Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 179. Akhirnya ketahuan juga


__ADS_3

Happy Reading..


Hyuna tidak ingin kembali terperdaya oleh bujuk rayuan Aditya. Sehingga Hyuna segera memutus kontak fisik diantara mereka. Hyuna tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama untuk ke dua kalinya. Cukup Sekali jatuh ke dalam lobang jangab sampai jatuh ke dalam lubang yang sama untuk ke dua kalinya. Hyuna pun refleks menampar pipi Aditya.


"Jaga batasanmu, Aku bukan istrimu yang seenak jidadmu untuk kau cium dan apa kamu tidak punya rasa malu, sadar kita ini lagi di kapal dan banyak orang di sini" ucap Hyuna sambil berlalu meninggalkan Aditya.


Aditya terdiam terpaku menatap kepergian Hyuna dari depannya sambil memegang pipinya yang agak panas bekas tamparan keras dari Hyuna.


"Maaf andai kamu tahu alasan aku untuk memutuskan hubungan kita tapi aku tidak sanggup untuk melupakanmu, aku terlanjur jatuh cinta kepadamu, tapi kita tidak mungkin bisa bersama" ucap Aditya yang tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.


Hyuna terus berlari meninggalkan Aditya yang mematung ditempatnya. Tangisan Hyuna semakin menjadi saja, karena pandangan mata Hyuna yang berkabut tertutup air mata sehingga tidak bisa melihat dengan jelas apa yang ada di depannya.


"Aaaauuuhh" ucap Hyuna yang memegang pantatnya yang berhasil mencium lantai kapal.


Sedangkan orang yang ditabrak Hyuna sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Bahkan wajahnya sudah seperti orang yang ingin memakan mangsanya.


"Hey!! bangun" ucap Pria tersebut.


"Hati kamu tuh terbuat dari apa sih?? sampai-sampai ada orang yang jatuh di depan matamu bukannya kamu bantuin malahan menampilkan wajah garang saja" ucap Hyuna panjang lebar lalu berusaha berdiri dari duduknya.


"Untuk apa aku tolongin kamu lagian yang salah di Sini itu kamu, bukan Aku!! jadi aku tidak punya kewajiban untuk membantu kamu." ucap pria itu sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.


Hyuna langsung mendekat ke arah orang tersebut dan berusaha untuk mensejajarkan tingginya yang hanya sebatas dada dari laki-laki tersebut.


"Lagian kamu itu kalau mau lari lihat tempat dong, jangan sesuka hati kamu" ucap pria tersebut.


"Emangnya di sini ada tulisan kalau dilarang lari?? tidak kan" ucap Hyuna yang berusaha berjinjit untuk menyamakan tinggi pria yang ada di depannya.


Pria tersebut langsung menekan dan mendorong dengan halus dahi Hyuna dengan jari telunjuknya.


"Tidak usah dekat-dekat dengan Saya, Aku jijik lihat cewek modelan kamu, lihat wajah kamu saja aku sudah mau muntah" ucap pria tersebut sambil menirukan gaya mau muntah.


"Kalau boleh jujur kamu cowok pertama yang ngomong gitu, Tapi bagiku itu tak masalah" balas Hyuna yang mencoba untuk menyentuh dahi Pria tersebut tapi tidak berhasil.


"Kenapa denganku, biasanya kalau aku dekat dengan cewek manapun setelah mencium parfum perempuan pasti Aku akan langsung bersin-bersin kecuali saudara kandungku dan Bunda pasti aku tidak akan bersin-bersin tapi kok dengan dia tidak" monolog Alan Jackson Khalid yang heran dengan apa yang terjadi kepadanya.

__ADS_1


"Maaf Kapten ada di sini, Pak Wiguna mencari kapten dan kapten Alan di tunggu di ruangan pribadi Pak Wiguna" ucap Pak Putra salah satu anak buah pak Wiguna yang diberikan tugas untuk mengawasi dan mengontrol semua yang ada di atas kapal.


