan madu setiap hari bersama istriku tersayang heheheh," ujar Dimas yang berhasil membuat mereka tertawa renyah dan gurih hahaha.
Setelah mereka sempat mengalami ketegangan, saatnya mereka merikeksasikan pikiran dan jiwa mereka agar tidak stres yang berkelanjutan sisa dari pertempuran mereka.
Anak buah bantuan yang dikirim oleh Pak Hendry baru saja datang setelah pertempuran mereka berhasil. Arya turun dari mobilnya dan memeriksa kondisi dari Jeep yang terbakar itu.
"Arya! jangan lupa untuk memakai kaos tangan untuk berjaga-jaga," teriak Aditya.
"Untuk kalian juga pakai pelindung dan segera bersihkan lokasi seperti sebelumnya sebelum ada masyarakat yang datang ke TKP," perintah Arya.
Beberapa saat kemudian, Mereka Sudah mengamankan mobil serta yang lainnya yang bisa berbuntut panjang jika polisi mengetahui kejadian ini dan mereka yang turun tangan.
Untungnya Pak Hendry segera mengirimkan mobil besar yang panjang untuk mengangkut bangkai mobil yang terbakar.
"Ok sudah aman, saatnya kita otewe Rumah Sakit," ucap Arya dan kembali ke dalam mobilnya.
Ada sedikit perasaan lega yang mereka rasakan setelah berhasil menumbangkan anak buahnya Putri sang psikopat jahara itu.
Kira-kira ada apa lagi yang akan menghadang mereka yah Readers, ujiannya cukup sulit untuk diberikan oleh Putri melalui anak buahnya yang terbaik.
Yang penasaran dengan kelanjutan kisah dan keseruan mereka, so pantengin di sini terus yah tapi bukan di sebelah..
Fania Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers all yang selalu setia menunggu Updatenya BDP dan selalu hadir di setiap episodenya 🥰😘.
Maaf jika selalu terdapat banyak Kesalahan dalam penulisannya/Typonya 🙏
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahra
Makassar, Kamis, 26 Mei 2002