"Makasih pak, katakan kepada Pak Wiguna kalau aku akan segera menyusulnya" ucap Alan Jackson Khalid.


"Ohh jadi Dia adalah kapten kapal ini, hebat juga masih muda tapi sudah bisa mengendalikan kapal sebesar ini" monolog Hyuna yang secara tidak langsung memuji skill Alan.


"Kok bengong, jangan-jangan kamu dirasuki oleh hantu penunggu kapal" ucap Alan ditelinga Hyuna.


Sedangkan Hyuna masih saja memikirkan bagaimana cowok semuda itu sudah menjadi kapten kapal. Hyuna bengong sedangkan Alan sudah berjalan meninggalkan Hyuna seorang diri. Setelah punggung Alan sudah tidak terlihat baru kah Hyuna menyadari kalau dirinya seorang diri di lorong kabin kapal apa lagi suasana tampak sepi sehingga membuat bulu kuduk Hyuna berdiri. Hyuna pun langsung berlari meninggalkan lorong tersebut.


Sedangkan di dalam sebuah kamar. Ada sepasang suami istri yang status mereka masih tersembunyi dari khalayak umum. Adrian dan Emilia memutuskan untuk berterus-terang kepada orang tua mereka.


"Sayang gimana kalau kita jujur saja sama ayah dan Mama Elisabeth, aku tidak sanggup lagi untuk menutupi hubungan kita dari mereka, kasihan juga sama anak-anak kalau mereka selalu ingin dekat dengan Kakek dan neneknya" ucap Emilia yang menyusui putri kecilnya.


"Itu ide yang bagus juga sayang, kita sudah cukup Lama bermain kucing-kucingan dari keluarga besar, kalau pun mereka menolak dan menentang hubungan kita, kita pergi dari sini saja" ucap Aditya.


"Aku juga sudah capek sayang nyembunyiin mereka terus" ucap Emilia sambil menatap ke dua buah hatinya yang Emilia sudah baringkan Kirana di atas ranjangnya.


Adrian dan Emilia kemudian berpelukan tanpa mereka sadari kalau pak Wiguna sudah berdiri sejak tadi di depan mereka. Pak Wiguna sebenarnya mencari Adrian untuk membicarakan tentang resort yang mereka pakai kalau sudah sampai di pulau T. Tapi malahan pak Wiguna tanpa sengaja mendengar fakta yang selama ini dirinya tidak ketahui.


Adrian dan Emilia kaget setelah mengetahui kalau ayah mereka sudah mendengar semuanya dari mulut mereka langsung tanpa sengaja. Adrian dan Emilia Saling berpandangan dan bingung mau mulai menjelaskan dari mana kepada ayahnya. Adrian memegang tangan Istrinya. Adrian pun segera berlutut di hadapan Pak Wiguna dan bersimpuh memohon maaf kepada ayah angkat sekaligus ayah mertuanya.


"Maafkan Kami ayah, Saya sangat mencintai Emilia Ayah, Saya tidak bisa hidup tanpa Emilia karena itu lah Saya memilih untuk melamar Emilia dan menikahinya tanpa sepengetahuan ayah dan Mama" ucap Adrian.


Emilia pun segera berlutut di depan ayahnya. Emilia berharap hati ayahnya melunak dan menerima pernikahan mereka. Emilia dan Adrian pun menangis di depan ayahnya.


"Maaf, Emilia terpaksa melakukan ini semua karena Emilia juga mencintai Kak Adrian ayah, Emilia tidak bisa bernafas dengan baik tanpa ada Adrian disisi Emilia Ayah, mohon restui dan terima pernikahan kami" tutur Emilia.


Pak Wiguna hanya terdiam tanpa kata apa pun, Pak Wiguna tidak menyangka kalau anaknya ternyata menyimpan rasa diantara mereka. Dan tidak percaya kalau mereka sudah punya anak dua orang.


"Kek, kek Kirana mau digendong cama Kakek" ucap Kirana putri pertama dari Adrian dan Emilia sambil menarik-narik ujung celana kakeknya.


Pak Wiguna terharu melihat cucunya dan langsung memenuhi permintaan dari cucunya yang baru pertama kali beliau lihat.


"Kakek jangan malah-malah yah, kata Mami Olang malah-malah itu tidak baik, cepat tua" ucap Kirana yang berbicara dengan ciri khas cadelnya.

__ADS_1


Adrian dan Emilia sudah takut dan was-was menunggu reaksi dari Ayahnya, karena sampai sekarang Pak Wiguna tidak berbicara sepatah kata pun dan hanya terdiam tanpa kata.


Tanpa mereka duga ternyata pak Wiguna bermain dengan Kirana dan mengajak berbicara Kirana.


"Kakek gak marah loh, kakek mana mungkin marah dengan cucu cantik kakek" ucap pak Wiguna lalu berjalan meninggalkan kamar Adrian sambil menggendong Kirana.


tapi sebelum meninggalkan kamar Emilia, pak Wiguna berhenti melangkah dan menoleh ke belakang.


"Kalian jangan senang dulu, nanti kalian datang ke kamar ayah dan jelaskan kepada Ayah apa yang sebenarnya terjadi" ucap pak Wiguna lalu menutup pintu kamar Adrian.


Pak Wiguna menggendong cucunya, banyak yang kaget melihat siapa yang ada digendongnya, mereka bertanya-tanya dan heran melihat ayah mereka menggendong putri Adrian. Arya dan Delia saling berpandangan dan khawatir jika terjadi sesuatu kepada Emilia adiknya. Arya Langsung menghubungi nomor hp Adrian diam-diam.


"Kenapa kalian melihat ayah dengan wajah seperti itu??, ada yang aneh kah dengan apa yang ayah lakukan??." tanya pak Wiguna.


Mereka juga tidak ada yang berani berbicara atau pun berkomentar dengan apa yang mereka lihat.


"Geli kek" ucap Kirana kecil yang tidak tahan digelitik oleh kakeknya.


pak Wiguna bercanda dan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku dari semua cucunya. Baby Zi pun tidak mau kalah sehingga baby zi langsung menghampiri Kakeknya dan Kirana. Suasana semakin terasa hangat dan akrab. Pak Wiguna sejenak melupakan perbuatan anaknya.


Pintu terbuka dan masuklah seorang laki-laki yang memakai baju kebesarannya. Pria itu cukup tampan bahkan mengalahkan wajah oppa Korea saja. Hyuna menatap tajam ke arah pria tersebut sedangkan yang ditatap tidak menghiraukan tatapan Hyuna. Aditya melirik ke arah Hyuna yang pandangan mata Hyuna ke pria tersebut. Hati Aditya sempat merasakan kecemburuan tapi Dia selalu berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Uncle ingin berbicara dengan Alan??." tanya Alan yang langsung mendudukkan bokongnya ke kursi.


Alan adalah cucu dari kakak Oma Estella. Alan anak laki-laki satu-satunya dari keluarganya tapi Alan lebih memilih untuk menjadi kapten dan bekerja di kapal dari pada melanjutkan bisnis Ayahnya. Awalnya keinginan Alan ditentang oleh keluarga besarnya terutama maminya tapi karena bujukan dan rayuan dari Alan membuat Alan mendapatkan restu untuk berkerja di Kapal.


TBC..


Alan siapa kah Dia dan perannya di BDP apa yah 🤔🤔🤔??


Yang penasaran dengan kisah Alan bersama dengan calon kekasihnya so tunggu yah Update selanjutnya 🙏✌️.


Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang selalu setia mendukung BDP 🙏💗


By FANIA Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, 19 Maret 2022.


__ADS_2